Rabu, 18 Mei 2011

25 Desember : Antara Yesus, dewa Matahari dan Nimrod

Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."

Tanggal Kehamilan Maria
Injil Lukas menceritakan bahwa pada akhir percakapannya dengan Maria, Malaikat Gabriel berkata saat itu kandungan Elisabet telah sampai pada bulan ke-6.
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Lukas 1:36)
Diagram waktu untuk peristiwa itu adalah sebagai berikut:


Jadi, Maria mulai hamil tanggal 17 Nisan 3756 kalender Ibrani atau 25 Maret 5 SM kalender Masehi Julian, bila dihitung 6 bulan semenjak Elisabeth mengandung Yohanes Pembabtis.
  
Perhitungan Kelahiran Yesus Berdasarkan Kalender Agama Yahudi
Bulan Nama Bulan   Peristiwa
1 Tishri 3756 15 Tishri: Malaikat Jibril kunjungi Zakharia





17 Tishri: Terbentuknya janin Yohanes Pembabtis



2 Heshvan



3 Kislev



4 Teveth



5 Shebat



6 Adar 3756 29 Adar senja menjelang pergantian hari:





Malaikat Gabriel mengunjungi Maria


Awal Percakapan malaikat Gabriel dengan Maria




Adar Sheni



7 Nisan 3756 1 Nisan senja tepat setelah pergantian hari:





Akhir Percakapan Gabriel dengan Maria


Malaikat Gabriel meninggalkan Maria




17 Nisan  25 Maret 5 SM (kalender Masehi Julian)





Maria mulai hamil



8 Iyar



9 Sivan



10 Tammuz



11 Ab



12 Elul



1 Tishri



2 Heshvan



3 Kislev



4 Teveth 3757 25 Desember 5 SM (Kalender Julian)





Isa Al Masih lahir






Menurut Injil Lukas 1:26, malaikat Gabriel datang pada bulan ke-6 dan Maria hamil setelah kedatangan malaikat Gabriel . Implikasinya, rahim Maria berisi janin Yesus setelah bulan ke-6 tersebut. Bulan ke-6 adalah bulan Adar. Sedangkan bulan setelah bulan ke-6, yaitu bulan ke-7, adalah bulan Nisan. Jadi, rahim Maria berisi janinYesus pada bulan ke-7.
Lama waktu hamil hingga melahirkan normalnya adalah 37-40 minggu (259-280 hari) atau umumnya dikatakan 9 bulan. Ini berarti Maria melahirkan Yesus 9 bulan setelah bulan Nisan, yaitu bulan Teveth.

Konversi Kalender Ibrani ke Kalender Masehi (Gregorian dan Julian)
Kalender Ibrani Kuno
Kalender Masehi
Gregorian
Julian
1 Nisan – 30 Nisan 3756 7 Maret 4 SM – 5 April 4 SM 9 Maret 5 SM – 7 April 5 SM
1 Teveth – 29 Teveth 3757 29 November 4 SM – 27 Desember 4 SM 1 Desember 5 SM – 29 Desember 5 SM
25 Desember Kelahiran Yesus (Natal)

1. Lama waktu hamil hingga melahirkan normalnya adalah 37-40 minggu (259-280 hari) atau umumnya dikatakan 9 bulan.

Keumuman ini juga berlaku ribuan tahun yang lalu. Misal, jaman Abraham ( ± 4.000 tahun yang lalu)
Seorang dari mereka berkata, "Sembilan bulan lagi Aku akan kembali. Dan pada waktu itu Sara istrimu akan mendapat anak laki-laki." Pada saat itu Sara sedang mendengarkan di pintu kemah, di belakang tamu itu.
(Kejadian 18:10)
2. Maria mulai hamil tanggal 25 Maret 5 SM (Kalender Julian) atau 17 Nisan 3756 (Kalender Ibrani)

Sembilan bulan kemudian setelah tanggal 25 Maret 5 SM (kalender Julian) adalah 25 Desember 5 SM (kalender Julian).

Tanggal 25 Desember disebut sebagai "Natal Pertama" atau dalam bahasa Arabnya أول عيد الميلاد ‘awwal `idul mīlad' “Milad Pertama”. Peringatan Natal di seluruh dunia dilakukan tanggal 25 Desember (baik 25 Desember kalender Julian maupun 25 Desember kalender Gregorian), agar tidak terlambat, bila Yesus lahir tanggal 25 Desember. Bahwa kelahiran Pertama Kristus berlangsung pada tanggal 25 Desember dituliskan oleh umat Kristen generasi awal kalender Masehi, seperti:
  
1. 25 Desember 70 Masehi Piagam Rasuliyyah

Konstitusi Apostolik (Piagam Rasuliyyah) adalah kompiliasi yang materi-materinya berasal dari berbagai sumber. Manusia periode awal Masehi merujuk konstitusi tersebut berasal dari Clement Romanus (70 Masehi), tapi manusia jaman sekarang ada yang memperkirakan konstitusi tersebut berasal dari abad ke-2 hingga abad ke-4 Masehi.

Dalam buku kelima bagian ke III tertulis
"Saudara-saudara, jalankanlah peringatan hari-hari raya; dan yang pertama dari semua hari raya yang kalian harus rayakan adalah pada tanggal 25 bulan ke-9."
Kalender hari raya keagamaan Ibrani adalah Kalender Nisan. Bulan ke-9 adalah untuk kalender Nisan adalah bulan Teveth. Jadi tanggal yang tertera pada buku abad 1 Masehi itu adalah 25 Teveth. Tanggal 25 Teveth 3757 kalender Ibrani kuno adalah 25 Desember 5 SM Kalender Julian.
  
2. 25 Desember 168 M Theophilus (115-181 M), Bishop Kaesarea Palestina

Pernyataannya yang terkenal tentang kelahiran Kristus  25 Desember adalah:
Kita harus merayakan hari kelahiran Sayyidina kita pada hari apapun yang bertanggal 25 Desember
(Magdeburgenses, Cent. 2. c. 6. Hospinian, de orign Festorum Chirstianorum)
Theophilus adalah seorang bishop Kaesarea Palestina yang hidup pada generasi setelah generasi para rasul. Asistennya bernama Narcissus, Bishop Yerusalem. Theophilus bishop Caesarea Palestina ini hidup pada tahun 115-188 Masehi atau 137-210 sebelum Konsili Nicea (325 M). Dia menjadi bishop pada tahun 168 M, sehingga diperkirakan dia menuliskan hal itu antara tahun 168 hingga 188 M.

Pernyataannya menunjukkan bahwa umat Kristen Palestina (termasuk umat Kristen Yerusalem dan Kaesarea, juga Tirus dan Ptolemais) telah memperingati kelahiran Kristus  pada tanggal 25 Desember di Palestina. Ratusan tahun sebelum konsili Nicea (325 M) dan ratusan tahun sebelum Natalis Solis Invicti dirayakan pada akhir Desember (362 M), umat Kristen di Palestina telah memperingati kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember.
  
3. 25 Desember dalam Diokletianus (244-311)

Nicephorus menulis sejarah jemaat Kristen di mana dia melaporkan penghancuran tempat ibadah umat Kristen dan pembantaian masal yang dilakukan oleh Diocletian saat umat Kristen sedang merayakan kelahiran Kristus  :
"Di Nikomedia (sebuah kota Bethenia) ketika hari raya Milad Al Masih datang, dan banyak umat Al Masih di segala usia telah berkumpul bersama di tempat ibadah untuk merayakan Milad itu, Diocletian Sang Tiran mendapat kesempatan menguntungkan saat ia mungkin mencapai kegilaan dan kemarahannya, ia mengirim pasukannya ke sana untuk mengunci tempat ibadah itu, dan api itu memakan mereka semua habis menjadi abu, bahkan dua puluh ribu orang."
Bentuk modern teror Diocletian adalah bom natal yang dikirimkan ke gereja (tempat ibadah umat Kristen yang bertheologi Barat).

Selden (Theanthropos, hal 33 , 34) menegaskan laporan Nicephorus itu dan mengatakan bahwa dalam Martirologi Yunani dan Romawi kuno peristiwa ini terjadi pada tanggal 25 Desember.
  
4. 25 Desember Kronografi 354 Masehi

Kronografi adalah kalender kuno Romawi. Kalender 354 ini mendaftar tempat-tempat pemakaman para martir umat Kristen Barat (Depositio martyrum). Urutan hari peringatan para martir tersebut tersusun dimulai dari tanggal kelahiran Kristus.
"VIII Kal. Ian. Natus Christus di Betleem Judeae" (8 hari sebelum kalender Januari Milad Al Masih di Betlehem Yudea)
Selain itu kronografi 354 tidak pernah menyebutkan Natalis Solis Invicti, melainkan menyebutkan Natalis Invicti. "Natalis Solis Invicti" berarti hari lahir dewa matahari yang tak terkalahkan, sedangkan "Natalis Invicti" berarti hari lahir dia yang tak terkalahkan. Kata "invicti" yang berasal dari kata "invictus" adalah kata umum yang dapat ditujukan kepada siapa saja yang tidak pernah kalah. Bila melihat kronografi 354 ditujukan kepada salah seorang anggota umat Kristen Barat, maka kata "invictus" ditujukan kepada Yesus Kristus, karena Allah membangkitkan Yesus Kristus sehingga hidup kembali dari wafatnya (sebagaimana yang dicatat Alkitab dan Al Qur'an ), dengan demikian, Yesus Kristus adalah dia yang tak terkalahkan oleh kematian.

Natalis Invictus "Kelahiran Dia Yang Tak Terkalahkan" dalam Kronografi 354 merujuk kepada kelahiran Kristus, bukannya merujuk kepada "Natalis Solis Invictus". Bahwa Natalis Invicti merujuk kepada kelahiran Kristus tanggal 25 Desember dapat dilihat pada Bagian Ke-12 dari Kronografi 354 yang berbunyi " VIII kal. Ian. natus Christus in Betleem Iudeae" yang artinya "8 hari sebelum kalender Januari". Delapan hari sebelum kalender Januari dalam perhitungan Romawi Kuno adalah tanggal 25 Desember dengan cara hitung mundur:
(1) 1 Januari,
(2) 31 Desember,
(3) 30 Desember,
(4) 29 Desember;
(5) 28 Desember,
(6) 27 Desember,
(7) 26 Desember,
(8) 25 Desember.

Tanggal 25 Desember kelahiran Yesus Kristus diketahui dari awal kehamilan Maria adalah 17 Nisan (25 Maret) ditambah 9 bulan. Kronografi 354 juga menceritakan bahwa Hari Raya Dewa Matahari dirayakan pada tanggal 28 Agustus dan 19-22 Oktober.

Hingga tahun 354 Masehi, tidak ada bukti materi yang mendukung asumsi bahwa Sol Invictus atau Natalis Solis Invicti dirayakan tanggal 25 Desember.
  
5. 25 Desember menurut Buku Register Pajak

Yesus Kristus difitnah tidak membayar pajak negara.
Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."
(Lukas 23:2)
Tapi Injil Markus 12:14-16 mengindikasikan bahwa Yesus Kristus membayar pajak negara.

Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?"
Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!"
Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar."
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia.
(Markus 12:14-16)
Bahwa Yesus terdaftar sebagai wajib pajak juga diungkapkan oleh Justin Martyr atau Justin Sang Syuhada (100-165 M) dalam bukunya yang berjudul "Apology" yang menyatakan bahwa Yesus Kristus dilahirkan di Betlehem
"sebagaimana yang anda dapat pastikan juga dari register perpajakan" (Aopl I,. 34).
Ekskavasi arkeologis belum menemukan buku register pajak yang dimaksud oleh Justin Sang Martir, bisa telah punah dimakan usia, atau menunggu di dalam tanah dan tiba-tiba muncul sebagaimana Gulungan Laut Mati yang muncul 2.000 tahun setelah 2.000 tahun tersembunyi dalam gua.Yang manapun kemungkinan yang ada, yang pasti, buku itu ada pada jaman Justin, karena ia menyuruh para pembacanya untuk mengecek sendiri ke buku registrasi pajak itu. Sebagaimana yang dituliskan Menurut Tertullian (160-250 M), pada abad kedua Masehi, buku register tersebut berada di Roma.

Tertullian (160-250) berbicara tentang :
"sensus Augustus - saksi yang paling setia mengenai kelahiran Sang Sayyidina - tersimpan di arsip Roma" ("Melawan Bid'ah Marcion", Bk 4, 7.).
Kyril, bishop Yerusalem (348-386) meminta agar Julian mengakses catatan sensus penduduk Romawi kuno, dan menurut kesaksian Julian kepada Kyril Yerusalem, menurut dokumentasi itu Yesus Kristus lahir tanggal 25 Desember. Meski ekskavasi arkeologis belum menemukan buku register pajak yang dimaksud oleh umat Kristen generasi awal tersebut, namun buku tulisan umat Kristen generasi awal mendukung keberadaan buku register pajak tersebut dan menyebutkan bahwa dalam buku register tersebut Yesus lahir di Bethlehem tanggal 25 Desember sebagaimana yang disebutkan dalam tulisan-tulisan awal kalender Masehi lainnya.

Disamping itu tulisan tersebut cocok dengan perhitungan kelahiran Kristus yang diturunkan dari Alkitab, yaitu: kelahiran Kristus tanggal 25 Desember kalender Julian dihitung 9 bulan semenjak Maria hamil pada tanggal 25 Maret kalender Julian atau tanggal 17 Nisan kalender Ibrani. Sedangkan tanggal kehamilan Maria dihitung 6 bulan semenjak tanggal kehamilan Elisabet. Tanggal kehamilan Elisabet diperhitungkan berdasarkan tanggal kunjungan malaikat Gabriel kepada Zakharia.

Dalil Injil Peringatan Kelahiran Kristus (Natal)

Adakah ayat Injil yang mengajarkan agar Natal atau Kelahiran Kristus diperingati?

>>>>>> 

Ada.

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
(Lukas 2:8-15)
Peristiwa kelahiran Yesus Kristus sekaligus nuzulnya FIRMAN Allah menjadi manusia itu dirayakan oleh para malaikat dengan melantunkan puja dan puji. Tindakan para malaikat itu diperintahkan oleh Allah. Dengan demikian, Allah memberi perintah untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus sekaligus nuzulnya FIRMAN menjadi manusia itu melalui contoh, bukan hanya sekedar kata-kata.

Dalam keseharian kita melihat bahwa manusia cenderung mengikuti apa yang diteladankan daripada apa yang dikatakan.
Contoh:
Seorang ayah yang merokok saja melarang anaknya untuk tidak merokok. Dan ini sesuatu yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Meski begitu, fakta membuktikan bahwa anak cenderung meneladani perilaku ayahnya daripada apa yang dikatakan oleh ayahnya. Ini juga dapat kita lihat dalam keseharian.

Dengan memberikan contoh yang baik untuk ditiru melalui tindakan para malaikat, Allah ingin peristiwa itu lebih mudah diingat oleh para saksi peristiwa itu, yaitu para gembala, sehingga seumur hidup mereka, mereka dapat terus memberikan kesaksian mengenai apa yang mereka lihat itu.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada dalil ayat Alkitab yang mengajarkan peringatan kelahiran Kristus, yaitu Injil Lukas 2:6-7.

Natal:
Memperingati Kelahiran Siapa…?

Pelurusan yang juga patut dilakukan adalah soal siapa yang dirayakan kelahirannya saat perayaan kelahiran Kristus .

Tuduhan yang sering muncul adalah bahwa Natal (kelahiran Kristus) ditujukan untuk memperingati kelahiran Dewa Matahari yang digelari orang Romawi purba Sol Invictus (Dewa Matahari Tak Terkalahkan). Lalu, menurut tuduhan itu, sosok dewa yang katanya anak Dewa Yupiter ini seolah-olah disamakan dengan sosok Yesus Kristus. Tuduhan ini terkait dengan tanggal 25 Desember. Tuduhan ini pada awalnya berasal dari kalangan liberalis theologi (theolog liberal) yang kemudian ditiru begitu saja oleh sebagian umat Nabi Muhammad yang tak tahu ujung pangkalnya dan asal kutip.

Ini berarti, sebelum membahas tanggal 25 Desember, perlu ditegaskan bahwa umat Kristen tidak menyembah ilah selain ALLAH yang disapa dengan kata kias “Bapa”. Tidak ada penyembahan kepada putra dewa, anak tuhan, atau pun penyembahan kepada dewa atau tuhan selain ALLAH. Iman Al Masihiyah itu tauhid, hanya Allah saja yang disembah sebagai ilah. Umat Kristen wajib melakukan segala sesuatu dalam rangka ibadah penyembahan kepada ALLAH semata, termasuk juga dalam perayaan-perayaannya.
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
(1 Korintus 10:31).
Demikian pula, perayaan kelahiran Kristus merupakan ibadah penyembahan kepada Allah dan bersyukur kepada Allah serta bersukacita karena Allah telah memberikan karunia-Nya dengan menurunkan Kalam Hakiki-Nya ke dunia menjadi sosok Yesus Kristus (Isa Almasih Al Kalamullah). Dalil hal ini adalah teladan yang Allah berikan melalui para malaikat .

Lagi pula patut ditegaskan, sekalipun Kristus diberi gelar sebagai “Anak Allah”, namun gelar ini tidak pernah dimaknai oleh umat Kristen seperti gelar untuk dewa-dewi hasil keturunan biologis. Makna kias “Anak” sama sekali tidak bermakna biologis ataupun anak biologis. Makna kias “Yesus Kristus adalah ‘Anak'” berarti bahwa Yesus adalah Firman Allah, sebab kata kias “Anak” merujuk kepada Ilmu Allah atau Hikmat Allah atau Firman Hakiki Allah (Kalam Hakiki Allah).
Menyamakan antara dewa matahari dengan Kristus tentu salah kaprah. Dewa Matahari itu tidak pernah ada, sedangkan Yesus Kristus itu ada. Apa yang tidak ada itu tidak mungkin lahir. Peringatan Kelahiran Kristus  yang dalam tradisi theologi Barat disebut Natal itu memperingati apa yang ada, bukannya memperingati apa yang tidak ada. Jadi, peringatan kelahiran Kristus  adalah memperingati Yesus Kristus yang ada, bukan memperingati Dewa Matahari yang tidak pernah ada. Nama peringatannya juga Kelahiran Kristus (Natal), bukannya kelahiran Dewa Matahari.

Jadi kelahiran Kristus atau Natal adalah kelahiran Yesus Kristus yang nyata-nyata ada, sebab Dewa Matahari itu tidak ada, tidak pernah lahir dan tidak perlu memperingati kelahiran apa yang tidak ada dan tidak pernah lahir.
Teori bahwa kelahiran Kristus dari perayaan pagan Romawi itu asumsi nir bukti, prasangka tanpa fakta.
Faktanya, bukti tertua bahwa Natalis Solis Invicti dirayakan pada akhir Desember itu baru tahun 362. Itu pun tidak menyebutkan tanggal, hanya menyebutkan akhir Desember. Sedangkan faktanyanya, kelahiran Kristus telah diperingati jauh-jauh hari sebelum Natalis Solis Invicti diperingati pada akhir Desember. Fakta dari Kronografi 354 menyebutkan bahwa tanggal 25 Desember adalah "natus Christus in Betleem Iudeae" (Kelahiran Kristus di Bethlehem, Yudea). Ini menunjukkan bahwa Natalis Invicti yang tertulis pada Kronografi 354 Masehi menunjuk ke Natalis Christi Invicti, bukannya menunjuk ke Natalis Solis Invicti.
Ketika para pemuja berhala pada era setelah 362 Masehi memindahkan hari raya mereka ke akhir Desember (tidak disebutkan tanggal berapa), mereka berusaha mencemarkan kelahiran Kristus yang suci itu. Tapi, meski upaya itu terus-menerus mereka perbuat hingga jaman sekarang, faktanya peringatan kelahiran Kristus tetap berlangsung khidmat sekaligus penuh sukacita.
Mengapa sukacita?
Karena kelahiran Kristus adalah peristiwa nuzulnya Firman menjadi manusia. Natal atau kelahiran Kristus bukan pemujaan berhala kaum kafir pemuja berhala, karena  kelahiran Kristus (Natalis Christi Invicti) memperingati kelahiran Yesus Kristus.
Jadi, theori theologi liberal yang dikutip mentah-mentah itu teori ngawur dengan dasar hanya asumsi nir bukti, prasangka tanpa fakta alias hanyalah fitnah.

Mengapa Kelahiran Kristus (Natal) bukan 7 Januari Gregorian...?

25 Desember yang dimaksud dalam "25 Desember kelahiran Kristus (Natal)" itu kan 25 Desember kalender Julian. Kalau dikonversi ke kalender Gregorian yang kita pakai sekarang, maka seharusnya jadi tanggal 7 Januari.
Lalu apa alasannya Natal pada kalender Gregorian juga diperingati tanggal 25 Desember, bukannya tanggal 7 Januari?

>>>>>
Harus dicatat, perbedaan itu tidak terjadi pada fakta dasarnya, tetapi akibat selisih perhitungan antara penanggalan Gregorian Barat dan penanggalan Julian yang lama yang masih dipakai di gereja-gereja Timur. Sebenarnya, penetapan pertama hari-hari raya Gereja, untuk pertama kalinya secara akurat dihitung dari Mesir. Seorang astronom Gereja Mesir, bernama Batlimous, pada akhir abad ke-2 Masehi, melakukan perhitungan secara cermat atas perintah Baba Dimitri/Demetrius, yang menjadi Patriakh Alexandria dari tahun 199-232. Penanggalan Mesir dihitung berdasarkan penampakan bintang Siriuz,  yang diakui UNESCO sebagai kalender yang paling akurat dibandingkan dengan sistem penanggalan manapun yang pernah dibuat.  Jadi penetapan perayaan Natal mula-mula jatuh pada tanggal 29 bulan Kiahk. Di wilayah kekaisaran Roma pada waktu itu berlaku kalender Julian. Kalender ini ditetapkan oleh Julius Caesar tahun 46 sebelum Masehi, yang didasarkan atas peredaran matahari. Hitungannya 700 tahun dari berdirinya kota Roma. Nah, pernah terjadi hitungan kalender Julian ini salah. Lalu seorang astronom, Mesir, Sosiginous, memperbaikinya yaitu menyesuaikan dengan tahun Coptic yang terdiri dari 365 hari. Kalender inilah yang diikuti seluruh Gereja baik di Timur maupun di Barat sampai abad ke-16 Masehi. Pada tahun 1582, Paus Gregorius dari Roma membuat modifikasi dari kalender Julian ini, yang kemudian disebut Kalender Gregorian hingga sekarang. Kalender inilah yang sampai hari ini diikuti oleh Gereja Barat: baik Katolik maupun gereja-gereja Protestan. Sedangkan gereja-gereja Timur dari dahulu hingga sekarang tetap menggunakan Kalender Julian itu.
Lalu mengenai perbedaan jatuhnya perayaan Natal di Barat dan di Timur itu? Nah, perbedaan itu mula-mula disebabkan karena perbedaan dalam menghitung jatuhnya ‘Idul Fashha (Perayaan Paskah). Konkritnya, Gereja Barat menetapkan jatuhnya perayaan Paskah tepat pada bulan purnama musim semi. Ini mengikuti kebiasaan Paskah Yahudi. Padahal orang Yahudi memakai kalender bulan, yang setahunnya hanya terdiri dari 354 hari. Itu berarti selisihnya dengan kalender matahari 10 hari. Dalam hal ini, Paskah Yahudi memang selalu jatuh pada bulan purnama. Karena perhitungan peredaran bulan tadi. Tetapi tidak demikian dengan Paskah Kristen, yang dihitung berdasarkan peredaran matahari. Akibatnya, pada tahun-tahun lain bulan purnama jatuh sebelum jatuhnya perayaan Paskah Kristen. Nah, waktu itulah jatuhnya Paskah di Barat harus dimajukan. Sedangkan gereja-gereja Timur menghitungkan jatuhnya Paskah selalu pada hari Minggu. Tidak peduli tepat pada bulan purnama atau tidak. Sebab yang menjadi patokan bukan lagi pengorbanan domba dalam kalender Yahudi, sebab Yesus sendirilah “Anak Domba Paskah kita” (1 Korintus 5:7).
Pada tanggal 5 Oktober 1582, kalender Gregorian maju 10 hari. Selanjutnya, satu hari hilang pada tahun 1700, 1800, dan 1900. Akibatnya, 10 hari ditambah 3 hari menjadi 13 hari itu. Hitungannya jadi berbeda, tetapi karena kalender Barat yang menang, maka hitungan yang tepat dari Gereja Timur yaitu tanggal 29 Kiahk atau 25 Tebeth itu, harus mengalah hingga sekarang ini selalu jatuh tanggal 7/6 Januari, apabila dihitung dari kalender Barat yang maju 13 hari tadi.
(Bambang Noorsena)
Dengan mempertahankan angka tanggal 25 bulan Desember itu. Peringatan didasarkan atas tanggal. Bila diperingati tanggal 7 Januari, maka masyarakat pengguna kalender Gregorian nanti akan mengira kelahiran awal Kristus tanggal 7 Januari. Dengan tetap mempertahankan 25 Desember, maka masyarakat pengguna kalender Gregorian akan tetap ingat bahwa kelahiran awal Kristus adalah tanggal 25 Desember.

Dengan tetap mempertahankan tanggal 25 Desember tidak berarti menghilangkan resiko kesalahpahaman sama sekali. Contoh, masyarakat pengguna kalender Gregorian akan salah paham dengan mengira Yesus Kristus lahir hanya 3-4 hari setelah puncak musim dingin. Padahal sebenarnya jaraknya mencapai 17 hari setelah puncak musim dingin bila dihitung dengan kalender Julian. Dengan kalender Julian, puncak musim dingin jatuh pada tanggal 8 Desember, sedangkan kelahiran awal Kristus jatuh pada tanggal 25 Desember.


Resiko salah paham ini relatif kurang signifikan daripada resiko salah paham dengan mengira kelahiran awal Kristus jatuh pada tanggal 7 Januari. Itulah sebabnya tanggal 25 Desember tetap dipertahankan saat umat Kristen Barat beralih ke kalender Gregorian pada 24 February 1582 oleh Paus Gregory XIII, sehingga kelahiran awal Kristus atau dalam bahasa Theologi Barat Natal Pertama Kristus tersebut mereka peringati setiap tanggal 25 Desember kalender Gregorian. Pada umat Kristen Timur, kalender Julian tetap dipergunakan sebagai kalender untuk menghitung hari raya, dan kelahiran awal Kristus tetap jatuh tanggal 25 Desember sebagaimana diperingati umat Kristen generasi awal, jauh sebelum Konsili Nicea (21 Maret 325).
Kelahiran Kristus (Natal) 25 Desember Bukan Dari Perayaan Kafir

"Sol Invictus" berasal dari kata "Sol" (matahari) dan "Invictus" (Tak terkalahkan). Kata "tak terkalahkan" (Invictus) dapat ditujukan pada siapa saja yang tidak pernah kalah. Misalkan anda bernama Ahmad dan anda tak pernah kalah satu kalipun, maka anda juga bisa disebut "Ahmad Invictus". Kata "Invictus" (Tak Terkalahkan) adalah kata yang umum dan bisa digunakan bagi siapa saja yang tak pernah kalah.
Tahun paling awal pemujaan Sol Invictus adalah 158 Masehi, tapi baru dianggap sebagai dewa tertinggi Romawi kuno pada jaman Aurelian (274 M). Hari raya Sol Invictus mulai dirayakan tanggal 25 Desember 274 Masehi adalah hanya asumsi atau dugaan saja. Tidak ada satu bukti material pun yang mendukung asumsi ini. Bukti material menyatakan bahwa Sol Invictus dirayakan akhir bulan Desember baru tahun 362 Masehi atau 37 tahun setelah Konsili Nicea. Itu pun tanpa menyebutkan tanggal. Sebelum tahun 354/ 362 Masehi, Sol Invictus dirayakan tanggal 8 dan/ atau 9 Agustus, 28 Agustus, and 11 Desember.
Bukti materi terawal yang sering digunakan sebagai rujukan bahwa 25 Desember adalah hari raya Sol Invictus adalah Kronografi 354. Tapi, Kronografi 354 tidak pernah menyebutkan Natalis Solis Invicti, melainkan menyebutkan Natalis Invicti. "Natalis Solis Invicti" berarti hari lahir dewa matahari yang tak terkalahkan, sedangkan "Natalis Invicti" berarti hari lahir dia yang tak terkalahkan. Kata "invicti" yang berasal dari kata "invictus" adalah kata umum yang dapat ditujukan kepada siapa saja yang tidak pernah kalah. Bila melihat kronografi 354 ditujukan kepada salah seorang anggota umat Kristen Barat, maka kata "invictus" ditujukan kepada Yesus Kristus, karena Allah membangkitkan Yesus Kristus sehingga hidup kembali dari wafatnya (sebagaimana yang dicatat Alkitab dan Al Qur'an), dengan demikian Yesus Kristus adalah Dia Yang Tak Terkalahkan Oleh Kematian.
Hingga tahun 354 Masehi, tidak ada bukti materi yang mendukung asumsi bahwa Sol Invictus dirayakan tanggal 25 Desember. Bukti materi dari tahun 362 dan 363 Masehi pun tidak menyebutkan tanggal 25 Desember dan hanya menyebutkan akhir Desember. Bukti ini tidak dapat digunakan sebagai rujukan bahwa tanggal 25 Desember adalah hari raya Sol Invictus Romawi Kuno.
Meski Yesus Kristus adalah penggenapan dari nubuatan "Surya Kebenaran" dalam Maleakhi 4:2, namun peringatan kelahiran Kristus tidak didasarkan pada Natalis Solis Invictus. Perhitungan kelahiran Kristus (Natalis Invicti yang merujuk kepada Natalis Christi Invicti) didasarkan pada perhitungan 9 bulan setelah tanggal 25 Maret atau 17 Nisan, awal Maria hamil.

Bila kita melihat pada tulisan-tulisan sebelum Konsili Nicea mengenai nasih para martir, kita dapat melihat bahwa umat Kristen diejek, disiksa, dan dibuang dari masyarakat dan membentuk komunitas sendiri karena tidak mau berpartisipasi dalam berbagai perayaan kafir dan perayaan pemujaan berhala lainnya. Seluruh kesaksian para martir itu menunjukkan bahwa kelahiran Kristus (Natalis Christi Invicti atau Natalis Invicti) tidak diambil dari Natalis Solis Invicti, dan semata-mata hanya mengambil petunjuk dari Alkitab dan konteks budaya Ibrani abad pertama.

Jadi, pendapat keliru bahwa 25 Desember berasal dari perayaan kafir para pemuja Dewa Matahari, Yupiter, atau pun Mithra hanyalah pendapat yang didasarkan pada asumsi (anggapan). Sebagaimana, perhitungan kelahiran Kristus didasarkan pada perhitungan 9 bulan setelah tanggal 25 Maret atau 17 Nisan, awal Maria hamil.

Budaya Dewa Matahari Sejak Kapan?

Sol Invictus Dies itu baru dijadikan Dewa Resmi dan Tertinggi di Kekaisaran Romawi oleh Aurelian pada tahun 274 M yang diadopsi olehnya dari Dewa Mithras di Persia (sekarang Iran). Aurelian pun meninggal 275 M.

Yang menjadi pertanyaan, mana mungkin budaya Sol Invictus ini terbentuk hanya dengan 1 tahun…?
Pada tahun 274 Masehi, diresmikan Sol Invictus Dies dan pada tahun 275 Masehi Aurelian Meninggal…?.
Atau mungkin perayaan Sol Invictus ini dilanjutkan oleh penerus Aurelaian…?
Siapa penerus Aurelian, Marcus Claudius Tacitus. Bukan anak maupun kerabat memang sudah kebiasaan Romawi memilih kaisar melalui Senat.
Lalu apakah Claudius mengikuti jejak Aurelius..?
TIDAK malah sangat bertentangan. Dia membubarkan dan memerangi pasukan Aurelian dan memulihkan senat lagi.
Ini berkaitan pula dengan Kaisar Constatine yang meresmikan mazhab Kristen sebagai agama resmi di Romawi 306 Masehi. Kalau dilihat dari kurun waktu 275 hingga 306 hanya 25-30 tahun MUNGKINKAH budaya Sol Invictus akan menjadi Budaya nasional Romawi…?
Satu generasi saja belum lewat, kok mau jadi budaya…?
Mana mungkin budaya Sol Invictus ini terbentuk hanya dengan 1 tahun…?

Jadi logikanya budaya Sol ini tidak mungkin berlanjut sampai tahun 354 Masehi.. karena sol diresmikan tahun 274 oleh aurelian, 275 aurelian wafat, dan kaisar pengganti sangat memusuhi aurelian dan memerangi segala yang berhubungan dengan aurelian.
Bagaimana mungkin dewa yang diresmikan Aurelian dan yang diadopsi olehnya dari Persia bisa bertahan...?
Inilah yang jadi pertanyaan.
Mengapa kronografi 354 memuat perayaan sol...?

Ritus Sol beragam dan sudah berkembang sebelum Aurelian. Bahkan pemujaan "Dewa Matahari" adalah ritus yang sudah sangat lama berkembang di Mesir, Syria, Yunani, Arab, Afrika, Inggris, dan di Roma itu sendiri. Yang dikembangkan oleh Kaisar Aurellian itu lebih merupakan "formalisasi Kaisar (dalam hal ini mewakili negara Romawi)" atas ritus Sol yang sudah ada di sebagian wilayah Propinsi Roma dan Syria, berhubung Sang Kaisar adalah pemuja Sol juga.

Sol Invictus Dies itu baru dijadikan Dewa Resmi dan Tertinggi di Kekaisaran Romawi oleh Aurelian pada tahun 274 M
Tahun 274 Masehi itu hanyalah tahun dikukuhkannya menjadi agama resmi. Sebelum dikukuhkan menjadi agama resmi, agama ini sudah dianut oleh banyak orang di berbagai wilayah kekaisaran Romawi, seperti misal di Mesir, Syria, Yunani, Arab, Afrika, Inggris, dan di Roma itu sendiri. Pemujaan terhadap dewa matahari itu agama rakyat selama berabad-abad. Kaisar Aurelian hanya membuatnya jadi agama resmi negara saja. Istilahnya sekarang "tinggal ketok palu". Budaya Sol itu sendiri sudah dianut berbagai daerah kekuasaan Romawi kuno selama berabad-abad. Budaya Sol tidak terbentuk dalam waktu 1 tahun.
Atau mungkin perayaan Sol Invictus ini dilanjutkan oleh penerus Aurelaian…?
TIDAK malah sangat bertentangan.
Dia membubarkan dan memerangi pasukan Aurelian dan memulihkan senat lagi. kaisar pengganti sangat memusuhi aurelian dan memerangi segala yang berhubungan dengan aurelian.
Bagaimana penjelasannya?
Walau kaisar pengganti Aurelian sangat anti Aurelian, dia tak bisa mencabut keputusan kaisar terdahulu begitu saja, sebab malah bisa menambah musuh. Bisa-bisa pendukungnya yang beragama pagan akan beralih ke pihak Aurelian, kalau dia menghancurkan agama itu. Apalagi agama itu dianut oleh sebagian besar rakyat kekaisaran Romawi selama berabad-abad sebagai agama nenek moyang. Jika dia menghancurkan itu, dia akan kehilangan dukungan dan negara akan terpecah belah. Bahkan pemberontakan akan terjadi dimana-mana secara serentak.
Mengapa kronografi 354 memuat perayaan Sol  (Dewa Matahari)?

Kronografi 354 adalah sebuah kalender Romawi kuno tahun 354 Masehi.
Coba anda lihat di dalam kalender di kamar anda, semua hari raya agama-agama resmi negara tercantum di situ kan, apapun agama itu…?
Begitu juga hari raya agama Pemuja Dewa Matahari tercantum dalam kalender 354 atau kronografi 354 karena kalender tersebut memuat hari raya agama-agama resmi kekaisaran Romawi. Anda tidak merayakan Hari Raya Nyepi walaupun Hari Raya Nyepi tercantum dalam kalender anda kan…?
Begitu juga umat Kristen tidak merayakan Hari Raya Sol meskipun hari raya tersebut tertulis dalam Kronografi 354 (Kalender tahun 354.
Kronografi 354 memuat hari perayaan Sol karena kalender tersebut memuat hari raya agama-agama resmi di negara Romawi kuno, sebagaimana kalender modern memuat hari raya agama-agama resmi di negara Indonesia, apapun nama agama itu, selama agama itu tergolong agama resmi negara.
Fiksi Nimrod/ Namrud lahir 25 Desember

Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember…?

Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kunodi dalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).

H.W. Armstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worldwide Church of God, California USA, 1994, menjelaskan:

Namrud cucu Ham. Anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nimrod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kota "Marad" yang artinya: "Dia membangkang atau Murtad" antara lain dengan keberaniannya mengawini ibu kandungnya sendiri bernama "Semiramis".
Namun usia Namrud tidak sepanjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon "Evergreen" yang tumbuh dari sebatang kayu mati.
Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal-usul pohon Natal.
Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai "anak suci dari surga".
Putaran jaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi "Mesiah palsu", berupa dewa "Ba-al" anak dewa matahari dengan obyek penyembahan "Ibu dan Anak" (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa "Isis dan Osiris", di Asia bernama "Cybele dan Deoius", di Roma disebut "Fortuna dan Yupiter". Bahkan di Yunani, "Kwan Im" di Cina, Jepang, dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa "Madonna" dan lain-lain.
Apa ada bukti tertulis bahwa Nimrod lahir tanggal 25 Desember…?

Hingga detik ini, tidak ada satu bukti materi pun yang mendukung anggapan tersebut. Nimrod lahir 25 Desember adalah fiksi. Cocok untuk dijadikan novel, film, dan komik, tapi tidak cocok bila digunakan untuk kajian ilmiah yang mendasarkan dalilnya pada bukti. Nimrod lahir tanggal 25 Desember hanya asumsi, opini, dan spekulasi. Di lain pihak, Yesus Kristus lahir tanggal 25 Desember kalender Julian dapat dibuktikan dari Alkitab (Alkitab itu sendiri adalah sebuah artefak arkeologis dengan teks tertua berasal dari abad 2-3 SM) dan tulisan-tulisan yang berasal dari abad 1 -3 Masehi, baik yang berasal dari dalam umat Kristus maupun yang berasal dari luar umat Kristus.
Zaman kelahiran Nimrod terlalu jauh dari penanggalan Masehi, sehingga sulit sekali dihitung. Selain itu, tidak ada petunjuk sedikitpun dari bukti-bukti material arkeologis yang memberi kita informasi secara akurat mengenai kapan Nimrod lahir. Opini Nimrod lahir 25 desember, hanya opini orang yang tidak bertanggung jawab, opini tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan bukti-bukti yang ada.
Penyebab penggagas menara Babel itu disebut Nimrod bukan karena ia mengawini ibunya, melainkan karena mengaku diri bahwa dirinya adalah Allah, bahkan menantang Allah dengan membangun menara Babel.
Lantas darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember…?
Menurut artefak arkeologis, hingga tahun 362 Masehi (37 tahun setelah Konsili Nicea), perayaan kelahiran Dewa Matahari belum diperingati tanggal 25 Desember. Artefak arkeologis yang berasal dari tahun 362 Masehi hanya menyebutkan bahwa perayaan kelahiran Dewa Matahari belum diperingati pada akhir bulan Desember tanpa menyebutkan tanggal. Sebelum tahun 362 Masehi, perayaan Dewa Matahari tidak terjadi tanggal 25 Desember. Ini berarti hari raya Dewa Matahari dipindahkan oleh penganut agama pagan ke tanggal 25 Desember setelah tahun 362 Masehi. Adapun kelahiran Kristus (Natalis Christi Invicti) jatuh tanggal 25 Desember diketahui dari Alkitab dan bukti-bukti historis sejak abad 1 Masehi dan telah diperingati sejak abad 1 Masehi oleh umat Kristen. Sehingga, andai pun ada bukti bahwa Nimrod lahir tanggal 25 Desember, hal itu tidak berarti kelahiran Kristus berasal dari kelahiran Nimrod, sebab tanggal kelahiran Kristus 25 Desember kalender Julian tersebut kita peroleh dari Alkitab dan bukti materi historis.
Opini H.W. Armstrong terlalui dipercaya sehingga alpa dan kehilangan sikap kritis untuk menguji opini H.W. Armstrong. Memprihatinkan sekali bila sudah dibela ngotot-ngotot dan disebarluaskan ke seluruh dunia sampai pedesaan, ternyata anggapan itu hanya opini H.W. Armstrong yang tidak disertai landasan bukti.

Pencetus Teori Natal dari Perayaan Pagan (Kafir)

Teori kelahiran Kristus berasal dari perayaan kafir Roma bersumber dari Paul Ernst Jablonski, seorang Protestan Liberal (tidak semua Protestan itu Liberal), pada tahun 1743. Dia berspekulasi bahwa kelahiran Kristus (Natal) tanggal 25 Desember sebenarnya adalah Dies Natalis Solis Invicti. Inilah spekulasi Paul Ernst Jablonsky. Teori spekulatifnya nantinya dikembangkan oleh kaum liberalis, skeptisis, dan atheis, sebelum akhirnya tersebar luas ke seluruh bumi dan bahkan diadopsi oleh para aktivis dari kalangan umat Nabi Muhammad. Sebenarnya kebanyakan orang tidak tahu siapa pencetus pertama teori ini dan cuma ikut-ikutan saja. Paul Ernst Jablonski gagal memahami bahwa angka 25 Desember itu bersumber dari Injil.
Pada tahun 1889, teori Jablonsky 1743 itu sudah dibantah oleh Louis Duchesne. Menurut Louis Duchesne, tanggal 25 Desember berasal dari perhitungan 9 bulan semenjak malaikat Gabriel menyampaikan Firman kepada Maria. Teori Louis Duchesne adalah teori yang dianut oleh umat Kristen semenjak abad-abad awal masehi. Namun suara Louis Duchesne kurang bergema dan tenggelam dalam euforia theologi liberal yang pada abad itu sedang dengan genitnya menggoda para theolog.
Bila kita menimbang faktor IPTEK tahun 1743 yang relatif tidak semaju sekarang, Teori Jablonsky 1743 itu dapat dimaklumi bila tidak akurat. Bayangkan,  ilmu arkeologi modern belum ada, ilmu geologi belum ada, ilmu kimia masih sederhana, teknik ekskavasi belum ada, peralatan pendukung yang modern juga tidak ada. Teknik menghitung umur suatu artefak arkeologi juga baru muncul pertengahan abad 19. Untuk ukuran jamannya, teori Jablonsky 1743 relatif hebat.
Hebat khan, tanpa dukungan IPTEK yang memadai bisa menciptakan teori yang dianut hingga berabad-abad...?



Teori Jablonsky 1743 itu jadi tidak cocok bila kita menimbang artefak-artefak arkeologis yang ditemukan pada abad 1 M dan 4 M.

Kegagalan Paul Ernst Jablonski menghitung tanggal kelahiran Isa Al Masih dengan menggunakan Injil sebagai basisnya ternyata dampaknya hingga berabad-abad. Berhati-hatilah dalam menafsirkan Alkitab, karena kekeliruan penafsir bisa bertahan hingga ratusan tahun.



Source :
Studycycle.net
Bambang Noorsena

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar