Minggu, 05 Februari 2012

Sebentuk Rindu Buat Kekasih

Senja telah bersambut, penangkap cahaya malam
Wadah bersua, ribuan teriakan batin meraung-raung
Meneriak kegelapan, mencibir kesunyian
Roh larut dalam kumpulan buku, yang hanya ajarkan tentang kehampaan
Rangkaian kalimat siksa, hati temaram sepi

Aku berayun dalam terawang
Kularikan pikiranku dalam gua, merayap menjelajahi
Termangu dalam dingin, berselimut tetes embun
Terus merayap hingga manjelma pagi, saat celah mentari merambati
Lalu aku berlari lagi mencari pintu keluar gua, kudapati
Belum kuerati jawaban, masih mencari sesuatu
Mencari kekasihku, pada deretan bumi, pada lukisan langit, entah.....
Asa menyeruak sebongkah batu, lelah dan terisak
Marah menggeliat, rindu bergemeletup

Terus mengembara di ladang panjang, dengan musim
Tak lagi menuduh Tuhan, pemisah dengan kekasihku
Tak lagi mengutuk alam, menggulung tubuh kekasihku
Melangkah sepanjang tanah rantau, demi rindu pada kekasihku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar