Senin, 03 September 2012

Pemuja Nama Yahwe


 “LAI dimejahijaukan Pemuja Yahwe,” demikianlah cover story tabloid Reformata Edisi 80 (1-15 Maret 2008). Ada apa dengan Pemuja Yahwe, dan siapakah mereka…? 

Pemuja Yahwe atau lebih tepat disebut ‘Pemuja Nama Yahweh’ adalah perkembangan baru dalam kekristenan di Indonesia yang dipengaruhi Yudaisme dan dipopulerkan di Indonesia sejak dua dasawarsa lalu.

Latar belakang gerakan ini sudah terjadi jauh seabad sebelumnya. Pada abad-19, ada gerakan internasional kebangkitan Yahudi (Zionisme) yang kala itu hidup dalam diaspora khususnya di Asia Utara (Rusia), Eropah dan Amerika. Puncaknya adalah dibentuknya World Zionist Organization dengan kongres pertama di Basel (1897).

Gerakan ini semula bersifat politik dengan tujuan mendirikan negara Yahudi di Palestina (Erets Yisrael), dan dari gerakan ini terdapat beberapa aliran termasuk yang menekankan Religious Zionism. Umumnya kalangan Yahudi perantauan sudah hidup secara sekular, namun ada kalangan orthodox yang berpendapat bahwa zionisme harus dicapai dengan mengembalikan orang Yahudi kepada agama dan bahasa mereka, yaitu Ibrani.

Misi Religious Zionism adalah mengajak umat Yahudi sedunia untuk menggali lagi agama Yahudi dengan Torat mereka dan menghidupkan kembali bahasa Ibrani bukan sekedar sebagai bahasa tulis tetapi juga sebagai bahasa percakapan yang selama berabad-abad menjadi bahasa lisan yang mati. Pengaruh Zionisme dengan kekuatan uang mereka menyebar ke Eropah dan Amerika Serikat. Dalam kelompok orthodox Yahudi itu ada juga sekte yang lebih jauh ingin mengembalikan ‘Nama Yahweh (YHWH, tetragrammaton)’ sebagai nama diri Tuhan, nama yang selama ini di kalangan Yahudi tradisional dianggap terlalu suci untuk diucapkan sehingga disebut dengan nama ‘Adonai’ (Tuhan) atau ‘Ha-Shem’ (Nama Itu) dan di kalangan Yahudi berbahasa Inggers disebut ‘The LORD’ (LORD). Semangat fundamentalisme agama Yahudi ini bukan saja terjadi di kalangan orang Yahudi sendiri, namun dengan mulainya banyak orang berziarah ke Israel, mereka juga mempengaruhi orang-orang Kristen yang datang ke Palestina dan terutama yang ada di Amerika Serikat.


Perkembangan di Amerika Serikat

Abad-19 terjadi kekosongan rohani di Amerika Serikat sehingga banyak aliran baru tumbuh yang menekankan khususnya nubuatan tentang Akhir Zaman, yaitu Adventis (1844), Saksi-Saksi Yehuwa (1874), dan kemudian Pentakosta (Church of God, 1886). Disamping nubuatan Akhir Zaman, Adventisme menekankan hari Sabat dan kesucian makanan, Saksi-Saksi Yehuwa mengajarkan ajaran Unitarian/Arian, dan COG menekankan karunia roh. SSY-lah yang pertama terpengaruh nama YHWH (tetragramammaton) sehingga pada pertemuan mereka di Ohio (1931) mereka secara resmi menggunakan nama Jehovah Witnesses (Saksi-Saksi Yehuwa) dan menganggap nama YHWH itu suci dan bahwa penerjemahan nama itu adalah perbuatan setan.

Dari kalangan Church of God, ada yang kemudian terpengaruh Adventisme dan menekankan hari Sabat dan membentuk Church of God, 7thday. Tiga tokoh dibelakang gerakan yang merintis pemujaan nama Yahweh berasal dari gereja COG, 7thday, yang kemudian memisahkan diri di tahun 1933 menjadi COG, 7thday, Salem, yaitu Andrew N. Dugger, Clarence O. Dodd dan Herbert W. Armstrong. Dodd setelah mengklaim didatangi dua malaekat dan dikeluarkan dari COG, 7thday, mendirikan Assembly of Yahweh yang menggunakan kembali nama Yahweh, merayakan hari Sabat, dan menjalankan bulan baru dan hari-hari raya Yahudi, dan menerbitkan majalah ‘The Faith’ (1937) untuk menyebarkan pandangannya itu. 

Amstrong sefaham dengan Dodd dan di ditahbis menjadi pendeta di COG, 7thday, Oregon. Pandangannya kontroversial karena sama seperti Dodd, yang merayakan hari Sabat, kesucian makanan, dan merayakan bulan baru dan hari-hari raya Yahudi sesuai hukum Musa, ia menubuatkan bahwa orang-orang Inggeris dan Amerika adalah keturunan dari 10 suku Israel yang terhilang. Ia dikeluarkan dari COG, 7thday, karena ajarannya yang ekstrim, dan ia kemudian mendirikan Worldwide Church of God (1946) dan Ambassador College dan menerbitkan majalah Ambassador dan The Plain Truth yang disebarkan ke seluruh dunia. Pandangannya mengenai keadaan sesudah mati sama dengan Saksi-Saksi Yehuwa, yaitu bahwa orang mati dalam keadaan tidur rohani dan pada saat penghakiman akan dibangkitkan atau dimusnahkan. Ia menolak Trinitas dan beranggapan bahwa roh kudus bukan pribadi hanya kekuatan ilahi sama dengan pandangan SSY (binitarian).

Pada umumnya pemuja nama Yahweh menolak Trinitas dan menganut faham unitarian modalisunitarian subordinasionis (arianisme, pandangan SSY bahwa Yahshua itu ciptaan lebih rendah dari Yahweh). Dan sekalipun kepercayaan mereka bervariasi, pada umumnya mereka sepakat bahwa nama Yahweh, Elohim dan Yahshua harus dipulihkan dan tidak menyebut diri sebagai Kristen karena nama itu dianggap berasal kafir. Pemuja Nama Yahweh mudah terpecah-belah dan cenderung mendirikan gereja dengan ke khasannya sendiri seperti House of Yahweh yang menolak pre-eksistensi Yahshua. The Assembly of Yahvah lebih memilih nama Yahvah dan The Assemblies of Yah memilih nama Yah daripada Yahweh, yang lainnya memilih ejaan sendiri untuk menyebut nama Yahweh dan Yahshua. (sabelianisme, yaitu Yahweh itu Esa dan menyatakan diri [modal] sebagai bapa dan firman) atau Angelo B. Triana, murid Dodd, menolak surat-surat Paulus, namun kemudian ia menjiplak King James Bible dan mengganti nama-nama ‘LORD’ dengan Yahweh, ‘God’ dengan Elohim, dan ‘Jesus’ dengan Yahshua dan menyebutnya Holy Name Bible (PB-1950 dan PL&PB-1963) sejalan dengan terbitnya New World Translation dari Jehovah Witnesses / Saksi-Saksi Yehuwa (PB-1950 dan PL&PB-1961) yang memunculkan kembali nama YHWH. John Briggs, murid Triana mempopulerkan nama Yahshua dan kemudian mendirikan Yahveh Beth Israel.

Murid Triana lainnya, Jacob O Meyer terpecah dari Assembly of Yahweh dan mendirikan Assemblies of Yahweh (1960), dan gereja ini pecah lagi dan dibawah Donald Mansager mendirikan Yahweh’s Assembly in Messiah (1980). Adanya skandal seks beberapa pendeta mendorong Mansager memisahkan diri dan mendirikan Yahweh’s New Covenant Assembly (1985), dan pecah lagi menjadi Yahweh’s Assembly in Yahshua (2006) yang percaya bahwa ‘bahasa Ibrani adalah bahasa yang digunakan Yahweh di surga dan di taman Eden dan digunakan dalam penulisan kitab suci PL dan PB. Bahasa Ibrani adalah induk semua bahasa di dunia.’ Putranya, Alan Mansager berbeda pendapat dengan ayahnya dan mendirikan Yahweh’s Restoration Ministry. Assembly of Yahweh kemudian pecah lagi dan Robert Wirl mendirikan Yahweh’s Philadelphia Truth Conggregation (2002).

Dari perkembangan sidang jemaat pemuja nama Yahweh yang bertebaran dimana-mana yang umumnya tidak berhubungan satu dengan lainnya itu, kita dapat melihat bahwa mereka mudah sekali terpecah-pecah menjadi berbagai fraksi dan memberi nama baru sesuai dengan penekanan mereka, namun sekalipun begitu, ada beberapa butir yang sejalan, yaitu:
  1. Adanya pengaruh Adventisme soal memelihara Sabat dan Kesucian Makanan dan Saksi-Saksi Yehuwa dan sekte Yahudi yang menekankan perlunya dikembalikannya nama ‘YHWH’ (tetragrammaton) sekalipun ditafsirkan berbeda-beda (Yahweh/Yahvah/Yah dll.) dan kembali kepada bahasa Ibrani. Ada juga yang menekankan kembali nama Elohim dan Yahshua;
  2. Mereka menolak Kitab Suci yang memuat nama-nama Lord, God, dan Jesus dan menggantinya dengan nama-nama Ibrani Yahweh, Elohim, dan Yahshua. Saat ini ada belasan versi ‘Kitab Suci’ yang diterbitkan pemuja nama Yahweh’ di Amerika Serikat;
  3. Menjalankan hukum Musa dengan konsekwen seperti merayakan Sabat, Kesucian makanan (halal-haram), dan merayakan bulan baru dan hari-hari raya Yahudi, dengan ibadat seperti agama Yahudi. Perjamuan Kudus dirayakan setahun sekali pada malam sebelum Pasah Yahudi dan menolak perayaan Natal sama halnya dengan Saksi-Saksi Yehuwa;
  4. Menolak Trinitas, ada yang menganggap Yahweh sebagai Unitarian Modalis (Sabellianisme, Yahweh itu esa dan firmannya menjadi manusia Yahshua) atau Unitarian Subordinasionis (Arianisme, Yahshua itu lebih rendah dari Yahweh seperti pandangan SSY), atau berbagai ajaran non-trinitarian lainnya seperti tidak mempercayai pre-eksistensi Yahshua dll. Namun, sekalipun demikian banyak yang mensyaratkan agar dibaptis kembali dalam nama Yahshua;
  5. Tidak merupakan satu organisasi yang solid melainkan merupakan sidang-sidang jemaat yang independen dengan ke khasannya masing-masing, namun jelas membedakan diri dengan kekristenan pada umumnya dan lebih bercorak agama Yahudi dengan semua ritualnya.
Dari beberapa butir kesimpulan ini menjadi jelas apa yang diyakini oleh Pemuja Nama Yahweh yang kemudian masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990.


Perkembangan di Indonesia

Pengaruh sekte ‘Yahwis’ Yahudi yang dialami beberapa orang yang berziarah ke Israel dan Pemuja Nama Yahweh dari Amerika Serikat, mempengaruhi beberapa kalangan kristen di Indonesia sejak dua dasawarsa yang lalu. Sekalipun mirip dengan gerakan itu di mancanegara, di Indonesia ada ciri khas yang ditunjukkan, yaitu semangat anti Arab/Islam dengan penolakan mereka akan nama’Allah’ yang dianggap nama berhala, mengingat bahwa tokoh-tokoh awal Pemuja Nama Yahweh di Indonesia umumnya berasal dari penganut agama Islam. Ini berimbas pada semangat anti-Kristen karena umat Kristen juga menyembah ‘Allah.’

Di tahun 1980-an, Hamran Ambrie, tokoh muslim yang masuk Kristen merintis usaha penginjilan untuk menobatkan umat Islam melalui wadah ‘The Good Way’, kemudian bersama dengan dr. Suradi yang ditobatkannya pada tahun 1982, mendirikan Christian Centre Nehemia (1987) dan menerbitkan majalah dengan judul Gema Nehemia dan brosur dan traktat. Semula mereka masih menggunakan nama Tuhan dan Allah, namun setelah kematian Hamran Ambrie (1987) dan berziarah ke Israel, Suradi terpengaruh Yudaisme dan menekankan penggunaan bahasa Ibrani khususnya nama ‘Yahwe, Eloim & Yesua.’ Misi Nehemia ditujukan untuk menginjili umat Islam dan membina mereka menjadi penginjil untuk menjangkau umat Islam. Dr. Suradi (yang kemudian berganti nama menjadi Suradi ben Abraham lalu diganti lagi dengan Eliezer ben Abraham) kemudian dengan nama ‘Iman Taqwa Kepada Shiraatal Mustaqien’ lalu ‘Bet Yesua Hamasiah’ ‘Siapakah yang Bernama Allah itu?’ 

Pada akhir tahun 1990-an menerbitkan lima seri traktat berjudul Kelima traktat itu kemudian disatukan, dan lalu terbit traktat ke-6 dan ke-7.
Pada umumnya dalam traktat itu disebutkan bahwa ‘Allah’ adalah nama dewa Arab (dewa bulan/pengairan) masa jahiliah, ini didasarkan penafsiran harfiah potongan kutipan dari beberapa buku, padahal kalau kutipan itu dibaca selengkapnya pengertiannya berbeda. Karena itu bila umat Kristen menggunakan nama itu berarti menghujat Yahwe. Puncak dari penerbitan seri traktat itu adalah pada tahun 2000 diterbitkan ‘Kitab Suci Torat dan Injil’ (Kitab Suci 2000). Kitab Suci ini 99,9% merupakan plagiat dari Alkitab (TB) yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan hanya beberapa nama diganti seperti ‘TUHAN’ dengan YAHWE, Allah dengan Eloim, Yesus dengan Yesua, dan beberapa nama lain seperti ‘Musa’ dengan Mose, ‘Daud’ dengan Dawid, Yohanes dengan ‘Yokhanan,’ dll.

Sekalipun dr. Suradi menunjukkan kepedulian sosial dengan mengadakan makanan gratis di rumahnya, ternyata dalam hal agama, fanatismenya menjadikannya bersikap anti sosial. Fanatisme akan ‘nama Yahwe’ yang radikal, dilakukan dengan menyerang secara frontal agama Islam dan juga Kristen. Ia tidak segan menggunakan ayat-ayat Al-Quran sesuai penafsirannya untuk menyerang Islam. Karena sikapnya yang mengganggu kerukunan itu, oleh Forum Ulama Umat, Bandung, Suradi bersama Poernama Winangun dikenai Fatwa Mati (Gatra, 10 Maret 2001). Kenyataan ini menyebabkan Nehemia tutup dan Suradi menghindar ke mancanegara. Beberapa pengikut Suradi mengidap fanatisme yang sama bahkan Endang Yesaya sempat masuk penjara selama empat tahun. Beberapa pengikut lainnya menjalankan militansi yang sama, bahkan tim UKS yang membelanya menyebut ‘Allah’ itu nama berhala Iblis, dari kalangan ini juga keluar plesetan LAI sebagai Lembaga Alat Iblis, karena LAI menerbitkan Alkitab yang menyebut nama ‘Allah.’

Pada tahun 2002, kelompok sejenis bernama Pengagung Nama Yahweh menerbitkan Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan, yang sama dengan KS-2000 melakukan plagiat terjemahan LAI dan hanya mengganti nama ‘TUHAN’ dengan YAHWEH, dan ‘Allah’ dengan Tuhan. 

Sekalipun mengaku bahwa usahanya dihasilkan oleh gerakan Roh Kudus, namun dari buahnya diragukan apakah itu Roh Kudus yang diberitakan Alkitab, soalnya mereka melakukan plagiat Alkitab (TB) terjemahan LAI tanpa izin dan mengikuti terjemahan nama Yahweh sesuai The Word of Yahweh yang diterbitkan oleh The Assembly of Yahweh, gerakan pelopor pemuja nama Yahweh di Amerika Serikat, tetapi tidak sehurufpun ada penghargaan terhadap Lembaga Alkitab Indonesia yang nyaris semua terjemahannya diplagiasinya tanpa izin itu.
Pembenaran diri kelompok ini terlihat dalam Prakata Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan dimana mereka menyalahkan:
  1. Yudaisme orthodok, karena mengganti nama YHWH dengan Adonai;
  2.  Septuaginta, karena menerjemahkan nama ‘Yahweh’ ke bahasa Yunani Kurios; dan
  3. Perjanjian Baru Yunani, yang mengikuti jejak Septuaginta.
Tahun-tahun berikutnya, berkembang generasi baru yang dipimpin pendeta-pendeta muda yang umumnya bergelar teologia. Pdt. Yakub Sulityo diberhentikan dari GBI karena memaksakan pengajaran ‘Nama Yahweh’ dan menganggap nama Allah nama berhala yang menghujat Yahweh, dan mendirikan jemaat sendiri dengan nama Gereja Rohulkudus Surya Kebenaran. Pendeta inilah yang disebut-sebut berada di balik peristiwa keluarnya surat teguran keras yang dikeluarkan oleh Majlis Ta’lim Al-Rodd, Wonosobo disusul yang dikeluarkan oleh Badan Pengurus Pusat Ikatan Mubaligh Seluruh Indonesia pada tahun 2004.
Teguran keras yang dikeluarkannya ‘Majlis Ta’lim Al-Rodd’ (Wonosobo, 28 Mei 2004) ditujukan kepada Pimpinan Lembaga Alkitab Indonesia, dan yang kedua dikirim oleh ‘Badan Pengurus Pusat Ikatan Mubaligh Seluruh Indonesia’ (Jakarta, 1 Nopember 2004) yang ditujukan Dirjen Bimas Kristen Protestan Depag RI dan Lembaga Alkitab Indonesia, dengan tembusan kebanyak pihak pemerintah. Isi surat kedua itu pada prinsipnya menegur dengan keras umat Kristen berdasarkan pertimbangan:
  1. Bahwa Allah adalah nama sesembahan umat muslim;
  2. Agar menarik semua Alkitab dan buku rohani yang menggunakan nama Allah;
  3. Agar menegur dengan keras Gereja-Gereja yang masih memakai nama Allah;
  4. Agar memberikan peringatan keras kepada para pendeta, pendeta muda, pendeta pembantu dan para Evangelis untuk tidak menggunakan kata Allah dalam menyampaikan Firman, Seminar dll.
Kelihatan sekali Pemuja Nama Yahweh menempuh segala cara untuk membenarkan diri dan memaksakan pendapat dan kehendak mereka, ini terlihat jelas ketika pada awal tahun 2008, ada Pemuja Nama Yahweh yang memejahijaukan Lembaga Alkitab Indonesia ke pengadilan dengan tuduhan bahwa LAI telah mengubah nama YHWH menjadi Allah dan menuntut agar “Bimas Kristen dan LAI segera menarik semua Alkitab dan buku rohani yang memakai nama Allah. Kedua lembaga ini juga diminta untuk memberikan peringatan keras kepada para pendeta untuk tidak lagi menggunakan nama Allah dalam kotbahnya.” (Reformata, edisi 80, 1-15 Maret 2008).

Sungguh tidak dapat dimengerti bahwa Pemuja Nama Yahweh bisa membuahkan provokasi adu-domba bermotif SARA yang membahayakan itu. Roh apakah yang berada di balik semua ini…? 

Sikap mau benar sendiri, memaksakan pendapat dan kehendak sendiri kelihatannya merupakan mentalitas inheren yang diakibatkan fanatisme nama ‘Yahweh’ itu. Dapat dimaklumi kalau banyak pembicara kristen yang semula terbuka untuk berdiskusi dengan Pemuja Nama Yahweh kemudian enggan meneruskan karena mereka menghadapi orang-orang yang tertutup yang tidak bisa diajak berdiskusi untuk meluruskan kebenaran. Kebenaran tentang ‘nama Yahweh’ mereka adalah harga mati, termasuk anggapan mereka bahwa bahasa Ibrani adalah bahasa surga yang sudah ada dari kekal sampai kekal dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Ibrani. Klaim-klaim yang melawan pendapat penemuan arkaeologis dan penyelidikan sejarah Alkitab.

Penulis juga menerima banyak surat ‘fait-accomply’ semacam itu, di antaranya ada 7 seri surat dari seseorang yang menantang penulis dan menyebut bahwa ‘Allah adalah pribadi Setan,’ dan mengajak bertaruh, bahwa kalau ia salah ia akan mati tetapi kalau ia tidak mati (alias ia benar), penulis harus membayar 600 juta kepadanya! Bagaimana mungkin penulis yang sudah diresapi kasih Allah sampai hati mengharapkan seorang saudara yang ‘terpengaruh konsep keliru’ agar mati? Karena itu penulis mendoakan dia. Umat Kristen juga memuja Yahweh, namun justru karena umat Kristen memuliakan dan menghormati Yahweh, maka umat Kristen mengikuti sikap Yahweh sendiri yang merestui penerjemahan Yahudi tradisional menjadi ‘Adonai’ (TUHAN/LORD), Septuaginta dan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani Koine yang menerjemahkan Yahweh menjadi Kurios, dan karya Roh Kudus yang turun di harian Pentakosta untuk menerjemahkan kotbah Petrus sehingga didengar oleh para pendatang yang mendengarnya secara jelas dalam bahasa mereka sendiri termasuk Arab (Kisah 2, terutama ayat 11).

Kelihatan sekali Pemuja Nama Yahweh itu merasa diri ‘lebih Arab dari Orang Arab sendiri dan lebih Yahudi daripada orang Yahudi sendiri.’ Bila umumnya para tokoh Islam termasuk 29 juta orang Kristen berbahasa Arab mengaku Allah sebagai Tuhan Abraham dan nama Allah sebagai kontraksi Al-Ilah dan merupakan alih bahasa Arab dari El/Elohim/Eloah Ibrani atau elah/alaha Arami (dalam Ezra 5:1;6:14 ditulis ‘Elah Yisrael’), Pemuja Nama Yahweh berusaha sekuat tenaga mengemukakan argumentasi bahwa ‘Allah’ itu bukan ‘Al-Ilah’! Dan bila Orang Yahudi tradisional, Septuaginta, Yesus & Rasul, dan umat Kristen sejak awal berdirinya gereja sampai sekarang sudah banyak dibangunkan kerohaniannya dengan menyebut Yahweh/El/Elohim/Eloah dalam bahasa mereka masing-masing, Pemuja Nama Yahweh menyatakan itu semua adalah salah dan merekalah yang benar, sehingga mereka merasa berhak menghakimi Lembaga Alkitab Indonesia yang menerjemahkan nama Ibrani ‘El/Elohim/Eloah’ menjadi ‘Allah’ itu!

Seperti diketahui dikalangan umat Kristen berbahasa Arab, jauh sebelum Islam lahir, nama ‘Allah’ sudah digunakan baik sebagai bahasa lisan maupun ketika dituliskan sebagai Alkitab dalam bahasa Arab. Pada abad-6 SM dalam kitab Ezra 5:1/6:14 ditulis ‘Elah Yisrael’ dalam bahasa Aram, dan bahasa Aram merupakan nenek moyang bahasa Arab Nabati dan kata ‘Elah’ itu disebut ‘Ilah’ dalam bahasa Arab. Sejak itu banyak inskripsi dari kalangan Kristen pra-Islam sudah menggunakan nama ‘Allah’ bahkan dalam konsili di Efesus (431 M) sudah ada uskup Arab Haritz bernama ‘Abdullah’ (Abdi Allah). Masa kini 29 juta orang Kristen berbahasa Arab menggunakan empat versi Alkitab Arab yang semuanya menggunakan nama ‘Allah’ (a.l. Arabic Bible, Todays Arabic Version), ini belum termasuk puluhan juta umat Kristen di Indonesia dan Malaysia yang selama empat abad sudah menyebut nama ‘Allah’ yang tertuju kepada El/Elohim/Eloah.
Marilah kita mendoakan saudara/i kita yang terpengaruh ajaran Pemuja Nama Yahweh, dan menyadarkan mereka, agar:
  1. Menyadari agar tidak terkecoh daya tarik ‘kembali ke Ibrani’ karena simpati kembali menggunakan nama ‘Yahweh’ akan menyeret mereka menjadi bagian dari sekte Yahudi yang fanatik dan meninggalkan agama Kristen;
  2.  Menyadari bahwa dengan mengikuti ‘Pemuja Nama Yahweh,’ mereka jatuh dalam dosa ‘menghujat nama Allah, nama El/Elohim/Eloah dalam bahasa Arab’ yang selama ini sudah digunakan oleh 29 juta orang kristen berbahasa Arab selama dua milenium dan puluhan juta orang Kristen Indonesia selama empat abad;
  3. Menyadari agar tidak terseret keluar dari iman yang didasarkan Injil Kasih ke arah iman yang dilandasi hukum Taurat yang konfrontatif;
  4.  Menyadari bahwa mereka sedang ditarik keluar dari kerukunan beragama dengan sesama penganut umat beragama di Indonesia untuk masuk dalam sikap eksklusif Yahudi yang bersikap kontra dengan semua yang berbau Arab/Islam dan juga yang berbau Kristen. Bagi mereka nama Yesus dan Kristenpun bisa dianggap kafir karena bukan bahasa Ibrani;
  5. Menyadari bahwa dengan mengikuti faham Pemuja Nama Yahweh, mereka akan ditarik keluar dari keyakinan bahwa Yesus itu Tuhan dan merupakan pribadi bagian dari Tritunggal untuk masuk ke dalam ajaran Sabelian yang beranggapan bahwa Yeshua adalah Yahweh sendiri, jelmaan firman yang keluar dari Yahweh; dan
  6.  Menyadari bahwa mereka akan ditarik meninggalkan kekristenan historis yang am dengan perayaan Natal, Paskah, dan kebaktian minggunya, dan dibawa masuk ke ritual Yahudi yang berpusat kepada Yudaisme yang berbau Ibrani dan merayakan hari Sabat sabtu, kesucian makanan, bulan baru dan hari-hari raya Yahudi!
Marilah kita doakan Pemuja Nama Yahweh, karena mereka juga tidak mencerminkan sifat Roh Kudus yang menyatukan, sebab mereka sendiri mudah sekali terpecah-belah (di Indonesia, dalam 7 tahun 3 versi Kitab Suci diterbitkan kalangan ini dan ketiganya tidak seragam). 

Ini terbukti dari ucapan salah satu sumber Pemuja Nama Yahweh, bahwa:
“Akhir-akhir ini rasa frustasi menghinggapi komunitas Qahal Mesianik di Indonesia. Frustasi terhadap apa? Frustasi terhadap kondisi komunitas ini yang semakin tidak jelas arah dan tujuan pergerakannya. Beberapa orang mulai mengeluh mengenai perselisihan diantara pemimpin, beberapa orang lainnya mengeluh tidak siap melihat perubahan demi perubahan dan pembenahan demi pembenahan. Sebagian yang lain mulai tidak nyaman dengan berbagai pengajaran tentang “tefilah” [doa harian], “ibadah shabat”, “pembaruan tata ibadah”. Sementara yang lain hanya berpuas diri dengan penggunaan nama Yahweh namun pemahaman teologis maupun tata cara ibadah masih mencerminkan denominasi yang lama [pentakostal, kharismatik, protestan dll]” (Buletin Nafiri Yahshua Ministry, No.32, Februari 2007, hlm.4)

Kiranya damai sejahtera Allah menyertai Pemuja Nama Yahweh!

Salam kasih dari Herlianto http://www.yabina.org

===================================================

Tambahan :
Contoh ayat :
Kejadian 4:1LAI TB, Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."KJV, And Adam knew Eve his wife; and she conceived, and bare Cain, and said, I have gotten a man from the LORD.

Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,

וְהָאָדָם יָדַע אֶת־חַוָּה אִשְׁתֹּו וַתַּהַר וַתֵּלֶד אֶת־קַיִן וַתֹּאמֶר קָנִיתִי אִישׁ אֶת־יְהוָה׃ Translit, VEHA'ADAM YADA' 'ET-KHAVAH 'ISYTO VATAHAR VATÊLED 'ET-QAYIN VATO'MER QANITI 'ISY 'ET-YEHOVAH (baca: 'Adonay)

Sebagai perbandingan untuk ayat di atas, Alkitab terjemahan Kalangan Yahudi Mesianik (The World English Bible: Messianic Edition (WEB:ME) also known as The Hebrew Names Version (HNV))
tidak menulis YAHWEH/ YEHOVAH untuk aksara Ibrani יהוה , tetapi menuliskannya demikian
The man knew Havah his wife. She conceived, and gave birth to Cain, and said, “I have gotten a man with the LORD’s help.
Reff : http://www.ebible.org/bible/hnv/Genesis.htm

Demikian pula terhadap mayoritas ayat-ayat lain yang memuat aksara יהוה tidak ditulis dalam versi terjemahan tsb dengan YAHWEH/ YEHOVAH, tetapi menuliskan kata LORD dengan huruf kapital.
Mengapa kalangan Yahudi Mesianik tidak menulis dalam versi terjemahannya…?
Karena aksara יהוה walaupun DITULIS (KETIV): יהוה – YHVH – YEHOVAH tetapi selalu DIBACA (QERE'): 'Adonay yang sepadan dengan kata LORD.
Kata LORD ditulis dalam aksara kapital untuk membedakan bahwa kata tersebut mewakili aksara Ibrani יהוה . Hal yang sama dijumpai dalam Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia versi LAI, yang menuliskan kata TUHAN dalam huruf kapital.

Bertanya(1) :dari http://tanyajawab.sarapanpagi.org/ajara ... -p143.html

salam kasih….
pak BP saya minta penjelasaanya tentang nama Pribadi Tuhan Allah yang digunakan dalam PL yaitu TUHAN Allah, menurut saya inilah bukanlah nama Pribadi TUHAN yang sebenarnya sesuai dengan pengakuan TUHAN sendiri, Mis dalam Yes 42:8A yang dalam bahasa ibraninya : “ANI YAHWEH HU SHEMI” yang menurut saya jika di terjemahkan adalah “Aku ini YAHWEH,itulah Nama-Ku”.
Hal ini banyak menyebabkan banyak orang yang mungkin tidak mengerti akan menganggap bahwa Nama Tuhan kita pd PL adalah “TUHAN Allah” padahal itu bukanlah Nama Pribadi Sang Khalik melainkan gelar. apakah ini termasuk liberal..? dmn nama TUHAN yang sebenarnya adlah YAHWEH tapi di gantikan oleh LAI dengan TUHAN Allah. apakah tidak sebaiknya LAI menulis Nama TUHAN yang sebenarnya, agar semua orang bisa tahu Nama Pribadi dari Sang Khalik yang menciptakan langit dan bumi yang datang di dalam YESUS KRISTUS…?, karena Nama YAHWEH inilah yang diperintahkan TUHAN agar orang2 berseru dan memanggil nama YAHWEH, Bukan berseru dan memanggil Nama TUHAN.. sebelumnya terimaksih atas penjelasannya..
TUHAN memberkati…

Jawab:

יהוה – YHVH/ YEHOVAH adalah Nama, tepatnya hanyalah salah satu nama dari sekian banyak Nama. NamaNya ada banyak! (lihat di nama-allah-study-kata-2-vt6.html#p11 ).
Dan apakah YHVH (atau yang sering diucapkan YAHWEH oleh kalangan Kristen tertentu) adalah nama yang paling sahih? Lihat penjelasannya di apakah-Yahweh-nama-tuhan-yang-paling-sahih-vt1710.html#p6977
Jika Anda benar-benar mempelajari bahasa Ibrani, Anda akan menyadari bahwa dalam kaidah bahasa Ibrani, aksara יהוה walaupun DITULIS (KETIV): יהוה – YHVH – YEHOVAH tetapi selalu DIBACA (QERE'): 'Adonay yang sepadan dengan kata LORD.
Kata LORD ditulis dalam aksara kapital untuk membedakan bahwa kata tersebut mewakili aksara Ibrani יהוה . Hal yang sama dijumpai dalam Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia versi LAI, yang menuliskan kata TUHAN dalam huruf kapital.
Kita harus menyadari bahwa orang Yahudi sendiri -- Rabbinic Judaism – tidak menyembah Tuhan yang bernama "YAHWEH", mereka menyembah יהוה – YHVH yang mereka panggil dengan 'ADONAY (TUHAN) atau HASYEM (SANG NAMA).
Bahkan Rabi Yahudi ada yang menyalin aksara Ibrani menjadi huruf latin menulis אדני יהוה ; 'ADONAY YHVH dengan 'Adonay 'Elohim (lihat di http://www.bible.ort.org/books/torahd5. ... &portion=3 , aksara YHVH untuk suatu kasus tertentu diucapkan dengan 'ELOHIM (GOD)).
Khusus mengenai Yesaya 42:8, mari kita perhatikan bagaimana Kalangan Yahudi Mesianik menterjemahkan ayat ini ke dalam bahasa Inggris dalam versi terjemahan mereka (The World English Bible: Messianic Edition (WEB:ME) also known as The Hebrew Names Version (HNV)):
* Yesaya 42:8HNV, I am the LORD. That is my name. I will not give my glory to another, nor my praise to engraved images. (lihat di http://www.ebible.org/bible/hnv/Isaiah.htm )
Hebrew,
אֲנִי יְהוָה הוּא שְׁמִי וּכְבֹודִי לְאַחֵר לֹא־אֶתֵּן וּתְהִלָּתִי לַפְּסִילִים׃Translit, 'ANI YEHOVAH (baca: 'Adonay) HU SYEMI UKHEVODI LE'AKHER LO-'ETEN UTEHILATI LAPSILIM
Bandingkan :
LAI TB, Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.KJV, I am the LORD: that is my name: and my glory will I not give to another, neither my praise to graven images.
Perhatikan, kalangan Yahudi Mesianik sendiri tidak menuliskan kata "YAHWEH" atau menulis trasliterasi "YHVH" atau "YHWH" ataupun "YEHOVAH" dalam sajian terjemahan mereka ke dalam bahasa Inggris. Sebaliknya menulis kata "LORD," sebuah sajian yang sama dalam Alkitab Terjemahan versi King James Version yang sepadan dengan kata "TUHAN" yang terdapat dalam terjemahan LAI-TB.

Bertanya (2) :dari http://tanyajawab.sarapanpagi.org/ajara ... -p143.html
Marlon Lahope:
pak BP saya minta penjelasaanya tentang nama Pribadi Tuhan Allah yang digunakan dalam PL yaitu TUHAN Allah, menurut saya inilah bukanlah nama Pribadi TUHAN yang sebenarnya sesuai dengan pengakuan TUHAN sendiri

Jawab :

Khusus mengenai istilah TUHAN Allah, hal ini juga mengikuti kaidah bahasa Ibrani menyebut nama Tuhan :
Kejadian 2:4 LAI TB, Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --KJV, These are the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that the LORD God made the earth and the heavens,HNV, This is the history of the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that the LORD God made the earth and the heavensHebrew,
אֵלֶּה תֹולְדֹות הַשָּׁמַיִם וְהָאָרֶץ בְּהִבָּרְאָם בְּיֹום עֲשֹׂות יְהוָה אֱלֹהִים אֶרֶץ וְשָׁמָיִם׃Translit, 'ELEH TOLEDOT HASYAMAYIM VEHA'ARETS BEHIBAR'AM BEYOM 'ASOT YEHOVAH 'ELOHIM (baca 'ADONAY 'ELOHIM) 'ERETS VESYAMAYIM
Selanjutnya bisa dipelajari tentang kata YHVH ini di yhvh-yehovah-study-kata-vt7.html#p22
Blessings,
Bagus Pramono
September 30, 2010

Bertanya (3) :(dari http://tanyajawab.sarapanpagi.org/ajara ... -p143.html)
Terimaksih pak utk penjelasannya, saya telah memahaminya. yang terakhir, menurut pak BP pentingkah org kristen mengetahui nama YAHWEH..?. Terimaksih sblmnya.TUHAN memberkati…

Jawab:

Bagi saya pribadi “tidak begitu penting” dalam artian hal tersebut bukanlah syarat keselamatan, karena YHVH Perjanjian Lama telah menyatakannya dalam Yesus Kristus dan oleh nama Tuhan Yesus Kristus kita diselamatkan :
Kisah Para Rasul 4:12
LAI TB, Dan keselamatantidak adadi dalam siapapun jugaselaindi dalam Dia, sebab di bawah kolong langit initidak adanamalainyang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
KJV, Neitheris there salvation inany other: for there isnoneother name under heaven given among men, whereby we must be saved.
NIV, Salvation is found in no-oneelse, for there is noothername under heaven given to men by which we must be saved.
TR, καιουκεστιν εναλλωουδενιη σωτηριαουτεγαρ ονομα εστινετερονυπο τον ουρανον το δεδομενον εν ανθρωποις εν ω δει σωθηναι ημας
Translit Interlinear, kai {tetapi}ouk {tidak}estin {ada} en {didalam}allô {yang lain}oudeni {siapapun}hê sôtêria {keselamatan}oute {juga tidak}gar {sebab} onoma {nama} estin {ada}heteron {lain}hupo {dibawah} ton ouranon {langit} to {yang} dedomenon {telah diberikan} en {diantara} anthrôpois {manusia-manusia} en hô {yang olehnya} dei {harus} sôthênai {diselamatkan} hêmas {kita}

Tidak ada keselamatan di dalam orang lain (αλλως-allos), kemudian dilanjutkan dengan dipersempit menjadi tidak ada nama yang lain (ετερον–heteros) kita harus (δει-dei) diselamatkan.
Pemakaian kata-kata dalam ayat ini sudah cukup untuk menjawab tuntas bahwa memang tidak ada keselamatan selain daripada Yesus, bahkan selain dari namaYesusKristus.
Kita, umat Kristiani ada di dalam anugerah Perjanjian Baru, tidak dalam kungkungan Hukum yang Lama TAURAT tetapi di dalam Hukum yang Baru yaitu Hukum Kristus yang juga dikenal dengan Hukum Kasih. Kekristenan bukan Yahudisme, tidak terbatas kepada bahasa khusus Ibrani. Oleh karena itu, Allah kita boleh dikenal dengan bahasa apa saja yang digunakan manusia, Allah kita tidaklah bodoh dan keukeuh seperti batu sehingga Ia tidak boleh dianggap tidak akan menoleh jika dipanggil selain nama dalam bahasa Ibrani יהוה – YHVH – YEHOVAH – YAHWEH.
Perjanjian Baru yang asli (Autograph) tidak ditulis dalam bahasa Ibrani, tetapi ditulis dalam bahasa YUNANI yang tidak lagi mengenal aksara יהוה – YHVH – YEHOVAH. Hal ini sudah menjadi tanda bahwa pengenalan akan NamaNya tidak terbatas pada bahasa Ibrani saja. Jadi, buat rekan2 Kristiani yang pengen keYahudi-yahudian… dengan membatasi diri dengan nama yang berbau Ibrani/ Yahudi. Kiranya hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan :)
Blessings,
Bagus Pramono
September 30, 2010

Bertanya (4) :dari http://tanyajawab.sarapanpagi.org/ajara ... -p143.html
Terimakasih pak BP utk pnjelasannya. Memang saya masih kurang memahami, krn mnrt saya nama Tuhan tdk bisa d trjmahkan, krn itu merupakan penyataan khusus dari Allah sndiri. Dan mnurt saya nama YHWH/YHVH pnting utk d ktahui oleh smua org kristen meskipun tdk terkait keselamatan tetapi YHWH Lah yg merencanakan keselamatan itu sndri. Tapi tak apalah,krn memang setiap org memiliki pndpt yg brbeda. Sekali lagi Terimakasih pak BP, TUHAN MEMBERKATI

Jawab :

Jika memang sudah terlanjur termakan sebuah traktat dan doktrin paham tertentu, memang susah sekali untuk mengubahnya...
Ada baiknya belajar bahasa Ibrani dahulu dan kaidah2nya sehingga kita tidak mudah diombang-ambingkan sebuah paham yang sebenarnya menyalahi kaidah Bahasa Ibrani itu sendiri, bahwa sebenarnya aksara יהוה – YHVH tidak harus bahkan tidak pernah dilafalkan oleh orang-orang Yahudi sendiri sebagai "YAHWEH". Dalam tanggapan saya sebelumnya saya sudah memberikan link tentang יהוה – YHVH , silahkan Anda pelajari dahulu.
YHVH dalam inkarnasiNya memperkenalkan diriNya dalam Yesus Kristus, dan hanya oleh nama Yesus Kristus manusia diselamatkan (Kisah Para Rasul 4:12), sehingga pengenalan nama Tuhan dalam bahasa Ibrani tidak lagi menjadi sesuatu yang essensial.
Jikalau Anda berpendapat bahwa "nama Tuhan tdk bisa diterjmahkan," mari kita lihat bagaimana para penulis Injil menerjemahkan nama Tuhan yang justru menurut Anda tidak boleh :
Markus 12:29
LAI TB, Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
KJV, And Jesus answered him, The first of all the commandments is, Hear, O Israel; The Lord our God is one Lord:
TR, ο δε ιησους απεκριθη αυτω οτι πρωτη πασων των εντολων ακουε ισραηλ κυριος ο θεος ημων κυριος εις εστιν
Translit interlinear, ho de {dan} iêsous {Yesus} apekrithê {Dia menjawab} autô {kepadanya} hoti {bahwa} prôtê {pertama} asôn {dari segala} tôn entolôn {perintah-perintah} akoue {dengarlah engkau} israêl {Israel} kurios {TUHAN} ho theos {Allah} hêmôn {kita} kurios {TUHAN} heis {satu/ esa} estin {Dia adalah}
Ayat di atas adalah pernyataan Yesus Kristus yang merujuk pada Firman yang terulis di :
Ulangan 6:4
LAI-TB, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
KJV, Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:
Hebrew,
שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָֽד ׃Translit interlinear, SYEMA' {dengarlah} YISRA'EL {Israel} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonay, TUHAN} 'ELOHEINÛ {Allah kita} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonay, TUHAN} EKHAD {esa}"
Perhatikan baik-baik kata Yunani kurios dan kata Ibrani YEHOVAH (YHVH).
Bukankah jelas sekali bahwa Sang Rasul, yaitu Rasul Markus menterjemahkan nama YEHOVAH (YHVH) ke dalam bahasa Yunani KURIOS?
Apakah Anda akan menolak Autograph/ naskah bahasa Asli Yunani untuk Injil Markus ini karena dia menterjemahkan kata יהוה – YHVH menjadi KURIOS?
Apakah Anda menolak Injil Markus yang sudah diakui ditulis berdasarkan inspirasi Roh Kudus?
Yang manakah yang lebih dapat dipercaya? Tulisan asli penulis Injil? ataukah khotbah2 pendeta/ traktat dari kalangan Kristen yang hendak kembali ke root ke Yahudi-yahudian?
Blessings,
BP

Bertanya (5) :
dr ayat2 alkitab yg anda sering post dalam jawaban anda, anda memberikan ayat terjemahan LAI,KJV,dan ibrani utk PL dan LAI,KJV dan yunani utk PB.. Di PL dgn bahasa Ibrani jelas disitu tertulis YHWH, knp kok tetep milih allah bung???

Jawab :

Anda tidak paham dengan apa yang sedang Anda bicarakan, Karena Anda sebenarnya tidak paham bahasa Ibrani.
Aksara "YHVH" (Ibrani: יְהֹוָה ) 'yang berdiri sendiri' TIDAK PERNAH diterjemahkan oleh LAI dengan kata "Allah" juga tidak pernah diterjemahkan "God" oleh KJV, melainkan diterjemahkan "TUHAN" (LAI-TB) atau "LORD" (KJV) (dengan huruf kapital).
Yang diterjemahkan "Allah" oleh LAI TB adalah kata Ibrani אֱלֹהִים - "ELOHIM".
Maka mengkontraskan kata "YHVH" dan "Allah" adalah tidak pada tempatnya.
Kalau Anda mau dipermasalahkan, yang dipermasalahkan seharusnya adalah kata Ibrani אֱלֹהִים - "ELOHIM" yang diterjemahkan oleh LAI TB dengan kata serapan bahasa Arab "Allah", bukan יְהֹוָה - YEHOVAH (dibaca: 'Adonay).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar