 |
Para gembala di Migdal Eder bertemu dengan bayi Yesus, Yusuf dan Maria (Lukas 2:8-20)
|
Beberapa denominasi yang
menentang peringatan Natal 25 Desember selalu mengaitkannya dengan tradisi
paganisme. Mereka mengembangkan teori-teori yang mengatakan bahwa Natal 25
Desember yang dirayakan umat Kristiani adalah tradisi pagan yang diadopsi
bapa-bapa Gereja terdahulu dari orang-orang kafir penyembah berhala. Penyesatan
dari teori-teori tersebut sudah banyak bertebaran di dunia Internet. Jika anda search
dengan keyword "Natal 25 Desember" maka anda akan menemukan artikel-artikel
yang berisi teori-teori yang menyesatkan.
Ada yang mengatakan Natal
tidak diperintahkan dalam Alkitab, ada yang mengatakan Natal tanggal 25
Desember tidak masuk akal karena musim dingin, ada yang mengatakan tanggal 25
Desember adalah perayaan paganisme Romawi/Yunani, hari kelahiran Nimrod dan
berbagai dewa-dewi utama sembahan bangsa Kuno, bahkan ada juga yang mengatakan
Natal itu baru ditetapkan oleh Konstantin sejak dia "bertobat" dan menjadi
Kaisar "Kristen" pertama melalui Edik Milano (315 M) dan Konsili
Nicea (325 M). Namun ketika kita meminta mereka membuktikan bahwa perayaan
Natal diadopsi dari semua tuduhan menyesatkan yang mereka lakukan, tidak ada
satu pun diantara mereka yang bisa memberikan pendapat kecuali
beragam teori cocokologi dan pembenaran dengan sedikit modifikasi hingga akhirnya melambaikan tangan ke arah kamera.
Tentunya penyesatan informasi tersebut mengganggu sebagian iman anak-anak Tuhan
yang memperingati Natal 25 Desember. Akan menjadi sebuah ironi ketika hampir
seluruh dunia dengan berbagai latar belakang keyakinan dan keagamaan bersama
dengan segenap orang percaya menyambut sukacita Natal sementara mereka yang
mengaku Kristen justru mengatakan Natal itu tradisi yang menyesatkan. Bahkan
tidak sedikit dari mereka yang mengaku umat Kristen ini mengecam ibadah Natal
yang puncak peringatan dan sukacitanya dilakukan setiap tanggal 25 Desember
(kalender Gregorian) atau 6/7 Januari (kalender Julian), sebagai
gantinya, mereka menyatakan bahwa Natal yang benar seharusnya dilakukan di
bulan September/Oktober dalam perayaan Tabernakel, bahkan beberapa denominasi
yang mengaku "anti paganisme" menyatakan seharusnya umat Kristen
tidak merayakan Natal karena bangsa Yahudi tidak pernah merayakan hari ulang
tahun kecuali kematian.
Dengan demikian, benarlah
firman Tuhan bagi polemikus yang mengaku Kristen yang mengecam ibadah Natal di
bulan Desember.
Bahkan dari antara kamu
sendiri [yang mengaku Kristen] akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran
palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya
mengikut mereka. (Kisah Para Rasul 20:30)
Tulisan ini akan membahas
beberapa pertanyaan dan tuduhan menyesatkan tentang Natal di tanggal 25
Desember disertai tradisi tertulis Kekristenan sejak abad pertama yang mendukung ibadah
Natal untuk mengenang Hari Kelahiran Sang Juruselamat.
** Natal Pertama - Penggenapan
Nubuat Kedatangan Mesias **
Orang yang pertama kali
merayakan Natal Kristus atau kelahiran Yesus Kristus tentu saja orangtuanya.
Orang tua mana yang tidak senang saat anak sulungnya lahir dengan selamat? Namun
bukan hanya Yusuf dan Maria, saat Kristus lahir ke dunia ini, para malaikat pun
bersukacita menyambut kelahiran-Nya
Dan tiba-tiba tampaklah
bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji
Allah, katanya:
"Kemuliaan bagi
Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia
yang berkenan kepada-Nya."
(Lukas 2:13-14)
Hanya Yesus Kristus saja
yang kelahiran-Nya dirayakan oleh para malaikat dan tertulis dalam Alkitab,
lengkap dengan perintah untuk memperingati-Nya. Kemudian, malaikat mengabarkan
berita sukacita kelahiran Yesus Kristus kepada para gembala hewan kurban yang
selalu ada di padang di Migdal Eder di Betlehem dalam musim panas maupun musim
hujan meskipun saat cuaca sedang dingin.
Di daerah itu ada gembala-gembala
yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan
bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu
kepada mereka:
"Jangan takut, sebab
sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan
lampin dan terbaring di dalam palungan."
(Lukas 2:8-12)
Para gembala ini lantas
datang mengunjungi bayi yang baru dilahirkan itu dan juga tergolong dalam
mereka yang pertama merayakan Natal pertama, bersama Yusuf, Maria, dan para
malaikat.
Kemudian malaikat-malaikat
itu meninggalkan gembala-gembala itu dan kembali ke surga. Lalu gembala-gembala
itu berkata satu sama lain, "Mari kita ke Betlehem melihat semua yang
terjadi, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
Mereka pun segera pergi
lalu mendapati Maria, Yusuf, dan bayi itu, yang sedang berbaring di palungan. Setelah mereka melihat
bayi itu, mereka memberitakan kepada orang-orang, apa yang dikatakan oleh
malaikat mengenai anak itu.
Semua orang yang
mendengar apa yang diceritakan oleh gembala-gembala itu merasa heran.
Akan tetapi, Maria menyimpan semua hal itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Lalu gembala-gembala itu pulang sambil memuji dan memuliakan Allah, sebab semua
yang mereka dengar dan mereka lihat, sama seperti apa yang telah disampaikan malaikat
itu kepada mereka.
(Lukas 2:15-20)
Pada minggu kedua setelah
kelahiran-Nya atau saat Yesus berusia delapan hari, Hana dan Simeon juga menyambut
kelahiran Kristus dengan ucapan syukur dan pujian pada Allah (Lukas 2:25-38).
Saat Yesus sudah berusia
kanak-kanak dini, sebelum Dia berusia 2 (dua) tahun, orang-orang Majus dari
Timur juga datang untuk turut merayakan sukacita Natal, bintang Betlehem yang
menjadi tanda kelahiran Mesias yang merupakan penggenapan atas nubuatan Bileam
bagi bangsa Israel seperti yang dicatat oleh Musa, ribuan tahun sebelum Yesus
lahir. Nubuatan itu berkata:
Aku melihat dia, tetapi
bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari
Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis
Moab, dan menghancurkan semua anak Set. (Bilangan 24:17)
I shall see Him, but not
now; I shall behold Him, but it is not near. When the mighty King of Jakob's
house shall reign, and the Meshiha, the Power-sceptre of Israel, be anointed,
He will slay the princes of the Moabaee, and bring to nothing all the children
of Sheth, the armies of Gog who will do battle against Israel and all their
carcases shall fall before Him. (Targum Jonathan on Numbers 24:17)
I shall see Him, but not
now; I shall behold Him, but He is not nigh. A King is to arise from the house
of Jakob, and a Redeemer and Ruler from the house of Israel, who will slay the
strong ones of the Moabaee, and bring to nothing and consume all the children
of the east. (Targum Jerusalem, Numbers 24:17)
Namun tidak sampai
disitu, ketika Yakub (Israel) memberkati anak-anaknya, dia memberikan
pernyataan nubuat kepada Yehuda, disana dituliskan:
Tongkat kerajaan tidak
akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya,
sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk
bangsa-bangsa. (Kejadian 49:10)
Kings shall not cease,
nor rulers, from the house of Jehuda, nor sapherim teaching the law from his
seed, till the time that the King the Meshiha, shall come, the youngest of his
sons; and on account of him shall the peoples flow together. (Targum Jonathan
on Genesis 49:10)
Kings shall not cease
from the house of Jehuda, nor sapherim teaching the law from his children's
children, until the time that the King Meshiha shall come, whose is the
kingdom, and to whom all the kingdoms of the earth shall be obedient. (Targum
Jerusalem, Genesis 49:10)
Nubuatan inilah yang
diterima oleh orang Majus dari Timur sehingga ketika mereka melihat bintang Betlehem,
mereka merasa yakin bahwa inilah penggenapan atas nubuatan Bileam, Injil Matius
mencatat peristiwa itu dengan baik, dia menuliskan:
Sesudah Yesus dilahirkan
di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus
dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang
Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan
kami datang untuk menyembah Dia."
Dan lihatlah, bintang
yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di
atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat
bersukacitalah mereka. Lalu masuklah orang-orang majus ke rumah itu, dan
melihat anak itu dengan Maria, ibu-Nya. Maka sujudlah mereka di hadapan anak
itu. Mereka membuka tempat harta mereka dan mempersembahkan kepada-Nya
persembahan berupa emas, sejenis damar yang wangi, dan kemenyan. (Matius 2:1-2,9-11)
Surat 2 Timotius 2:7-9
yang dituliskan pada sekitar pertengahan abad pertama masehi oleh rasul Paulus
dengan bimbingan Roh Kudus mewajibkan setiap umat Kristen untuk memperingati hari
kelahiran Yesus Kristus.
Perhatikanlah apa yang
kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu. Ingatlah
ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah
dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. Karena
pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang
penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.
Natal selanjutnya
diteladani dan dilestarikan oleh umat Kristen generasi pertama, sebagaimana
tercantum dalam Konstitusi Apostolik yang disusun sejak 70 hingga 250 Masehi,
disana dituliskan:
Brethren, observe the
festival days; and first of all, the birthday which you are to celebrate on the
twenty-fifth of the ninth month; after which let the Epiphany be to you the
most honored, in which the Lord made to you a display of His own Godhead, and
let it take place on the sixth of the tenth month.
Saudara-saudara, perhatikan hari-hari perayaan; dan pertama-tama, hari
ulang tahun yang harus kamu rayakan pada tanggal dua puluh lima bulan
kesembilan (25 Kislew - Kalender Ibrani); setelah itu biarlah Epiphany (Penampakan
Tuhan) mendapat tempat yang termulia, dimana Tuhan menunjukan Keilahian-Nya
kepadamu, dan biarlah itu dilakukan
pada tanggal enam bulan sepuluh
(6 Tebet - Kalender Ibrani).
Apostolic Constitutions
(Book V) Section 3: On Feast Days and Fast Days; A Catalogue of The Feasts of
The Lord which are to be kept, and when each of them ought to be observed.
Dalam tradisi bangsa
Israel, Hari Raya Pentahbisan/Kenisah (Hanukkah) atau Penahbisan Bait Allah
dirayakan di Yerusalem pada tanggal 25 Kislew (sekitar bulan Desember) selama 8
hari hingga tanggal 2 Tebet, ada juga yang menyebut ini sebagai Hari Raya
Terang karena umat Kristen mengadopsi penyalaan lilin ketika mengenang Hari
Kelahiran Sang Juruselamat karena didasarkan atas keyakinan Yesus sebagai
Terang Dunia sesuai pernyataan-Nya sendiri (Yohanes 9:5), dan dari situlah ada
juga yang mengatakan ini adalah Natal Yahudi terkait dengan umat Kristen-Yudaisme
yang merupakan generasi pertama pengikut Kristus.
Kemudian ada Didascalia
Apostolorum yang ditulis oleh bapa gereja Hypolitus sekitar tahun 250 Masehi
yang mana disana dituliskan:
The Apostles have also
decreed that they should make the day of the Epiphany of our Savior to be the
beginning of the yearly feasts, on the 6th of January (second Conun) according
to the number of the months of the Greeks.
Para Rasul juga telah menetapkan bahwa mereka harus menjadikan hari Epifani
(Penampakan
Tuhan) Juru Selamat kita
sebagai awal dari perayaan tahunan, pada tanggal 6 Januari (Conun kedua) sesuai
dengan jumlah bulan orang Yunani.
(Didascalia Apostolorum 3.8.6-8
page 19)
** Perintah Untuk
Mengenang Hari Kelahiran Yesus **
Ada beberapa orang
mengatakan, bahkan mungkin mereka adalah orang Kristen yang taat mengatakan,
"memperingati kelahiran (Natal) Yesus itu tidak penting, yang penting
kematian-Nya, karena memperingati kelahiran (Natal) Yesus itu tidak ada
perintahnya dalam Alkitab".
Saya mau mengatakan
kepada mereka bahwa "memperingati kelahiran, kematian dan kebangkitan
Yesus memiliki dasar yang Alkitabiah"
Ingatlah (mnêmoneue)
ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah
dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku (2
Timotius 2:8)
- mnêmoneue artinya to
call to mind; to make mention of.
Menurut ayat di atas, ada
dua hal penting yang diberitakan dalam Injil, yakni:
- Kebangkitan dari kematian Yesus
Kristus.
- Kelahiran Yesus Kristus (Natal).
Kata "ingatlah"
menggunakan kata 'mnêmoneue' dari kata dasar 'mnaomai',
meletakkan sesuatu di dalam pikiran. Tulisan rasul Paulus "ingatlah
ini" - 'mnęmoneue' adalah imperatif (perintah) dari kata 'mnęmoneuô',
"mengingat", "menyimpan dalam ingatan". Jika ditelusuri
lebih lanjut kata 'mnęmoneuô' berasal dari akar kata yang sama yaitu 'mnaomai'
seperti yang diperintahkan oleh Yesus Kristus dalam ayat ini:
Lalu Ia mengambil roti,
mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya:
'Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan
akan Aku (eis tên emên anamnêsin)" (Lukas 22:19)
Kata anamnêsin'
berasal dari kata 'mnaomai' yang artinya meletakkan sesuatu di dalam
pikiran. Tidak ada kematian tanpa kelahiran, tidak ada kenaikan tanpa
kedatangan, demikianlah umat Kristen diperintahkan oleh rasul Paulus untuk
mengenang kelahiran, kehidupan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke
Surga; inilah yang menjadi "inti" pemberitaan Injil dari ayat yang
tertulis dalam 2 Timotius 2:8 di atas.
Dengan mengenang Hari
Kelahiran Kristus, kita sebagai umat Kristen memiliki kesaksian bahwa pernah
ada suatu masa di periode awal abad pertama, Allah Bapa membuka Gerbang
Surga-Nya dan mengutus Firman-Nya untuk datang ke dunia manusia, menjadi manusia
dan diam diantara kita, sehingga melalui Anak-Nya, kita bisa merasakan langsung
Kehadiran Allah secara inderawi.
Sebagai umat pilihan
Allah, apakah anda mau melupakan kelahiran Kristus? Dengan dasar 2 Timotius
2:8, memperingati kelahiran Kristus, bukan hal yang dilarang. Memperingati
kelahiran Kristus adalah sesuatu yang sesuai dengan ajaran Kitab Suci.
 |
Kalender Liturgi Tahunan Yahudi
|
** Benarkah Yesus lahir
tanggal 25 Desember? **
Memang banyak kalangan
yang mempertentangkan tanggal dan bulan kelahiran Yesus. Ada teori yang
mengatakan bahwa Yesus lahir bulan Mei, ada yang mengatakan pada hari raya Pondok
Daun (Sukkot/Tabernakel) di bulan September karena berkaitan dengan pernyataan
Yohanes didalam Injilnya (Yohanes 1:14). Tidak ada yang salah dengan keyakinan
tersebut karena Saya meyakini bahwa baik itu dilahirkan di bulan September
ataupun Desember, keduanya dilakukan untuk mengenang Hari Kelahiran Sang
Juruselamat. Namun ketika terjadi saling mencela dalam hal ini ada pihak-pihak
tertentu yang menyatakan Natal 25 Desember itu menyesatkan, maka ada sesuatu
yang harus dilakukan. Saya akan coba merekonstruksikan peristiwa-peristiwa yang
berkaitan dengan Hari Kelahiran Kristus yang saya yakini terjadi tanggal 25
Desember (25 Kislew), saat hari raya Hanukkah.
Inilah nama-nama bulan
dalam kalender Yahudi:
- Nisan (bulan pertama
periode Maret s/d April, 30 hari)
- Iyar (bulan kedua periode
April s/d Mei, 29 hari)
- Siwan (bulan ketiga
periode Mei s/d Juni, 30 hari)
- Tamus (bulan keempat
periode Juni s/d Juli, 29 hari)
- Av (bulan kelima periode
Juli s/d Agustus, 30 hari)
- Elul (bulan keenam
periode Agustus s/d September, 29 hari)
- Tishri (bulan ketujuh
periode September s/d Oktober, 30 hari)
- Markhesywan atau Hesywan
(bulan kedelapan periode Oktober s/d November, 29 hari)
- Kislew (bulan kesembilan
periode November s/d Desember, 30 hari)
- Tebet (bulan kesepuluh
periode Desember s/d Januari, 29 hari)
- Syebat (bulan kesebelas
periode Januari s/d Januari, 30 hari)
- Adar (bulan keduabelas
periode Februari s/d Maret, 29 hari)
a. Pemberitahuan tentang
kelahiran Yohanes Pembaptis
Injil mencatat pemberitahuan
tentang kelahiran Yohanes Pembaptis didalam Lukas 1:5-25. Dia juga mencatat imam
Zakharia berasal dari rombongan Abia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan
berdasarkan undian (Lukas 1:5,8-9).
Tradisi pembagian tugas
berdasarkan undian sudah menjadi ketetapan di Perjanjian Lama karena anak-anak
Harun yang memiliki anak laki-laki hanya Eleazar dan Itamar, Eleazar mempunyai
16 (enam belas) orang anak laki-laki sementara Itamar hanya 8 (delapan) orang
anak laki-laki sehingga pembagian tugas Keimamatan yang melayani di Bait Allah
didasarkan atas jumlah ini. (1 Tawarikh 24:4-6).
**) Pembagian tugas para-Imam
yang melayani di Bait Suci
Mereka semua berasal dari
keluarga Eleazar dan Itamar. Semaya anak Netaneel sebagai sekretaris. Ia
seorang Lewi. Ia mencatat nama-nama keturunan itu. Dia menulis nama-nama itu di
depan Raja Daud dan para pemimpin ini: Imam Zadok, Ahimelekh, dan para pemimpin
keluarga imam dan dari keluarga Lewi. Ahimelekh ialah anak Abyatar. Setiap kali
mereka membuang undi, satu orang terpilih lalu Semaya menuliskan nama orang
itu. Jadi, mereka membagi tugas itu di antara orang dari keluarga Eleazar dan
Itamar. (1 Tawarikh 24:4-6)
**) Zakharia mendapat
tugas berdasarkan undian
Pada zaman Herodes, raja
Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya
juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
Pada suatu kali, waktu
tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi,
sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk
untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
Lukas 1:5,8-9
Beberapa kalangan
menafsirkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari raya Yom Kippur. Namun
penafsiran tersebut lemah karena dalam hari raya ini, yang bertugas sebagai
Imam dalam Bait Suci adalah Imam Besar. Mungkinkah Zakaria adalah seorang Imam Besar?
Tidak.
Seorang Imam Besar tidak
diundi untuk bertugas dalam Bait Suci karena itu memang adalah tugasnya. Jadi
mustahil itu adalah perayaan Yom Kippur karena yang bertugas dalam Bait Suci
pada hari raya tersebut adalah Imam Besar, dan seorang Imam Besar tidak
melaksanakan tugas dengan undian. Jadi hari raya apakah itu?
Perlu diketahui bahwa
orang Yahudi memiliki banyak hari raya, Imamat 23 menetapkan tujuh hari raya
untuk diperingati dan dirayakan pada waktu-waktu tertentu setiap tahun.
Hari-hari raya tersebut adalah sebagai berikut:
- Hari Raya Paskah (Erev
Pesakh), 14 Nissan
- Hari Raya Roti Tidak Beragi
(Hag Hammassot), 15 s/d 21 Nissan
- Hari Raya Buah Sulung (S'firat
Ha'omer), 16 Nisan s/d 5 Shivan.
- Hari Raya Pentakosta (Shavuot),
6 Shivan.
- Hari Raya Peniupan Nafiri
(Rosh Hashanah), 1 Tishri.
- Hari Raya Pendamaian (Yom
Kippur), 10 Tishri.
- Hari Raya Pondok Daun
(Sukkot), 15-21 Tishri
Hari-hari raya lainnya:
- Hari Raya Purim, 14 Adar
- Hari Raya Hanukah (Khanukah),
25 Kislew
Tradisi bangsa Israel
Kuno menuliskan bahwa ada 3 (tiga) Hari Raya Besar yang ada didalam Kalender
Liturgi Tahunan mereka, yakni:
- Hari Raya Roti Tidak
Beragi (Hag Hammassot) yang dimulai dengan Hari Raya Paskah (Erev Pesakh).
- Hari Raya Pentakosta (Shavuot).
- Hari Raya Pondok Daun
(Sukkot)
Ketika Imam Zakharia
sedang membakar dupa (Lukas 1:9), Lukas mencatat bahwa seluruh umat berkumpul
di luar dan sembahyang (Lukas 1:10).
Sementara itu seluruh
umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan
(Lukas 1:10)
Dan salah satu hari raya
yang juga dirayakan seluruh orang Yahudi dan mengharuskan seluruh penjuru
Israel berkumpul di pelataran Bait Allah Yerusalem,adalah hari raya Sukkoth.
Hari raya Sukkoth berlangsung antara tanggal 15-21 Tishri atau 5 hari
sesudah hari raya Yom Kippur. Pada hari raya Sukkoth ini, Imam yang
bertugas tidaklah harus seorang Imam Besar, dan memungkinkan Zakaria yang bukan
seorang Imam Besar, kena undian dan mendapat tugas membakar ukupan dalam Bait
Suci (Lukas 1:8-9).
Rombongan Abia adalah
rombongan ke-8, sedangkan rombongan ke-1, yaitu rombongan Yoyarib, bertugas
pada minggu kedua bulan Av. Hal ini dapat diketahui dari 1 Tawarikh 24:1-19
yang membagi tugas para kelompok imam dan kesaksian rabbi Yose ben Halafta (±
150 M) berdasarkan Meggilot Ta'anit 29a 11-12.
Perjanjian Lama mencatat
bahwa keturunan Harun dibagi ke dalam dua puluh empat rombongan (1 Tawarikh
24). Dua puluh empat rombongan itu bertugas untuk menyelenggarakan ibadah dalam
suatu rotasi sepanjang tahun. Setiap rombongan imam melayani selama 7 (tujuh)
hari di bait Allah, dua kali setahun. Rombongan Abia melayani digiliran ke-8
dan ke-32 dalam siklus tahunan.
Namun bagaimana siklus
perhitungan dan penugasan dimulai pada masa sesudah masehi?
Dokumen Ta'anit 29a 11-12
yang ditulis tahun 150 M, mencatat perkataan Rabbi Yose ben Halafta pada
sekitar tahun 150 Masehi atau 80 tahun setelah peristiwa penghancuran Bait
Allah Yerusalem, kelompok imam yang bertugas saat bangunan ibadah itu
dihancurkan oleh pasukan Romawi Kuno pada tahun 70 Masehi adalah kelompok imam
Yoyarib bertugas pada minggu kedua bulan Av, yaitu waktu penghancuran Bait
Allah di Yerusalem, yang terjadi pada tanggal 9 bulan Av yang menjadi dasar
penentuan puasa dalam Meggilot Ta'anit untuk mendasarkan pada jadwal rotasi
tugas imam.
And this is [the
reasoning] that Rabbi Jochanan said, "If I had been in that generation, I
would not have established it [on the ninth] but rather on the tenth, because
most of the Sanctuary was burnt on it." And the Rabbis [reasoning was
that] the earliness of suffering was preferred.
And regarding the Second
[Temple], from where do we know this? As it is taught, we roll favor to a
favorable day and guilt to a guilty day. (We enumerate meritorious events on
favorable days and guilt to days of guilt and sin) They said, "When the
Temple was destroyed the first time, that very day was the evening of the Ninth
of Av, and it was just after the Sabbath, and it was just after the Sabbatical
Year, and it was the watch of [the family of] Yehoyariv (Ketika Bait Suci dihancurkan untuk pertama kalinya, hari
itu adalah malam tanggal sembilan bulan Av, dan itu tepat setelah Sabat, dan itu hanya setelah
Tahun Sabat, dan itu adalah jam jaga [keluarga] Yehoyariv/Yoyarib),
and the Levites were saying [their sacred] song, and standing on their
platform. And what was the song they were saying? "And He returned to them
their iniquity, and in their evil, He shall cut them off; (Psalms 94:23)".
And they did not have enough [time] to say [the end of the verse:] "Our
G-d, Hashem, shall cut them off (ibid.)," until the gentiles came and
captured them. And so too with the Second [Temple]
Meggilot Ta'anit 29a
11-12
Karena penghancuran Bait
Allah Yerusalem terjadi pada tanggal 9 Av (tahun 70 M), yaitu pada hari Sabat,
berarti rombongan Yoyarib bertugas pada minggu yang dimulai tanggal 9 Av hingga
tanggal 16 Av sesuai kesaksian rabbi Yose ben Halafta (±150 M). Berikut adalah
daftar 24 (dua puluh empat) rombongan imam yang bertugas dalam Kalender
Liturgis Yahudi sesuai urutan catatan dalam 1 Tawarikh 24:7-18.
- Pertama - Rombongan
Yoyarib
- Kedua - Rombongan Yedaya
- Ketiga - Rombongan Harim
- Keempat - Rombongan
Seorim
- Kelima - Rombongan Malkia
- Keenam - Rombongan
Miyamin
- Ketujuh - Rombongan Hakos
- Kedelapan - Rombongan
Abia, 1 Tawarikh 24:10 (divisi imam Zakharia)
- Kesembilan - Rombongan
Yesua
- Kesepuluh - Rombongan
Sekhanya
- Kesebelas - Rombongan
Elyasib
- Kedua belas - Rombongan
Yakim
- Ketiga belas - Rombongan
Hupa
- Keempat belas - Rombongan
Yesebeab
- Kelima belas - Rombongan
Bilga
- Keenam belas - Rombongan
Imer
- Ketujuh belas - Rombongan
Hezir
- Kedelapan belas -
Rombongan Hapizes
- Kesembilan belas -
Rombongan Petahya
- Kedua puluh - Rombongan
Yehezkiel
- Kedua puluh satu -
Rombongan Yakhin
- Kedua puluh dua -
Rombongan Gamul
- Kedua puluh tiga -
Rombongan Delaya
- Kedua puluh empat -
Rombongan Maazya
Berdasarkan aturan,
antara tugas rombongan imam ke-1 dan ke-8 terdapat hari raya yang mengharuskan
seluruh imam bertugas secara bersama-sama, yaitu Hari Raya Rosh Hashanah dan
Yom Kippur. Jika Abia adalah rombongan imam ke-8, maka perhitungan jadwal tugas
rombongan imam Abia adalah:
- Minggu pertama, 9 Av-16
Av, rombongan Yoyarib
- Minggu kedua, 17 Av-24
Av, rombongan Yedaya
- Minggu ketiga, 25 Av-2
Elul, rombongan Harim
- Minggu keempat, 3 Elul-10
Elul, rombongan Seorim
- Minggu kelima, 11 Elul-18
Elul, rombongan Malkia
- Minggu keenam, 19 Elul-26
Elul, rombongan Miyamin
- Minggu ketujuh, 27 Elul-5
Tishri, rombongan Hakos
Tanggal 1 Tishri
merupakan Hari Raya Rosh Hashanah dan ini berlangsung selama 2 hari, maka
diasumsikan rombongan Abia memulai tugas pada hari ketiga minggu kedelapan.
- Minggu kedelapan, 3 Tishri-10
Tishri, rombongan Abia
Karena 10 Tishri
merupakan Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur) dan yang bertugas harus Imam Besar,
selain itu Hari Raya ini juga berlangsung selama 5 (lima) hari, maka penugasan
rombongan Abia dilanjutkan tanggal 15 Tishri yakni hari pertama dari Hari Raya
Sukkot. Kemungkinan besar pada tanggal inilah Imam Zakharia bertugas karena
undian dan ditemui oleh malaikat Gabriel.
Perhitungan jadwal
rombongan Abia dengan mendasarkan informasi dari Talmud, Meggilot Ta'anit 29a
ini sesuai dengan perhitungan yang didasarkan Injil Lukas tentang peristiwa di
mana malaikat Gabriel mendatangi Imam Zakharia, memberitakan bahwa dia akan
memiliki putra pada sekitar hari Raya Pondok Daun. Penjelasan ini juga didukung
kesaksian rabbi Yose ben Halafta (±150 M) bahwa jadwal tugas rombongan imam
dimulai bulan Av.
Dengan demikian, kita
bisa menyimpulkan bahwa imam Zakharia bertugas dengan undian pada Hari Raya
Sukkot tanggal 15-21 Tishri.
Jadi bisa dipastikan
yaitu kunjungan malaikat Gabriel kepada Zakaria terjadi pada hari raya Sukkoth
(Lukas 1:13-22). Kedatangan malaikat Gabriel pada Hari Raya Sukkoth juga
sesuai dengan perhitungan menggunakan waktu giliran tugas rombongan Abia seperti
yang sudah dijelaskan diatas.
Sementara itu orang
banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama
berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada
mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di
dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika
selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. (Lukas 1:21-23)
Zakharia selesai bertugas
sebagai Imam di perayaan tersebut antara tanggal 21 Tishri. Mari kita gunakan
asumsi bahwa kemungkinan waktu Zakharia dan Elizabeth melakukan hubungan badan antara
2-3 hari setelah dia berada di rumah mengingat jarak Yerusalem dan Yudea, pun
demikian perihal visitasi dari malaikat Gabriel yang harus diceritakan Zakharia
kepada Elisabeth.
b. Pemberitahuan tentang kelahiran
Yesus.
Injil Lukas 1:26-38
mencatat bahwa malaikat Gabriel mengunjungi Maria ketika usia kandungan
Elisabeth sudah berusia 6 (enam) bulan.
Pada bulan yang keenam
kehamilan Elisabet, malaikat Gabriel disuruh Allah ke sebuah kota di daerah
Galilea, namanya Nazaret, untuk bertemu dengan seorang gadis yang bertunangan
dengan seorang yang bernama Yusuf, keturunan Daud. Namanya Maria. (Lukas
1:26-27 Terjemahan Amplified Bible)
Kata malaikat itu
kepadanya, "Jangan takut Maria. Engkau beroleh anugerah dari Allah. Dengarkan!
Engkau akan hamil dan melahirkan seorang Anak laki-laki. Engkau akan memberi
nama Yesus kepada-Nya. Juga, sanakmu Elisabet sedang mengandung. Dia sudah tua
dan akan melahirkan seorang anak laki-laki. Padahal kata orang, ia tidak
mungkin mempunyai anak. Dan sekarang dia sudah enam bulan mengandung." (Lukas 1:30-31,36
Terjemahan Amplified Bible)
c. Waktu Kelahiran Yesus
Bulan keenam setelah Tishri
adalah bulan Nisan, kita tidak tahu pasti di tanggal yang mana dalam bulan
Nisan ketika Maria menerima kunjungan Gabriel, namun dengan waktu perhitungan
normal usia mengandung yakni 9 (sembilan) bulan, maka dipastikan Yesus
dilahirkan bulan Kislew.
Tentu saja, kita harus
jujur mengakui bahwa Kitab Suci tidak pernah menuliskan tanggal tepatnya
Yesus dilahirkan, namun penetapan tanggal Hari Kelahiran Yesus tanggal 25 bulan
Kislew oleh bapa-bapa Gereja bukanlah ketetapan yang asal-asalan/mengada-ngada,
sehingga semua Jemaat Tuhan bisa mengenang Hari Kelahiran Sang Juruselamat
secara bersama-sama di hari tersebut.
Ketika mereka (bapa-bapa
Gereja) menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan dengan segala kerelaan hati, hampir
setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui apakah semuanya itu
benar demikian, dan dengan teliti mereka mengajar tentang Yesus (Bandingkan
Kisah Rasul 14:11-12, 18:24,28).
Thomas J. Talley, seorang Teolog Anglikan Amerika menjelaskan (Talley 2000: 266):
The nativity date of December 25 was arrived at by
computation from the date already established or the passion in the West early
in the third century, March 25. The primitive Pascha celebrated the entire
mystery of Christ, including the incarnation, and Christological development
early identified the point of incarnation as the conception at the annunciation
to Mary. This would put Christ's nativity nine months after the March 25 date
assigned to the passion and conception, on December 25.
Terjemahan:
Tanggal kelahiran 25
Desember dicapai dengan perhitungan dari tanggal yang telah ditetapkan pada
awal abad ketiga di Barat, 25 Maret sebagai tanggal Penderitaan Kristus. Paskah
primitif merayakan seluruh misteri Kristus termasuk inkarnasi dan awal perkembangan
Kristologis mengidentifikasikan titik inkarnasi sebagai awal pemberitaan kehamilan
Maria. Ini akan menempatkan kelahiran Kristus sembilan bulan setelah tanggal 25
Maret yang ditetapkan sebagai Penderitaan dan Konsepsi, pada tanggal 25
Desember.
Catatan sejarah
Kekristenan mencatat bahwa Jemaat mula-mula hingga periode Gereja paska
Kerasulan menetapkan tanggal kelahiran Yesus sebagai berikut:
**) Bapa Gereja Klemens
dari Aleksandria (150-215 AD)
From the birth of Christ,
therefore, to the death of Commodus are, in all, a hundred and ninety-four
years, one month, thirteen days. And there are those who have determined not
only the year of our Lord's birth, but also the day; and they say that it took
place in the twenty-eighth year of Augustus, and in the twenty-fifth day of
Pachon [Dan ada orang-orang
yang tidak hanya menentukan tahun kelahiran Tuhan kita, tetapi juga hari; dan
mereka mengatakan bahwa itu terjadi pada tahun kedua puluh delapan pemerintahan
kaisar Agustus, dan pada
hari kedua puluh lima bulan Pachon (May
20 in Gregorian)]. And the followers of Basilides hold the
day of his baptism as a festival, spending the night before in readings.
And they say that it was
the fifteenth year of Tiberius Cæsar, the fifteenth day of the month Tubi; and
some that it was the eleventh of the same month. And treating of His passion,
with very great accuracy, some say that it took place in the sixteenth year of
Tiberius, on the twenty-fifth of Phamenoth (March 21 in Gregorian); and others
the twenty-fifth of Pharmuthi (April 21 in Gregorian) and others say that on
the nineteenth of Pharmuthi (April 15) the Savior suffered. Further, others
say that He was born on the twenty-fourth or twenty-fifth of Pharmuthi [yang lain mengatakan bahwa Dia lahir pada tanggal dua
puluh empat atau dua puluh lima bulan
Pharmuthi
(April
20 or 21)].
(Stromata 1.21.145-146)
Jadi berdasarkan keterangan
yang ditulis oleh Klemens, terdapat variasi penetapan untuk merayakan hari
kelahiran Sang Juruselamat didalam internal Kekristenan pada masa itu, ini pula
yang terjadi dalam internal Kekristenan saat ini. Dan belajar dari Kekristenan
di masa lalu, perbedaan yang ada seharusnya tidak menimbulkan efek global didalam
Kekristenan namun hal yang demikian memang tidak bisa dihindari, sesuatu yang
pernah terjadi akan terjadi lagi.
**) Bapa Gereja
Hippolytus dari Roma (170-235 AD)
For the first advent of
our Lord in the flesh, when he was born in Bethlehem, eight days before the
kalends of January (December 25th), the 4th day of
the week (Wednesday), while Augustus was in his forty-second year, (2 or 3BC)
but from Adam five thousand and five hundred years. He suffered in the
thirty third year, 8 days before the kalends of April (March 25th),
the Day of Preparation, the fifteenth year of Tiberius Caesar (29 or 30 AD),
while Rufus and Roubellion and Gaius Caesar, for the 4th time, and Gaius
Cestius Saturninus were Consuls.
Terjemahan:
Untuk kedatangan pertama
Tuhan kita dalam daging, terjadi ketika la lahir di Betlehem, delapan hari
sebelum bulan Januari (25 Desember), hari keempat dalam satu minggu (Rabu)
ketika kaisar Augustus dalam 42 tahun pemerintahannya, tetapi dari Adam 5500
tahun. la (Yesus) menderita pada usia 33 tahun, delapan hari sebelum bulan April
(25 Maret), yakni pada Hari Persiapan dalam tahun kelimabelas pemerintahan
Kaisar Tiberius.
(Commentary of Hippolytus
on the Prophetic Book of Daniel in the passage 4.23.3)
Sekitar tahun 200 M, Tertulianus dari Kartago melaporkan perhitungan bahwa tanggal 14 Nisan
(hari penyaliban menurut Injil Yohanes) pada tahun Yesus meninggal setara
dengan 25 Maret dalam kalender Romawi. 25 Maret adalah, tentu saja, sembilan bulan sebelum 25
Desember; itu kemudian diakui sebagai Hari Raya Kabar Sukacita. Dengan demikian, Yesus diyakini telah dikandung dan
disalibkan pada hari yang sama sehingga diberikan sebuah ketetapan
untuk diterima Kekristenan secara luas bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember.
Ketetapan ini juga muncul dalam risalah Kristen anonim berjudul "On Solstices
and Equinoxes", yang tampaknya berasal dari Afrika Utara abad keempat. Risalah
tersebut menyatakan: "Oleh karena itu Tuhan kita dikandung pada tanggal delapan
bulan April di bulan Maret [25 Maret], yang merupakan hari saat
Dia dikandung dalam rahim ibu-Nya yang juga merupakan hari sengsara Tuhan. Karena pada hari itu Ia dikandung pada hari yang sama dengan penderitaan-Nya." Berdasarkan hal ini, risalah itu menyebutkan
kelahiran Yesus hingga titik balik matahari musim dingin.
Di Timur juga, tanggal dikandung dan kematian Yesus dihubungkan. Tetapi
alih-alih menggunakan tanggal 14 Nisan dalam kalender Ibrani, Gereja Timur menggunakan tanggal 14 bulan pertama musim semi
(Artemisios) dalam kalender Yunani Lokal mereka (6 April dalam penanggalan modern). 6 April, tentu saja, tepat sembilan bulan sebelum 6
Januari
– tanggal
yang ditetapkan Gereja Timur untuk
merayakan
sukacita Natal. Di Timur juga,
terdapat bukti bahwa April dikaitkan dengan
peristiwa dikandung dan penyaliban Yesus. Uskup Epiphanius
dari Salamis menulis bahwa pada tanggal 6 April, "Anak Domba itu dikurung dalam rahim perawan, Dia (Yesus) yang mengambil dan menanggung dengan pengorbanan abadi
dosa-dosa dunia." Bahkan hari ini, Gereja Orthodox Armenia merayakannya Kabar Sukacita di awal April
(tanggal 7, bukan tanggal 6) dan Natal tanggal 6 Januari.
Dengan demikian, kita sebagai umat Kristen di 2 (dua) bagian dunia (Barat
dan Timur) memiliki perhitungan dan ketetapan kelahiran Yesus berdasarkan kematian dan peristiwa
dikandung-Nya
pada hari yang sama (25 Maret atau 6 April) dan menghasilkan dua ketetapan yang hampir sama tetapi berbeda (25 Desember dan 6
Januari).
Gagasan bahwa penciptaan dan penebusan dalam
kaitannya dengan peristiwa kedatangan Sang Juruselamat yang harus terjadi pada waktu yang sama sepanjang tahun juga
tercermin dalam tradisi Yahudi Klasik dalam perdebatan 2 (dua) orang
rabbi Yahudi pada pertengahan abad kedua seperti yang dicatat dalam Talmud Babilonia,
dituliskan disana:
Our Rabbis learnt: If a king ascended the throne on the
twenty-ninth of Adar, as soon as the first of Nisan arrives, he is reckoned to
have reigned a year. If on the other hand he ascended the throne on the first
of Nisan, he is not reckoned to have reigned a year till the next first of
Nisan comes round.
Rabbi Eliezer says: In
Tishrei the world was created; in Tishrei the Patriarchs were born; in Tishrei
the Patriarchs died; on Passover Isaac was born; on Rosh HaShana Sarah, Rachel,
and Hannah were remembered by God and conceived; on Rosh HaShana Joseph came
out from prison; on Rosh HaShana our forefathers’ slavery in Egypt ceased; in
Nisan the Jewish people were redeemed from Egypt; and in Tishrei in the
future the Jewish people will be redeemed in the final redemption with the
coming of the Messiah (dalam bulan Tishri di masa depan orang-orang Yahudi akan ditebus dalam
penebusan terakhir dengan kedatangan Mesias).
Rabbi Yehoshua disagrees
and says: In Nisan the world was created; in Nisan the Patriarchs were born; in
Nisan the Patriarchs died; on Passover Isaac was born; on Rosh HaShana Sarah,
Rachel, and Hannah were remembered by God and conceived sons; on Rosh HaShana
Joseph came out from prison; on Rosh HaShana our forefathers’ slavery in Egypt
ceased; in Nisan the Jewish people were redeemed from Egypt; and in Nisan in
the future the Jewish people will be redeemed in the final redemption (dan di Nisan di masa depan orang-orang Yahudi akan
ditebus dalam penebusan terakhir).
Rosh Hashanah 10b–11a.
Jadi, kemungkinan
refleksi Teologis Kristen pada abad kedua dan seterusnya didasarkan atas
kronologi yang tertulis dalam Talmud Yahudi tersebut, maka didapatlah bahwa kedatangan
(baca: dikandung) Mesias terjadi pada tanggal dan bulan yang sama dengan
kematian-Nya, sehingga kelahiran-Nya 9 (sembilan) bulan kemudian, terjadi di
bulan Desember. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, jika peristiwa
dikandung dan kematian Mesias terjadi di tanggal 14 Nissan, maka penetapan
tanggal 25 Kislew sebagai Hari Kelahiran Mesias setiap tahun akan selalu
berubah jika dikonversikan ke penanggalan Gregorian yang digunakan secara umum.
Inilah juga yang
mendasari beberapa Gereja Protestan Arus Utama yang tidak selalu sama setiap
tahun dalam ibadah mengenang Hari Kelahiran Kristus dibulan Desember,
ditambah lagi Tradisi Gereja Protestan yang memiliki jadwal ibadah Natal masing-masing untuk
setiap perkumpulan didalam Gereja, misalnya: Natal Kaum Pria, Natal Kaum
Ibu/Perempuan, Natal Pemuda/Remaja, Natal Sekolah Minggu dan juga Natal Kaum
Lansia. Namun puncak perayaan Natal tetap dilakukan secara bersama-sama ditanggal 25 Desember dan
ini berlaku untuk semua Gereja Kristen Lintas Denominasi/Skismatik yang menggunakan
penanggalan Gregorian.
**) Bapa Gereja
Epiphanius dari Salamis, Siprus (315- 403 AD)
... Christ was born on
the eighth day before the Ides of January, thirteen days after the winter
solstice and the beginning of the increase of light and the day.
Terjemahan:
Kristus lahir pada hari kedelapan sebelum bulan Januari, tiga belas hari setelah titik balik matahari
musim dingin dan awal dari peningkatan cahaya dan hari.
(Panarion 51.22.4)
**) Bapa Gereja
Augustinus dari Hippo (354-430 AD)
For he [Jesus] is
believed to have been conceived on the 25th of March, upon which day also he
suffered; so, the womb of the Virgin, in which he was conceived, where no one
of mortals was begotten, corresponds to the new grave in which he was buried,
wherein was never man laid, neither before him nor since. But he was born,
according to tradition, upon December the 25th
Terjemahan:
Karena dia [Yesus] diyakini telah dikandung pada tanggal 25 Maret, pada
hari itu juga dia menderita; jadi, rahim perawan, di mana dia dikandung, di mana tidak ada manusia
yang dilahirkan, sesuai dengan kuburan baru di mana Dia dikuburkan, di mana tidak pernah ada manusia
dibaringkan, baik sebelum Dia maupun sejak itu. Tapi Dia lahir, menurut tradisi, pada tanggal 25 Desember.
(Augustine, On the
Trinity - Sermon 202)
Dengan demikian, kita
sebagai umat Kristen seharusnya bangga bahwa sejak abad pertama yakni beberapa
tahun setelah kenaikan-Nya ke Sorga, umat Tuhan senantiasa mengenang Hari
Kelahiran Kristus. Sesuatu yang dilakukan oleh mereka yang menolak untuk
merayakan Kelahiran Kristus dan berusaha mempengaruhi umat Kristen yang lain dengan
ancaman Teologis sesungguhnya adalah tindakan iblis yang sejak semula memang
tidak pernah menghendaki kedatangan Sang Juruselamat ke dunia manusia.
Sebab banyak penyesat
telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus
Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. (2
Yohanes 1:7)
** Natal 25 Desember –
Tradisi Paganisme yang diadopsi umat Kristen...? **
Sebenarnya, denominasi
anti Natal yang mengatakan bahwa peringatan Kelahiran Kristus di adopsi dari
perayaan pagan Saturnalia untuk menyembah dewa matahari sesungguhnya adalah
orang-orang yang buta wawasan dan literasi sejarah. Mereka ibarat benalu yang
terus menggerogoti Kekristenan dari dalam dan hal ini sesuai dengan pernyataan
Kitab Suci bahwa penyesat itu awalnya berasal dari dalam, bukan dari luar.
Pesan eskatologis rasul Paulus kepada Penatua dan Jemaat di Efesus masih
bergema hingga saat ini.
Aku tahu, bahwa sesudah
aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan
tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu
sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha
menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. (Kisah
Para Rasul 20:29-30)
Perayaan Saturnalia
diadakan pada 17 Desember, dahulu biasa dilakukan sehari namun belakangan
berkembang menjadi 7 hari. Jikapun ditambah 7 hari maka perayaan Saturnalia
berlaku sampai 24 Desember BUKAN 25 Desember. Dan juga, isu-isu yang mengatakan
bahwa 25 Desember dahulu adalah perayaan untuk menyembah dewa matahari yaitu
dewa Saturnus adalah orang-orang buta wawasan. Selain itu, dewa matahari yang
disembah bangsa Romawi Kuno bernama Helios bukan Saturnus. Hal yang sama juga
berlaku atas pernyataan menyesatkan yang mengatakan kelahiran Yesus tanggal 25
Desember diadopsi dari kelahiran Mithra dan dewa-dewi kuno lain yang disembah
oleh bangsa purba.
The Saturnalia was an
enduring Roman festival dedicated to the agricultural god Saturn which was held
between the 17th and 23rd of December each year during the winter solstice.
Originating from archaic agricultural rituals the Roman festivities came to
include a general round of gift-giving, merrymaking, and role-reversals so that
it became one of the most popular celebrations in the calendar and certainly
the jolliest.
Terjemahan:
Saturnalia adalah festival Romawi abadi yang didedikasikan untuk dewa
pertanian Saturnus yang diadakan antara tanggal 17 dan 23 Desember setiap tahun
selama titik balik matahari musim dingin. Berasal dari ritual pertanian kuno,
perayaan Romawi datang untuk menyertakan putaran umum pemberian hadiah,
kegembiraan, dan pembalikan peran sehingga menjadi salah satu perayaan paling
populer dalam kalender dan tentu saja yang paling meriah.
https://www.worldhistory.org/Saturnalia/
Beberapa orang mengatakan
bahwa karena dalam perayaan Saturnalia identik dengan pembagian hadiah dan
sukacita, mereka langsung memvonis bahwa umat Kristen mengadopsi hal ini dalam
perayaan Natal, ini sebenarnya tuduhan yang menyesatkan karena tidak ada
catatan hal itu pernah dilakukan dalam perayaan Natal klasik kecuali
dalam Kekristenan modern, namun apakah dengan kesamaan itu maka denominasi anti
Natal langsung menuduh Natal 25 Desember merupakan adopsi dari perayaan
Saturnalia? Tentu saja itu adalah tuduhan yang ahistoris dan beraroma
pembenaran.
Demikian halnya dengan
tuduhan lain yang mengatakan bahwa Natal diadopsi dari kelahiran Nimrod, ini
merupakan pernyataan yang sia-sia dan menyesatkan karena Nimrod yang
hidup dimasa pra sejarah yang jaraknya ribuan tahun sebelum Musa, tidak ada
satupun bukti catatan arkeologi yang mengatakan Nimrod dilahirkan tanggal 25
Desember.
Semua teori tersebut
adalah HOAX karena pengembang teori tersebut adalah orang-orang yang kurang mau
menggali kebenaran dalam sejarah Kekristenan yang memiliki dokumen literasi kuno
yang melimpah.
Tuhan Yesus memberkati.
Referensi: