10 April 2023

Yesus Telah Bangkit -- Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Tidak ada yang kebetulan jika Allah sudah berkehendak. Sebuah penafsiran minor mengatakan bahwa selama peristiwa minggu sengsara Yesus hingga Kebangkitan-Nya, terjadi 3 Sabat dalam minggu itu dimana Paskah (14 Nisan) dan Hari Raya Roti Tidak Beragi (15 Nisan) yang disebut sebagai Sabat Yang Besar (Yoh 19:31) terjadi dalam 1 pekan yang sama dengan Sabat Mingguan, bukan di hari yang sama.

Kitab Suci juga mencatat Yesus meninggal sebelum Hari Sabat Yang Besar (Yoh 19:31) dan Kubur-Nya ditemukan kosong setelah Sabat Mingguan berakhir yakni hari pertama dalam Minggu itu (Mark 16:1-8, Yoh 20:1-2) sehingga sebuah kesimpulan sederhana yang bisa ditarik adalah, kemungkinan Yesus bangkit pada periode Sabat Mingguan atw beberapa saat sebelum kubur-Nya ditemukan kosong untuk memenuhi nubuatan 3 hari 3 malam (bukan satuan waktu 1x24 jam jika menggunakan perhitungan waktu modern melainkan menggunakan pergantian hari sesuai kalender agama Yahudi yang dimulai saat matahari terbenam).

Mengapa ada 3 Sabat dalam periode minggu sengsara Yesus hingga Kebangkitan-Nya...?

Frasa "sabbatôn" yang digunakan oleh penulis Injil dalam Matius 28:16, Mark 16:1-2, Luke 24:1 dan Yoh 20:1 bermakna jamak, artinya ada lebih dari 1 (satu) Sabat yang terjadi pada saat itu. Untuk itulah Alkitab bahasa Inggris (Young's Literal Translation 1898) menuliskan:

  1. "And on the eve of the sabbaths [jamak], at the dawn, toward the first of the sabbaths [jamak], came Mary the Magdalene, and the other Mary, to see the sepulchure." (Mat 28:1-2).
    TR: οψε δε σαββατων τη επιφωσκουση εις μιαν σαββατων ηλθεν μαρια η μαγδαληνη και η αλλη μαρια θεωρησαι τον ταφον
    Translit: opse de sabbatôn [jamak] tê epiphôskousê heis mian sabbatôn [jamak] êlthen maria hê magdalênê kai hê allê maria theôrêsai ton taphon
    (Mat 28:1-2 - Stephanos, Textus Receptus -1550)

  2. "And the sabbath [tunggal] having past, Mary the Magdalene, and Mary of James, and Salome, bought spices, that having come, they may anoint him, and early in the morning of the first of the sabbaths [jamak], they come unto the sepulchure, at the rising of the sun." (Mark 16:1-2).
    TR: τη δε μια των σαββατων ορθρου βαθεος ηλθον επι το μνημα φερουσαι α ητοιμασαν αρωματα και τινες συν αυταις
    Translit: tê de mia tôn sabbatôn [jamak] orthrou batheos êlthon epi to mnêma pherousai ha êtoimasan arômata kai tines sun autais (Mark 16:1-2 - Stephanos, Textus Receptus -1550)

  3. "And on the first of the sabbaths [jamak], at early dawn, they came to the tomb, bearing the spices they made ready, and certain others with them." (Luke 24:1)
    TR: τη δε μια των σαββατων ορθρου βαθεος ηλθον επι το μνημα φερουσαι α ητοιμασαν αρωματα και τινες συν αυταις
    Translit: tê de mia tôn sabbatôn orthrou batheos êlthon epi to mnêma pherousai ha êtoimasan arômata kai tines sun autais (Luke 24:1 -
    Stephanos, Textus Receptus -1550)

  4. "And on the first of the sabbaths [jamak], Mary the Magdalene doth come early (there being yet darkness) to the tomb, and she seeth the stone having been taken away out of the tomb." (Yoh 20:1).
    TR: τη δε μια των σαββατων μαρια η μαγδαληνη ερχεται πρωι σκοτιας ετι ουσης εις το μνημειον και βλεπει τον λιθον ηρμενον εκ του μνημειου
    Translit: tê de mia tôn sabbatôn maria hê magdalênê erchetai prôi skotias eti ousês eis to mnêmeion kai blepei ton lithon êrmenon ek tou mnêmeiou (Yoh 20:1 - Stephanos, Textus Receptus -1550).

Seseorang pernah mengatakan, "Karena Kelahiran-Nya berasal dari seorang perawan, maka bukanlah sesuatu yang kebetulan kalau Kubur-Nya adalah lokasi penguburan yang belum pernah digunakan orang lain."

Demikian juga Sabat diberikan Allah bagi bangsa Israel sebagai hari peristirahatan supaya mereka dapat beribadah kepada Allah, Yesus memberikan makna baru dari Sabat itu supaya setiap umat-Nya tidak lupa memberikan pertolongan bagi sesamanya yang membutuhkan supaya terwujudlah bukti kasih diantara sesama manusia sebagai wujud mengasihi Allah.

Lukas dan Paulus mencatat dalam periode selanjutnya, umat Kristiani beribadah setiap hari pertama dalam Minggu itu (Kisah Rasul 20:7; 1 Kor 16:2) yang dalam penanggalan modern jatuh pada hari Minggu.

Bapa-bapa Gereja sesudah rasul Yohanes meninggal (akhir abad pertama) juga menguatkan bahwa Persekutuan Jemaat di hari Minggu sudah dipraktekkan secara luas.

  1. Ignatius (115M) mengatakan “Jangan kita memelihara lagi hari Sabat, melainkan merayakan Hari Yesus Kristus, pada hari mana hidup kita bangkit dari kematian oleh Dia.”
  2. Yustinus Martir (165M) mengatakan bahwa: “Pada hari pertama itu dengan mengubah gelap menjadi terang Tuhan menjadikan dunia, dan karena Yesus Kristus, Juruselamat kita, pada hari itupun, yaitu hari pertama dalam pekan, bangkit dari mati dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya.”
  3. Tertulianus (200M) mengatakan: “Hari Tuhan, yaitu hari kebangkitan-Nya, kita bukan hanya meninggalkan kebiasaan berlutut, tetapi juga menanggalkan segala kesusahan dan segala yang manindas kita serta bangkit bekerja.” 
  4. Clemens dari Alexandria (220M) juga mengatakan bahwa: “Hari pertama dari tiap-tiap pekan telah menjadi hari perhentian, karena kebangkitan (Tuhan Yesus) dari kematian.”

Hal ini jugalah yang mendasari tradisi Ibadah Raya umat Kristiani sejak abad pertama dilakukan pada hari Minggu, yakni untuk mengenang Kebangkitan Yesus dari kematian.

Jika Sabat selama ini bermakna Hari Perhentian supaya umat Israel dapat beribadah kepada Tuhan, maka Hari Minggu bermakna Kebangkitan Yesus dan Kemenangan-Nya atas maut.

 

Tuhan memberkati

 

Referensi Silang

  1. Penyaliban, Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus Menurut ke 4 Injil
    https://archangeldemaskus.blogspot.com/2011/05/penyaliban-kematian-dan-kebangkitan.html
  2. Bukti-Bukti Penyaliban, Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus Menurut Sumber Dari Luar Alkitab
    https://archangeldemaskus.blogspot.com/2011/05/penyaliban-yesus-kristus-menurut-sumber.html
  3. Fisiologi Tentang Darah Kristus Dan Penebusan Didalam Darah-Nya
    https://archangeldemaskus.blogspot.com/2011/05/blood.html
  4. Antara Bukit Moria & Bukit Golgota (Calvary) -- Tempat Dimana Anak Domba Dipersembahkan Kepada Allah –
    https://archangeldemaskus.blogspot.com/2021/10/antara-bukit-moria-bukit-golgota.html
  5. Memahami Frasa Yesus Adalah 'Buah Rahim' Maria Dalam Lukas 1:42
    ttps://archangeldemaskus.blogspot.com/2021/10/memahami-frasa-yesus-adalah-buah-rahim.html
  6. Fisiologi Tubuh Dan Darah Kristus -- Tubuh Kristus Yang Disediakan Allah (Ibrani 10:5) Tidak Berasal Dari Maria –
    https://archangeldemaskus.blogspot.com/2021/10/kristologi-tentang-fisiologi-tubuh-dan.html

Yusuf dari Arimatea - Bangsawan Yang Melayani Yesus Setelah Dia Wafat.

Allah memiliki banyak cara untuk menggenapkan rencana-Nya termasuk menggunakan orang-orang yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya untuk menjalankan ketetapan-Nya. Dalam Perjanjian Lama kita bisa melihat bagaimana Tamar, Rahab, Rut dan Betsyeba isteri Uria ternyata menjadi para perempuan yang menjadi leluhur Yesus padahal kisah hidup mereka sangat menyedihkan. Mari kita perhatikan bersama:

  1. Tamar berselingkuh dengan mertuanya, Yehuda. Namun dari rahimnya lahir Perez dan Zerah yang menjadi leluhur Daud (Kejadian 38:1-30)
  2. Rahab menyelamatkan mata-mata Yosua sesaat mereka memasuki Tanah Yerikho. Rahab adalah ibu dari Boas, suami Rut. (Yosua 6:23-25, Matius 1:5, Ibrani 11:31, Yakobus 2:25)
  3. Rut, perempuan dari suku Moab yang dikutuk Tuhan. Dia ditinggal mati oleh suaminya namun tetap melayani mertuanya dan akhirnya menikah dengan Boas, leluhur Daud. (Rut 4:13-17)
  4. Betsyeba isteri Uria, berselingkuh dengan Daud namun dari rahimnya lahir Salomo yang membawa bangsa Israel Kuno didalam kemakmuran. Betsyeba adalah isteri Uria yang juga menjadi leluhur Yesus. (Matius 1:6)

Kembali pada kisah Yusuf dari Arimatea, dalam nubuat tentang Kematian Yesus, nabi Zakaria mengatakan bahwa para murid akan meninggalkan Mesias (Zakharia 13:7). Ini digenapi ketika kita melihat kisah Injil dimana 11 Murid Yesus melarikan diri sementara Yudas bunuh diri. (Matius 26:31)

Nubuatan:

Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!", demikianlah firman TUHAN semesta alam. "Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai! (Zakharia 13:7)

Penggenapan:

Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai." (Matius 26:31)

Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. (Matius 26:55-56)

Rasul Petrus yang dikenal akan keberaniannya bahkan menyangkal Yesus pada malam sebelum Dia disalibkan dan hanya dapat menyaksikan kematian-Nya dari jauh. Rasul Yohanes, yang berada didekat Yesus pada saat kematian-Nya pun tidak dapat berbuat apa-apa.

Bagaimana cara Allah menggenapkan nubuatan tentang penguburan Anak-Nya?

Ternyata Yesus, semasa hidup-Nya memiliki beberapa murid dari Majelis Sanhedrin yang salah satunya bernama Yusuf. Dia tentu sangat memahami Hukum Taurat bahwa mayat seseorang yang meninggal karena hukuman mati tidak boleh dibiarkan bermalam (Ulangan 21:22-23). Dia juga yang memberikan salah satu tanahnya untuk menguburkan Yesus, yang mana Injil mencatat bahwa tanah tersebut tidak pernah digunakan untuk menguburkan orang (Yohanes 19:21).

Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan? 

Yesus didalam 4 (empat) Injil hampir selalu diceritakan menghabiskan sebagian besar hidup-Nya tinggal bersama orang-orang yang digolongkan sederhana dan miskin. Hanya sedikit catatan Injil tentang murid Yesus yang berasal dari golongan menengah ke atas. Setelah Yesus wafat, tidak ada orang yang berani menurunkan jenazah Yesus dari atas kayu salib, karena Yesus bukanlah mati atas tuduhan sebagai penjahat semata, melainkan dituduh sebagai pemberontak dan penghujat Allah. Siapa saja yang berani dapat terseret dan dianggap sebagai lawan pemerintah Romawi maupun otoritas agama Yahudi.

Bila melihat keseluruhan kisah yang tertulis dalam Injil, Yusuf dari Arimatea bagai figuran di dalam sebuah film karena begitu sedikit bagian kisah yang dia perankan. Namun kita tahu betapa besar arti tindakannya, di saat kesebelas murid lain justru bersembunyi karena takut disangkutpautkan dengan Yesus. Tindakan yang dilakukan Yusuf ini setidaknya menggenapi 2 hal:

  1. Hidangan Paskah yakni anak domba yang disembelih pada saat Paskah tidak boleh dibiarkan tersisa, harus dihabiskan sebelum pergantian hari dalam Kalender Agama Yahudi. (Keluaran 12:8-10). Yesus sebagai Anak Domba Paskah (1 Korintus 5:7) yang dimakamkan sebelum Paskah Senja tanggal 14 Nisan berakhir. (Lukas 23:53-54, Yohanes 19:42).
  2. Injil mencatat bahwa Yusuf adalah orang kaya dan salah seorang anggota Majelis Besar/Sanhedrin. (Matius 27:57-61; Markus 15:43, Lukas 23:50 dan Yohanes 19:38).

Nabi Yesaya menubuatkan:

Yesaya 53:9a (FAYH) Kematian-Nya seperti seorang penjahat, namun Ia dikubur di dalam pekuburan orang kaya.

Isaiah 53:9a (KJV) And he made his grave with the wicked, and with the rich in his death

Isaiah 53:9a (Amplified Bible) His grave was assigned with the wicked, but He was with a rich man in His death.

Yusuf dari Arimatea merupakan salah satu murid Yesus yang mana tindakannya dalam meminta jenazah Yesus kepada Pilatus (Yohanes 19:38) dan kemudian menguburkan-Nya bersama Nikodemus dan para perempuan yang mengikuti Yesus, mewakili perbuatan baik yang dilakukan oleh orang kaya dan memiliki pengaruh politik yang besar untuk melakukan tugasnya dengan benar pada saat yang lain pergi meninggalkan Yesus.

Perjanjian Baru tidak mencatat lagi perjalanan Yusuf dari Arimatea namun paska kematian para rasul, bermunculah catatan lain dari luar Injil tentang Yusuf dari Arimatea, diantaranya:

1. Yusuf dari Arimatea dipenjarakan oleh Majelis Sanhedrin setelah menurunkan dan menguburkan Yesus.

The Gospel of Nicodemus, formerly called the Acts Of Pontius Pilate.

Chapter IX

5 In like manner Joseph, when he came to the Jews, said to them Why are ye angry with me for desiring the body of Jesus of Pilate? Behold, I have put him in my tomb, and wrapped him up in clean linen, and put a stone at the door of the sepulchre:

6 I have acted rightly towards him; but ye have acted unjustly aghast that just person, in crucifying him, giving him vinegar to drink, crowning him with thorns, tearing his body with whips, and prayed down the guilt of his blood upon you.

7 The Jews at the hearing of this were disquieted, and troubled; and they seized Joseph, and commanded him to be put in custody before the sabbath and kept there till the sabbath was over.

8 And they said to him, Make confession; for at this time, it is not lawful to do thee any harm, till the first day of the week come. But we know that thou wilt not be thought worthy of a burial; but we will give thy flesh to the birds of the air, and the beasts of the earth.

9 Joseph answered That speech is like the speech of proud Goliath, who reproached the living God in speaking against David. But ye scribes and doctors know that God saith by the prophet, Vengeance is mine, and I will repay to you evil equal to that which ye have threatened to me.

10 The God whom you have hanged upon the cross, is able to deliver me out of your hands. All your wickedness will return upon you.

11 For the governor, when he washed his hands, said, I am clear from the blood of this just person. But ye answered and cried out, His blood be upon us and our children. According as ye have said, may ye perish for ever.

12 The elders of the Jews hearing these words, were exceedingly enraged; and seizing Joseph, they put him into a chamber where there was no window; they fastened the door and put a seal upon the lock.

13 And Annas and Caiaphas placed a guard upon it, and took counsel with the priests and Levites, that they should all meet after the sabbath, and they contrived to what death they should put Joseph.

14 When they had done this, the rulers, Annas and Caiaphas, ordered Joseph to be brought forth.

2. Yusuf dari Arimatea mengunjungi Inggris bersama Yesus Kecil

Salah satu legenda abadi kekristenan Inggris awal adalah bahwa Yusuf dari Arimatea mengunjungi West Country of England bersama remaja Yesus. Keluarga Somerset dan Cornwall mengaku telah dikunjungi oleh Yusuf dan Yesus. Van Morrison telah menempatkan legenda ini di dalam lagunya yang berjudul Summertime in England.

...Won't you meet me down by Avalon

In the summertime in England

In the Church of St. John...

Did you ever hear about Jesus walkin’?

Jesus walkin' down by Avalon.

Van Morrison, Summertime In England, from the album Common One

Demikianlah sekelumit cerita tentang Yusuf dari Arimatea yang berkembang sejak abad ke-2 hingga abad pertengahan. Namun kesimpulan dari semua ini adalah, Yusuf dari Arimatea bersama dengan Nikodemus meskipun tidak sebanding popularitasnya diantara para murid Yesus, mereka telah memberi contoh teladan yang baik. Mereka punya keberanian memperjuangkan agar jenazah Yesus dapat mereka kuburkan dengan terhormat. (Yohanes 19:38-42)

Tuhan Yesus memberkati

 

Daftar Pustaka:

https://www.worldhistory.org/Joseph_of_Arimathea/

https://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_of_Arimathea

 

Topeng Sahabat (Serigala Berbulu Domba)

 

Tidak semua pelukan yg hangat berarti ketulusan, tanyakanlah kepada para pengkhianat, penjilat serta orang munafik yg santun yg selalu dapat menutupi kebusukan mereka dengan wajah & tutur kata yg lembut.

Di Taman Getsemani, dalam peristiwa pengkhianatan Yudas, penulis Injil menuliskan sebuah kalimat yg sederhana, "lalu (Yudas) mencium Dia" (Matius 26:29) yg dalam bahasa Yunani menggunakan kata "katephilēsen" yg mana di sini menunjukkan sebuah pelukan yang sungguh-sungguh dan hangat. Hal ini dimaksudkan supaya para murid Yesus tidak mencurigai dia melainkan tetap menerima dia sebagai bagian/lingkaran dari 12 rasul, Yesus tentu saja tidak tinggal diam, dihadapan para murid-Nya Dia mengatakan:

"Hai teman, untuk itukah engkau datang?" (Matius 26:50)

Pada akhirnya, Yudas mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, tepat di Hari Kematian Kristus.

Raja Salomo ratusan tahun sebelumnya pernah menuliskan:

Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. (Amsal 27:6)