Minggu, 08 Desember 2013

Renungan Tentang Anak, Sahabat dan Hamba

Sosok Tuhan dipercaya dan diimani berkuasa atas segala sesuatu, apa yg mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Tuhan.

Seorang anak akan berfikir, "..karena Dia Tu(h)an, maka Dia berkenan menjadi Bapaku & membimbing Aq dlm setiap kesulitan, mengajariku bagaimana caranya menjalani kehidupan & mengambil keputusan, bahkan melalui kehidupan-Nya, Dia mencontohkan kepadaku apa & bagaimana kehidupan yg seharusnya Aq lakukan.."

Layaknya seorang anak, demikian juga seorang sahabat berfikir, "..karena Dia adalah Sahabat-ku, maka Dia tidak segan2 u/ bersama dengan Aq menyelesaikan permasalahan yg Aq hadapi. Dia akan bercerita banyak kepadaku ttg apa yg sudah Dia lakukan & siapa saja yg sudah merasakan pertolongannya, bahkan Dia akan membawa orang2 itu untuk menjadi saksi hidup atas perbuatan-Nya, bukan untuk menunjukan kehebatan & kesombongan-Nya, melainkan u/ menunjukan betapa Dia mengasihi mereka.."

Dan pada akhirnya, seorang anak akan menjalani kehidupannya sama seperti yg ditunjukan oleh Ayahnya, melainkan sebagai seorang anak yg meneruskan kasih yg diberikan Ayahnya kepada semua orang.
Dan seorang pria/wanita akan menuruti nasehat sahabatnya, bukan sebagai hamba/pelayan, melainkan karena Sahabatnya tahu bagaimana memecahkan sebuah masalah, melewati kesulitan, mengasihi sesama lewat kata & perbuatan.
So...
Tidak ada perbedaan antara anak dan sahabat karena mereka menjadi tempat berbagi ayah & sahabatnya.
Jika mereka melakukan kesalahan, mereka akan mendapat akibat dr pelanggarannya meskipun kesalahannya sudah diampuni.
Apakah mereka akan dihukum nantinya...?
Iya...
Jika mereka terus melakukan kesalahan & tidak mw bertobat dr kesalahannya.
Bagaimana dgn perbuatan baik...?
Mereka sadar bahwa perbuatan baik itu karena mereka mengasihi sesama, bukan karena ingin menebus kesalahan mereka atw mengimbangi kesalahan mereka.
Bagaimana mereka diselamatkan...?
Melalui anugerah kasih Bapa kepada mereka.
Bagaimana cara mendapatkannya...?
Dengan mengakui & menjadikan Dia sebagai Bapa & Sahabat serta hidup sesuai Firman-Nya.

Namun seorang hamba/pelayan akan berfikir, "..karena Engkau adalah Tu(h)an, maka Engkau tidak pantas u/ melakukan ini dan itu, cukup perintahkan, berikan jalan keluarnya dan Aq akan melakukan apa yg Kau katakan. Tangan&kakimu terlalu bersih u/ melakukan pekerjaanku & Aq tidak layak u/ menyambut Engkau masuk kedalam rumahku. Engkau cukup berkata, "..Aq pernah menolong orang ini dan itu.." dan Aq tidak berhak mempertanyakan seperti apa bentuknya & Engkau tidak perlu membawa orang2 itu kehadapanku, Aq cukup percaya saja krn Aq tahu Tu(h)an tidak pernah bohong.."

Seorang hamba / pelayan hanya bisa menjadi penurut, dia akan mendapat reward atas kebaikannya & akan mendapat hukuman atas kesalahannya. Namun seberapa besar perbuatan baiknya, tidak akan bisa menutupi kesalahan yg dia lakukan meskipun itu kecil.
Seperti pepatah, 9 telur yg baik tidak akan bisa dicampur dgn 1 telur busuk karena tidak akan ada yg mau memakannya.
Sehingga pada akhirrnya tidak ada yg diselamatkan.

Demikianlah betapa besar perbedaan antara anak, sahabat dan hamba/pelayan.

Yesus berkata :
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (John 15:15)

Lord Jesus bless us.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar