Minggu, 08 Desember 2013

Mengungkap Kebohongan Para Penentang Natal Terkait Peringatan Perayaan Natal 25 Dec (INVICTI of CHRIST)

Perayaan Natal pertama kali dicatat dalam Alkitab yakni :
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.
Lukas 2:8-14

Dalam berbagai diskusi dengan para penentang Natal, mereka selalu mengatakan bahwa tanggal 25 Desember adalah perayaan bagi kelahiran dewa matahari yg diadopsi oleh umat Kristen sehingga jelas bahwa umat Kristen mengubah perayaan paganism Yunani/Romawi menjadi hari kelahiran Kristus.
Berkaitan dengan itu, maka Saya tertarik untuk kembali menuliskan dokumentasi Natal yg berasal dari catatan Gereja untuk mengcounting argument tersebut namun kali ini akan lebih lengkap dari catatan saya sebelumnya.
Sebelum melangkah ke bukti2 dokumentasi tesebut, Saya akan memulai untuk mengenalkan “dewa dalam mythology Yunanai/Romawi yg dikaitkan dengan kelahiran Kristus berikut festival perayaannya.

>> Dewa Matahari dan Perayaan Festival Saturnalia <<

Buku2 mhytologi Yunani dengan jelas mengatakan “Saturnus bukan dewa matahari melainkan dewa pertanian.

Saturnus
http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus
Saturnus telah diketahui sejak zaman prasejarah.Pada zaman kuno, planet ini adalah planet terjauh dari 5 planet yg diketahui di tata surya (termasuk Bumi) dan merupakan karakter utama dalam berbagai mitologi. Pada mitologi Kekaisaran Romawi, Dewa Saturnus, dimana nama Planet ini diambil dari namanya, adalah dewa pertanian dan panen. Orang Romawi menganggap Saturnus sama dengan Dewa Yunani Kronos. Orang Yunani mengeramatkan planet terluar untuk Kronos, dan orang Romawi mengikutinya.
Pada astrologi Hindu, terdapat 9 planet dimana Tata Surya diketahui dengan nama Navagraha. Saturnus, salah satu dari mereka, diketahui dengan nama "Sani" atau "Shani," hakim dari semua Planet dan menentukan seluruhnya menurut kelakuan baik atau buruk yg mereka lakukan.
Kebudayaan Tiongkok dan Jepang kuno menandakan Saturnus sebagai bintang Bumi (土星). Hal ini berdasarkan 5 elemen yg secara tradisional digunakan untuk mengklasifikasikan elemen alami.
Orang Ibrani kuno menyebut Saturnus dengan nama "Shabbathai".Malaikatnya adalah Cassiel. Kepintarannya, atau jiwa bermanfaat, adalah Agiel (layga) dan jiwanya (jiwa gelap) adalah Zazel (lzaz).
Orang Turki Ottoman dan orang Melayu menamainya "Zuhal", berasal dari bahasa Arab زحل.

Pustaka :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus
2. "Saturn > Observing Saturn". National Maritime Museum. Diakses pada 6 Juli 2007.
3. a b c "Starry Night Times". Imaginova Corp. 24 Nov 2006. Diakses pada 5 Juli 2007.
4. James Evans (1998). The History and Practice of Ancient Astronomy. Oxford University Press. hlm. 296-7.

Helios
http://id.wikipedia.org/wiki/Helios
Helios (bahasa Yunani: Hêlios) adalah dewa matahari dalam mitologi Yunani. Ia personifikasi dari matahari. Helios adalah putra dari Titan Hiperion dan Theia dan kakak dari Eos (fajar), dan Selene (bulan). Helios digambarkan sebagai seorang dewa dengan mahkota cahaya matahari yg bersinar.
Tiap pagi Helios terbang melintasi langit dengan keretanya yg dijalankan oleh empat ekor kuda, dan kemudian kembali ke Kerajaan Emas, istananya yg dibangun oleh Hefaistos, setelah seharian melintasi langit.
Terkadang dia diidentifikkan dengan Apollo. Persamaan dari Helios di mitologi Romawi adalah Sol (*), nama latin dari matahari.

Selanjutnya adalah tentang perayaan Saturnalia.
Benarkah perayaan ini dilakukan setiap tanggal 25 Desember…?
Berikut adalah jadwal setahun perayaan festival Yunani/Romawi yg dikutip dari 'Encyclopedia Mythica'--->
http://www.pantheon.org/miscellaneous/feastdays.html

Pax (Roman) festival in honor of Pax, the personified Roman goddess of peace.
  • Lupercalia (Roman) February 15 The festival of Faunus, the Roman god of wild nature and fertility. Priests (called the Luperci) wearing goat skins walked through the streets of Rome and hit the spectators with belts made from goat skin. 
  • Equirria (Roman) February 27 A festival in honor of Mars, the god of war. Horse races were held on this day. Again on March 14.
  • Matronalia (Roman) March 01 The primary feast of Juno Lucina. On this day, lambs and other cattle were sacrificed to her.
  • Feriae Marti (Roman) March 1 A festival in honor of Mars, the god of war. 
  • Equirria (Roman) March 14 A festival in honor of Mars, the god of war. Horse races were held on this day, similar as on February 27. 
  • Anna Perenna (Roman) March 15 The festival of Anna Perenna, the Roman goddess of the new year. 
  • Quinquatrus (Roman) March 19 A festival in honor of Mars, the god of war. On this day which weapons and war-trumpets were cleansed.
  • Tubilustrium (Roman) March 23 A festival in honor of Mars, the god of war. On this day which weapons and war-trumpets were cleansed.
  • Fordicidia (Roman) April 15 The most prominent festival of Terra Mater, the goddess of fertility and growth. On this day cows being with young were sacrificed. 
  • Palilia / Parilia (Roman) April 21 The festival of Pales, the patron goddess of shepherds and flocks. Her festival was celebrated by shepherds on April 21, the legendary founding date of Rome. On that day large fires were made through which they drove the cattle.
  • Floralia (Roman) April 28 - May 01 The festival of Flores, the goddess of blossoming flowers of spring. It existed until the 4th century CE. 
  • Bona Dea (Roman) May 01 The festival of Bona Dea, the Roman fertility goddess. Similarly to her festival on December 4, no men are allowed to be present here either. 
  • Mens (Roman) May 08 The festival of Mens, the Roman goddess of mind and consciousness. 
  • Mercuralia (Roman) May 15 The festival of Mercury. On this day the merchants sprinkled their heads and their merchandise with water from his well near the Porta Capena. 
  • Carna (Roman) June 01 The festival of Carna, the Roman goddess associated with the bodily organs, particularly the heart.
  • Matralia (Roman) June 11 This festival of Matuta, the Roman goddess of the dawn. It was only open to women who were still in their first marriage. 
  • Nonae Caprotinae (Roman) July 07 "The Nones of the Wild Fig". A festival in honor of Juno. 
  • Portunalia (Roman) August 17 The festival of Portunes, the Roman god of ports and harbors. On this day keys were thrown into the fire to safeguard them against misfortune. 
  • Volcanalia (Roman) August 23 This festival of Vulcan which took place during the height of the Mediterranean drought and the period of highest risk of fire. On the banks of the river Tiber, fires were lighted on which living fish were sacrificed. 
  • Meditrinalia (Roman) October 11 The festival of Meditrina, a Roman goddess of wine and health. 
  • Fontus (Roman) October 13 The festival of Fontus.
  • Armilustrium (Roman) October 19 A festival in honor of Mars, the god of war. On this day the weapons of the soldiers were ritually purified and stored for winter. 
Di bulan Desember ada beberapa perayaan, AL :
  1. BONA DEA : Semacam hari ibu
  2. FAUNALIA : Festival Dewa Faunus, dewa alam liar & kesuburan
  3. SATURNALIA : Festival Dewa Saturnus, dewa pertanian
  4. LARENTALIA : Festival Dewi Larenta, dewi ketenangan
  • Bona Dea (Roman) December 04 The day of Bona Dea. During this day secret rites were in the house of a prominent Roman magistrate. Only women were admitted and even representations of men and beasts were removed. At these secret meetings it was forbidden to speak the words 'wine' and 'myrtle' because Faunus had once made her drunk and beaten her with a myrtle stick.
  • Faunalia (Roman) December 05 The festival of Faunus, the Roman god of wild nature and fertility. 
  • Saturnalia (Roman) December 17 In memory of this Golden Age, each year the Saturnalia was observed on December 17 at Saturn's temple on the Forum Romanum, below the Capitoline Hill. The Saturnalia was one of the major events of the year. Originally only one day, it was later extended to seven days. During this festival, business was suspended, the roles of master and slaves were reversed, moral restrictions were loosened and gifts were exchanged. 
  • Larentalia (Roman) December 23 The festival of Larenta, the silent goddess. On this day offerings were brought to her in a mundus, a opened groove.
Perhatikan baik2 karena ternyata perayaan Saturnalia jatuh pada tanggal 17 Desember, awal mulanya perayaan ini berlangsung selama 1 hari namun dalam perkembangannya menjadi 7 hari.
"The Saturnalia was one of the major events of the year. Originally only one day, it was later extended to seven days."
Dan setelah perayaan Saturnalia selesai, dilanjutkan dengan perayaan Larentalia yg jatuh pada tanggal 23 Desember.
Larentalia (Roman) December 23 The festival of Larenta, the silent goddess. On this day offerings were brought to her in a mundus, a opened groove.

So…
Mengatakan festival Saturnalia jatuh pada tanggal 25 Desember merupakan kesalahan fatal akibat tidak mau mencari tahu lebih dalam tentang hal ini namun lebih memilih untuk mempercayai “gossip” murahan yg menyatakan tgl 25 Desember adalah perayaan Saturnalia.
Lalu kapan perayaan dewa matahari yg sesungguhnya…?
Festival perayaan dewa matahari bukan tanggal 25 Desember, melainkan tanggal 28 Agustus / 19-22 Oktober.
Silahkan dibaca disini--->
http://en.wikipedia.org/wiki/Sol_Invictus

………..This is not only pure conjecture, but goes against the best evidence available.There is no record of celebrating Sol on December 25 prior to AD 354/362. Hijmans lists the known festivals of Sol as August 8 and/or 9, August 28, and December 11 (Tidak ada catatan resmi bahwa perayaan dewa matahari (sol) pada tanggal 25 Desember. Festival dewa matahari biasanya diadakan 8/9 dan 28 Agustus serta 11 Desember). There are no sources that indicate on which day Aurelian inaugurated his temple and held the first games for Sol, but we do know that these games were held every four years from AD 274 onwards. This means that they were presumably held in AD 354, a year for which perchance a Roman calendar, the Chronography of 354 (or calendar of Filocalus), has survived………..

………. This calendar lists a festival for Sol and Luna on August 28, Ludi Solis (games for Sol) for October 19–22, and a Natalis Invicti (birthday of the invincible one) on December 25. While it is widely assumed that the invictus of December 25 is Sol, the calendar does not state this explicitly (Kelahiran dewa matahari 25 Desember hanya sekedar asumsi tidak berdasar).[25] The only explicit reference to a celebration of Sol in late December is made by Julian the Apostate in his hymn to King Helios written immediately afterwards in early AD 363. Julian explicitly differentiates between the one-day, annual celebration of late December 362 and the multi-day quadrennial games of Sol which, of course, had also been held in 362, but clearly at a different time.[26] Taken together, the evidence of the Calendar of Filocalus and Julian's hymn to Helios clearly shows, according to Hijmans and others, that the ludi of October 19–22 were the Solar Games instituted by Aurelian. They presumably coincided with the dedication of his new temple for Sol.

Jika kita mau menelusuri lebih jauh lagi, maka kita akan mendapati bahwa catatan perayaan2 kelahiran dewa matahari juga tercatat dalam "CHRONOGRAPH 354 (KALENDER KUNO ROMAWI TAHUN 354 MASEHI)"
Kalender tersebut bisa dilihat disini--->
http://www.tertullian.org/fathers/chronography_of_354_06_calendar.htm
Dalam catatan kalender tersebut, catatan perayaan2 dewa matahari (HELIOS; Greek / SOL; Latin), jatuh pada tanggal :
28 Agustus (SOLIS•ET•LVNAE•CM•XXIIII)
22 Oktober (LVDI•SOLIS)
Tidak ada satupun yg dirayakan tanggal 25 Desember karena di kalender tersebut, 25 Desember adalah hari
N•INVICTI•CM•XXX
"INVICTI" artinya: "YG TAK TERKALAHKAN" namun hanya ditulis "INVICTI" (YG TAK TERKALAHKAN), bukan "SOL INVICTI" (MATAHARI YG TAK TERKALAHKAN)
Ini tertulis demikian karena pada masa itu Yunani/Romawi sudah mengenal "YG TAK TERKALAHKAN" (INVICTI) tesebut, yakni TUHAN YESUS KRISTUS.
Namun para penentang Natal tanggal 25 Desember dengan begitu liciknya menambahkan sendiri kata “SOL” dalam kata “INVICTI” sehingga muncul berbagai asumsi seolah-olah 25 Desember adalah perayaan dewa matahari.

Pustaka:
  1. ^ Hijmans 1996, Matern 2001, Wallraff 2002, Berrens 2004, (Hijmans 2009)
  2. ^ The best English summary of this issue is (Hijmans 2009, pp. 585–592), with ample references to earlier literature (primarily in German).[5]
  3. ^ Hijman Dissertations : http://dissertations.ub.rug.nl/FILES/faculties/arts/2009/s.e.hijmans/vol1/09_c9.pdf

>>  Natal Baru Dirayakan Sejak Ketetapan Kaisar Konstantin…? <<


NATAL = Kelahiran (Bhs: Porto), sering juga disebut dengan CHRISTMAS = Mass of Christ (Latin), dan di Gereja2 Timur (Coptic)  seperti di-daerah Mesir misalnya disebut IDUL MILAD = (bhs Arab). Inti dari semua itu adalah: Mengucap Syukur & Sukacita atas Kelahiran Kristus.

Namun Natal menjadi kontroversi & ditolak oleh beberapa kalangan. Di-Indonesia, penolakan paling kuat saat ini ditunjukkan oleh para Pengagung Nama Yahwe, dan juga oleh para Saksi-Saksi Yehuwa (SSY), yg sering menyatakan bahwa Natal adalah Penyembahan Berhala & Yesus tidak mungkin lahir di bulan Desember karena pada bulan itu Bethlehem sangat dingin & bersalju tebal.

Bagi Saya, dan tentu juga bagi kebanyakan orang Kristen mainstream lainnya masalah kapan Kelahiran Kristus sech sebenarnya tidak ada masalah mau dirayakan tanggal berapapun. Gereja2 di Pontianak misalnya, berhubung banyak pelajar/mahasiswa dari luar Pontianak yg studi disana, maka hampir semua Gereja di Pontianak merayakan Natal tidak lebih dari tanggal 20 karena kalau tanggal 20 lebih banyak pelajar/mahasiswa yg sudah mulai pulang ke-kampungnya masing2, sehingga Natalan pasti sepi.
Para penentang Natal itu sering banget ngoceh bahwa Natal merupakan tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa Saturnus jatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yg jatuh pada tanggal 25 Desember dalam kalender Julian.

Peringatan yg disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, mereka menyatakan bahwa Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bhw kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yg sama.

Lalu ada juga yg ngoceh bahwa Natal ditetapkan jatuh pada tanggal 25 Desember pada abad ke 4 oleh kaisar Kristen pertama Romawi, Konstantin I setelah memenangkan pertempuran & hendak merayakannya. Lalu tanggal 25 Desember tersebut dipilih sebagai Natal karena bertepatan dengan kelahiran Dewa Matahari (Natalis Solis Invicti atau Sol Invictus atau Saturnalia) yg disembah oleh bangsa Romawi.  Keputusan Konstantin diperkuat pada saat Edik Milano pada 313, yg sepenuhnya melegalisir agama Kristen di seluruh Kekaisaran, untuk pertama kalinya, dan disahkan pada Konsili Nicea pada 325.
Perayaan Saturnalia sendiri dilakukan oleh orang Romawi kuno untuk memohon agar Matahari kembali kepada terangnya yg hangat (Posisi bumi pada bulan Desember menjauh dari matahari, seolah-olah mataharilah yg menjauh dari bumi).

>> Dokumentasi Sejarah Natal <<
 
Adakah Dokumen Natal 25 Desember sebelum tahun 325 Masehi…?

Jika tidak ada, maka berarti bisa jadi memang benar bahwa Kaisar Konstantin atau Paus Julius lah yg menetapkan Natal 25 Desember. Tapi bagaimana jika ternyata ada Dokumen2 Kuno tentang Natal 25 Desember yg usianya jauh lebih tua daripada keputusan Kaisar Konstantin atau Paus Julius…?
Maka berarti tuduhan mereka SALAH TOTAL!!!

Jadi, satu2nya cara adalah mencari, adakah Dokumen Natal 25 Desember yg lebih tua usianya daripada Keputusan Kaisar Konstantin atau Paus Julius tersebut…?

Jawabannya adalah: YA!!!! ADA!!!

Kita lihat dulu dari Dokumen2 yg berada di sekitar tahun 350, setara dengan tahun dimana Paus Julius hidup, lalu kita akan melihat Dokumen2 dengan usia yg jauh lebih tua dari masa hidup Kaisar Konstantin maupun Paus Julius.
Mari kita lihat satu persatu…

(01). CHRONOGRAPHY 354 (TAHUN 354 MASEHI)

Apakah Chronography itu…?
Chronography adalah Kalender Kuno Romawi.
Berbeda dengan Kalender zaman sekarang yg tipis & praktis. Kalender kuno zaman dulu berbentuk tebal & terdiri dari banyak bagian (parts), yg berisikan mulai Kalender, Peta Kota, Gambar2, data pemakaman para Bapa Gereja & Martir, hingga Commentary.
Chronography 354 sendiri merupakan dokumen yg sangat tua, berusia lebih dari 1,600 tahun. Oleh karena itu sudah ada upaya penyelamatan & penyimpanan digital.

Kalender/Chronography tahun 354 sendiri berisi 16 parts
Part 1: title page and dedication
Part 2: images of the personifications of the cities of Rome, Alexandria, Constantinople and Trier
Part 3: images of the emperors and the birthdays of the Caesars
Part 4: images of the seven planets with a calendar of the hours
Part 5: the signs of the zodiac
Part 6: the Philocalian calendar
Part 7: portraits of the emperors
Part 8: list (fasti) of the consuls to 354 AD
Part 9: the dates of Easter from 312 AD to 411 AD
Part 10: list of the prefects of the city of Rome from 254 to 354 AD
Part 11: commemoration dates of past popes from 255 to 352 AD
Part 12: commemoration dates of the martyrs
Part 13: bishops of Rome
Part 14: The 14 regions of the City
Part 15: Book of generations
Part 16: Chronicle of the City of Rome

Tolong perhatikan part ke-12 : “Commemoration dates of the martyrs !!!”
http://www.tertullian.org/fathers/chronography_of_354_12_depositions_martyrs.htm
Perhatikan baik2 !!!
Dalam part ke-12 tersebut berisi tentang Tempat Pemakaman & Peringatan Tahunan para Martyr yg disebut sebagai: “ITEM DEPOSITIO MARTIRVM”

Perhatikan Bagian awal dari Part-12 tersebut, apa bunyinya…?

VIII kal. Ian. Natus Christus di Betleem Iudeae
artinya : Hari 8 (VII/delapan) sebelum Kalender Januari Natal (Kelahiran) Kristus di Bethlehem Yudea
Dari Dokumen ini kita bisa melihat bahwa Natal 25 Desember (8 hari sebelum Kalender Januari) sudah lumrah dikenal oleh orang pada zaman itu.

Jika kita membaca Sejarah Gereja kuno, khususnya naskah2 kuno Valentinus maka kita akan tahu sebenarnya ITEM DEPOSITIO MARTIRVM sudah ada sejak tahun 336 Masehi, namun di update tahun 354 agar bisa dimasukkan ke dalam Codex tersebut. Pada tahun2 tersebut tanggal 25 Desember sebagai tanggal kelahiran Kristus sudah sangat umum dalam kalender tahunan gerejawi.

APA MAKSUDNYA HARI KE-8 SEBELUM MASUK KALENDER JANUARI…?
Sederhana sekali (^__^)

Kita tahu bahwa sesuai Perjanjian antara Allah dengan Abraham & sesuai tertulis di Torah, semua bayi Yahudi disunat & diberi nama pada hari ke-Delapan.

Kejadian / Genesis 17:9  Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
Gen 17:10  Inilah perjanjian-Ku, yg harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
Gen 17:11  haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
Gen 17:12  Anak yg berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yg lahir di rumahmu, maupun yg dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

Demikian pula ketika YESUS lahir, maka YESUS juga di sunat & diberi nama pada hari ke Delapan.

Lukas 2:21  Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yg disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Seperti kita tahu, Tahun/Tarikh Masehi adalah tarikh yg dipakai secara internasional. Kata “Masehi” berasal dari kata “Messiah/Mesias” yg merupakan jabatan dari Yesus Kristus.
Di Negara2 Barat, tahun Sebelum Masehi (SM) disebut BC = Before Christ (Sebelum Kristus) sedangkan Tahun Masehi (M) disebut AD = Anno Domini (Tahun Tuhan)
Tanggal 1 Januari adalah tanggal dimulainya Tahun Masehi atau ANNO DOMINE (Tahun TUHAN). Hari dimana YESUS Kristus lahir ke dunia & diresmikan namaNya.
Jadi, mari kita hitung mundur tanggal tersebut.

Lukas 2:21  Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yg disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

01 Januari = Hari ke-Delapan
31 Desember = Hari ke-Tujuh
30 Desember = Hari ke-Enam
29 Desember = Hari ke-Lima
28 Desember = Hari ke-Empat
27 Desember = Hari ke-Tiga
26 Desember = Hari ke-Dua
25 Desember = Hari Pertama

Dan…. Hari Pertama, Hari dimana YESUS lahir  itu tanggal berapa…?
“25 Desember” !!!

Hal ini sesuai dengan keterangan dalam “ITEM DEPOSITIO MARTIRVM” di Kalender kuno Romawi “Chronography 354″ yg berbunyi :
VIII kal. Ian. Natus Christus in Betleem Iudeae
artinya : Hari 8 (VIII/delapan) sebelum Kalender Januari adlh Natal Kristus di Bethlehem Yudea.

Nah, mari kita melangkah pada Dokumen yg lebih tua. 

(02). THE COPTIC DIDASCALIA APOSTOLORUM (250 MASEHI)


Salah satu Dokumen Natal Tertua pertama kali dimuat dlm sebuah dokumen gereja “The Coptic Didascalia Apostolorum” (Arab: al-Dustur ar-Rasuliyyah) yg editing terdininya dikerjakan Bapa Gereja Hypolitus sekitar tahun 250-an.
Bunyi dokumen tersebut :“Saudara2ku, peliharalah perayaan kelahiranNya (Natal) setiap tahun pada tgl 25 bulan ke 9 Ibrani (disebut bulan Tebeth, yaitu tanggal 29 bulan ke 4 Mesir (disebut bulan Khiyah)”.

Reference:
  1. Markus Aziz Khalil, The Coptic Orthodox Church (Montreal, Canada: The Coptic Orthodox Pariarchate, t.t.), pg.35)
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Ancient_Church_Orders
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Didache
  4. http://en.wikipedia.org/wiki/Didascalia_Apostolorum
Buku “Didascalia Apostolorum” diedit oleh Hypolitus pada tahun 250, dan salinannya dalam bahasa Syria diterbitkan pada tahun 1854 kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris tahun 1903 oleh Margaret Dunlop Gibson & diterbitkan ulang oleh Cambridge University Press, London. Buku ini sangat kuno & terancam rusak. Beberapa penerbit mencoba me-rekondisi dan menerbitkannya berupa buku Modern seperti contoh diatas ini. Namun copy Digital Arsip kunonya-pun juga sudah ter-arsip & bisa Anda akses secara free of charge.
Link Digital Archive dari “DIDASCALIA APOSTOLORUM” dibawah ini:
 “The Apostles have also Decreed that they should make the day of the Ephifany of our Saviour to be the beginning of the yearly feasts, on the 6th of January (second Conun) according to the number of the Greeks” (Didascalia Apostolorum 3.8.6-8 page 19).


“Para Rasul juga telah ditetapkan bahwa mereka harus membuat hari Ephifany Juruselamat kita menjadi awal dari perayaan2 tahunan, pada 6 Januari (Conun kedua) sesuai dengan angka/tgl Yunani” (Didascalia Apostolorum 3.8.6-8 halaman 19).

Kalimat tersebut merupakan petunjuk untuk merayakan Ephifany yg dianggap dalam satuan perayaan Natus Christus (Kelahiran Kristus) alias Natal pada tanggal 6 Januari, Sebagaimana kita tahu, Gereja Orthodox memelihara Tradisi tersebut sampai saat ini, dengan merayakan Natal pada tanggal 6-7 Januari (24-25 Desember dalam Kalender Modern)
Tanggal 6 Januari bila dikonversikan jatuh pada 24 Desember, Natal hari pertama.
Silahkan melakukan konversinya disini—>
http://www.funaba.org/en/calendar-conversion.cgi

Dari Dokumen kuno tersebut kita sudah bisa melihat bahwa Natal 6-7 Januari Gereja Orthodox atau 25 Desember Gereja2 Barat sudah sangat umum & lumrah pada masa itu.

(03). HIPPOLYTUS’ OF ROME : COMMENTARY ON THE PROPHET DANIEL (225 MASEHI)


Penjelasan dari Gereja Coptic di : http://en.wikipedia.org/wiki/Coptic_calendar menyatakan demikian:

(English)
Coptic Christmas is observed on the 7th day of January. The 25 December Nativity of Christ was attested very early by Hippolytus of Rome(170–236) in his Commentary on Daniel 4:23: “The first coming of our Lord, that in the flesh, in which he was born at Bethlehem, took place eight days before the calends of January, a Wednesday, in the forty-second year of the reign of Augustus, 5500 years from Adam.”

(Bahasa Indo)
Natal Koptik diamati pada hari 7 Januari. Kelahiran Kristus Desember 25 Kelahiran dibuktikan sangat awal oleh Hippolytus dari Roma (170-236) dalam Komentarnya pada Daniel 4:23: “Untuk kedatangan pertama inkarnasi Tuhan kita dalam daging, ketika ia dilahirkan di Betlehem, delapan hari sebelum bulan Januari. hari rabu (Hari ke-4 dalam seminggu adalah Rabu**), sejak Augustus memerintah 42 tahun, tetapi dari Adam 5005 ratus tahun.”

**
Siapakah Hippolytus…?

Hippolytus dari Roma lahir tahun 170-an. Ia disebut sebagai murid Irenaeus, yg adalah murid Polikarpus, murid Rasul Yohanes. Selama masa kepemimpinan Paus Zephry-nus (199-217), Hippolytus sempat menjadi penilik jemaat Gereja Roma. Ia dikenal sebagai teolog yg cerdas dan tegas di zamannya. Ia berani mengkritik Paus Zephrynus yg me-nganut paham bahwa Allah Bapa dan Allah Anak sebetulnya sama, hanya beda nama. Ia percaya bahwa Allah Bapa dan Allah Anak memang berbeda individu, sependapat dengan Justin Martir, pendahulunya, dan dengan sebagian besar gereja sampai sekarang. (Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh; Dr. F.D. Wellem, M.Th; BPK Gunung Mulia; Bab 71 halaman 96)

Hippolytus juga dikenal sebagai seseorang yg tegas tentang kekudusan hidup. Ia pernah mengritik Paus Callixtus I (217-222) karena menyatakan pengampunan dosa kepada orang-orang Kristen yg sudah melakukan dosa besar, senada dengan Novatianus. Ia juga pernah menyerang Paus Urban I (222-230) dan Paus Pontian (230-235). Berbagai konflik ini membuat Hippolytus membuka diri untuk menjadi Paus, menandingi Paus yg diakui gereja resmi. Tindakannya ini membuahkan perpecahan di tengah Gereja.
Pada tahun 235, ia dibuang oleh pemerintah Roma ke Sardinia bersama Paus Pontian. Di sana mereka mati martir. Konon, Hippolytus mati dengan kaki dan tangannya ditarik kuda-kuda ke arah yg berlawanan.

Namun, tidak seperti Novatianus yg sampai akhir hayatnya tetap terpisah dari gereja resmi, dipercaya bahwa Hippolytus dan Pontian sempat berekonsiliasi sebelum akhirnya dihukum mati. Hal ini dibuktikan dengan diteri-manya jenazah Hippolytus oleh Paus Fabian (236-250). Bahkan pada tahun 255 ia diberi gelar santo.
(Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Hippolytus_of_Rome)

Tahun 225 Masehi, dalam sebuah dokumennya yg berjudul “COMMENTARY ON THE PROPHET DANIEL” (Book 4 point 23.3), Hippolytus menuliskan begini:

(Greek)
Ἡ γὰρ πρώτη παρουσία τοῦ κυρίου ἡμῶν ἡ ἔνσαρκος, ἐν ᾗ γεγέννηται ἐν Βηθλεέμ, ἐγένετο πρὸ ὀκτὼ καλανδῶν ἰανουαρίων, ἡμέρᾳ τετράδι, βασιλεύοντος Αὐγούστου τεσσαρακοστὸν καὶ δεύτερον ἔτος, ἀπὸ δὲ Ἀδὰμ πεντακισχιλιοστῷ καὶ πεντακοσιοστῷ ἔτει ἔ

(English)
For the first advent of our Lord in the flesh, when he was born in Bethlehem, was December 25th Wednesday, while Augustus was in his forty-second year, but from Adam, five thousand and five hundred years.” (“COMMENTARY ON THE PROPHET DANIEL” Book 4 point 23.3)

(Bahasa Indo)
“Untuk kedatangan pertama inkarnasi Tuhan kita dalam daging, ketika ia dilahirkan di Betlehem, delapan hari sebelum bulan pertama Januari hari ke-4 dalam seminggu, sejak Augustus memerintah 42 tahun, tetapi dari Adam 5005 ratus tahun.” (“COMMENTARY ON THE PROPHET DANIEL” Buku 4 poin 23.3)

Buku “HIPPOLYTUS’ COMMENTARY ON THE PROPHET DANIEL” adalah Naskah kuno berusia hampir 1,800 tahun. Namun Arsip Digitalnya telah dibuat & diterjemahkan dalam bahasa Inggris, bisa Anda Download secara lengkap disini—>
http://www.chronicon.net/chroniconfiles/Hippolytus%20Commentary%20on%20Daniel%20by%20TC%20Schmidt.pdf

Dari Dokumen2 tersebut kita tahu bahwa sejak tahun 225 Masehi (100 tahun sebelum zaman Kaisar Konstantin & Konsili Nicea), Natal 25 Desember telah dikenal luas. Dengan demikian tuduhan para Penentang Natal 25 Desember yg menyatakan bahwa Natal ditetapkan oleh Kaisar Konstantin, Otomatis GUGUR!!! Sebab catatan Natal Hippollytus sudah ada sejak tahun 225 Masehi, atau 100 tahun sebelum zaman Kaisar Konstantin.

Dan….
Mari kita melangkah terus menuju ke Dokumen yg lebih tua lagi dari Dokumen sebelumnya. Supaya mereka semua yg menentang Natal menyadari kegoblokan2 mereka yg suka asbun.

(04). ABBA DEMETRIUS : ANNO MARTYRI (189-232 MASEHI) 


Baba Dimitri atau Abba Demetrius adalah Uskup/Patriarch of Alexandria (189-232 AD). Ia adalah Bishop ke-11 setelah Saint Marcus. Baba Dimitri inilah yg sangat serius melawan ajaran Origen, ketika Origen mulai mempelajari filsafat Yunani & menerapkannya dalam ajaran2nya secara kebablasan. (http://en.wikipedia.org/wiki/Pope_Demetrius_of_Alexandria)

Origen sebenarnya adalah salah satu cendekiawan Kristen yg hebat pada masa itu. Namanya menjadi sangat dikenal ketika tahun 230 Origen menyusun Hexapla, yaitu terjemahan Alkitab yg merupakan kompilasi dari semua terjemahan-terjemahan yg sudah ada. Di masa itu juga muncul Peshitta, terjemahan dalam bahasa Siriak dan Vetus Latina, terjemahan dalam bahasa Latin. Namun Origenes menjadi semakin miring ketika ia mengambil banyak gagasan Plato yg sangat asing dengan kekristenan Ortodoks.

Kesalahannya yg paling mencolok adalah paham Yunani bahwa benda dan dunia ini jahat. Ia percaya akan eksistensi roh sebelum lahir dan mengajarkan bahwa keberadaan manusia di atas bumi ini ditentukan oleh perilakunya ketika dalam keadaan praeksistensi/sebelum lahir.

Origen menolak paham kebangkitan daging dan mempertimbangkan gagasannya bahwa akhirnya Allah akan menyediakan keselamatan bagi semua manusia dan malaikat. Karena Allah tidak mungkin menciptakan bumi ini tanpa berhubungan langsung dengan zat awal, maka Sang Bapa memperanakkan Putra-Nya untuk menciptakan bumi yg abadi ini. Ketika Sang Putra mati di kayu salib, maka itu hanya kemanusiaan Yesus yg mati sebagai tebusan bagi iblis atas kejahatan dunia. Oleh karena pemahaman2 sesatnya, maka karena kesalahan-kesalahan semacam ini, maka Uskup Demetrius dari Alexandria mengadakan sidang di Roma & akhirnya mengekskomunikasi Origenes dari Gereja. (http://www.newadvent.org/cathen/04706b.htm)

Salah satu Dokumen Penanggalan Natal pertama kali ditetapkan tahun 198 masehi oleh Bapa Gereja Mesir; Baba Dimitri (Abba Demetrius) tersebut & tahunnya disebut tahun “Anno Martyri” (tahun setelah penganiayaan selesai). Perhitungan itu pertama kalinya secara akurat dihitung di Mesir oleh seorang astronom dari Gereja Koptik, namanya Batlimeus, yg pada akhir abad kedua Masehi membuat perhitungan yg cermat atas perintah Baba Dimitri.. (* Markus Aziz Khalil, The Coptic Orthodox Church (Montreal, Canada: The Coptic Orthodox Patriarchate)

Batlimous melakukan perhitungan berdasarkan penampilan bintang Siriuz & Kalender Mesir. Ia akhirnya menemukan kelahiran Yesus terjadi pada tanggal 29 pada bulan Khiahk, atau pada tanggal 25 bulan Tebeth (kalender Yahudi). Mesir Calendar diakui oleh UNESCO sebagai kalender yg paling akurat dibandingkan kalender lain yg pernah ada. (* The Modern Science of Astrology (London: UNESCO, 1966)

Pada saat itu, Kekaisaran Romawi di wilayah tersebut menggunakan kalender Julian (pembaruan Sosigenes, yg datang dari Alexandria, Mesir) dihitung berdasarkan 700 tahun berdirinya Roma. Di kemudian hari (1582 M), Paus Gregorius dari Roma memodifikasi kalender Julian yg disebut kalender Gregorian berlaku dalam Gereja Barat sampai sekarang, tetapi dalam Gereja Timur masih menggunakan kalender Julian.Seperti yg saya sebutkan sebelumnya, Batlimous telah menetapkan kelahiran Yesus terjadi pada tanggal 29 pada bulan Khiahk, atau pada tanggal 25 bulan Tebeth (kalender Yahudi), kemudian atas dasar tiga belas-hari perbedaan antara Barat dan Timur perayaan Paskah Gereja, maka Gereja Timur telah menetapkan perayaan Natal bagi Gereja Timur diadakan pada tanggal 7 Januari, perbedaannya adalah tiga belas hari dari tanggal 25 Desember, yg merupakan Hari Natal bagi Gereja Barat. (* Iris Habib al-Misri, The Story of the Copts (Cairo: The Middle East Council of Churches)

Akurasi perhitungan Batlimous mempunyai arti yg sangat penting bagi dasar pola2 perhitungan Computus yg disusun oleh Dionysius Exiguus & dipakai gereja2 kuno dalam melakukan penghitungan & pencarian berbagai tanggal penting. Salah satu penghitungan yg sangat terkenal dari sistem Computus adalah Easter Computus (http://en.wikipedia.org/wiki/Computus)

Salah satu buku modern yg menyusun penghitungan dengan sistem Computus adalah “The Easter Computus & The Origins of The Christian Era” karya Alden A. Mosshammer.

Salah satu contoh diagram penghitungan Computus untuk penghitungan tanggal Paskah bisa Anda klik disini—>
http://www.jgiesen.de/moon/easter/index.html

Bukti dokumen diatas menunjukan bahwa Natal 25 Desember sudah ada jauh sebelum kaisar Konstantin lahir dan kita akan melangkah ke dokumen yg jauh lebih tua lagi usianya.

(05). L’ES STROMATE  (BOOK I, XXI) ; CLEMENT DE ALEXANDRIE (185 MASEHI)


Clement dari Alexandria (Titus Flavius Clement)

Hidup kira-kira pada tahun 150 — 215 adalah filsuf Kristen pertama dan salah satu guru yg paling terkenal di Gereja Alexandria (Church of Alexandria). Dia terkenal karena usahanya menyatukan filosofi Yunani dengan ajaran-ajaran Kristen dan menarik sejumlah besar penyembah berhala ke gereja. Semangatnya terhadap filosofi, khususnya pada ajaran-ajaran Plato, berperan besar dalam penyebaran agama Kristen di Yunani. Dari dulu hingga sekarang, ia dianggap sebagai tokoh yg sangat tidak ortodoks dan kontroversial dalam sejarah gereja.

Titus Flavius Clement lahir kira-kira pada pertengahan abad ke-2. Beberapa ahli menyebut Athena sebagai tempat kelahirannya dan hal ini didukung dengan karakter klasik Yunani pada dirinya. Orang tuanya adalah pemuja berhala yg kaya dan memiliki beberapa kedudukan sosial. Clement pernah tinggal di Yunani, Italia, dan Palestina sebelum akhirnya menetap di Mesir. Saat mencari seorang guru rohani, dia datang kepada Pantaenus, kepala sekolah katekis di Alexandria, dan akhirnya meneruskannya menjadi direktur sekolah itu.

Clement mengajarkan Injil dan doktrin Kristen kepada orang-orang yg akan baptis, mengundang orang-orang yg menyembah berhala dan petobat baru untuk mendengarkan ajarannya. Salah satu muridnya yg paling terkenal adalah Origen. Pada tahun 202, Kaisar Roma, Septimius Severus, mulai menganiaya orang-orang Kristen dengan lebih kejam dan menutup sekolah katekis di Alexandria, memaksa Clement untuk meninggalkan Asia Minor. Dia diyakini meninggal kira- kira sebelum tahun 215.

Nah, salah satu bukti tertua tentang Natal juga berasal dari sebuah Komentar dalam buku yg dibuat oleh Clement de Alexandrie ini, berjudul : L’ES STROMATE” (THE BOOK OF STROMATA).
Apakah L’ES STROMATE / STROMATA itu...?
Karya trilogi yg mewakili ide-ide terpenting Clement adalah susunan :
  1. Protreptikos (Exhortation to Conversion/Nasihat untuk Bertobat)
  2. Paidagogos (Moral Tutor/Ajaran Moral), dan
  3. Stromateis (Miscellany/Bunga Rampai).
Dalam karya literaturnya yg berani, Clement berusaha memajukan kekristenan untuk orang-orang percaya dalam bentuk literatur sekuler tradisional. Ada kemajuan sistematis dalam tiga karya utama ini: yg pertama ditujukan kepada para penyembah berhala yg belum bertobat, yg kedua untuk orang-orang Kristen baru, dan yg ketiga orang-orang percaya yg sudah mencapai kedewasaan iman.

Stromata (Στρώματα) adalah karya ketiga Clement dari Alexandria. Sebuah Trilogi hebat yg sangat berguna bagi kehidupan Kristen. Clement memberi judul karyanya ini “Stromata” (Bunga Rampai/Campur aduk), karena bentuknya yg “tambal sulam,” sebab membahas berbagai hal. Stromata merupakan karya lebih jauh dari dua pendahulunya dan bertujuan untuk menuntun kepada kesempurnaan kehidupan Kristen.

STROMATA telah diterbitkan secara modern beberapa kali. Namun terbit pertama kali di tahun 1900 oleh penerbit Edition du Cerf dalam bahasa Prancis.

Dalam perkembangan berikutnya terbit juga edisi bahasa Inggrisnya. Buku STROMATA ini telah dicetak secara modern & diterbitkan dalam beberapa edisi.

STROMATA terdiri dari XXIX (29) Chapter.
Berikut ini Daftar isi / Chapters-nya:
Book I
Chapter I.-Preface-The Author’s Object-The Utility of Written Compositions.1
Truth Hidden From Most: Spiritual Worship —Part Two—Part Three—
Chapter II.-Objection to the Number of Extracts from Philosophical Writings in These Books Anticipated and Answered.
Chapter III.-Against the Sophists.
Chapter IV.-Human Arts as Well as Divine Knowledge Proceed from God.
Chapter V.-Philosophy the Handmaid of Theology.
Chapter VI.-The Benefit of Culture.
Chapter VII.-The Eclectic Philosophy Paves the Way for Divine Virtue.
Chapter VIII.-The Sophistical Arts Useless.
Chapter IX.-Human Knowledge Necessary for the Understanding of the Scriptures.
Chapter X.-To Act Well of Greater Consequence Than to Speak Well.
Chapter XI.-What is the Philosophy Which the Apostle Bids Us Shun?
Chapter XII.-The Mysteries of the Faith Not to Be Divulged to All.
Chapter XIII.-All Sects of Philosophy Contain a Germ of Truth.
Chapter XIV.-Succession of Philosophers in Greece.
Chapter XV.-The Greek Philosophy in Great Part Derived from the Barbarians.
Chapter XVI.-That the Inventors of Other Arts Were Mostly Barbarians.
Chapter XVII.-On the Saying of the Saviour, “All that Came Before Me Were Thieves and Robbers.”189
False prophets, Spirit of Christ in Prophets, Spirit of the Devil
Chapter XVIII.-He Illustrates the Apostle’s Saying, “I Will Destroy the Wisdom of the Wise.”
Chapter XIX.-That the Philosophers Have Attained to Some Portion of Truth.
Chapter XX.-In What Respect Philosophy Contributes to the Comprehension of Divine Truth.
Speaking in Tongues is speaking known Dialects.
Chapter XXI.-The Jewish Institutions and Laws of Far Higher Antiquity Than the Philosophy of the Greeks.
Speaking in tongues
Chapter XXII.-On the Greek Translation of the Old Testament.
Chapter XXIII.-The Age, Birth, and Life of Moses.
Chapter XXIV.-How Moses Discharged the Part of a Military Leader.
Chapter XXV.-Plato an Imitator of Moses in Framing Laws.
Chapter XXVI.-Moses Rightly Called a Divine Legislator, And, Though Inferior to Christ, Far Superior to the Great Legislators of the Greeks, Minos and Lycurgus.
Chapter XXVII.-The Law, Even in Correcting and Punishing, Aims at the Good of Men.
Chapter XXVIII.-The Fourfold Division of the Mosaic Law.
Chapter XXIX.-The Greeks But Children Compared with the Hebrews.

“And there are those who have determined not only the year of our Lord’s birth, but also the day; and they say that it took place in the twenty-eighth year of Augustus, and in the twenty-fifth day of Pachon.” (STROMATA I, xxi (Book 1 – Chapter XXI)

“Dan ada orang-orang yg ditentukan tidak hanya tahun kelahiran Tuhan kita,tetapi juga hari, dan mereka mengatakan bahwa itu terjadi pada tahun dua puluh delapan Augustus, dan pada hari kedua puluh lima dari Pachon.” STROMATA I, xxi (Book 1 – Chapter XXI)

http://www.preteristarchive.com/ChurchHistory/0185_clemens_stromata.html

APA MAKSUDNYA…?

Sebelum memahami kata2 tersebut kita harus melihat pada suksesi para kaisar roma. Dengan demikian kita menjadi paham latar belakang kalimat dalam STROMATA tersebut.
Mari saya jelaskan:
Pada 23 Juni 47 SM s/d 30 Agustus SM memerintah seorang bernama Ptolemy XV Philopator Philometor Caesar yg dijuluki Caesarion / Caesar kecil, (dalam bahasa Yunani:Πτολεμαίος ΙΕ’ Φιλοπάτωρ Φιλομήτωρ ΚαίσαρΚαισαρίων). Ia adalah firaun terakhir dalam dinasti Ptolemeus di Mesir. Ia memerintah sejak umur 3 tahun bersama ibunya, Cleopatra VII, dari 2 September 44 SM sampai Agustus 30 SM, ketika ia dibunuh oleh Oktavianus, yg kemudian menjadi kaisar Romawi Augustus. Ia adalah anak laki-laki tertua Cleopatra VII. Kemungkinan besar ayahnya adalah Julius Caesar. Bila benar demikian, ia adalah anak kandung Caesar satu-satunya.

Ptolemy XV, kadang disebut “Ptolemy Caesar”, biasanya dikenal dengan nama panggilan “Caesarion”, dilahirkan di Mesir pada tahun 47 SM dan menjalani dua tahun, dari 46-44 SM, diRoma, di mana ia dan ibunya adalah tamu Caesar. Cleopatra VII berharap bahwa anaknya akan meneruskan ayahnya Caesar menjadi kepala Republik Romawi dan Mesir. Setelah pembunuhan Caesar pada 15 Maret 44 SM, Cleopatra dan Caesarion kembali ke Mesir. Caesarion menjadi raja dan bersama-sama memerintah dengan ibunya mulai 2 September 44 SM dalam usia 3 tahun, walaupun ia hanya menjabat sebagai raja, sedangkan Cleopatra VII memerintah sendiri.

Dalam masa sebelum sengketa antara Markus Antonius dengan Octavianus, Markus Antonius, yg saat itu menguasai Republik dalam triumvirat dengan Oktavianus dan Lepidus, memberi daerah-daerah kekuasaan di timur dan gelar-gelar kepada Caesarion dan kepada 3 anak Markus Antonius bersama Cleopatra. Caesarion digelari “Raja segala Raja”. Yg paling mengancam Oktavianus (yg kekuasaannya didasarkan pada statusnya sebagai anak keponakan dan anak angkat Julius Caesar), Antonius menggelari Caesarion anak kandung dan ahli waris Caesar. Pernyataan ini menyebabkan sengketa serius antara Markus Antonius dan Oktavianus, yg mengumumkan perang melawan Antonius dan Cleopatra.

Ketika Oktavianus menyerang Mesir pada 30 SM, Cleopatra VII mengirim Caesarion, ketika itu berusia 17 tahun, ke pelabuhan Laut Merah Berenice untuk keamanannya, dengan rencana melarikan diri ke India. Oktavianus menduduki kota Alexandria pada 1 Agustus 30 SM, tanggal ketika Mesir dimasukkan ke Republik Romawi. Markus Antonius telah bunuh diri sebelum Oktavianus masuk ke ibukota; Cleopatra mengikuti bunuh diri pada 12 Agustus 30 SM. Penjaga-penjaga Caesarion, termasuk gurunya, mengkhianati dia dan Oktavianus memerintahkan pembunuhan Caesarion. Oktavianus kemudian memerintah Mesir. Tahun 30 SM BC dianggap sebagai tahun pertama pemerintahan raja baru sesuai dengan sistem penanggalan tradisional Mesir. Dalam daftar-daftar saat itu Oktavianus disebut sebagai firaun dan pengganti Caesarion.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Caesarion)

Siapakah Markus Antonius…?

Markus Antonius (Roma, ± 14 Januari 83 SM - 1 Agustus 30 SM) merupakan politikus dan jenderal Romawi Kuno. Ia merupakan pendukung penting Julius Caesar sebagai jenderal dan administrator. Setelah pembunuhan Caesar, Antonius bergabung dengan Oktavianus dan Lepidus untuk membentukTriumvirat Kedua. Pemerintahan ini berakhir pada tahun 33 SM dan Antonius membunuh diri bersama Cleopatra. (http://id.wikipedia.org/wiki/Markus_Antonius)

Nah, mari kita lihat sekali lagi…

“And there are those who have determined not only the year of our Lord’s birth, but also the day; and they say that it took place in the twenty-eighth year of Augustus, and in the twenty-fifth day of Pachon.” (Stromata, I, xxi)


 “Dan ada orang-orang yg ditentukan tidak hanya tahun kelahiran Tuhan kita,tetapi juga hari, dan mereka mengatakan bahwa itu terjadi pada tahun dua puluh delapan Augustus, dan pada hari kedua puluh lima dari Pachon.” (Stromata, I, xxi)

Bagaimana Cara menghitungnya…?

Jika kita menghitung dari kematian Markus Antonius dalam 30 SM, maka 28 tahun sebelum Kaisar Augustus adalah tahun 2 SM. Bulan pertama dari kalender Mesir adalah Thoth. (1 Thoth = 29 Agustus). Bulan kesembilan adalah bulan Pachon. Namun, hal ini biasanya dijelaskan oleh fakta bahwa bulan-bulan sebenarlnya mengambil nama mereka dari tempat dimana mereka muncul pada tahun tersebut. Oleh karena itu, Oktober, November dan Desember adalah bulan kedelapan, kesembilan, kesepuluh jika dihitung dari bulan Maret dalam kalender Romawi asli yg hanya mempunyai 10 bulan. (Bulan ke-8, 9, 10 kalender Romawi = Oktober, November, December)

Inilah daftar Kalender Romawi (Romulus)

(http://en.wikipedia.org/wiki/Roman_calendar)
(http://www.webexhibits.org/calendars/calendar-roman.html)

1. Martius (31 days)
2. Aprilis (30 days)
3. Maius (31 days)
4. Iunius (30 days)
5. Quintilis [2] (31 days)
6. Sextilis (30 days)
7. September (30 days)
8. October (31 days)
9. November (30 days)
10. December (30 days)

Namun, Bapa2 Gereja Yunani sering memilih April daripada Maret sebagai Bulan Pertama dalam setahun. Seperti yg dilakukan oleh St. Chrysostom, Anastasius Patriarch of Antioch, the Apostolic Constitutions, Macarius, Stephanus, Gobarus, dan banyak lagi.

Perhitungan tersebut membuat November mundur dan Desember menjadi bulan ke-9 jika dihitung dari bulan April. Oleh karena itu, tertulis bahwa Kristus lahir pada hari ke-25 bulan ke-9, maka itu berarti tanggal 25 Pachon menurut kalender Mesir & itu berarti 25 Desember menurut kalender Romawi.
Hal ini dipercayai juga oleh John Selden & Johannes Keppler
(http://en.wikipedia.org/wiki/Johannes_Kepler)

Dari Dokumen2 tersebut kita tahu bahwa sejak tahun 185 Masehi (Hampir 200 tahun sebelum zaman Kaisar Konstantin & Konsili Nicea), Natal 25 Desember telah dikenal luas. Dengan demikian tuduhan para Penentang Natal 25 Desember yg menyatakan bahwa Natal ditetapkan oleh Kaisar Konstantin, Otomatis GUGUR!!! Sebab catatan STROMATA sudah ada sejak tahun 185 Masehi, atau hampir 200 tahun sebelum zaman Kaisar Konstantin.

(06). THE APOSTOLIC CONSTITUTIONS (70 MASEHI)


The Apostolic Constitutions (dalam bahasa Syrian dikenal dgn Piagam Rasulliyah) merupakan kumpulan konstitusi Rasuli. Ada berbagai Konstitusi yg dibagi dalam beberapa bagian/buku. Bahan2 tersebut berasal dari berbagai sumber yg berbeda2 usianya. Kompilasi Apostolic Constitutions ini disusun sejak tahun 70 s/d. 250 Masehi.
Dalam APOSTOLIC CONSTITUTIONS buku Kelima, Section. III tersebut, kita akan menemukan kalimat:

“Brethren, observe the festival days; and first of all the birthday which you are to celebrate on the twenty-fifth of the ninth month…”


“Saudara-saudara, patuhilah hari-hari festival, dan terutama ulang tahun yg Anda rayakan pada tanggal dua puluh lima bulan ke sembilan …”


( The Apostolic Constitutions, Book V, Section 3 : On Feast Days and Fast Days ; A Catalogue of the Feasts of the Lord Which are to Be Kept, and When Each of Them Ought to Be Observed.)
http://www.newadvent.org/fathers/0715.htm

Tanggal 25 bulan ke-9 dihitung dari bulan Nisan (April) adalah Kislev dalam Kalender Ibrani. Dan apabila di konversi ke Kalender Romawi, maka tanggal 25 bulan ke-9 adalah 25 Desember.
Sekarang jelas!
Masa2 itu sangatlah jauh dari masa Kaisar Konstantin & Paus Julius I hidup (Tahun 350 Masehi)!!!
Bedanya Ratusan Tahun!!!

Jadi catatan tertua tentang Natal adalah tanggal 29 Khiyah yg sejajar dgn penanggalan Ibrani tanggal 25 bulan Tebeth dan sejajar dengan penanggalan Matahari versi Gregorian tanggal 25 Des atau versi Julian yg jatuh pada tanggal 6/7 Januari.

Dalam Lukas 1:26, hanya dikatakan bahwa Malaikat Gabriel menjumpai Maria ketika Elizabeth mengandung Yohanes pada bulan ke-6 dari kehamilannya tersebut. Menurut John Chrisostomos, berita tentang akan lahirnya Yohanes Pembaptis adalah pada saat orang-orang Yahudi merayakan Perayaan Tabernakel (Yom Kippur), jatuh pada tanggal 10 bulan Tishri, Yg mana Zakharia mendapat giliran bertugas memimpin ibadah tersebut (Lukas 1:5-25).
(Bambang Noorsena, Ziarah ke Tanah Suci. Jakarta: Komunitas Nisita, 2004, pg.201)

John Chrisostomos yg menghitung menurut tarikh Syro-Makedonia, bahwa penyampaian berita tentang Yesus oleh Gabriel jatuh pada tanggal 25 Maret. [Cf. “Al-A’id Al-Tsabitah”, dalam Mar Ignatius Zakka I ’Iwas, At-tuhfat ar Ruhiyyat fii Ash Shalat al-Fardhiyyat (Allepo: Dar-Raha lin Nasyr, 1990), pg. 204].

Dengan hitungan tersebut maka di dapat tanggal kelahiran Yesus yaitu, 29 bulan Mesir Khiakh, yg sejajar dengan tanggal 25 bulan Yahudi Tebet atau tanggal 25 Desember Masehi. Namun Gereja di sebelah Timur merayakan pada tanggal 7 Januari, karena selisih antara kalender Gregorian Barat dengan Kalender Julian yg lama yg masih diikuti oleh gereja-gereja Timur. [jelasnya Lihat Bambang Noorsena, 202-204]. Bahkan Gereja Orthodox Armenia menetapkan pada tanggal 19 Januari.

Berbagai perhitungan tersebut didasari oleh Pemahaman bahwa didalam Alkitab, tercatat bahwa Malaikat Gabriel bertemu Maria di 6 bulan setelah Elizabeth mulai mengandung Yohanes Pembaptis (Lukas 1:26). Seperti disebutkan sebelumnya, catatan sejarah tentang kelahiran Yohanes Pembaptis diumumkan oleh malaikat. Menurut Chrysostom, Pemberitahuan kelahiran Yohanes terjadi pada Hari Raya Tabernakel Tabernakel (Yom Kippur), yg berlangsung pada tanggal 10 bulan Tishri, ketika imam Zakharia dari kelompok Abia bertugas di Bait Allah, Yerusalem.

Kalender Yahudi pada hitungan tahun tertentu memiliki bulan sampai 13, sehingga bulan setelah enam bulan Tishri bisa jatuh pada bulan Adar Syeni atau Nisan. Oleh karena itu, pergantian pelayanan di Bait Allah oleh para imam sebagaimana didefinisikan dalam Taurat akan bergeser setiap tahun. Hal ini sebenarnya sangat sulit dan tidak dapat digunakan sebagai patokan. Tetapi jika kita melihat tradisi Gereja Syria berasal dari Efraim Mar, Suriah, menyatakan bahwa pernyataan Malaikat Gabriel kepada Maria jatuh pada bulan Nisan.

Tradisi Gereja konsisten dengan catatan John Chrysostom yg menghitung menurut pedoman Siro Makedonia, bahwa Maria menerima kabar baik dari malaikat Gabriel (Kabar Sukacita Kristus) berlangsung pada tanggal 25 (Siro-Makedonia: Xanthikos). Berdasarkan perhitungan tersebut dan kemudian kita mendapatkan kelahiran Yesus adalah pada tanggal 29 bulan Khiahk (ini dicatat dalam Koptik Didascalia Apostolorum, Khiahk adalah bulan keempat dari kalender Mesir), yg sejajar dengan 25 bulan Tebet (Tebet adalah bulan kesembilan pada kalender Yahudi), atau pada tanggal 25 Desember di Tahun Masehi.

Perbedaan antara Hari Natal Gereja Barat (Roma dan Protestan) dan Gereja Timur…?

Sebenarnya, pengaturan perayaan hari libur Gereja untuk pertama kalinya secara akurat dihitung di Mesir oleh seorang astronom dari Gereja Koptik, namanya Batlimeus, yg pada akhir abad kedua AD membuat perhitungan cermat atas perintah al-Baba Dimitri, yg menjabat sebagai Patriark Alexandria dari tahun 199-232 Masehi

Batlimous melakukan perhitungan didasarkan pada penampilan bintang Siriuz (kalender Mesir diakui oleh UNESCO sebagai kalender paling akurat dibandingkan kalender lain yg pernah ada). Pada saat itu, Kekaisaran Romawi di kawasan tersebut menggunakan kalender Julian (perpanjangan Sosigenes, yg berasal dari Alexandria, Mesir) dihitung berdasarkan 700 tahun berdirinya Roma. Pada tanggal kemudian (1582 M), Paus Gregorius dari Roma memodifikasi kalender Julian yg disebut kalender Gregorian yg berlaku dalam Gereja Barat sampai sekarang, tetapi dalam Gereja-Gereja Timur masih menggunakan kalender Julian.

Masalah baru yg muncul adalah fakta bahwa dua kalender (Julian dan Gregorian) BERDASARKAN sirkulasi Matahari. Kemudian ada perbedaan dalam pelaksanaan perhitungan pesta Paskah. Gereja Barat yg mengikuti adat istiadat Yahudi Paskah ditentukan bahwa waktu perayaan Paskah tepat pada bulan purnama di musim semi. Pada kenyataannya, kalender Yahudi jelas berbeda dari kalender Gregorian.kalender Yahudi, yg berpatokan pada peredaran Bulan, memiliki jumlah hari hanya 354 hari setahun, sehingga perbedaan dengan kalender Gregorian dengan 10 hari.

Untuk mengetahui Perbedaan antar Kalender silahkan Klik disini—>
KALENDER GREGORIAN
http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Gregorian
KALENDER JULIAN
http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Julian
CONVERTER BERBAGAI KALENDER
 http://www.fourmilab.ch/documents/calendar/

Oleh karena itu pada tanggal 5 Oktober 1582 AD, kalender Gregorian maju 10 hari, maka salah satu hari dihilangkan pada tahun 1700, 1800 dan 1900 AD mengikuti bulan purnama naik di Paskah, sebagai tradisi Yahudi. Apa yg terjadi kemudian adalah selisih total dalam perayaan Paskah antara Gereja Barat dengan Gereja-Gereja Timur sampai 13 hari. Hal ini terjadi karena Gereja Timur tidak mengikuti tradisi bulan purnama di Paskah. Gereja Timur menetapkan bahwa perayaan Paskah selalu terjadi pada hari Minggu, tidak peduli apakah itu terjadi selama bulan purnama atau tidak.

Seperti saya sebutkan sebelumnya, perhitungan tanggal Natal berdasarkan pergerakan Syrius & kalender Mesir yg dibuat oleh Batlimous telah menetapkan kelahiran Yesus terjadi pada tanggal 29 pada bulan Khiahk, atau pada tanggal 25 bulan Tebeth (kalender Yahudi), kemudian berdasarkan perbedaan tiga belas hari antara Barat dan Gereja Timur perayaan Paskah, maka Gereja Timur telah menetapkan perayaan Natal untuk Gereja Timur diadakan pada tanggal 7 Januari perbedaan adalah tiga belas hari dari tanggal 25 Desember yg merupakan Hari Natal Gereja Barat.

So…
Jika ditanya, maka setiap orang berhak mengemukakan pendapatnya mengenai tanggal Kelahiran Kristus. Namun saya pribadi lebih condong pada catatan tertua tentang Natal adalah tanggal 29 Khiyah yg sejajar dgn penanggalan Ibrani tanggal 25 bulan Tebeth dan sejajar dengan penanggalan Matahari versi Gregorian tanggal 25 Des atau versi Julian yg jatuh pada tanggal 6/7 Januari.
Demikianlah semoga tulisan ini bisa menjadi berkat.

TUHAN Yesus memberkati.


Source :
Diedit seperlunya dari tulisan Pst Wenas / Gintara Yongki Wenas

8 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Tuhan Yesus lahir dari rahim ibunya yang juga manusia .....
    Masa terus Yesus jadi Tuhan ??????
    Jadi Maria IBU Tuhan dong !

    BalasHapus
  3. Lha kalo Maria IBU Tuhan .....
    Trus YOSEF jadi BAPA nya Tuhan ........
    Lho katanya suami IBU Maria kan YOSEF !
    Oh bukan ? Klo gitu TUHAN BAPA ayah Yesus dong !

    BalasHapus
  4. Anak Eros, anak Set dan anak Adam juga mereka anak anak TUHAN
    Bapanya sipa ya mereka itu ?
    Apa Tuhan BAPA juga kah ?

    BalasHapus
  5. Bingung nih ....... cari pegangan tiang dong biar kagak jatuh keblinger !

    BalasHapus
  6. Pst Wenas / Gintara Yongki Wenas adalah seorang PENIPU
    .
    https://bengcumenggugat.wordpress.com/2012/09/28/bengcu-menggugat-karena-oen-tay-joeng-penulis-buku-dan-dosen-palsu/

    BalasHapus
  7. Kalian tahu apa tidak ...........................
    Disetiap GAMBAR tuhan YESUS yang disalib, pasti kepalanya BERCAHAYA, awas jangan salah, itu bukan kepala Yesus yang bersinar, tapi itu gambar DEWA MATAHARI yg diadopsi oleh gereja pada thn 325 sesudah Yesus WAFAT di Nicea Istambul TURKI

    BalasHapus