Senin, 18 Juni 2012

Legitimasi Alkitab Oleh Yesus Kristus


Selama ini..
Qt selalu berfikir 'n bertanya..
Apakah Yesus memerintahkan murid2-Nya untuk menulis Injil (Kabar Baik) tentang Dia..?
Apakah Yesus melegetimasi ke 4 Injil yg Qt gunakan sekarang..?
Apakah Roh Kudus berperan dalam penulisan k4 Injil..?
Hmmm...
Sy mengajak setiap Qt untuk menyelidiki ini apakah benar Yesus melakukan apa yg Qt pertanyakan diatas..

»»»

Ketika berada dibumi, Yesus memberitakan otoritas kepada murid2-NYA untuk menuliskan Perjanjian Baru.

Otoritas diberikan,
Roh KuÐus akan menuntun katÀ2 pa®a murid.

Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.
Lukas 12:12

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Yohanes 14:26

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Yohanes 16 : 13

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Kisah Para Rasul 1:8


Yesus mengatakan bahwa murid2-NYA akan menulis Injil

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.
Matius 24:14

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.
Matius 26:13

Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
Markus 8:35


Injil diberitakan oleh para rasul

Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan.
Kisah Para Rasul 8:12


Legitimasi pemberitaan Injil ttg Yesus Kristus

Dr Yesus Kristus

Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma."
Kisah Para Rasul 23:11


Dr Malaikat

Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh Firman Hidup itu kepada orang banyak.
Kisah Para Rasul 5:20


Jawaban dr para rasul atas legitimasi Alkitab

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
2 Timotius 3:16

Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.
Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.
Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.
1 Petrus 1:8-12


Well there..
Setelah mengetahui bahwa Injil yg Qt miliki sekarang ini sudah mendapat legitimasi dr TUHAN Yesus, bagaimana Qt bisa yakin bahwa Alkitab ini betul Firman Allah..?

Alkitab bercerita tentang sejarah bangsa2 yg terjadi di Timur Dekat yg dipusatkan pada 1 bangsa yakni bangsa Israel.
Dunia sejarah dan arkeologi mengungkapkan bahwa apa yg tertulis dlm Alkitab benar2 terjadi.
Skeptis menyatakan bahwa tidak mungkin Musa menulis kitab Pentateukh pd abad ke 15 BC karena pada masa itu orang belum mengenal tulisan.
In fact that...
Para arkeolog telah menemukan sejumlah besar prasasti kuno termasuk tugu hitam yg terkenal yg berinkripsi Hukum Hammurabi yg ditulis sebelum tahun 2000sm, dengan demikian memberikan bukti bahwa selama berabad-abad sebelum Musa, banyak orang sudah mengenal tulisan.
Mesir terkenal dgn hierogliphnya, Sumeria terkenal dgn huruf pakunya.
Bangsa2 ini sudah memiliki peradaban sebelum lahirnya bangsa Israel.
Terlebih lagi Musa, yg dr sejak kecil sampai masa sebelum dia dipanggil Allah, adalah seorang pangeran Mesir dan dibimbing dlm hikmat orang Mesir.
Selain itu, skeptis juga menyangkal peristiwa Èksodus bangsa Israel dr tanah Mesir namun sekali lagi, Àrkeolog membuktian hal itu dengan ditemukannya sejumlah inkripsi yg berada disekitar perjalanan yg ditempuh oleh bangsa Israel.
Beberapa diantaranya :
Banyak kritikus berpendapat bahwa gurun pasir yg kering seperti Sinai tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan makanan kambing domba dan ternak yg dimiliki bangsa Israel sewaktu mereka melakukan perjalanan di gurun pasir selama 40 tahun.
But...
Pada tahun 1860, W. Holland menjelajah sebagian besar Semenanjung Sinai. Meskipun keadaan tanah tandus itu pada masa kini kering kerontang dan sepi, ia menemukan bahwa beberapa daerah masih dapat memenuhi kebutuhan makanan sejumlah besar kawanan ternak.
Andaikata temperatur atw tingkat curah hujan berubah sedikit saja, jumlah padang rumput yg tersedia akan lebih luas dr kondisi yg Qt lihat sekarang.
(W. Holland, Recent Exploration in the Peninsula of Sinai, 1869)

Para skeptis kembali meragukan kisah Menara Babel yg ditulis oleh Musa karena pada masa itu dikatakan bahwa pada mulanya, di dunia ini hanya ada satu bahasa sebelum akhirnya Allah mengacaukan bahasa manusia dan akhirnya manusia terserak sampai ke ujung2 bumi.
Namun...
Sekali lagi arkeologi mencatat kebenaran yg telah ditulis dlm Alkitab tentang kisah itu.
Sebuah temuan prasasti raja Nebukadnezar yg membangun kembali Menara Babel itu menuliskan demikian seperti yg diterjemahkan oleh Profesor Oppert dan Mr William Loftus dalam bukunya, Travels and Researches in Chaldea and Sinai.

Prasasti raja Nebukadnezar Ditemukan di Menara Babel

Menara, rumah kekal, yg aku temukan dan bangun.
Telah aku lengkapi kemegahannya dengan perak, emas, logam-logam lain, batu-batuan, batu-batu yg dilapis porselen, kayu cemara dan pinus.
Yang pertama merupakan dasar rumah bumi, Monumen Babel terkuno;aku bangun dan rampungkan.
Telah kubangun bagian atasnya menjadi sangat tinggi dengan batu bata yg disalut tembaga.
Sebutan lain yg kami gunakan bagi bangunan besar ini adalah rumah tujuh terang dunia, Monumen Borsippa terkuno.
Seorang raja yg memerintah di masa lampau mendirikannya, tetapi ia tidak menyelesaikan bagian atasnya.
Semenjak dahulu, orang-orang telah meninggalkannya, tanpa aturan mengucapkan kata-kata mereka.
Semenjak saat itu gempa bumi dan petir telah memporak-porandakan (bangunan) tanah liat yg telah kering oleh sinar matahari.
Lapisan batu bata dinding luar menara retak, dan lantai ruang dalamnya telah berhamburan menjadi sejumlah timbunan. Merodath, dewa agung, mendorong fikiran untuk memperbaiki bangunan ini.
Aku tidak mengubah letaknya ataupun mencabut fondasinya.
Pada suatu bulan yg menguntungkan, pada suatu hari yg menguntungkan,
Aku berusaha untuk membangun serambi-serambi yg bertiang-tiang disekeliling sosok tubuh bangunan yg dibuat dr sejumlah batu bata mentah, dan melampiri batu batanya.
Aku mengubah jalan sekelilingnya, aku mengukir namaku pada Kitir serambi,
Aku turun tangan untuk menyelesaikan pembangunannya.
Dan untuk menegakan bagian atasnya.
Sebagaimana keadaannya di zaman dahulu, demikianlah aku membuat puncaknya menjulang tinggi.


Sungguh menakjubkan bahwa dalam tulisan itu, raja Nebukadnezar menyatakan bahwa yg menyebabkan raja yg semula mendirikan bangunan itu tidak dapat menyelesaikan pembangunan menara itu karena," Semenjak dahulu orang-orang telah meninggalkannya tanpa aturan mengucapkan kata-kata mereka".
Dengan kata lain, mereka kehilangan kemampuan mereka untuk berkomunikasi, seperti yg tercatat dalam Alkitab bahwa Allah telah mengacaukan bahasa manusia pada saat mereka hendak mendirikan menara itu (Kejadian 11 :2-9).
Prasasti Nebukadnezar ini merupakan salah satu bukti terkuat yg menunjukan bahwa sesungguhnya Alkitab merupakan catatan akurat tentang peristiwa-peristiwa yg dilukiskannya.

Bagaimana dengan Eksodus..?
Ahli sejarah Yahudi, Flavius Josephus melaporkan bahwa ada dua orang sarjana Mesir yg berstatus imam, Manetho dan Cheremon, secara khusus menyebut nama Yusuf dan Musa dalam sejarah Mesir Kuno yg mereka tuturkan, sebagai pemimpin-pemimpin bangsa Israel
(Flavius Josephus, Josephus Againts Apion I.,26,27,32)

Selain dari catatan yg dibuat oleh Flavius Josephus diatas, ada satu lagi inkripsi yg berhasil ditemukan oleh arkeolog yakni Library of Diodurus Siculus.
Àhli sejarah Yunani dr Agyrium di Sicily ini hÍdup dr 80sm sampai kira2 20 tahun sebelum kelahiran Kristus.
Diodurus bepergian secara ekstensif ke seluruh Timur Tengah guna mendapatkan pengetahuan luas mengenai peristiwa-peristiwa pada zaman purba.
Catatan yg dikumpulkannya dari berbagai macam orang cukup berharga karena banyak sekali rincian historis yg menarik, namun kalau tidak dicatat bisa hilang selamanya.
Dalam bukunya, Diodorus melaporkan :" Pada zaman purba terjadi suatu wabah yg mengerikan di Mesir, dan banyak orang berpendapat bahwa penyebabnya adalah Allah yg sakit hati sehingga murka kepada mereka karena ada banyak orang asing yg melakukan upacara-upacara asing di dalam penyembahan kepada ilah-ilah mereka.
Orang-orang Mesir menyimpulkan ; oleh karena itu, kalau semua orang asing tidak diusir dr tanah air mereka, mereka tidak akan pernah terlepas dr penderitaan-penderitaan yg mereka alami. Sebagaimana yg diberitakan oleh beberapa penulis, diantara orang-orang yg menetap di Mesir dan diharuskan meninggalkan negeri itu ada sekelompok orang yg terkenal paling unggul dan giat. Mereka kemudian menetap di provinsi yg kini disebut Yudea, yg letaknya tidak jauh dr Mesir, dan pada waktu itu tidak didiami orang. Emigran-emigran ini dipimpin oleh Musa, yg memiliki kebijaksanaan dan kecakapan melebihi semua orang. Ia memberikan peraturan-peraturan kepada mereka, dan menetapkan bahwa mereka tidak boleh memiliki patung-patung dewa, karena hanya ada satu Allah, yakni surga, yang melingkupi segala sesuatu, dan adalah Tuhan dan semuanya."
(Diodorus Siculus, Library of History, lib. I., ap Phot)

Selain bukti sejarah diatas, masÍh ada beberapa bukti lain lagi tentang akurasi penemuan arkeologi terhadap pernyataan dr Alkitab.
Prasasti-prasasti Sinai yg mengisahkan tentang perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir dimulai dari :
Prasasti yg mengisahkan tentang penyeberangan laut Teberau yg ditemukan di Wadi Sitri, menuliskan demikian seperti yg diterjemahkan oleh Dr A.P StÀnley dalam bukunya Sinai and Palestine.

Angin bertiup, laut terbelah menjadi dua, mereka berjalan melintas.
Orang-orang Ibrani melarikan diri melalui laut;laut diubah menjadi tanah kering.
Air diperbolehkan dan dilepaskan untuk mengalir, lalu dengan tiba-tiba meluap dan melanda orang-orang yg terkejut itu, yg telah datang dari segala tempat kediamannya dan berhimpun bersama untuk membunuh dengan keji dalam kesombongan.
Sang pemimpin membelah dan memisahkan air laut, gelombang-gelombangnya menderu.
Orang-orang itu masuk dan berjalan ditengah-tengah air.
Musa menyebabkan orang-orang itu berjalan dengan cepat-cepat seperti seekor burung unta betina yg berteriak sambil mengebaskan sayapnya dengan tangkas;
Awan bersinar terang,
Suatu pasukan yg perkasa meluncur cepat ke dalam laut Teberau dalam satu kumpulan;
Mereka berjalan melompat-lompat.
Melintasi terusan yg tÉlah dibuka,
Melarikan diri dari hadapan musuh.
Gelombang air laut terbelah.
Orang-orang itu melarikan diri, suku-suku itu turun ke dasar laut.
Orang-orang itu masuk ke dalam air.
Orang-orang itu masuk dan menembus tengah-tengah lautan.
Orang-orang itu diliputi kegelisahan dan ketidakberdayaan.
Yehova adalah pelindung dan pendamping mereka.
Musuh-musuh mereka meratapi orang-orangnya yg mati, para dara menagis meraung-raung.
Air laut mengalir meliputi mereka.
Air laut telah dilepaskan dan dibiarkan mengalir kembali.
Orang-orang itu pergi sebagai tawanan.
Suatu pasukan yg gagah perkasa ditenggelamkan didasar lautan, satu-satunya jalan kelepasan bagi jemaah itu.

Cerita dlm prasati yg ditemukan itu, menceritakan bagaimana bangsa Israel menyebrangi laut Teberau seperti yg tercatat dalam Keluaran 14:21-29.

Ahli sejarah Purbakala Yunani. Diodorus Siculus, telah menulis suatu laporan yg luar biasa mengenai suku-suku di Mesir dan pengeringan Laut Teberau secara ajaib :
"Telah menjadi suatu cerita kuno di kalangan suku Ikhteofagi yg tinggal di pantai laut Teberau, bahwa surutnya air laut secara besar-besaran di masa yg silam telah mengakibatkan seluruh daerah teluk menjadi kering dan seluruh permukaannya tampak berwarna hijau;dan bahwa air pasang meliputi pantai seberangnya, dan bahwa seluruh tanah tetap berada dalam keadaan kering sampai di bagian yg terendah dr teluk, sampai kemudian air laut, oleh suatu gelombang pasang yg luar biasa tingginya, kembali ke terusan atau saluran yg semula."
(Diodorus Siculus, Library of History, Lib,iii.,c.40).

Dari ringkasan kecil diatas, penemuan-penemuan ini memberikan bukti bahwa Qt dapat mempercayai penulis-penulis Alkitab Perjanjian Lama sebagai ahli-ahli sejarah yg akurat dan apa yg tertulis dalam Alkitab, ternyata juga dicatat oleh sumber lain yg berasal dr luar Alkitab.
Masih ada bukti2 arkeologi dalam kitab Pentateukh tp Sy hanya mengambil sebagian kecil dr sejumlah besar bukti2 yg ada tersebut.
Truz...
Bagaimana dengan kitab2 yg lain..?
Dengan menggunakan web browse, Qt akan menemukan sejumlah besar bukti2 arkeologi lain dlm Alkitab Perjanjian Lama yg sebagian juga sudah pernah Sy bahas dalam notes Sy sebelumnya.
Mungkin Qt akan berfikir begini.
Bagaimana dengan kitab yg lain..?
Yesaya, Yeremia atw bahkan Daniel..?
Kitab2 ini terkenal dengan kitab2 nubuat dan sebagian besar ttg sejarah dunia sudah dinubuatkan oleh kitab2 ini dan semuanya terjadi.
Bagaimana mungkin Qt bisa membayangkan bagaimana nabi Daniel menubuatkan kedatangan Alexander Agung dr Makedonia..?
Yg memerintah dan menguasai dunia dengan cepat ketika dia menjadi penguasa tunggal Makedonia yg kemudian menyatukan 2 negara, Yunani dan Makedonia dibawah panjinya yg seterusnya melakukan ekspansi besar2an ke seluruh dunia sampai pada masanya menguasai setengah dr dunia.
Wilayahnya menyebar sampai ke Mesir,India dan seluruh Asia Barat.
Dimasa jayanya, dia meninggal karena penyakit malaria dan kerajaannya terbagi diantara 4 jenderal, yg dilambangkan dengan 4 kepala dan 4 sayap (Daniel 8:21)
:
1. Lysimachus yg diberikan wilayah Thrace dan Bitinia
2. Cassander yg diberikan wilayah Makedonia dan Yunani
3. Seleucus yg diberi Siria, Babel dan tanah2 disebelah timur
4. Ptolemy yg diberi Mesir, Palestina dan Arabia Petrea

Atw bagaimana ketika Qt membaca kitab nabi Yesaya yg menubuatkan kelahiran, kehidupan dan kematian Yesus Kristus, Firman Allah yg menjadi manusia.

Demikian juga ketika membaca kitab nabi Yeremia yg menubuatkan keruntuhan dan penyatuan kembali Israel sebagai suatu bangsa.

Bagi bangsa Yahudi, Kitab Suci memiliki peran yg amat penting.
Teokrasi Israel mencari hukum-hukum, bimbingan spiritual dan harapan untuk masa depan ada didalam Kitab Suci.
Bahkan meskipun bangsa Israel sering tidak taat, Kitab Suci selalu dijunjung tinggi.

Dan Yesus Kristus, telah melegitimasi dan meneguhkan otoritas Kitab Suci Perjanjian Lama dengan mengutip ayat2 dalam Perjanjian Lama, beberapa diantaranya :
Yesus berbicara tentang seluruh Perjanjian Lama (Matius 22:29), pembagian sentralnya (Lukas 16:16), masing2 kitabnya secara individual (Matius 22:43 ; 24:15), peristiwa-peristiwanya (Matius 19:4-5 ; Lukas 17:27) dan bahkan huruf2nya atw bagian huruf2nya (Matius 5:18) sebagai firman Allah yg memiliki otoritas Ilahi.
Ia berkata bahwa Perjanjian Lama telah ditulis oleh manusia yg digerakkan oleh Roh Kudus ketika Ia berkata,"Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata....." Markus 12:36) dan merujuk pada peristiwa-peristiwa,,"...menurut firman yg disampaikan oleh nabi Daniel" (Matius 24:15).
Dalam pernyataan semacam itu Ia meneguhkan kepenulisan beberapa kitab yg paling sering dibantÀh, seperti tulisan MusÀ (MÀrkus 7:10), Yesaya (Markus 7:6), Daniel dan Mazmur.
Ia juga merujuk pada mujizat yg sering ditolak oleh para pengkritik sebagai peristiwa sejarah, Ia mengutip Penciptaan (Markus 4:28 ; Lukas 11:50), Adam dan Hawa (Matius 19:4-5), Nuh dan air bah (Matius 24:37-39), Sodom dan Gomora (Lukas 10:12) serta Yunus dan ikan besar (Matius 12:39-41).
Fakta bahwa Ia memandang Alkitab sebagai otoritas terlihat dengan jelas dalam pencobaan yg Ia alami, ketika Ia membela diri-Nya dr serangan iblis tiga kali dengan frase "Ada tertulis" (Matius 4:4 - dst).

"Disini" Yesus berkata, "terdapat kesaksian yg permanen dan tidak berubah tentang Allah yg kekal, yg mengambil komitmen untuk menulis untuk mengajar Qt."
Hal semacam itu tampak merupakan jiwa Yesus yg terdalam, yg terlepas dr kenyamanan bagi-Nya dalam kontroversi.
Pada saat krisis terhebat dan pada saat kematian, kata2 dalam Perjanjian Lama keluar dr bibir-Nya ;"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku ?" (Mazmur 22 :2) "Kedalam tangan-Mu Ku serahkan nyawa-Ku" (Mazmur 31:6).

Seperti yg Qt ketahui, para rasul Kristus telah menjadi media pernyataan / pewahyuan Yesus Kristus.
Beberapa penulis Perjanjian Baru bukan para rasul.
Bagaimana dengan otoritas penulisan mereka..?
  1. Mereka menggunakan pesan para rasul yang "diteguhkan bagi kita oleh orang-orang yg mendengar." (Ibrani 2:3), para rasul adalah saksi mata dan pelayan Firman yg menjadi manusia yakni Yesus Kristus ( Lukas 1:1-4 ; Yohanes 1:14).
  2. Markus bekerja erat dengan rasul Petrus, sebagian ada yg mengatakan Markus adalah anak rohani dr rasul Petrus.
  3. Rasul Yakobus dan Yudas Thadeus dihubungkan erat dengan para rasul di Yerusalem.
  4. Lukas adalah rekan sekerja Paulus yg secara tradisi, berada dibawah bimbingan rasul Yohanes dan rasul Petrus.
  5. Tulisan2 Paulus dipandang sebagai pengilhaman dr Roh Kudus oleh rasul Petrus.
Bagaimana penglihaman bekerja...?
Pengilhaman tidak sekedar berarti bahwa penulis merasa antusias seperti Handel (seorang komposer) menggubah Mesias (sebuah judul pertunjukan oskestra musik).
Itu juga tidak berarti bahwa tulisan itu harus memberi inspirasi, seperti puisi yg menggembirakan fikiran.
Sebagai proses, hal itu merujuk kepada penulis dan tulisan yg dikendalikan oleh Allah.
Sebagai satu produk, hal itu hanya mengacu pada tulisannya, sebagai dokumen yg merupakan pesan Allah.
Pengilhaman masih tetap merupakan rahasia, tetapi Qt tahu bahwa hal itu dilakukan melalui para nabi, sebagai juru bicara Allah.
Qt juga tahu bahwa mereka bukan sekedar sekretaris.
Tipe sekretaris adalah manusia hanya sekedar mencatat apa yg didiktekan Allah ketika mereka menulis Alkitab. Hal ini menjamin bahwa pesan Allah sampai, tetapi tidak menjelaskan unsur-unsur manusiawi dlm Alkitab (Antropomorfisme), seperti perbedaan gaya, pengalaman pribadi yg berkaitan dan bahasa yg digunakan.
Mereka juga bukan sekedar saksi untuk pernyataan / pewahyuan itu, penulis manusia dipandang sebagai pengamat pernyataan/pewahyuan Allah yg membuat catatan tentang pengalaman itu.
Meskipun kata-katanya mungkin tidak diilhami, konsep catatan yg ia buat diilhami.
Namun, gaya demikian cenderung mengabaikan aspek ilahi pengilhaman demi menekankan peranan manusia, termasuk kesalahan manusia.
Pandangan semacam itu tidak memperhatikan dengan serius apa yg dikatakan Alkitab tentang pengilhaman karena hal itu tidak melibatkan Allah dlm proses penulisan, dan hal itu tidak menyiratkan bahwa tidak semua ayat Alkitab berasal dr Allah.
Satu-satunya pandangan yg memadai melibatkan faktor ilahi dan manusiawi;ini adalah model nabi.
Dalam proses ini, penulis manusia dilihat sebagai seorang yg telah menerima pernyataan / pewahyuan dan dengan aktif terlibat dalam penulisannya, sedang Allah memberikan pernyataan/pewahyuan dan mengawasi penulisannya.
Sebab itu, pesan tersebut tidak sepenuhnya dr Allah, melainkan unsur manusiawi penulisnya terlibat untuk meningkatkan pesan itu.
Unsur ilahi maupun manusiawi menyatu dalam kata2 yg sama (1 Korintus 2:13)
Hasil akhirnya adalah bahwa Qt memiliki firman Allah yg ditulis oleh hamba Allah, yg diilhami bukan hanya dalam konsepnya, melainkan dalam setiap kata yg digunakan untuk mengungkapkan konsep tersebut.
Para penulis bukan sekedar sekretaris, melainkan media aktif yg mengungkapkan pengalaman, pemikiran dan perasaan mereka sendiri dengan apa yg mereka tulis.
Alkitab bukan sekedar catatan tentang pernyataan / pewahyuan, melainkan pernyataan / pewahyuan itu sendiri.
Alkitab adalah pesan Allah dalam bentuk tertulis. (Ibrani 1:1 ; 2 Petrus 1:21).

Qt akhirnya sampai pada kesimpulan sederhana ketika membaca uraian diatas :
Arkeologi dan nubuat2 yg sudah terjadi membuktikan kebenaran penulisan dalam Alkitab.
Sekarang, jika Yesus, yg adalah FIRMAN Allah yg menjadi manusia dan selalu berbicara kebenaran, berkata bahwa Perjanjian Lama adalah Firman Allah dan Perjanjian Baru akan ditulis oleh para rasul dan murid2 para rasul sebagai satu-satunya media untuk pesan-Nya.
Qt memiliki Alkitab berdasarkan otoritas tertinggi yakni Yesus Kristus sendiri.
Yesus Kristus yg adalah Firman yg selama ini berbicara kepada para nabi dalam Perjanjian Lama yg kemudian Firman ini turun sendiri ke dalam dunia, menjadi manusia, untuk hidup bersama manusia dan menyatakan bahwa " Firman yg berasal dari Allah, tidak akan kembali dengan sia-sia." (Yesaya 55:11)



TUHAN Yesus memberkati


Referensi :

Ketika Alkitab Dipertanyakan (When Skeptics Ask) by Norman L Geisler and Ronald M Brooks
Tanda Tangan Allah by Grant R Jeffrey
Every Prophecy of The Bible by John F Walvoord

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar