Senin, 18 Juni 2012

Setia Sampai Tetes Darah Terakhir - Polikarpus



Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
~ Rasul Paulus ~


Kerumunan yg berkumpul di stadion Smirna mengentak-entakkan kaki, meraung, berteriak meminta korban.
Apakah matahari bersinar cerah saat darah para korban membasahi tanah stadion yg berdebu itu..?
Atw awan kelabu beringsut menyelubungi langit, berusaha menyembunyikan kebencian massa yg menggila, bahkan dr kerumunan yg beringas itu sendiri..?

Buku The Martyrdom of Polycarp tidak menceritakan detail peristiwa ini kpd Qt, tp menyingkap banyak hal lain : Suatu hari pd bulan Februari 156 M, massa yg marah itu telah melihat 11 orang Kristen dr Philadelphia dikoyak oleh singa-singa.
Mereka telah menyaksikan keberanian para pemuda Jerman, yg tidak mau menolak Kristus dan justru membiarkan binatang buas tersebut menerkam dadanya.
Mereka dgn riuh bersorak penuh kemenangan saat seorang Kristen bernamÀ Quintas gemetar ketakutan hingga ia tidak hanya bersumpah kpd kaisar, tp juga dgn sukarela menunjukan tempat persembunyian Polikarpus kpd para penguasa.
Kini dengan beritama mereka berseru berulang-ulang, mendesak agar pemimpin jemaat di Smirna yg sudah lanjut usia itu ditangkap dan dicincang.
"Singkirkan para atheist !!! " Teriak mereka, yg mereka maksud tentu saja orang2 Kristen.
Mengapa mereka menganggap orang2 Kristen itu atheist..?
Karena orang2 Kristen percaya hanya kpd TUHAN mereka, bukan kpd tuhan orang Romawi.
"Ayo cari Polikarpus !!!" Seru mereka.
Dan ia pun ditemukan.


Polikarpus (70-156M)

Polikarpus adalah seorang pemimpin yg setia dr jemaat di Smirna, yg hidupnya, walaupun dikaburkan oleh cerita yg beredar, tampaknya berlangsung sejak zaman para rasul sampai abad ke-2 masehi.
Ingin generasi berikutnya juga mengetahui semua yg telah diterimanya, ia mengumpulkan surat2 Ignatiusn uskup Antiokhia, yg mati sebagai martir di Roma sekitar tahun 113 M.
Kemungkinan, ia juga memegang peranan penting dlm mengumpulkan kitab2 yg saat ini Qt kenal sebagai Perjanjian Baru.
Dianggap sebagai salah satu orang yg mendengar langsung kesaksian rasul Yohanes, ia menjadi pembimbing Ireneus, salah satu ahli apologetika Kristen pertama dan uskup di Lyon.
Surat Polikarpus kpd jemaat di Filipi tidak terlalu menarik bahasanya, tp jelas mencerminkan ketergantungan tokoh ini pd Alkitab krn hampir setiap barisnya merupakan kutipan Firman Tuhan.
Polikarpus menjadi martir pd usia 86 tahun.
Kemenangan dan kedamaiannya ketika harus menghadapi kobaran api, telah menjadi kesaksian bagi semua martir yg mengikuti jejaknya.

Hmmmm...
Namanya kedengaran lucu..^_^..
Btw..
Mengapa pastor tua ini layak mendapat perhatian Qt..?
Bukankah ada banyak orang lain yg menjadi martir sebelum dan banyak lagi sesudah dirinya..?
Qt bisa saja memperhatikan St Ignatius, uskup kedua Antiokhia yg menulis 7 surat penting untuk menyemangati banyak jemaat saat dia melakukan perjalanan ke Roma dan dibunuh disana.
Salah satu dr suratnya ditujukan kpd Polikarpus, yg pd waktu itu adalah seorang pastor muda di Smirna.
Bahkan, Polikarpus-lah yg mengumpulkan 'n merawat surat2 itu sehingga Qt masih bisa membacanya pd abad ini.
Atw... Qt bisa meneliti kehidupan St Ireneus, salah seorang ahli apologetika terbesar jemaat yg mempertajankan iman terhadap bidat Marcion dan gnostik.
St Ireneus, uskup Lyion, tumbuh dibawah ajaran..?
Yupz...
Polikarpus.
Berbeda dgn St Ignatius seniornya dan St Ireneus juniornya yg menulis banyak surat, sejarah hanya menyimpan satu surat bagi Qt yg ditulis oleh St Polikarpus.
Ia mengirimkannya kpd jemaat di Korintus.
Barangkali, justru itulah alasan yg cukup bagus untuk memperhatikan orang yg dalam jemaat mula2 ini dikenal sbg gembala sekaligus pengajar, meskipun b2rp kalangan Kristen saat ini mengkritik suratnya krn tulisannya yg tidak orisinil.
Ia adalah seorang Orthodox dlm berbagai hal, artinya, ia setia menyampaikan pesan tnp perubahan sedikit pun, pesan Injil yg ia terima, dan yg telah ia terima dr para rasul sendiri.
Salah satu pembimbing pribadinya adalah rasul Yohanes.
St Polikarpus adalah figur peralihan dlm kehidupan jemaat, orang terakhir yg masih bersentuhan dgn mereka yg pernah hidup bersama TUHAN, sekaligus yg pertama dr para pemimpin setelah zaman para rasul.
Ia berjasa besar bg Qt krn kesetiaanya terhadap Firman Tuhan.
Ia membantu menjaga Firman Tuhan yg tertulis untuk sampai ke tangan Qt.


Kesaksian Yohanes

Seperti apa rasanya duduk 'n mendengarkan kenangan dr "murid yg dikasihi Yesus" (Yoh 21:7)..?
Rasul Yohanes pertama kali berjumpa Yesus saat Dia dibaptis.
Ia berjalan bersama-Nya selama 3 tahun, melihat-Nya dimuliakan, disalib 'n dibangkitkan.
Rasul Yohanes mengunjungi surga 'n menyaksikan seluruh sejarah yg Qt pelajari.
Ia menulis Injil bagi seisi dunia dan menutupnya dgn mengatakan bahwa jika seluruh hal yg dilakukan Yesus ditulis secara detail, maka dunia itu sendiri tidak akan bisa memuat semua buku yg akan ditulis.
Dan, sekalipun ia tidak bisa menuliskan semuanya, rasul Yohanes pastilah mengingat setiap kejadian yg ia alami bersama Yesus.
Bayangkan Polikarpus muda sedang mendengarkan, mata dan telinganya terbuka lebar, mendengarkan banyak detail yg baru akan Qt pelajari kelak ketika Qt sendiri sampai di Surga.

Ia masih pemuda ketika rasul Yohanes dibawa dlm kemuliaan yg digambarkan dlm kitab Wahyu.
Polikarpus lahir sekitar thn 70M, disalah satu daerah di Asia Kecil (sekarang Turki) dekat kota besar Efesus.
Apakah ia seorang Kristiani sejak lahir..?
Tampaknya demikian, ketika ia meninggal, dikatakan bahwa ia telah melayani TUHAN selama 86 tahun.
Ia tidak sempat bertemu dgn seseorang yg ia sebut "Paulus yg diberkati", tetapi rasul Paulus telah merintis jemaat di Efesus, dan kota Smirna hanya +- 80KM jauhnya dr sana.
Ia tentu mendengar kisah misionaris besar itu dr orang2 yg telah berjumpa langsung dgn rasul Paulus.
St Timotius menggantikan rasul Paulus sebagai pemimpin di Efesus, dan rasul Yohanes meneruskan kepemimpinan St Timotius.
Betapa hebatnya rangkaian kepemimpinan yg dimiliki jemaat tersebut.

Pastilah kisah2 ttg martir sudah terekam kuat dibenak Polikarpus. Ia hidup dgn ancaman penganiayaan sepanjang hidupnya, dimulai dr zaman Domitianus, sampai pd penganiayaan pd zaman kaisar Antoninus Pius yg akhirnya merenggut nyawa Polikarpus.
Ia mengenal orang2 yg "bertahan sampai mati."
Apakah ia telah memperkirakan bhw pd akhirnya ia sendiri jg akan menjadi martir..?

Kata "martir" yg diambil dr bahasa Yunanu sejatinya tidak berarti seseorang yg mati demi iman.
Arti sebenarnya adalah "saksi", seperti dlm persidangan hukum.
Kata itu dimaknai lebih dalam di pengadilan2 Roma ketika orang2 Kristen gigih memberi kesaksian ttg iman mereka dlm Kristus sehingga mereka dihukum mati.
Rasul Yohanes menjalani kehidupannya sebagai martir dgn dibuang ke penjara di pulau Patmos akibat pengakuan imannya.
Namun ia bertahan 'n kembali ke Efesus untuk menceritakan penglihatannya.
Apakah kematian rasul Yohanes menimbulkan krisis iman bagi Polikarpus muda..?
Mungkin.
Tidakkah Qt cenderung bergumul ketika TUHAN tidak memenuhi harapan Qt..?
Entah ia sempat goyah atw tidak, Qt bisa melihat dr masa2 awal zaman setelah para rasul.
Ia dan rekannya, Onesimus, memelihara tulisan2 yg hari ini Qt kenal sebagai Perjanjian Baru.


Onesimus dr Efesus

Qt banyak mengenal tokoh2 yg menonjol dlm Perjanjian Baru, Yesus, tentu saja dan para murid, termasuk rasul Yakobus, Filipus dan Paulus, St Yohanes Markus dan St Stefanus juga St Timotius.
Tentang tokoh yg lain seperti Epafras dan Filemon, Qt tidak terlalu banyak tahu.
Beberapa orang hanya Qt ketahui nama dan hubungannya dgn suatu jemaat tertentu, ketika rasul Paulus menyapa mereka dibagian akhir suratnya atw ketika St Lukas menyebut mereka sekilas dlm Kisah Para Rasul.
Salah satu karakter menarik yg mungkin Qt kenal adalah Onesimus, karena namanya disebut dlm sebuah surat pribadi pendek dr rasul Paulus kpd Filemon, soal budak Filemon yg kabur dan surat itu dimasukan dlm Alkitab.

Nama Onesimus berarti berguna, dan dlm suratnya, rasul Paulus menggunakan arti itu ketika menjelaskan kpd Filemon bhw budaknya - yg jelas tak berguna krn ia kabur - sungguh berguna selama rasul Paulus berada di penjara.
Rasul Paulus meminta Filemon untuk menerima kembali hambanya itu dan memperlakukannya sama seperti ia memperlakukan Paulus.
Bahkan, bisa dikatakan rasul Paulus menuntut Filemon untuk menerimanya kembali.
Qt harus mengatakan Filemon melakukan apa yg diminta rasul Paulus, krn surat itu dipelihara dan dimasukkan dlm Alkitab.
Apa alasan yg tepat untuk itu..?
Mengapa surat pribadi soal budak dianggap setara dgn pemaparan theologi yg dalam kpd jemaat di Roma dan nasihat2 Paulus kpd para pemimpin jemaat yg masih muda, Timotius dan Titus..?

Qt memiliki sedikit informasi akurat yg dapat diperolah di luar kitab2 Perjanjian Baru.
Ada catatan bahwa, ada seorang uskup bernama Onesimus yg menjadi uskup jemaat di Efesus, membimbing jemaat itu kira2 pd waktu yg bersamaan dgn Polikarpus memimpin jemaat di Smirna.
Tampaknya, Onesimus dan Polikarpus telah bekerja sama untuk mengumpulkan tulisan2 yg Qt kenal sekarang sbg Perjanjian Baru.
Tidak mengherankan, jika surat yg diantar sendiri oleh Onesimus kpd tuannya, Filemon, akan dimasukan oleh Onesimus yg sangat bersyukur krn surat itu.
Ia tahu betul bhw surat tersebut sungguh2 tulisan asli rasul Paulus.

Memastikan keaslian tulisan2 yg dimasukkan dlm Perjanjian Baru merupakan masalah yg sangat penting bg jemaat pd zaman Polikarpus.
Ada begitu banyak dokumen yg beredar di antara jemaat2 yg mengklaim keterkaitan dgn para rasul, dan banyak yg jelas2 palsu.
Sebagian dokumen menyampaikan konsep yg sama sekali bertentangan dgn Alkitab.
Dr waktu ke waktu dokumen semacam itu menjadi sorotan dan media membesar-besarkan mereka.
Belakangan ini apa yg disebut sbg Injil Yudas ditemukan, dan media segera menggembar-gemborkan semua "misteri" Injil tersebut.
Tentu saja, jemaat mula2 sudah tahu ttg Injil Yudas pd abad ke-3, dan mengabaikannya krn mereka tahu bhw itu adalah injil palsu yg penuh dgn bidat gnostik.
Bagusnya, Polikarpus sangat teguh berpegang pd theologi Orthodox.
Dunia Romawi pd masa itu diwarnai oleh kepercayaan yg campur aduk, tidak berbeda dgn zaman Qt sekarang.


Doketisme

Pernah mendengar ttg Scientology..?
Kepercayaan ini berprinsip bhw roh adalah segalanya dan tubuh tidak ada artinya.
Ini bukan pemikiran yg baru.
Pada masa2 awal jemaat, sejumlah kelompok membuat asumsi yg sama, bhw yg penting adalah roh dan tubuh itu sampah yg dibuang setelah dipakai.
Untuk menanggapi pemikiran semacam ini disamping konsep2 keliru lainnya, para penulis kitab Perjanjian Baru menekankan kebangkitan tubuh Kristus dan kenyataan bahwa rasul Thomas bisa menyentuh tubuh-Nya.
Beberapa penulis berusaha meyakinkan bhw apa yg dilihat para murid itu adalah hantu.
Yg lainnya berpendapay bhw Yesus tidak punya tubuh seperti manusia, hanya "kelihatannya" saja seperti itu.
Inilah yg disebut Doketisme (dr bahasa Yunani yg berarti "kelihatan", "tampaknya").

Beberapa gagasan aneh muncul dr konsep berfikir yg demikian.
Misalnya, jika tubuh anda tidak berarti secara rohani, anda bisa memanjakan keinginannya tanpa khawatir bhw tindakan anda akan mempengaruhi roh anda.
Akan tetapi, jika tubuh anda sama pentingnya dgn roh anda, dan jika Yesus menghormati tubuh manusia dgn mengÀmbil wujud sebagai manusia, apa yg anda lakukan dengan dan pd tubuh anda (dan tubuh orang lain) adalah sesuatu yg penting.


St Ignatius

Ketika Polikarpus masih muda, sebagai seorang uskup ia banyaj dipengaruhi oleh temannya yg lebih tua, yaitu St Ignatius, yg melawan Doketisme dimanapun ia menjumpainya.
St Ignatius menjadi uskup di jemaat Antiokhia, jemaat misioner pertama yg telah mengutus Barnabas dan Paulus.
Eusebius, ahli sejarah pd abad k-4, mengatakan St Ignatius menjadi uskup pd tahun 69M, hanya beberapa tahun setelah Paulus menjadi martir.
Ia ditangkap menjelang berakhirnya kekuasaan kaisar Trajanus (+- 111-115 M) dan dibawa ke Roma untuk dijadikan mangsa binatang buas.
Ketika melakukan perjalanannya, ia menulis surat kpd jemaat2 Efesus, Magnesia, Filadelfia, Smirna, Trallian, Roma dan kpd Polikarpus secara pribadi.

Polikarpus melakukan sesuatu yg intensional dgn mengumpulkan serta menyimpan surat2 Ignatius dan dari sana ia meneruskan perlawanan terhadap ajaran yg menyimpang. Suatu cara yg ampuh untuk memastikan bhw iman "yg sekali untuk selamanya telah disampaikan kpd orang2 kudus", terpelihara dalam bentuk tulisan.


Bidat Gnostik

Menjaga intehritas kitan2 yg akan menjadi Perjanjian Baru sangatlah penting dlm generasi Polikarpus, krn para pengajar Gnostik mencampur adukkan ajaran para rasul dgn elemen2 laiÑ yg berlawanan.
Gnosis berasal dr bahasa Yunani yg berarti "pengetahuan", dan berbagai kelompok Gnostik mengajarkan bhw mereka pny pengetahuan batin istimewa ttg Yesus yg tdk dimiliki oleh jemaat2 Kristiani. (Just like The Da Vinci Code, isnt it..^_^..?
Yupz..
Disinilah semua "ajaran rahasia" itu dimulai).
Kelompok2 seperti ini sudah mulai ada sejak zaman para rasul, tp mereka makin berani ketika semua rasul telah meninggal.
Theologi mereka berva®iasi, tp semua setuju bhw dunia materÍ tidak pentinh, hanya dunia rÓh Ýg penting.
Mereka membenci tubuh fisik dan mengagungkan roh.
Siapa orang2 ini dan bagaimana mereka bisa memberikan pengaruh yg begitu banyak..?

Beberapa kelompok ini disebut aliran Yudeo-gnostik, sekte2nya meliputi kaum Ebionit, Elkesait, Sabian dan Mandaean, yg muncul pd abad pertama.
Mereka muncul dr latar belakang Yahudi 'n berpegang pd Taurat (hukum Musa), tp memahami Yudaisme dr sudut pandang filsafat Yunani lebih drpd para rabi atw imam2 kanisah.
Mereka semua pny pandangan yg berbeda ttg Yesus, tp meskipun masing2 percaya Dia adalah Mesias, mereka tidak melihat-Nya sbg Anak ALLAH.
Mereka menyangkal penyaliban dan meyakini Yesus serta setan sama2 berasal dr Tuhan.
Beberapa aspek Mormonisme yg ada zaman sekarang tampaknua merupakan gema dr kelompok kuno ini.

Simon Si Penyihir, Menander, Satornilus dan Basilides adalah orang2 Samaria berpaham gnostik yg saling terhubung oleh warisan tradisi leluhur Samaria mereka dan (dlm taraf tertentu) yg satu meneruskan praktik yg lain.
Simon si penyihir dlm Kisah Para Rasul 8:18 berusaha membeli kuasa Roh Kudus.
Sebagai penyihir terkenal abad pertama, ia menyampaikan kpd para muridnya suatu kepercayaan bhw bukan krn iman semata, melainkan oleh sihir diluar nalar. "Pengetahuan rahasia" ini disampaikan hanya kpd mereka yg layak mendengarnya.

Lalu, ada Cerinthus dan Karpokrates, orang Kristiani keturunan Yahudi 'n penganut Gnostik yg mengajar di Alexandria, Mesir. Mereka percaya bhw Yesus hanyalah orang biasa yg menerima "kuasa sebagai Mesias" saat sebelum penyaliban. Murid Polikarpus, Ireneus mengatakan bhw Injil Yohanes ditulis dlm rangka menghentikan ajaran sesat Cerinthus.
Dengan mengetahui situasi ini, Qt menjadi lebih paham mengapa rasul Yohanes sangat menekankan bahwa "Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal diantara Qt."

Karpokrates mengklaim bahwa ia mengetahui ajaran rahasia yg disembunyikan Yesus dr para rasul-Nya, dan ia memakai Injil rahasia yg diduga namun tidak bisa dibuktikan ditulis oleh St Yohanes Markus, berisi ritus2 seksual.
Seks dan dosa diberi dukunhan krn hal2 itu justru dianggap membuat orang melihat kasih karunia Tuhan.
What d' hell..?
Begini pemikirannya, jika anda mw menerima kasih karunia, maka berdosalah sebanyak-banyaknyaam
Beberapa cendikiawan berpendapat bhw ini sama dgn ajaran yg diterapkan oleh pengikut Nikolaus dlm Wahyu 2:15.

Namun, penganut Gnostik yg paling berpengaruh dr abad kedua adalah Valentinus. Ia meninggalkan jemaat Roma ketika ia tidak ditasbihkan sebagai uskup. Qt dapat dengan mudah melihat mengapa ia tidak diangkat menjadi uskup.
Ia mengajarkan bahwa Tuhan membangkitkan 8 pancaran, yg selanjutnyta menghasilkan 15 pasang malaikat, yg lewat aktivitas seksual mereka melahirkan unsur2 alam semesta.
Valentinus mendorong para pengikutnya untuk meniru tindakan para pasangan malaikat itu.
Suatu perayaan Valentinian yg membangkitkan gairah seksual dimulai pd malam menjelang festival Lupercalia Romawi (perayaan untuk mencegah datangnya roh jahat dan memurnikan kota supaya yg ada hanyalah kesehatan dan kesuburan) - yaitu tanggal 14 February.
Hmmmm...
Apakah tanggal itu terdengar akrab..?
Sesuatu yg berhubungan dgn hari Kasih Sayang..?

Semua kelompok dan pemikiran2 ini bertebarab di dunia Romawi selama abad kedua, dan Polikarpus berjuang mempertahankan kepercayaan Orthodox di tengah2 pengaruh mereka.
Ia berhadapan langsung dgn Marcion, yg mengajarkan bahwa hanya jiwa yg menjadi objek penebusan, bukan tubuh.
Sekte Marcionsm menjadi salah satu tantangan terbesar bagi jemaat mula2, mendorong ditetapkannya daftar yg tegas mengenai tulisan2 mana saja yg diterima sbg Firman Tuhan dan mana yg bukan, agar iman jemaar dpt bertahaÑ menghadapi ajaran2 sekte ini.

Marcion adalah seorang pembuat kapal yg kaya raya, sekaligus anak seorang uskup Kristiani.
Ia tiba di Roma sekitar thn 140 M dan mulai mempelajari ajaran2 gnostik.
Ia mengembangkan gagasannya sendiri ttg Yesus dan menyebarkan pemikirannya kpd orang lain.
Ia tidak percaya bhw Yesus pernah benar2 menjadi manusia.
Dlm pandangan Marcion, Yesus adalah Roh yg tampak seperti manusia, bukan dilahirkan melainkan mendadak muncul pd tahun 29 M di kanisah Kapernaum.
Meskipun Marcion berpendapat bhw kehidupan dan penyaliban Kristus itu penting, ia tidak percaya Kristus benar2 menderita atw wafat di salib.
Begitu pula ia tidak percaya pd kebangkitan tubuh.
Well...
Sebagaimana yg disebutkan di atas, inilah ajaran Docetisme.
Berbeda dgn sekte lain yg melegalkan seks bebas, Marcion justru menerapkan Asketisisme yg ketat, yg melarang hubungan seksual, bahkan antara suami istri.
Konsep seperti ini muncul berulang kali dlm tiap abad.

Marcion memandang rendah orang Yahudi dan TUHAN dlm Perjanjian Lama,ia mengatakan bhw Kekristenan adalah suatu Injil kasih dan bukan hukum.
Hmmmmm....
Sepertinya bukan sesuatu yg baru yach ketika mendengar pengajaran di atas..^__^..

Semua kitab Perjanjian Baru telah selesai ditulis pd saat itu dan Marcion memiliki kumpulan kitab2 tersebut.
Namun, ia membuat versi kitabnya sendiri, dlm kitabnya, ia menyunting semua hal yg tidak ia sukai, apa saja yg terdengar "terlalu Yahudi" disingkirkan.
Ia membuang semua Injil kecuali Injil Lukas, dan memotong kisah kelahiran dr kitab tersebut.
Ia jg memotong Kisah Para Rasul dan surat2 Pastoral, Wahyu serta Ibrani dan hanya mempertahankan 10 surat rasul Paulus.
Ia percaya Paulus adalah satu2nya rasul yg tidak mengubah injil Kristus.
Tentu saja, dgn penyuntingannya, ia sebenarnya mengubah banyak ajaran Paulus.

Gagasan Marcion ditolak mentah2 oleh jemaat di Roma.
Dan ia membentuk organisasi sendiri yg ia sebut jemaat atw gereja, dan melaluinya menarik banyak pengikut Kristus.

Itulah bidat yg dihadapi Polikarpus.
Ireneus menulis bhw suatu hari, Polikarpus bertemu dgn Marcion di jalan, Marcion bertanya kepada Policarpus,"Apakah kau mengenali aku..?"
"Ya!" Jawab Polikarpus sambil mengambil jarak menjauh, "Aku mengenalimu sebagai anak pertama dr setan !".

Polikarpus adl pembicara yg blak2an, bahkan mungkin agak keras, tp ia mengatakan apa yg ia percayai.
Dalam suratnya kpd jemaat di Filipi, Polikarpus menulis demikian :
"Aku sangat kecewa terhadap Valens, yg dulu menjadi penatua di antara kamu, krn ia sudah begitu salah mengerti ttg tugas yg diberikan kepadanya. Sebab itu kepada kalian aku mohon, jauhilah cinta uang, hiduplah dengan hati yg murni dan dapat dipercaya."

Apakah perkataannya yg tÀjam dan keteguhannya untuk tidak berbicara diluar kebenaran, itulah yg membuat ia menuai masalah dlm arena pembantaian..?


Surat Polikarpus kpd jemaat Filipi (8:13)
Marilah Qt senantiasa bertekun dlm pengharapan dan jaminan yg membenarkan Qt, yaitu Kristus Yesus, yg menanggung dosa Qt dlm tubuh-Nya disalib, yg tidak berbuat dosa, dan tak ditemukan dusta dlm mulut-Nya, tetapi menanggung segala sesuatu bg Qt supaya Qt mendapatkan hidup di dalam Dia.
Jadi, marilah Qt meniru ketabahan-Nya, dan jika Qt menderita demi nama-Nya marilah Qt memuliakan Dia.
Sebab inilah contoh yg Dia teladankan sendiri, dan untuk inilah Qt belajar percaya.


Kemartiran Yang Tidak Dicari

Sebuah penganiayaan baru, kebanyakan dilakukan penduduk setempat, mengancam jemaat Smirna,
Polikarpus sudah tua, dan ia tidak ingin lari dr hal itu, tp, seperti Paulus dlm Kis 19:30-31, ia menyetujui permintaan teman2nyÀ dan membiarkan dirinya disembunyikan.
Ia sdg berada di sebuah rumah pertanian di pinggiran kota ketika pihak penguasa, yg menuju tempat itu dgn bantuan pengkhianat Quintas, akhirnya menemukan dirinya.
Tetap tenang menghadapi perlakuan kasar mereka, ia menawari mereka makan malam dan minta izin untuk berdoa sementara mereka makan.
Ia berdoa selama kira2 2 jam, dan mereka yg datang untuk menangkapnya mulai merasa tidak enak krn harus menangkap orang tua yg saleh.

Polikarpus tidak terkejut dgn peristiwa itu, ia sudah mendapat penglihatan dlm mimpi beberapa hari sebelumnya. Dlm penglihatannya itu, bantalnya terbakar, dan ketika bangun, ia berkata kpd mereka yg menyembunyikannya bahwa ia akan dibakar hidup2.. Para petugas yg menangkapnya memohon agar Polikarpus mengingat usianya dan mau mengatakan, "Kaisar adalah Tuhan."
Ia menolak, jd mereka membawanya ke stadion yg masih dipadati orang2 yg haus darah.
Gubernur daerah itu memohon agar ia berubah fikiran dan berkata,"Singkirkan para atheist !!!" - yg maksudnya orang2 Kristen.
Polikarpus malah memandang kerumunan orang itu dan mengibaskan tangan seolah mengusir mereka, dan berseru ke langit, "Singkirkanlah kaum atheist !!" - yg maksudnya mereka.

Gubernur itu mencoba membujuknya lagi :"Ucapkanlah kutuk dan aku akan melepaskan engkau. Kutukilah Kristus." Polikarpus menjawab,"Aku sudah melayani Dia selama 86 tahun, dan Dia tidak pernah bersikap tidak adil kepadaku, jd bagaimana mungkin aku menghujat Rajaku yg menyelamatkan aku."

Merasa frustasi, sang gubernur mengancamnya dgn binatang buas.
Polikarpus berkata,"Bawalah mereka kemari."
Lalu, sang Gubernur mengancam untuk membakarnya sampai mati.
Ini merupakan penggenapan dr penglihatannya.
Polikarpus menjawab," Kau mengancamku dengan api, yg akan membakar selama 1 jam dan segera padam. Namun kau bersikap masa bodoh terhadap api penghakiman yg akan datang dan hukuman abadi yg disiapkan bagi orang2 keji.
Tunggu apa lagi..?
Silahkan lakukan yg kau inginkan."

Tidak ada kayu bakar di stadion itu, tp orang2 itu berlari ke toko2 terdekat dan mengumpulkan segala macam kayu. Dlm waktu singkat, tumpukan kayu yg cukup sudah tersedia.
Mengapa mereka begitu marah..?
Mengapa mereka begitu kejam..?
Mengapa mereka begitu ingin menghancurkan kesaksian pria tua ini..?
Apakah itu karena mereka melihat diri mereka makin dikuasai hasrat untuk menganiaya, seiring makin banyaknya orang disekitar mereka menerima Injil dan membiarkan Injil itu mengubah mereka..?
Bahwa orang2 ini ingin menghancurkan kesaksian Polikarpus - unfortunately, mereka gagal melakukannya.
Qt masih membicarakan tokoh ini, kehidupannya sebagai martir sampai hari ini.

Mereka yg menulis peristiwa itu memberikan kesaksian ttg mujizat--bahwa api tidak bisa menghanguskan tubuhnya, justru api itu melengkung ke atasnya seperti layar. Seolah menggemakan peristiwa penyaliban, dada Polikarpus kemudian ditikam--dan seekor merpati tampak melesat ke langit ketika darahnya tertumpah memadamkan api.
Haruskah Qt mempercayai catatan peristiwa ini..?
Mereka yg melihat memberi kesaksian demikian, dan kisah itu tersebar ke seluruh daerah kekuasaan Romawi.
Mujizad benar2 terjadi ketika TUHAN menghendakinya.
Begitu Polikarpus meninggal, orang2 Yahudi yg ada saat itu mendesak gubernur untuk membakar jasadnya agar tidak mungkin ada lagi cerita mengenai kebangkitan.
Orang2 percaya mengumpulkan tulang-tulangnya dan menyimpannya ditempat yg aman.
Mereka menulis," Dengan kesabaran, ia mengatasi penguasa yg tidak adil dan karena itu ia mendapatkan mahkota kemurnian;sambil bersukacita dengan para rasul serta semua orang benar, ia memuliakan TUHAN dan BAPA yg maha kuasa dan memuji TUHAN Yesus Kristus, Sang Penyelamat jiwa Qt."
(The Martyrdom of Polycarp 19:2)

Kisah2 para martir menginspirasi orang2 Kristen tiap generasi untuk "bertahan sampai titik darah penghabisan" dan untuk membawa Injil ke segala tempat berapa pun harga yg harus dibayar secara pribadi.



Disadur dr buku :

Mari Berfikir Tentang :
Sejarah apa yang membentuk gereja

Oleh Robert Don Hughes
Editor Karen Lee-Thorp

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar