Selasa, 21 Mei 2013

Holy Trinity vs Modalisme & Sabellianisme (Modern known as Oneness Pentacostal & Jesus Only)

Ajaran dalam Gereja Kristus menyatakan bahwa hanya ada satu Allah yang hadir dalam tiga Pribadi - Bapa, Anak, dan Roh Kudus, ajaran ini doktrin Trinitas.
Secara sederhana, pengajaran Trinitas adalah upaya yg dilakukan oleh bapa Gereja untuk menggambarkan keintiman hubungan Bapa – Anak – Roh Kudus sesuai yg diucapkan Yesus Kristus dalam Matius 28:18-20.
Meskipun kata Trinitas tidak muncul di Alkitab, tetapi kata tersebut telah membedakan ajaran Kristiani sejati dengan ajaran2 yg menyimpang sejak zaman Gereja mula-mula.
Ketika Qt melihat sejarah, orang2 percaya untuk pertama kalinya mengalami TUHAN saat DIA mengungkapkan diri-NYA kepada bangsa Israel, kemudian melalui Pribadi dan karya Yesus Kristus, dan akhirnya melalui kehadiran Roh Kudus yg berdiam dan menyertai setiap orang percaya. Ketika Qt membuka Alkitab, Qt mendapati disana hanya ada satu TUHAN, tetapi BAPA, Anak dan Roh Kudus selalu dirujuk sebagai TUHAN, meskipun mereka jelas dibedakan satu sama lain.
Bahkan, tindakan penyelamatan pun adalah karya ALLAH Tritunggal. Qt mencari Sang Bapa, tetapi satu-satunya jalan bagi Qt untuk dapat mencapai-NYA adalah melalui DIA yg menjembatani jurang antara TUHAN dan manusia, Yesus Kristus. Lalu setelah sampai kepada BAPA, Qt menyadari bahwa keinginan yg membuat Qt pertama-tama mencari-NYA tidak datang dari diri Qt sendiri, tetapi dari Roh Kudus yg bekerja di dalam Qt. Qt mungkin tidak memahami Trinitas seutuhnya namun sebagai pengikut Kristus jelas Qt telah mengalaminya.

Pengajaran lain dalam Alkitab terkait dengan kesatuan Bapa, Anak dan Roh Kudus yg terutama dapat ditemukan dalam ayat :

And Jesus came and spake unto them, saying, All power is given unto me in heaven and in earth. Go ye therefore, and teach all nations, baptizing them in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost: Teaching them to observe all things whatsoever I have commanded you: and, lo, I am with you alway, even unto the end of the world. Amen. (Matius 28:18-20)

In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God. The same was in the beginning with God. All things were made by him; and without him was not any thing made that was made. In him was life; and the life was the light of men.
And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth. (Yohanes 1:1-4,14)

For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and the Holy Ghost: and these three are one. (1 Yohanes 5:7)

Jika Trinitas begitu jelas diungkapkan di dalam Alkitab dan begitu penting bagi kehidupan Kristiani, mengapa begitu sulit dipahami…?
Jawabannya membawa Qt kembali kepada pertanyaan mengenai siapa TUHAN. Trinitas begitu sulit dipahami karena menggambarkan sifat TUHAN yg mendasar. Ketika menggumulkan konsep2 semacam ini, Qt akan berhadapan dengan kenyataan bahwa TUHAN tidak saja lebih besar dan lebih berkuasa daripada Qt, tetapi DIA juga sama sekali berbeda dengan Qt. CS Lewis menggambarkan pergumulan Qt untuk memahami sifat TUHAN seperti suatu mahluk yg terbatas pada 2 dimensi tetapi berusaha mengerti dunia 3 dimensi. Dunia 2 dimensi memahami keberadaan garis-garis lurus, tetapi tidak dapat menemukan kata yg tepat untuk menggambarkan setiap bentuk 3 dimensi yg menjulang diatasnya.

Holy Trinity


Modalisme & Sabellianisme

Masalah yg sama muncul ketika Qt mencoba menjelaskan sifat Tritunggal ALLAH atw untuk menemukan beberapa analogi yg dapat Qt bandingkan dengan-NYA. Analogi yg baik tidak memadai untuk menjelaskan keberadaan TUHAN, analogi yg buruk membawa Qt mempercayai sesuatu yg sesat / menyimpang.
Tak lama setelah Perjanjian Baru selesai, beberapa orang mulai berpikir bahwa lebih masuk akal untuk percaya bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus benar-benar tiga manifestasi dari Pihak yang sama muncul dalam modus yang berbeda. Salah satu ajaran sesat tentang TUHAN adalah apa yg disebut dengan Modalisme (juga disebut Sabelianisme). Saat ini, bentuk modern dari Modalisme sering disebut “Oneness Pentacostal” atau doktrin “Jesus Only”.

Modalisme mungkin adalah kesalahan teologis yang paling umum tentang sifat Allah. Modalisme adalah penolakan terhadap Trinitas. Modalisme menyatakan bahwa hanya ada satu TUHAN yg muncul kepada Qt dengan berbagai cara pada waktu yg berbeda-beda. Terkadang sebagai Sang Bapa, kemudian Sang Bapa muncul sebagai Anak dan pada saat yg lain Dia muncul sebagai Roh Kudus. Di dalam modalisme, ketiganya tidak berbeda satu sama lain, Bapa, Anak dan Roh Kudus hanyalah peran yg TUHAN mainkan pada waktu yg berbeda. Tanpa disadari, modalisme mendasari analogi populer tentang Trinitas yg dipakai oleh banyak kelompok Kristen ketika mereka membandingkan TUHAN dengan diri mereka dan berkata “..Sy seorang ayah, tapi Sy juga seorang anak dan Sy memiliki roh..”. Modalisme menyangkal Trinitas meskipun mempertahankan keilahian Kristus.

Latar Belakang Sabelianisme

Sabellius, seorang teolog abad ketiga dan imam, adalah pendukung modalisme. Modalisme adalah bid'ah non-Trinitarian mengklaim bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus hanya modus yang berbeda dari Tuhan dan bukan pribadi yang berbeda dalam Ketuhanan. Sedikit yang diketahui tentang Sabellius, yang dikucilkan di 220 AD, tapi ajaran yang melekat pada namanya menjadi terkenal dan masih bersama Qt hari ini.

Pandangan Sabelianisme Tentang ALLAH

Para Modalis mempertahankan keesaan Allah serta keTuhanan penuh dari Kristus. Namun, hal ini menyebabkan mereka jatuh pada kesalahan sehingga melihat Anak adalah sebagai pribadi berbeda dari Bapa dan menciptakan dualisme dalam diri Allah. Hippolytus meringkas posisi modalist dimana "Bapa," "Anak," dan "Roh Kudus" tidak berdiri sebagai perbedaan eksistensi Ilahi dalam kehidupan manusia, melainkan menggambarkan tindakan dari satu Allah di berbagai kali dalam sejarah. Dengan kata lain, "Bapa," "Anak," dan "Roh" hanyalah kata sifat menggambarkan bagaimana seseorang menjadi Ilah.

Sabellius menggunakan analogi matahari untuk menjelaskan posisinya. Dengan cara yang sama bahwa matahari mengeluarkan cahaya dan panas, yang memancarkan sinar ilahi dalam bentuk sejarah yang berbeda. Dalam penciptaan, tindakan ilahi adalah sebagai Bapa, dalam penebusan, sebagai Anak, dalam hidup orang percaya, sebagai Roh Kudus.

Sabelianisme adalah salah satu ajaran sesat didalam Kristen yang terus muncul lagi dan lagi dalam bentuk yang berbeda. Siapapun yang telah duduk di kelas Sekolah Minggu dan mendengar bahwa Tri-kesatuan Allah adalah seperti air dalam yang tampak dalam tiga bentuk (cair, uap, dan es) telah terkena variasi kontemporer modalisme. Tuhan bukan satu orang yang ada dalam tiga bentuk yang berbeda pada tiga waktu yang berbeda, namun tiga pribadi yang berbeda secara bersamaan berbagi satu esensi yang sama.
Dalam pandangan Sabellianisme, Trinitas bukan merupakan sesuatu yg nyata melainkan hanya manisfestasi dari satu Allah.

Sabellian menyebabkan hubungan intim yang ada antara Bapa dan Anak dari kekekalan (Yohanes 17) menjadi irasional. Modalisme secara tidak langsung menolak karya penebusan Yesus Kristus. Jika hanya ada satu Tuhan yang bekerja di berbagai bentuk dalam sepanjang sejarah, Qt harus mempertanyakan apakah Yesus Kristus benar-benar seorang manusia atau ia hanya tampak seperti demikian, sebagaimana yg disampaikan oleh bidah Docetisme.Jika Yesus Kristus bukan sepenuhnya Allah dan manusia sepenuhnya, maka Dia tidak bisa menjadi pengantara antara Allah dan manusia. Hal ini untuk alasan ini bahwa bid'ah Sabellian modalisme harus ditolak, dan doktrin Alkitabiah tentang Tritunggal harus ditegaskan.

Beberapa contoh pengajaran Modalisme (Sabellianisme) selain yg sudah Sy sebutkan diatas:
  1. Ketika Yesus berdoa agar Sang Bapa menjauhkan cawan derita dari-Nya, ia berperan sebagai Anak. Kemudian, segera setelah mengucapkannya, Ia menjadi Roh Kudus yang menyampaikan doa Yesus ke surga. Sesampai di surga, Ia segera menjadi Sang Bapa untuk menerima doa Yesus yang dibawa oleh Roh Kudus. Lalu, setelah itu, Ia segera kembali ke bumi menjadi Roh Kudus untuk memberitahukan jawaban Sang Bapa. Kemudian, dengan segera Ia berubah lagi menjadi Sang Anak untuk menerima jawaban doa Sang Bapa, yang dibawa oleh Roh Kudus.
  2. Analogi H2O yang dapat tampil dalam tiga wujud: cair, padat dan uap. Ketika sebuah partikel H2O berwujud cair, partikel itu tak bisa pada saat yang sama berwujud padat atau uap.
  3. Seorang lelaki bernama John. Di rumah dia adalah seorang suami, di kantor dia adalah seorang direktur, dan di gereja dia adalah pemimpin koor. Perannya beda, tapi orangnya sama.
  4. Allah Bapa pada zaman Perjanjian Lama, Sang Anak pada masa Perjanjian Baru hingga Yesus naik ke surga dan dilanjutkan dengan masa gereja yang menampilkan Roh Kudus
  5. Manusia memiliki 3 unsur yakni tubuh, jiwa dan roh. Bagaimana kita bisa memisahkan tubuh, jiwa dan roh…? Jika kita paksakan, maka jiwa/roh manusia bukanlah manusia, tubuh manusia bukanlah manusia itu sendiri.
  6. Matahari, sinarnya, dan sanasnya itulah Allah Tritunggal. Analogi ini (mirip dengan konsep Plato) dianggap cara yang terbaik oleh banyak orang untuk menjelaskan Tritunggal. Namun, ilustrasi itu tidak mencakup analogi Allah Tritunggal. Sebab sinar matahari bukanlah matahari, kehangatan matahari atau energinya bukanlah matahari.
Paham heterodoks lain selain Modalisme adalah TRITEISME. Sementara monarkhianisme, khususnya modalisme, ingin mempertahankan ketunggalan Allah secara berlebihan, triteisme menekankan kejamakan Allah secara berlebihan. Namun, berbeda dengan paham Trinitas, Triteisme memahami kejamakan pada esensi Allah. Sekalipun paham ini jarang dianut secara sadar, namun kerap ia merupakan implikasi dari formulasi yang tak tepat. Cukup banyak pendeta di kalangan gereja tertentu yang getol menyebut diri sebagai gereja paling lurus di Indonesia, serta menuduh gereja lain tidak Alkitabiah, justru yang paling sering terjebak ke dalam perumusan keliru: “Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus.” Pertama, pemakaian formulasi ortodoks “Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus” adalah formulasi yang dipakai di dalam Alkitab. Alkitab tidak satu kalipun memakai istilah “Allah Anak” namun “Anak Allah.” Kedua, formulasi keliru “Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus” dengan sangat mudah menggiring pendengar pada pemahaman adanya tiga Allah, yaitu “Allah Bapa” DAN “Allah Anak” DAN “Allah Roh Kudus.” Substansi yang seharusnya satu dan sama bagi semua pribadi disebut tiga kali, sehingga membuka peluang bagi pemahaman adanya tiga substansi.

Dalam usaha untuk menuangkan doktrin Trinitas, Gereja Kristus pada zaman bapa Gereja tidak beralih kepada analogi, tetapi beralih kepada pernyataan iman atau kredo yg tertulis. Salah satu yg paling awal, Kredo Nicea, muncul untuk menanggapi sebuah ajaran sesat yg disebut Arianisme yg menyatakan Yesus adalah mahluk yg diciptakan, variasi modern dari ajaran ini adalah saksi Yehova dan Islam juga mengajarkan hal yg sama untuk mengatakan Isa (yg menurut mereka adalah Yesus dalam Alkitab) diciptakan sama seperti penciptaan Adam.

Pengakuan Iman Rasuli
Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.
Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.
Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut.
Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.
Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa.
Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh Kudus.
Gereja yang Kudus dan Am, persekutuan Orang Kudus
Pengampunan Dosa.
Kebangkitan Tubuh.
dan Hidup Yang Kekal.
AMIN.

Pengakuan Iman Nicea
“Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan. Dan akan Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal, Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Allah dari Allah, terang dari terang. Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakekat dengan Bapa, segala sesuatu dijadikan olehnya.Ia turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus dari perawan Maria dan menjadi manusia.Ia pun disalibkan untuk kita waktu Pontius Pilatus, Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan. Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci. Ia naik ke sorga, duduk di sisi kanan Bapa. Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; Kerajaan-Nya takkan berakhir. Aku percaya akan Roh Kudus, Tuhan yang menghidupkan; yang berasal dari Bapa dan Putra, yang serta Bapa dan Putra disembah dan dimuliakan. Ia bersabda dengan perantaraan para nabi. Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, universal dan apostolik. Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati, dan kehidupan di dunia yang akan datang. Amin.”

Pengakuan Iman Athanasius
1. Barangiapa yang ingin diselamatkan, adalah perlu baginya di atas segala-galanya untuk memegang / mempercayai iman Katolik / universal / am. 2. Yang, kecuali setiap orang memelihara / mempertahankannya secara sempurna dan tidak diganggu gugat, ia pasti akan binasa selama-lamanya. 3. Tetapi iman Katolik / universal / am adalah ini, bahwa kami menyembah satu Allah dalam tritunggal, dan tritunggal dalam kesatuan. 4. Tidak ada kekacauan / percampuran pribadi-pribadi ataupun pemisahan zat. 5. Karena pribadi dari Bapa adalah satu, dari Anak adalah pribadi yang lain, dan dari Roh Kudus adalah pribadi yang lain. 6. Tetapi dari Bapa, dari Anak, dan dari Roh Kudus ada satu keilahian, kemuliaan yang sama / setara dan keagungan / kuasa yang berdaulat yang sama kekalnya. 7. Apa adanya Bapa itu, demikian juga dengan Anak, dan juga Roh Kudus. 8. Bapa tidak diciptakan, Anak tidak diciptakan, Roh Kudus tidak diciptakan. 9. Bapa itu maha besar, Anak itu maha besar, Roh Kudus itu maha besar. 10. Bapa itu kekal, Anak itu kekal, Roh Kudus itu kekal. 11. Tetapi tidak ada tiga yang kekal, tetapi satu yang kekal. 12. Demikian juga tidak ada tiga (makhluk) yang tidak dicipta, juga tidak tiga yang maha besar, tetapi satu yang tidak dicipta, dan satu yang maha besar. 13. Dengan cara yang sama Bapa adalah maha kuasa, Anak adalah maha kuasa, Roh Kudus adalah maha kuasa. 14. Tetapi tidak ada tiga yang maha kuasa, tetapi satu yang maha kuasa. 15. Demikian juga Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah. 16. Tetapi tidak ada tiga Allah, tetapi satu Allah. 17. Demikian pula Bapa adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan. 18. Tetapi tidak ada tiga Tuhan, tetapi satu Tuhan. 19. Karena sebagaimana kami didorong seperti itu oleh kebenaran Kristen untuk mengakui setiap pribadi secara terpisah / individuil sebagai Allah dan Tuhan; demikian pula kami dilarang oleh agama Katolik / universal / am untuk mengatakan bahwa ada tiga Allah atau Tuhan. 20. Bapa tidak dibuat dari apapun, tidak diciptakan, tidak diperanakkan. 21. Anak itu dari Bapa saja, tidak dibuat, tidak dicipta, tetapi diperanakkan. 22. Roh Kudus itu dari Bapa dan Anak, tidak dibuat, tidak dicipta, tidak diperanakkan, tetapi keluar. 23. Karena itu ada satu Bapa, bukan tiga bapa, satu Anak, bukan tiga anak, satu Roh Kudus, bukan tiga Roh Kudus. 24. Dan dalam tritunggal ini tidak ada yang pertama atau terakhir, tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil. 25. Tetapi ketiga pribadi yang sama-sama kekal dan setara di antara mereka sendiri; sehingga mereka semua secara keseluruhan, seperti dikatakan di atas, baik kesatuan dalam tritunggal, maupun tritunggal dalam kesatuan, harus disembah. 26. Karena itu, ia yang ingin diselamatkan harus berpikir demikian tentang tritunggal. 27. Tetapi adalah perlu untuk keselamatan kekal bahwa ia juga percaya dengan setia / benar inkarnasi dari Tuhan kita Yesus Kristus. 28. Karena itu adalah iman yang benar bahwa kita percaya dan mengaku bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah Allah dan manusia. 29. Ia adalah Allah, diperanakkan dari kekekalan dari zat Sang Bapa; manusia, dilahirkan dalam waktu dari zat ibuNya. 30. Allah yang sempurna, manusia yang sempurna, terdiri dari jiwa yang rasionil dan daging manusia. 31. Setara dengan Sang Bapa dalam hal keilahianNya, lebih rendah dari Sang Bapa dalam hal kemanusiaanNya. 32. Yang, sekalipun adalah Allah dan manusia, bukanlah dua tetapi satu Kristus. 33. Tetapi satu, bukan dari perubahan dari keilahianNya menjadi daging, tetapi dari penerimaan / pengambilan dari kemanusiaanNya kepada / ke dalam Allah. 34. Satu, sama sekali bukan karena percampuran zat, tetapi dari kesatuan pribadi. 35. Karena sebagaimana jiwa yang rasionil dan daging adalah satu manusia, demikian juga Allah dan manusia adalah satu Kristus. 36. Yang menderita untuk keselamatan kita, turun ke neraka, hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati. 37. Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa, darimana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. 38. Pada kedatangan siapa semua manusia akan bangkit kembali dengan tubuhnya, dan akan mempertanggungjawabkan pekerjaan / perbuatan mereka sendiri. 39. Dan mereka yang telah berbuat baik akan pergi ke dalam kehidupan kekal; mereka yang telah berbuat jahat ke dalam api yang kekal. 40. Inilah iman Katolik / universal / am, yang, kecuali seseorang percaya dengan setia dan teguh, ia tidak bisa diselamatkan.

Pengakuan Iman Chalcedon
Maka, kami semua, mengikuti Bapa-bapa kudus, dengan suara bulat, mengajar manusia untuk mengaku, Anak yang satu dan yang sama, Tuhan kita Yesus Kristus, sempurna dalam keilahian dan juga sempurna dalam kemanusiaan, sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, dengan jiwa yang bisa berpikir dan tubuh; menurut keilahianNya mempunyai zat / hakekat yang sama dengan Sang Bapa, dan menurut kemanusiaanNya mempunyai zat / hakekat yang sama dengan kita, dalam segala hal sama seperti kita tetapi tanpa dosa; menurut keilahianNya diperanakkan sebelum segala jaman dari Bapa, dan menurut kemanusiaanNya dilahirkan dari Maria, sang Perawan, Bunda Allah dalam hari-hari akhir ini. Ia adalah Kristus, Anak, Tuhan yang satu dan yang sama, satu-satunya yang diperanakkan, mempunyai keberadaan dalam 2 hakekat, tanpa percampuran, tanpa perubahan, tanpa perpecahan, tanpa perpisahan; perbedaan dari dua hakekat itu sama sekali tidak dihancurkan oleh persatuan mereka, tetapi sifat-sifat dasar yang khas dari setiap hakekat dipertahankan dan bersatu menjadi satu pribadi dan satu keberadaan / makhluk, tidak berpisah atau terbagi menjadi dua pribadi, tetapi Anak yang satu dan yang sama, dan satu-satunya yang diperanakkan, Allah Firman, Tuhan Yesus Kristus; seperti nabi-nabi dari semula telah menyatakan tentang Dia, dan seperti Tuhan Yesus Kristus sendiri telah mengajar kita, dan seperti pengakuan iman bapa-bapa kudus telah menyampaikan kepada kita).

Pengakuan Iman tidak berusaha menjelaskan Trinitas, sebaliknya, pengakuan iman tersebut menyajikan kebenaran yg terdapat dalam halaman2 Alkitab dan sejarah Gereja.
Trinitas sangat tidak masuk akal dari sudut pandang manysia sehingga jelas bukan merupakan konsep yg diciptakan manusia, Qt tidak mempercayai Trinitas karena doktrin ini dapat dibuktikan atau meyakinkan secara logika. Qt percaya sebab TUHAN sendiri yg menyatakan diri-NYA sebagai Trinitas.

Seseorang pernah menggambarkan doktrin ini demikian :
Cobalah menjelaskannya dan anda akan kehilangan akal anda;
Namun cobalah menyangkalnya dan anda akan kehilangan jiwa anda.


TUHAN Yesus memberkati


Source :
Mari Berpikir Tentang “Theologi Apa yg kita yakini” – Mark Tabb
http://www.philvaz.com/apologetics/a63.htm
http://carm.org/modalism
http://www.theopedia.com/Modalism
http://theresurgence.com/2010/06/22/sabellius-know-your-heretics
http://www.christiandefense.org/oneness_c.hstoy.htm

3 komentar:

  1. Mks, atas gambaran ini, biarlah menambah pengetahuan saya sebagai orang Kristen dalam menhadapi berbagai macam thelogi. gBu

    BalasHapus
  2. Thanks bro...
    Semoga bermanfaat...
    GOD bless...

    BalasHapus
  3. Nyuwun sewu Bapak Ibu saudara saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus, saya ingin membagikan pengalaman kesaksian saya mengenai kebenaran trinitas
    Nama saya: Johanes Sudarsiman
    Ceritanya pendek kata saya ketika berdiskusi mengenai Trinitas dengan adik kandung saya tidak bisa selesai karena antara logika dan iman, kemudian saya berdoa kepada Tuhan Yesus untuk menerangi apa pengertian tentang Trinitas, kemudian suatu malam kira-kira jam 2 malam saya terbangun dan terasa diterangi oleh Roh Kudus, semua firman yang pernah saya baca teringat kembali seperti ada yang menata firman-firman ini membentuk suatu sesatuan yang menopang mengenai kebenaran akan Trinitas bukan dogma, setelah itu saya Tulis buku ini sebagai kesaksian saya pribadi.
    Karena Trinitas ini merupakan fondasi iman kristen yang sering diperdebatkan tidak kunjung selesai maka saya berkeinginan membagikan pengalaman saya ini, silakan di buka lampirannya atau bisa didownload melalui google ketik : kebenaran-trinitas.com atau anda masuk ke internet bagian paling atas ketik: kebenaran-trinitas.com
    Berdasarkan pada penerangan oleh Roh Kudus dan dialog dengan banyak orang, penulis dapat menyimpulkan beberapa pertanyaan penting yang berhubungan dengan Trinitas dan sering ditanyakan dalam debat, dialog maupun diskusi dan pertanyaan pertanyaan ini yang membawa penulis bisa lebih luas memahami hal-hal yang tidak terpikirkan, pertanyaan itu antara lain:
    1. Apakah yang pertama kali yang diciptakan oleh Tuhan YAHWEH?
    2. Mengapa manusia bisa berfikir dan berbudaya sedangkan hewan tidak bisa berfikir dan tidak mempunyai budaya
    3. Siapa yang pertama menggunakan konsep Trinitas?
    4. Untuk apa konsep Trinitas itu ada?
    5. Yesus berbicara dalam Yohanes: 10:30 " Aku dan Bapa adalah satu. " tetapi Yesus tidak mengenal hari kiamat? in Matius: 24:36
    6. Yesus juga Tuhan tapi Yesus tidak tahu hari kiamat Matius: 24:36
    7. mengapa Yesus disebut Mesias dan mengapa Yesus disebut Tuhan?
    8. Yesus Tuhan mengapa harus berpuasa
    9. Yesus Tuhan mengapa ketika mau mati dia berbicara dalam Matius 27:46 ". . . that is to say, My God, my God, why hast thou forsaken me?
    Pertanyaa No. 5 dan 6 ini pertamakali penulis diterangi oleh Roh Kudus dan pertanyaan ini mengandung philosofi yang luar biasa indahnya, belum ada didunia ini seindah philosofi ini pertanyaan ini pertama Roh Kudus menerangi saya tentang Trinitas dan menyuruh saya menulis buku ini.
    Akhir kata penulis menyampaikan, setiap orang yang meminta akan menerima, siapa yang mengetok, pintu akan dibukakan, siapa yang mencari kebenaran dia akan mendapatkan dan siapa yang mendapatkan dia harus bersaksi tentang kebenaran itu karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
    Baca Amsal 8:22-36 Anda akan terkejut dan mengapa Tuhan Yahweh mengirimkan Amsal 8:22-36.
    Hormat Saya
    Ir.Johanes Sudarsiman
    Free download google ketik: kebenaran-trinitas.com

    BalasHapus