Minggu, 05 Februari 2012

Doa Raja Hizkia - Doa Yang Diterima ALLAH

Raja Hizkia


Disadur dari buku :
Doa Yang Ditolak Tuhan
Jimmy Tjandra

Hizkia adalah salah satu raja hebat yg pernah dimiliki oleh Kerajaan Selatan (Yehuda). Semangat dan perjuangannya bagi TUHAN patut diacungi jempol.
Namun hal yg paling banyak dibicarakan dr hidup Hizkia adalah doanya. Tentang Hizkia, Alkitab menulis demikian, Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia. ( 2 Raja 18:5).
Dengan kata lain, Hizkia adalah satu-satunya raja yg luar biasa.


Masa Kecil Hizkia


Masa kecil Hizkia sangat menyenangkan. Kakeknya adalah raja Israel yg menyenangkan hati TUHAN, raja Yotam.
Imagine this, cucu orang kaya saja sudah menyenangkan,apalagi cucu raja !
More of that, Hizkia ini adalah cucu seorang raja yg taat kepada TUHAN.
Jadi, betapa bahagianya masa kecil Hizkia.
Unfortunately, masa bahagia itu tidak berlangsung lama karena saat si kecil Hizkia masih berusia 9 tahun, kakeknya meninggal dunia dan posisi raja Yehuda digantikan oleh ayahnya, raja Ahas.

Ahas menjadi raja atas Yehuda pada usia 20 tahun, dan dia memerintah Israel selama 16 tahun lamanya. Itu berarti, Ahas meninggal pada usia 36 tahun, dan kemudian Hizkia menggantikan dia menjadi raja atas Yehuda. Hizkia sendiri mulai memerintah sebagai raja Yehuda pada saat usia 25 tahun.


Panutan Hizkia


Dalam kasus Hizkia, panutan yg bagaimana yg dia dapatkan dalam memasuki daa remajanya ?
Seperti anak-anak pada umumnya, panutannya adalah orangtuanya sendiri.

Kalau Qt mau melihat panutan bagaimana yg didapat oleh Hizkia, mau tidak mau Qt perlu melihat kehidupan ayahnya sendiri Ahas. Ahas bukanlah seorang raja yg baik. Sebaliknya, dia adalah raja yg jahat di mata TUHAN. Dia melakukan banyak hal yg merupakan kekejian di mata TUHAN. Begitu jahatnya raja ini, dia bahkan mempersembahkan anaknya sebagai korban bakaran bagi berhala yg disembahnya. Dia adalah raja yg sepenuhnya melanggar firman TUHAN.

Selain itu, Ahas juga tidak mengenal pertobatan. Satu kali dia dikepung oleh raja zpekah dan raja Rezin, dia bukannya berseru mohon perlindungan TUHAN, malah meminta tolong kepada bangsa Asyur yg waktu itu dipimpin oleh Tiglat Pileser. Demi menyenangkan raja Asyur ini, Ahas mengubah tata cara ibadah bangsa Yehuda, membuat mezbah baru menggantikan mezbah baru menggantikan mezbah tembaga yg dibuat Salomo, dan merombak Bait ALLAH. Dan setelah TUHAN membiarkan begitu banyak masalah terjadi dalam hidupnya, Ahas masih juga tidak berbalik kepada TUHAN. Sampai, waktu meninggal pun, Ahas tidak dimakamkan di taman pekuburan para raja. Apakah itu berarti bangsa Yehuda tidak menghormati Ahas sebagai raja atau karena ada penyebab lain, tetapi itulah yg dialaminya.

Kesimpulannya jelas, Ahas, ayah Hizkia adalah raja yg sangat jahat di mata TUHAN. Jd menurut anda, panutan macam apa yg dia dapatkan dr Ahas ?
Hal yg memperparah keadaan adalah bahwa Hizkia harus hidup bersama ayah yg seperti itu selama 16 tahun. Dari sini Qt dapat menarik kesimpulan bahwa Hizkia menghabiskan masa remajanya, dr usia 9 tahun sampai 25 tahun dengan contoh yg sangat buruk dr ayahnya.
Dengan demikian, logically, Hizkia juga menjadi raja yg tidak benar. Namun ternyata bukan itu pilihannya waktu dia jadi raja Yehuda. Mengagetkan sekali, Hizkia justru memerintah dengan baik.


Depresi Nasional


Bagaimana kondisi Yehuda waktu itu saat Hizkia menjadi raja, bangsa Yehuda baru saja mengalami depresi yg sangat besar di bawah pemerintahan Ahas. Oleh karena dosa2 yg dilakukan Ahas, TUHAN menghajar bangsa Yehuda. TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan raja Aram dan menawan banyak orang kemudian membawa mereka ke Damsyik. Belum cukup sampai disitu, raja Pekah dr Israel menaklukan mereka dan menawan para wanita dan anak2 sebelum akhirnya dibebaskam.
Tp intinya, kekalahan bangsa Yehuda sangatlah besar, Ahas sendiri kehilangan orang2 yg dekat dengan dia.

Setelah Yehuda dikalahkan Aram dan Israel, bangsa Edom juga bangkit mengalahkan mereka dan mengangkut tawanan. Begitu juga bangsa Filistin, bangsa ini bahkan merebut banyak kota dr bangsa Yehuda dan mendiami kota2 tersebut. Dari kekalahan2 tersebut, bisa dibayangkan berapa banyak tentara Yehuda yg tewas, dan Yehuda sedang berada di ambang kehancuran.

Saat Ahas meminta bantuan dr Tiglat Pilaser, raja Asyur, bukan bantuan yg didapat, malah masalah. Padahal Ahas sudah menguras semua barang berharga yg ada di Bait Suci, rumahnya sendiridan juga dr rumah para pemimpin untuk diserahkan kepada raja Asyur tersebut.

Kesimpulannya, kondisi bangsa Yehuda waktu itu sangat terpuruk. Penduduknya menjadi jauh berkurang, baik karena mati di medan perang, maupun karena ditawan.
Daerahnya jg menyusut karena direbut musuh. Hartanya...?
Habis untuk membayar upeti kepada raja Asyur. Kalaupun masih ada harapan untuk bangkit, bangsa ini memerlukan waktu yg sangat lama.


Pemerintahan Hizkia

Kembali kepada pemerintahan Hizkia, Alkitab mencatat hal pertama yg dilakukan Hizkia adalah menyucikan Bait ALLAH dan mengadakan perayaan Paskah. Setelah itu, Hizkia melakukan reformasi dibidang rohani secara besar-besaran, Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan. (2 Raja 18:4). Sekedar mengingatkan, waktu bangsa Israel masih berkelana di padang gurun, mereka pernah membuat TUHAN marah, sehingga Dia mengirimkan banyak ular berbisa ke perkemahan dan banyak yg menjadi korban gigitan ular2 itu.
Untuk menyembuhkan mereka yg telah tergigit, TUHAN memerintahkan Musa membuat patung ular dan siapa saja yg memandang patung itu akan disembuhkan.
Rupanya bangsa Israel salah menafsirkan hal itu dengan menghormati bahkan memberikan korban kepada Nehustan. Sedangkan TUHAN sebagai sumber kesembuhan mereka justru dilupakan.
Jadi dengan menghancurkan Nehustan, Hizkia sebenarnya telah mencelikan mata rohani rakyatnya supaya mereka kembali kepada ALLAH.

Jadi, hal pertama yg dia lakukan adalah membebaskan Yehuda dr penjajahan rohanu, dan langkah itu benar2 tepat, mengundang kemurahan TUHAN masuk ke dalam hidupnya dan pemerintahannya.
Selanjutnya, Hizkia berhasil membebaskan bangsanya dr penjajahan secara fisik (2 Raja 18:6-8).

Kemenangan Hizkia dalam berbagai perperangan ini jelas karena penyertaan TUHAN dlm hidupnya, kalau tidak, dr mana kekuatan militer itu dia dapatkan mengingat kondisi bangsa Yehuda seperti yg telah diceritakan sebelumnya.

Dia juga membebaskan bangsa Yehuda dr penjajahan bangsa Asyur dan merebut kembali wilayah yg sempat hilang.
Selain itu, Hizkia juga pernah menyelamatkan Israel dr murka ALLAH.
Satu kali, nabi Mikha dr Moresyet menubuatkan kehancuran Yehuda di zaman Hizkia.

"Mikha, orang Moresyet itu, telah bernubuat di zaman Hizkia, raja Yehuda. Dia telah berkata kepada segenap bangsa Yehuda: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sion akan dibajak seperti ladang dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.
Yeremia 26:18.

Untuk nubuat ini, Hizkia menyikapinya dgn serius dan memohon belas kasihan TUHAN dan DIA melepaskan Yehuda dr hukuman itu.
Selanjutnya, berapa lama Hizkia berhasil memulihkan keadaan Yehuda...?
100 tahun
50 tahun
Nope...
Hanya dalam waktu kurang dari 14 tahun !!!.
What a great king he was !!!

Yg jadi pertanyaan adalah, dari mana Hizkia mendapat semua sifat positive itu..?
Sepertinya Hizkia tidak mengizinkan pengaruh2 buruk dr orang tuanya merusak kehidupannya.
Dia sudah dewasa dan mengetahui mana yg buruk dan yg tidak saat dia menjadi raja diusia 25 tahun.
Hizkia tidak membiarkan dirinya rusak, kemudian menyalahkan itu semua "warisan" yg dia dapat dr orang tuanya.
Dia adalah seorang raja dengan integritas dan karakter yg sangat kuat.
Oleh karena itulah, TUHAN berkenan kepada Hizkia dan selalu memberikan kemenangan setiap kali dia maju berperang, apa yg dikerjakannya, dibuat-NYA berhasil.


Peperangan Terakhir

Puncak peperangangan Hizkia yg dicatat Alkitab adalah ketika Sanherib, raja Asyur mengepung Yerusalem. Ini terjadi pada tahun ke -14 pemerintahan Hizkia. Dan jika Qt membaca kisah itu, Qt akan mengetahui bahwa "peperangan" ini bukanlah peperangan yg sesungguhnya.
Memang banyak hal yg disiapkan Hizkia untuk menyambut bangsa Asyur, dia mengokohkan pertahanan kerajaannya dengan sekuat tenaga, tetapi mereka tidak sungguh2 berperang, bahkan tidak ada satupun anak panah bangsa Asyur yg ditembakkan ke Yerusalem.

Hal yg membuat Qt kagum dan heran adalah, reaksi Hizkia saat dia menghadapi masalah yg bernama Sanherib itu, selama 14 tahun masa pemerintahannya, Hizkia bisa dikatakan belum pernah mengalami masa yg damai dalam pemerintahannya.
Setelah dia mengadakan peperangan dlm negerinya sendiri dgn reformasi rohani besar2an, dia berperang keluar dan memulihkan daerah Yehuda yg direbut oleh bangsa Filistin.
Setelah itu, dia masih membebaskan bangsa Yehuda dr cengkeraman penjajahan bangsa Asyur.
14 tahun lamanya dia melakukan perbuatan2 besar dan menyenangkan hati TUHAN, namun sebagai upahnua, satu bangsa yg sangat kuat pd zaman itu, datang dan mengepungnya. Bahkan saat itu, bangsa ini telah menumpas banyak bangsa dan menaklukan Israel di Utara.
Sebagai pembalasan krn mereka memberontak kpd Asyur, datanglah mereka hendak memberi "pelajaran" kpd Hizkia.
Hal yg memperparah keadaan, dlm kondisi ini, ada pihak yg berkhianat dan membelot kpd bangsa Asyur.
Mari Qt lihat apa yg dikatakan Hizkia kepada rakyatnya.

"Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia.Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita."
2 Tawarikh 32:7-8


Hizkia tetap percaya kepada ALLAH.
Lalu apa respon bangsa Asyur :

"Beginilah titah Sanherib, raja Asyur: Apakah yang kamu harapkan, maka kamu tinggal saja di Yerusalem yang terkepung ini?
Bukankah Hizkia memperdayakan kamu, supaya kamu mati kelaparan dan kehausan, dengan mengatakan: TUHAN, Allah kita, akan melepaskan kita dari tangan raja Asyur?

2 Tawarih 32 :10-11 (dan di ayat2 selanjutnya)

Kalau tidak ada orang Yehuda yg membelot ke Asyur, bagaimana mungkin Sanherib bisa menuliskan surat yg sedemikian persisnya dgn perkataan Hizkia kpd rakyatnya ?
Namun dlm keadaan demikian, Hizkia memutuskan tetap percaya 'n berserah kepada ALLAH.

Sebagai jawaban TUHAN atas keteguhan hati Hizkia, DIA mengirim seorang malaikat pencabut nyawa untuk menghajar bangsa Asyur dan membunuh 185.000 pasukan Asyur dlm waktu 1 malam saja.

Lalu TUHAN mengirim malaikat yang melenyapkan semua pahlawan yang gagah perkasa, pemuka dan panglima yang ada di perkemahan raja Asyur, sehingga ia kemalu-maluan kembali ke negerinya. Kemudian ia ditewaskan dengan pedang oleh anak-anak kandungnya sendiri ketika ia memasuki rumah allahnya.
2 Tawarikh 32:21

Bangsa Asyur terpukul kalah dan pulang dengan rasa malu.
Rasanya tidak ada lagi kekalahan yg diceritakan dengan cara seperti ini.


Akhir Pemerintahan Hizkia

Imagine this...
14 tahun Hizkia mengabdi dengan setia kepada ALLAH, hidup menurut ketetapan ALLAH, memulihkan keadaan rohani bangsa Yehuda untuk kembali kepada ALLAH.
Hadiah yg dia terima dr semua itu adalah kematian dan ALLAH tidak berniat menyembuhkannya.
Setelah berhasil menyelamatkan bangsa Yehuda dr tangan musuh yg sangat ditakuti tersebut, sudah sewajarnya kalau Hizkia mengharapkan adanya kedamaian di tanah Yehuda.

Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."
2 Raja 20:1



Doa Hizkia

Hizkia jatuh sakit dan satu2nya harapan adalah mujizat TUHAN.
Kemudian dia berdoa kepada ALLAH.

"Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
2 Raja 20:2


Dalam menghadapi kematiannya, Hizkia mengalami pergumulan yg sangat berat.
Di satu pihak, dia telah mengalami kebaikan dan keadilan TUHAN, dan semua pengalamannya berjalan dengan DIA telah menumbuhkan imannya bahwa TUHAN pasti mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yg berkenan kepada-NYA. Oleh krn itu, kematiannya pastilah juga kebaikan dlm hidupnya.

Di lain pihak, saat itu Hizkia masih berusia 39 tahun, masih sangat muda untuk ukuran seorang penguasa.
Life begin at 40.
Lagipula musuh yg ditakuti, Asyur, bukan lagi sebuah ancaman.
Sanherib yg telah menumpas banyak raja itu, mati ditangan anaknya.

Doanya kepada ALLAH yg ditulis diatas, telah mengetuk hati ALLAH dan DIA, melalui nabi Yesaya mengatakan bahwa umur Hizkia akan diperpanjang 15 tahun lagi.
Oleh karena itu, Hizkia mengucap syukur kepada ALLAH atas jawaban doanya.

Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!
Yesaya 38:16


Namun sayangnya, perbuatan baik Qt bukanlah poin yg bisa ditukar dgn hadiah tertentu dr Surga, lagipula, kalau perbuatan Qt itu bisa ditukar seperti itu, Sy rasa Qt akan lebih banyak menerima kiriman dr Neraka, bukankah begitu...?
Perbuatan baik yg Qt lakukan, seharusnya adalah tanda ungkapan syukur kepada ALLAH.
Oleh karena itu, seharusnya perbuatan baik itu, tidak menjadikan Qt lebih berhak untuk mendapatkan sesuatu yg Qt doakan.

Kalau saja Hizkia tetap percaya penuh kepada ALLAH dan membiarkan hidupnya berjalan sesuai rencana-NYA, bisa jadi dia dikenang sebagai raja yg hidupnya benar2 total untuk TUHAN.
Riwayatnya sebelum sakit tidak berisi satupun catatan negative, justru catatan negative itu ada setelah Hizkia menerima apa yg didoakannya.


Akibat Doa Hizkia


Setelah Hizkia sembuh, ternyata dia tidak berterima kasih kepada ALLAH meskipun diatas telah diucapkan rasa syukurnya kepada ALLAH.
Hizkia menjadi angkuh dan sombong, dia lupa diri.
Banyak anak2 Tuhan bukan kehilangan iman dalam kesesakan tetapi dalam kesuksesan.
Semua doa dan janji setia yg dulu dipanjatkan, dengan sangat mudah dilupakan seolah-olah itu hanyalah bagian dr masa lalu dan tidak penting.
Demikian juga Hizkia.

Tetapi Hizkia tidak berterima kasih atas kebaikan yang ditunjukkan kepadanya, karena ia menjadi angkuh, sehingga ia dan Yehuda dan Yerusalem ditimpa murka.
2 Tawarikh 32:25


Untungnya, Hizkia segera sadar.

Tetapi ia sadar akan keangkuhannya itu dan merendahkan diri bersama-sama dengan penduduk Yerusalem, sehingga murka TUHAN tidak menimpa mereka pada zaman Hizkia.
2 Tawarikh 32:26


Alkitab mencatat, utusan dr Babel datang.
Saat itu raja Babel mendengar Hizkia disembuhkan dr sakitnya, dia mengutus anak buahnya berkunjung ke Yerusalem, menjenguk Hizkia.
Dan dengan bangga Hizkia menunjukan segala kekayaan yg telah diperolehnya selama ini.

Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.
2 Raja 20 : 13


Kesalahan Hizkia bukan terletak pd kunjungan utusan Babel itu, kunjungan mereka justru berdampak positive krn dengan demikian, Hizkia dikenal dan dihormati oleh negara yg terletak cukup jauh saat itu.
Kesalahan Hizlia disini karena dengan bangganya, dia menunjukan semua kekayaannya.
Kata "bangga" disini, setujukah anda kalau itu memiliki arti sombong.
Itulah kesalahannya yg kedua.
Sombong.
Akibat perbuatannya ini, hukuman ALLAH datang menjadi jauh lebih berat.

Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: "Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?" Jawab Hizkia: "Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!"
Lalu tanyanya lagi: "Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku."
Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: "Dengarkanlah firman TUHAN!
Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.
Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel."
2 Raja 20:16-18


Setelah ini, Hizkia menjadi egois meskipun dia tidak menolak Firman yg sampaikan itu, dia tidak perduli selama dalam masa pemerintahannya, Yehuda tetap aman.

"Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!"
2 Raja 20:19


Dan benarlah apa yg disampaikan TUHAN melalui nabi-NYA.
Setelah kematian Hizkia, keadaan Yehuda tidak menjadi lebih baik.
Manasye yg menggantikan Hizkia melakukan segala perbuatan keji dihadapan TUHAN termasuk mendirikan kembali patung2 dan kuil penyembahan kepada allah lain, walaupun akhirnya Manasye bertobat kepada ALLAH dan ALLAH memulihkan keadaan Yehuda.

Pada zaman Yosia, raja yg juga berkenan kepada ALLAH, yg sama seperti Hizkia Alkitab mencatat.

Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia.
2 Raja 23:25


Di zaman raja Yoyakhim, kurang lebih 40 tahun setelah Manasye wafat, bangsa Yehuda ditaklukan oleh Babilonia, dan diserang pula oleh bangsa-bangsa lain.

Sungguh, hal itu terjadi kepada Yehuda sesuai dengan titah TUHAN untuk menjauhkan mereka dari hadapan-Nya oleh karena dosa-dosa Manasye, setimpal dengan segala yang dilakukannya,dan juga oleh karena darah orang yang tidak bersalah yang telah ditumpahkannya, sebab ia telah membuat Yerusalem penuh dengan darah orang yang tidak bersalah, dan TUHAN tidak mau mengampuninya.
2 Raja 24:3-4


Bahkan kepada Yeremia, kurang lebih 50 tahun setelah kematian Manasye, TUHAN berkata :

"Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku, hati-Ku tidak akan berbalik kepada bangsa ini. Usirlah mereka dari hadapan-Ku, biarlah mereka pergi!
Dan apabila mereka bertanya kepadamu: Ke manakah kami harus pergi?, maka jawablah mereka: Beginilah firman TUHAN: Yang ke maut, ke mautlah! Yang ke pedang, ke pedanglah! Yang ke kelaparan, ke kelaparanlah! dan yang ke tawanan, ke tawananlah!
Aku akan mendatangkan atas mereka empat hukuman, demikianlah firman TUHAN: pedang untuk membunuh, anjing-anjing untuk menyeret-nyeret, burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi untuk memakan dan menghabiskan.
Dengan demikian Aku akan membuat mereka menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi, oleh karena segala apa yang dilakukan Manasye bin Hizkia, raja Yehuda, di Yerusalem."
Yeremia 15 :1-4


Membaca ayat2 diatas, Qt bisa merasakan kemarahan ALLAH yg menyala-nyala atas apa yg telah dilakukan Manasye.
Begitu besar kesalahan yg dilakukan Manasye.
Qt mungkin heran, sebesar apa kesalahan yg dilakukan Manasye itu.
Alkitab mencatat demikian :

Manasye membuat mezbah2 bagi Baal, patung2 Asyera dan sujud menyembah kpd segenap tentara langit dan beribadah kepada mereka.
Dan yg lebih parahnya lagi, semua hal itu dilakukannya di rumah ALLAH

Manasye mempersembahkan anak2 kandungnya sendiri kepada allah lain

Manasye melakukan ramal, telaah dan sihir dan memanggil roh2 para arwah dan peramal.

Semua yg dilakukan Manasye diatas sudah jelas melanggar 10 perintah ALLAH yg pertama sampai keempat, yg telah diberikan kepada Musa.

Bahkan Manasye menyesatkan Yehuda dan penduduk Yerusalem sehingga mereka melakukan hal yg paling jahat drpd bangsa2 yg telah dipunahkan ALLAH dr depan orang Israel.

Selain itu, Manasye dan rakyatnya menolak firman TUHAN.

Meskipun pada akhirnya pertobatannya diterima tp apa yg sudah dia lakukan sebelumnya telah menyakiti hati ALLAH.

Qt heran...
Apa hubungannya antara Manasye dengan dikabulkannya doa Hizkia ?
Manasye memang anak Hizkia dan setiap kejahatan diatas bisa saja dilakukan oleh pengganti Hizkia
Jd tidak ada hubungannya dengan doa Hizkia.
Mungkin benar, tetapi sehubungan dengan Manasye, pertanyaannya bukan siapa yg menggantikan Hizkia tp yg lebih tepat adalah kapan pergantian itu terjadi.
Manasye menjadi raja saat dia masih berumur 12 tahun.
Itu artinya Manasye lahir dlm masa 15 tahun tambahan umur g TUHAN berikan pd Hizkia, atau dalam 3 tahun setelah doa Hizkia dikabulkan.

Kalau saja Hizkia bersedia "pulang" pd saat itu, Yehuda pasti memiliki sejarah yg lebih baik.
Kalau saja Hizkia menerima keputusan ALLAH, raja Babel tidak perlu mengirim utusannya dan Hizkia tidak perlu memamerkan kekayaannya.
Kalau saja 15 tahun umur tambahan itu tidak pernah ada, Manasye juga tidak akan pernah ada dan TUHAN tidak perlu sedemikian murka.

Dari kejadian ini, Qt menjadi sangat yakin bahwa ALLAH yg Qt sembah itu maha tahu dan melakukan semua apa yg dilakukan-NYA untuk kebaikan Qt.
DIA tahu semua malapetaka yg akan terjadi kalau Dia membiarkan Hizkia hidup, dan Dia sudah berusaha mencegah semua itu, sayangnya, Hizkia tidak percaya kepada keputusan ALLAH.

Truly, kalau Qt dalam posisi Hizkia, Qt juga pasti akan melakukan hal yg sama, seringkali Qt tertipu oleh fikiran dan khayalan Qt sendiri akan betapa baiknya kalau Qt mendapatkan ini dan itu.
Padahal setelah Qt mendapatkan apa yg Qt inginkan, hal itu tidak sebaik apa yg Qt bayangkan sebelumnya.
Seringkali Qt masih dlm keadaan serba kekurangan, Qt sangat rajin berdoa sungguh2 dan selalu menolak godaan yg datang untuk berbuat dosa.
Namun saat TUHAN benar2 memberikan kebebasan secara finansial, hal yg sama juga dilakukan TUHAN kepada Hizkia untuk mengetahui isi hati Hizkia, Qt menjadi sombong dan mulai mencari dosa itu tanpa perlu digoda.

Pertanyaan yg sebenarnya lebih penting adalah, ketika Qt mendapatkan apa yg Qt doakan, apa yg akan Qt lakukan dengannya...?

Hizkia,bagaimanapun seorang raja yg hebat. Apa yg dia minta seharusnya wajar2 saja. Hal yg menjadi masalah adalah ketika dia berusaha memaksakan kemauannya untuk disetujui TUHAN.

Just believe that, every single thing HE does 4 us, HE does it for our own good.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar