Minggu, 05 Februari 2012

Silsilah Yesus Kristus

Silsilah Yesus Kristus dalam Alkitab bisa dilihat di dalam dua kitab, yaitu dalam kitab Injil Matius (Matius 1:1-17) dan Injil Lukas (Lukas 3:23-38). Sementara, Injil Markus dan Injil Yohanes diam seribu bahasa tak tahu menahu tentang silsilah Yesus Kristus.
Mengapa…?
Bagaimana penjelasannya…?

>>>>>

Perlu diluruskan, Injil Markus dan Injil Yohanes tidak memuat daftar silsilah Yesus Kristus bukan karena Markus dan Yohanes tidak mengetahui silsilah Yesus Kristus. Tidak dituliskan tidak berarti tidak tahu.

Injil Markus adalah Injil yang pertama kali dituliskan. Injil Markus dituliskan oleh Markus. Petrus ini adalah salah seorang rasul, murid sekaligus sahabat Yesus Kristus.

Injil Markus dituliskan oleh Markus pada waktu pengikut Yesus Kristus adalah orang-orang yang pernah bertemu muka secara langsung dengan Yesus dan mengenal Yesus secara pribadi. Ini cocok dengan artefak arkeologis fragmen Injil Markus yang ditemukan di gua Qumran dekat laut mati yang diperkirakan berasal dari kisaran tahun 30-an Masehi sampai 50-an Masehi. Bahkan tahun tersebut masih bisa dipersempit lagi, mengingat dalam surat-surat Paulus yang dituliskan antara tahun 40-60 M disebutkan adanya Injil yang dibawa dan diberitakan oleh Paulus (Kisah Para Rasul 17:18).

Para pengikut generasi pertama tersebut telah mengetahui silsilah Yesus Kristus. Jadi, daftar silsilah Yesus Kristus tidak dituliskan oleh Markus di dalam Injil Markus karena segmen pembaca Injil Markus pada paruh pertama abad pertama adalah orang-orang yang telah mengetahui silsilah Yesus Kristus telah mengetahui silsilah Yesus Kristus.

Injil Matius dan Injil Lukas ditulis pada masa Injil telah mendapatkan banyak pengikut dari orang-orang yang tidak pernah bertemu Yesus Kristus secara tatap muka dan mengenal Yesus secara pribadi, karena ketika mereka mendengar berita Injil, Yesus Kristus telah diangkat oleh Allah ke surga. Murid-murid ini tidak mengetahui silsilah Yesus Kristus. Itulah sebabnya, Matius dan Lukas menuliskan silsilah Yesus Kristus dalam Injil yang mereka tulis.

Markus adalah putra Petrus sekaligus murid, penterjemah, dan juru tulisnya Petrus. Melihat hubungan antara Markus dan Petrus itu bisa ditebak bahwa Markus menuliskan apa-apa yang didengarnya dari Petrus yang merupakan salah seorang rasul dan sahabat Yesus Kristus. Tidaklah salah bila Injil Markus juga bisa disebut sebagai Injil menurut Petrus atau Injil Petrus, karena Markus disitu hanya berperan sebagai juru tulis Petrus saja.

Matius alias Lewi adalah salah seorang rasul, murid, dan sahabat Yesus Kristus. Sedangkan Lukas adalah murid para rasul itu. Dia mencatat berdasar pada apa yang disampaikan para rasul kepadanya.

Injil Yohanes ditulis oleh Yohanes yang merupakan salah seorang rasul, murid Yesus, dan sekaligus sahabat Yesus Kristus yang paling dekat. Injil tersebut ditulis pada sekitar tahun 95 Masehi, bertahun-tahun setelah Injil Matius, Markus, dan Lukas tersebar luas dalam masyarakat. Yohanes tidak mencantumkan silsilah Yesus Kristus karena silsilah Yesus Kristus telah tercantum dalam Injil Matius dan Lukas.

Sebagai catatan tambahan, Injil Matius ditulis pada kisaran tahun 70 Masehi, atau 5 tahun setelah Paulus wafat, Injil Lukas ditulis sekitar tahun 80 M – 90 M atau antara 15 sampai 25 tahun setelah wafatnya Paulus, sedangkan Injil Yohanes ditulis pada tahun 95 Masehi atau 30 tahun setelah Paulus wafat. Dan tentu saja orang yang telah meninggal tidak dapat menulis atau mengubah Injil Matius.

Silsilah Kristus

Jika kita lihat di Injil Matius 1 : 17 dikatakan ada 14 keturunan dari Abraham sampai Daud, 14 keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, 14 keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. Kalau dijumlahkan adalah 42 keturunan (14+14+14=42).
Nah, masalahnya adalah ketika saya hitung satu persatu keturunan dari Abraham sampai Yesus adalah 40 keturunan (Matius 1 : 1 – 16). Pertanyaannya :
2 keturunannya lagi dimana dan siapa …?
Sebenarnya silsilah Yesus itu ada berapa keturunan …?

>>>>>>

Abraham memperanakkan Ishak,
Ishak memperanakkan Yakub,
Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar,
Peres memperanakkan Hezron,
Hezron memperanakkan Ram,
Ram memperanakkan Aminadab,
Aminadab memperanakkan Nahason,
Nahason memperanakkan Salmon,
Salmon memperanakkan Boas dari Rahab,
Boas memperanakkan Obed dari Rut,
Obed memperanakkan Isai,
Isai memperanakkan raja Daud.
Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
Salomo memperanakkan Rehabeam,
Rehabeam memperanakkan Abia,
Abia memperanakkan Asa,
Asa memperanakkan Yosafat,
Yosafat memperanakkan Yoram,
Yoram memperanakkan Uzia,
Uzia memperanakkan Yotam,
Yotam memperanakkan Ahas,
Ahas memperanakkan Hizkia,
Hizkia memperanakkan Manasye,
Manasye memperanakkan Amon,
Amon memperanakkan Yosia,
Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel,
Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
Zerubabel memperanakkan Abihud,
Abihud memperanakkan Elyakim,
Elyakim memperanakkan Azor,
Azor memperanakkan Zadok,
Zadok memperanakkan Akhim,
Akhim memperanakkan Eliud,
Eliud memperanakkan Eleazar,
Eleazar memperanakkan Matan,
Matan memperanakkan Yakub,
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan
Yesus yang disebut Kristus.

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
( Matius 1:17)

A. “empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud” meliputi Injil Matius 1:2-6

  1. Abraham memperanakkan Ishak,
  2. Ishak memperanakkan Yakub,
  3. Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
  4. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar,
  5. Peres memperanakkan Hezron,
  6. Hezron memperanakkan Ram,
  7. Ram memperanakkan Aminadab,
  8. Aminadab memperanakkan Nahason,
  9. Nahason memperanakkan Salmon,
  10. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab,
  11. Boas memperanakkan Obed dari Rut,
  12. Obed memperanakkan Isai,
  13. Isai memperanakkan raja Daud.
  14. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria

B. “empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel” meliputi Injil Matius 1:6-11

  1. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
  2. Salomo memperanakkan Rehabeam,
  3. Rehabeam memperanakkan Abia,
  4. Abia memperanakkan Asa,
  5. Asa memperanakkan Yosafat,
  6. Yosafat memperanakkan Yoram,
  7. Yoram memperanakkan Uzia,
  8. Uzia memperanakkan Yotam,
  9. Yotam memperanakkan Ahas,
  10. Ahas memperanakkan Hizkia,
  11. Hizkia memperanakkan Manasye,
  12. Manasye memperanakkan Amon,
  13. Amon memperanakkan Yosia,
  14. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

C. “empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus” meliputi Injil Matius 1:11-16

  1. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
  2. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel,
  3. Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
  4. Zerubabel memperanakkan Abihud,
  5. Abihud memperanakkan Elyakim,
  6. Elyakim memperanakkan Azor,
  7. Azor memperanakkan Zadok,
  8. Zadok memperanakkan Akhim,
  9. Akhim memperanakkan Eliud,
  10. Eliud memperanakkan Eleazar,
  11. Eleazar memperanakkan Matan,
  12. Matan memperanakkan Yakub,
  13. Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria,
  14. yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Dari uraian di atas kiranya dapat disimpulkan bahwa Alkitab tidak salah menghitung daftar silsilah Yesus Kristus dari jalur Yusuf.

Siapakah anak Daud yang menurunkah Yesus…?

1. Salomo/ Sulaiman (Mat 1:6)
2. Nathan (Luk 3:31)

>>>>>

Silsilah Yesus Kristus dalam Injil Lukas adalah silsilah dari garis Maria, sedangkan silsilah Yesus Kristus dalam Injil Matius adalah silsilah dari garis Yusuf. Hal ini telah dibahas dalam jawaban atas pertanyaan mengapa terdapat banyak perbedaan antara silsilah dalam Injil Matius dengan silsilah dalam Injil Lukas.

Jadi, Daud memang benar-benar memperanakkan Salomo  dan Nathan. Salomo merupakan nenek moyang Yusuf, sedangkan Nathan merupakan nenek moyang Maria.

Penyebab Silsilah dalam Matius berbeda dengan Silsilah dalam Lukas

Mengapa silsilah dalam Injil Matius (Injil Matius 1:1-16) berbeda dengan silsilah dalam Injil Lukas (Injil Lukas 3:23-38). Matius mencatat ada 14 nama dari Abraham sampai Daud (Injil Matius 1:2-6), sedangkan Lukas mencatat ada 15 nama dari Abraham sampai Daud (Lukas 3:31-34).
Matius mencatat ada 28 nama dari Daud sampai Yesus (Injil Matius 1:6-16), sedangkan Lukas mencatat ada 43 nama dari Daud sampai Yesus (Injil Lukas 3:23-31).
Di samping itu, nama di kedua silsilah banyak yang berbeda.
Mengapa…?

>>>>

Tentu saja silsilah dalam Injil Matius dan dalam Injil Lukas itu berbeda karena memang ada dua silsilah yang berbeda. Silsilah yang tercantum dalam Injil Matius adalah silsilah Yesus dari garis keturunan Yusuf, sedangkan silsilah yang tercantum dalam Injil Lukas adalah silsilah Yesus dari garis keturunan Maria. Jadi wajar saja kalau berbeda.

Bahwa silsilah dalam Injil Matius adalah silsilah Yesus dari garis keturunan Yusuf dapat diketahui dari:
  1. Injil Matius 1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
  2. Konteks kalimat (referensi internal) Matius 1:1-16 adalah sampai Matius 1:18-25. Injil Matius 1:18-25 menceritakan Yusuf yang mengalami peristiwa gaib dan menjadi ayah bagi Yesus Kristus Sang FIRMAN ALLAH. Dengan melihat konteks, kita bisa mengetahui bahwa Matius menuliskan pasal 1 itu dari sisi Yusuf.
 Bahwa silsilah Yesus Kristus dalam Injil Lukas (Injil Lukas 3: 23-38) berasal dari garis keturunan Maria bisa dilihat dari ayat-ayat yang menjadi konteks daftar silsilah itu, yaitu Lukas 1:5-80 dan Lukas 2: 16, 19, 21, 34, 48, 51 serta Lukas 3: 1-22 yang menceritakan Maria dan keluarga saudaranya yang bernama Elizabeth.

Bagaimana Yesus Bisa Punya Silsilah…?

Bagaimana Yesus bisa punya silsilah (Injil Matius 1:1-16; Injil Lukas 3:23-38), sedangkan Yesus tidak berayah dan disebutkan berasal dari Roh Kudus (Injil Matius 1:20; Injil Lukas 1:35)…?

>>>>

Yesus Kristus adalah FIRMAN Allah yang menjadi manusia.
Dikandung dari Roh Kudus.

Kalau begitu, mengapa Yesus disebut sebagai anak Maria atau putra Maria…?
Karena Maria adalah wanita yang mengandung dan melahirkan Yesus. Sebagaimana wanita yang mengandung dan melahirkan kita disebut sebagai ibu kita, demikian punya wanita yang mengandung dan melahirkan Yesus disebut ibu Yesus. Juga sebagaimana kita yang dikandung dan dilahirkan ibu kita disebut sebagai anak dari ibu kita itu, demikian pula Yesus yang dikandung dan dilahirkan oleh Maria juga disebut sebagai anak (putra) Maryam. Inilah sebabnya Yesus punya silsilah dari garis keturunan Maria (Injil Lukas 3:23-38).

Pada saat Yesus dilahirkan keluar dari dalam rahim Maria, Yusuf telah menjadi suami Maria (Injil Matius 1:24-25). Suaminya ibu kita adalah ayah kita, demikian juga Yusuf suaminya Maria (ibu Yesus) adalah ayahnya Yesus.

Silsilah garis Yusuf (Injil Matius 1:2-16) selalu menggunakan kata “memperanakkan” untuk menghubungkan satu generasi dengan generasi berikutnya. Hanya untuk Yesus saja digunakan kata “melahirkan” (Injil Matius 1:16), karena proses terjadinya kodrat insani secara langsung. Meski demikian, tetap saja Yesus adalah anak Yusuf karena dikandung dan dilahirkan oleh istrinya Yusuf. Inilah sebabnya Yesus punya silsilah garis keturunan ayah.

Di hadapan adat, hukum, hukum Taurat, administrasi pemerintah, dan masyarakat dimana keluarga Yusuf itu tinggal, status Yusuf dan Maria adalah orang tua (ayah-ibu) Yesus.

Penyebab Yesus tidak disebut Yesus anak Maria dalam silsilah di Injil Lukas


Jika silsilah dalam Lukas 3:23-36 adalah silsilah Maria, mengapa Lukas 3:23 menyebut Yesus dengan sebutan Yesus anak Yusuf dan bukannya dengan sebutan Yesus anak Maria…?

>>>>

Karena dalam konteks budaya Ibrani purba, nama istri disebut dengan menggunakan nama suami. Budaya ini mirip dengan budaya di Indonesia, dimana istri Budi (Pak Budi) juga akan disebut Budi (Bu Budi). Istri Yusuf (Pak Yusuf) juga disebut Yusuf (Bu Budi) dalam silsilah. Sehingga untuk menyebut Yesus putra Maria digunakan sebutan Yesus anak Yusuf. Penyebutan ini juga sesuai dengan konteks budaya Ibrani purba yang menyebut nama anak bersama dengan nama bapak. Nama gadis seorang wanita dapat muncul seperti dalam Matius 1 bila ada sesuatu yang hendak penulis tekankan secara khusus saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar