Jumat, 24 Agustus 2012

The False Doctrine of Mary (Pengajaran yg salah tentang bunda Maria)


Perkembangan Mariologi

Justin Martyr (mati pada tahun 165 M) membandingkan Maria dengan Hawa.
Ireneaus (mati pada tahun 202 M) berkata bahwa ketidaktaatan perawan Hawa ditebus oleh ketaatan perawan Maria.
Sampai abad ke 4, tidak / belum ada pemujaan terhadap Maria, tetapi pada tahun 324 M, Kaisar Constantine menjadikan kristen sebagai agama negara. Orang-orang kafir lalu terpaksa menjadi Kristen dan mereka membawa praktek-praktek kafir masuk ke dalam gereja, termasuk penyem-bahan berhala. Ini menyebabkan dalam gereja mulai ada patung Maria yang disembah.
Mulai abad ke 5, Maria makin populer. Ia dilukis, gereja dinamakan 'Maria', dan Maria mulai menjadi perantara dalam doa.
Pada tahun 431 M, Council of Ephesus mempertahankan istilah 'Bunda Allah'.
Pada saat itu ada suatu golongan sesat yang disebut Nestorianism, yang berpendapat bahwa Kristus itu terdiri dari 2 pribadi. Mereka menolak istilah 'Bunda Allah' (Yunani: THEOTOKOS) bagi Maria, karena mereka berpendapat bahwa Maria bukan melahirkan Allah, tetapi hanya melahirkan manusia biasa yang lalu menjadi 'tempat' dimana Allah diam / tinggal. Mereka lalu mengusulkan istilah 'Bunda Kristus' (Yunani: CHRISTOTOKOS) bagi Maria.

Council of Ephesus secara benar mempertahankan istilah 'Bunda Allah', karena satu pribadi yang dilahirkan oleh Maria itu bukan hanya betul-betul manusia, tetapi juga betul-betul adalah Allah.
Jadi perlu dicamkan bahwa Council of Ephesus mempertahankan istilah 'Bunda Allah' untuk Maria, dengan tujuan untuk menekankan keilahian Yesus. Tetapi akhirnya istilah 'Bunda Allah' itu lalu DISALAHGUNAKAN untuk meninggikan / mempermuliakan Maria.

Mulai tahun 600 M, Maria bukan lagi sekedar menjadi pengantara dalam doa, tetapi doa mulai dinaikkan kepada Maria.

Pada tahun 1508, doa Salam Maria (Ave Maria / Hail Mary) mulai keluar.

Bunyi doanya:

"Hail Mary, full of grace, the Lord is with thee; blessed art thou amongst women, and blessed is the fruit of thy womb, Jesus. Holy Mary, mother of God, pray for us sinners, now and at the hour of our death. Amen."

(Salam Maria, penuh kasih karunia, Tuhan beserta denganmu; berbahagialah engkau di antara wanita, dan diberkatilah buah kandunganmu, Yesus. Maria yang kudus, bunda Allah, berdoalah untuk kami orang-orang berdosa, sekarang dan pada saat kematian kami. Amin).

Tahun 1854, keluar kepercayaan bahwa Maria lahir tanpa dosa dan bahkan hidup suci sepanjang hidupnya (doktrin Immaculate Conception).
Paus Benedict XV (1914-1922) & Paus Pius XI (1923) mengatakan bahwa pada waktu Tuhan Yesus menderita dan mati, Maria juga menderita, dan karena itu, bersama-sama dengan Tuhan Yesus, Maria adalah penebus dosa [Kalau Yesus adalah Redeemer (Penebus), maka Maria adalah Co-redeemer].

Pada tahun 1950, keluar pernyataan bahwa Maria naik ke surga dengan tubuh jasmaninya.

Pada tahun 1965, Maria dinyatakan sebagai Ibu Gereja.


Pembahasan Hal-Hal Yang Salah Tentang Maria

Maria menggantikan atau menggeser tempat Allah / Yesus.

Maria dijadikan obyek doa.

Secara rata-rata orang Katolik Roma berdoa kepada Allah / Yesus dan kepada Maria dengan perbandingan 1 di banding 10.
Juga dalam doa Rosario, ada 10 doa yang dinaikkan kepada Maria untuk setiap 1 doa yang dinaikkan kepada Allah. Mengapa demikian...?
Karena Katolik Roma menganggap bahwa dengan berdoa kepada Maria, doa mereka lebih cepat dikabulkan, daripada kalau mereka berdoa kepada Allah / Yesus.

Bahwa orang Katolik Roma memang berdoa kepada Maria terbukti dari adanya doa Salam Maria. Dan bahwa mereka berpendapat bahwa doa kepada Maria lebih cepat dikabulkan dari pada doa kepada Allah / Yesus, terbukti dari kutipan-kutipan di bawah ini, yang diambil dari buku yang berjudul 'The glories of Mary' (kemuliaan Maria), tulisan Bishop Alphonse de Liguori (perlu diketahui bahwa Bishop Liguori ini dijadikan sebagai orang suci oleh gereja Roma Katolik):

"Many things ... are asked from God, and are not granted; they are asked from Mary and are obtained"
(Banyak hal ... diminta dari Allah, dan tidak dikabulkan; hal-hal itu diminta dari Maria dan didapatkan) - 'The Glories of Mary', hal 139.

"We often more quickly obtain what we ask by calling on the name of Mary than by invoking that of Jesus"
(Kita sering mendapatkan dengan lebih cepat apa yang kita minta dengan memanggil nama Maria dari pada dengan memintanya dalam nama Yesus) - 'The Glories of Mary', hal 147.

Penjelasan Kristen:
  1. Kitab Suci tidak pernah mengajar kita untuk berdoa kepada Maria. Rasul-rasul juga tidak pernah berdoa / meminta apapun kepada Maria. Doa hanya boleh ditujukan kepada Allah.
  2. Maria harus menjadi Allah yang maha tahu untuk bisa mendengar doa-doa orang Katolik Roma yang begitu banyak.
  3. Kalaupun ada doa kepada Maria yang dikabulkan, pengabulan doa itu pasti datang dari setan. Setan bisa mengabulkan doa yang salah, supaya manusia terus berdoa dengan cara yang salah itu.Jangan lupa bahwa juga ada banyak orang berdoa kepada patung berhala dan mendapatkan pengabulan doa.Jadi, hanya karena ada pengabulan doa, tidak berarti bahwa doa itu benar.

Maria dianggap sebagai pengantara antara Allah dan Manusia.

Loraine Boettner, dalam bukunya yang berjudul 'Roman Catholicism', mengatakan bahwa Roma (Katolik) mengajarkan:

"He (Jesus) came to us through Mary, and we must go to Him through her" [Ia (Yesus) datang kepada kita melalui Maria, dan kita harus pergi kepada Dia melalui Maria] - 'Roman Catholicism', hal 134.

"Who would go to 'the Child', even to 'the Holy Child', for salvation when His mother seems easier of access and more responsive?" (siapa yang mau pergi kepada 'Anak', bahkan kepada 'Anak yang Kudus' untuk keselamatan kalau ibuNya kelihatan lebih mudah untuk ditemui dan lebih tanggap?] - 'Roman Catholicism', hal 134-135.

Bahwa Roma Katolik memang mengajarkan / mempercayai hal ini, terbukti dari kutipan di bawah ini:

"And she is truly a mediatress of peace between sinners and God. Sinners receive pardon by ... Mary alone" [Dan ia (Maria) betul-betul merupakan pengantara perdamaian antara orang-orang berdosa dan Allah. Orang-orang berdosa menerima pengampunan oleh ... Maria saja] - 'The Glories of Mary', hal 82-83.

Penjelasan Kristen
  1. 1 Tim 2:5 dan 1 Yoh 2:1-2, menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia. Karena itu jelas bahwa Maria bukanlah pengantara. Kalau Maria adalah pengantara, maka kedua ayat tersebut adalah salah.
  2. Hanya Yesuslah yang bisa menjadi pengantara antara Allah dan manusia, karena Dialah satu-satunya Pribadi yang adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia.
  3. Seorang pengantara / imam harus mempunyai korban (sacrifice). Yesus mengorbankan nyawaNya, sehingga Ia bisa menjadi peng-antara / Imam Besar (Ibr 9:11-15). Sebaliknya, Maria tidak punya korban / sacrifice apapun.
  4. Kalau karena Yesus datang kepada kita melalui Maria, maka kita harus datang kepada Yesus melalui Maria, maka argumentasi ini bisa dilanjutkan sebagai berikut: karena Maria datang kepada kita melalui orang tuanya, kitapun harus datang kepada Maria melalui orang tua Maria. Dan karena orang tua Maria datang kepada kita melalui kakek dan nenek Maria, kitapun harus datang kepada orang tua Maria melalui kakek dan nenek Maria. Kalau ini diteruskan maka akhirnya untuk datang kepada Yesus kita harus melalui Adam dan Hawa! Ini adalah suatu konsekwensi yang pasti tidak akan diterima oleh orang Katolik Roma sekalipun.

Maria dianggap sebagai pintu gerbang ke surga / jalan keselamatan, bahkan sebagai satu-satunya pintu gerbang ke surga / jalan keselamatan.

Bahwa ini memang merupakan ajaran Roma Katolik, terlihat dari kutipan-kutipan di bawah ini:

"Mary is called ... the gate of heaven because no one can enter that blessed kingdom without passing through her" (Maria disebut ... pintu gerbang surga karena tidak seorang pun bisa memasuki kerajaan yang mulia itu tanpa melewati dia) - 'The Glories of Mary', hal 160.

"The way of salvation is open to none otherwise than through Mary. ... Our salvation is in the hands of Mary ... He who is protected by Mary will be saved, he who is not will be lost"
(Jalan keselamatan tidak terbuka bagi siapapun selain melalui Maria. ... Keselamatan kita ada dalam tangan Maria ... Ia yang dilindungi oleh Maria akan selamat, ia yang tidak dilindungi oleh Maria akan terhilang) - 'The Glories of Mary', hal 169-170.

Penjelasan Kristen:
  1. Yoh 10:1,7,9 Yoh 14:6 Kis 4:12 menunjukkan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga / jalan keselamatan. Kalau Maria adalah jalan keselamatan, apalagi kalau Maria adalah satu-satunya jalan keselamatan, maka ketiga ayat tersebut di atas adalah salah.
  2. Kalau memang Maria adalah pintu gerbang ke surga / jalan keselamatan, untuk apa Yesus harus datang ke dunia dan mati di salib...?. Bandingkan dengan Gal 2:21 yang menyatakan bahwa seandainya ada jalan keselamatan melalui ketaatan pada hukum Taurat, maka kematian Kristus adalah sia-sia.Analoginya, seandainya melalui Maria orang berdosa bisa mendapatkan keselamatan, maka kedatangan dan kematian Kristus juga sia- sia.

Maria dianggap mempunyai kuasa di bumi dan di surga.

Ajaran ini terlihat dari kutipan di bawah ini:

"All power is given to thee in heaven and on earth so that at the command of Mary all obey - even God ... and thus ... God has placed the whole Church ... under the domination of Mary"
(Segala kuasa diberikan kepadamu di surga dan di bumi sehingga terhadap perintah Maria semua taat - bahkan Allah ... dan demikianlah ... Allah telah meletakkan seluruh Gereja di bawah kekuasaan Maria) - 'The Glories of Mary', hal 180-181.

Penjelasan Kristen:

Kuasa semacam itu hanya diberikan kepada Yesus (Mat 28:18).
Perhatikan bahwa bagian pertama dari kutipan di atas diambil dari Mat 28:18 itu, tetapi lalu dialihkan dari Yesus kepada Maria.
Pemberian kuasa semacam itu kepada Maria, menjadikan Maria sebagai Allah.

Maria dijadikan obyek penyembahan.

Secara resmi, Gereja Roma Katolik menyangkal bahwa mereka menyembah Maria. Untuk menyangkal penyembahan terhadap Maria, mereka membedakan adanya 3 macam penyembahan / worship:
  • LATRIA: Ini adalah penyembahan yang tertinggi, dan ini hanya ditujukan kepada Allah.
  • DULIA: Ini adalah pemujaan terhadap malaikat / orang-orang suci.
  • HYPER-DULIA: Ini adalah pemujaan yang lebih tinggi dari DULIA, dan ini ditujukan kepada Maria.
Tetapi dalam prakteknya, orang-orang awam Roma Katolik tidak tahu apa-apa tentang hal ini.

Penjelasan Kristen:
  1. Kitab Suci tidak pernah mengajarkan adanya 3 macam penyembahan seperti yang diajarkan oleh Gereja Katolik itu. Jadi disini lagi-lagi terlihat adanya ajaran Roma Katolik yang sama sekali tidak punya dasar Kitab Suci.
  2. Sekalipun mereka tidak menamakan 'penyembahan', tetapi mereka berdoa kepada Maria, berlutut di bawah patung Maria, menyanyi memuji Maria. Semua itu jelas tidak bisa disebut sebagai penghormatan, tetapi harus dianggap sebagai penyembahan.
  3. Kitab Suci jelas melarang penyembahan pada manusia maupun malaikat (Mat 4:10 Kis 10:25,26 Kis 12:20-23 Kis 14:14,15 Wah 19:10 Wah 22:8,9).
Perhatikan bahwa dalam Kis 10:25-26, Kornelius jelas bukan menyembah Petrus karena menganggapnya sebagai Allah.
Ia menyembah Petrus sebagai penghormatan kepada Petrus sebagai rasul / hamba Tuhan. Tetapi sekalipun demikian, Petrus tetap menolak sembah itu, karena sebagai manusia biasa ia tidak layak menerima sembah, dan sembah hanya boleh diberikan kepada Allah.

Demikian juga dalam Wah 19:10 dan Wah 22:8-9, pada waktu rasul Yohanes menyembah malaikat, rasanya tidak mungkin ia menyembah malaikat itu karena menganggapnya sebagai Allah. Mungkin ia menyembahnya hanya sebagai pernghormatan, atau sekedar karena takutnya melihat malaikat, tetapi toh malaikat itu menolak sembah itu dan mengalihkannya kepada Allah.

Dalam Mat 2:11, orang-orang Majus menyembah Yesus saja, bukan 'Maria' ataupun 'Yesus dan Maria'.

Perhatikan komentar dari Charles Haddon Spurgeon tentang bagian ini:

The old Reformers used to say, "Here is a bone that sticks in the throat of the Romanists, and they can neither get it up nor down, for it does not say, 'They saw Mary and the young child', the young child is put first, they came to see him; and it does not say that 'they fell down and worshipped them'" If ever there was an opportunity for Mariolatry, surely this was the one, when the child was as yet newly-born, and depended so much upon his mother. Why did not the magi say "Ave Maria!" and commence at once their Mariolatry? Ay, but these were wise men; they were not priests from Rome, else might they have done it.

[Tokoh-tokoh Reformasi kuno sering berkata: "Ini adalah tulang yang menyangkut di tenggorokan orang Roma (Katolik), dan mereka tidak dapat mengeluarkannya ataupun menelannya, karena ayat itu tidak berkata: 'Mereka melihat Maria dan bayi itu', bayi itu disebut lebih dulu, mereka datang untuk melihat dia; dan ayat itu tidak berkata bahwa 'mereka tersungkur dan menyembah mereka'". Kalau ada kesempatan untuk melakukan penyembahan terhadap Maria, maka sebetulnya inilah kesempatannya, dimana bayi itu baru dilahirkan, dan sangat bergantung kepada ibuNya. Mengapa orang-orang Majus itu tidak berkata "Salam Maria!" dan langsung memulai penyembahan terhadap Maria...?
Ah, tetapi mereka ini adalah orang-orang yang bijaksana; mereka bukan pastor-pastor dari Roma, karena kalau demikian mereka mungkin sudah melakukannya] -
Spurgeon's Expository Encyclopedia , vol 3, hal 34.

Catatan:
Perlu Qt ketahui bahwa dalam terjemahan KJV kata-kata 'orang-orang majus' dalam Mat 2:1 diterjemahkan 'wise men' (Orang-orang yang bijaksana).

Mat 12:46-50 Kis 1:14 Yoh 2:1-4 sama sekali tidak menunjukkan bahwa Maria mempunyai posisi yang tinggi, sehingga layak untuk disembah.

Yoh 2:3-4 sering dianggap sebagai bagian yang menunjukkan bahwa Yesuspun tunduk pada perintah Maria. Tetapi benarkah demikian...?
Mari kita perhatikan penjelasan tentang Yoh 2:3-4 di bawah ini:

Dalam Yoh 2:3 dikatakan bahwa Maria datang kepada Yesus dan berkata: 'Mereka kehabisan anggur'.
Apa maksud Maria dengan kata-kata ini...?
Ada bermacam-macam kemungkinan dan penafsiran:

Maksud Maria ialah : Mari kita pulang karena anggur habis.
Ini jelas merupakan penafsiran yang tidak cocok dengan kontexnya.

Maria mengharapkan Yesus melakukan mujizat untuk menolong mereka.

Keberatan terhadap penafsiran ini:
Calvin meragukan penafsiran ini, karena Yoh 2:11 menyatakan ini mujijat pertama.
Kalau selama ini Yesus tidak pernah melakukan mujizat, dari mana Maria bisa mengharapkan mujizat...?
Tetapi keberatan yang lebih serius adalah: penafsiran ini tidak cocok dengan kontexnya. Kalau memang Maria mempersoalkan mujizat, dan dalam Yoh 2:4 Yesus mengatakan belum waktunya, lalu mengapa dalam Yoh 2:6-dst Yesus lalu toh melakukan mujizat itu...?
Bagaimana mungkin Yesus lebih menuruti Maria dari pada ketetapan / Rencana Allah...?
Maria, yang tahu siapa Yesus itu, menghendaki supaya Yesus membuat mujizat dan menyatakan diri-Nya sebagai Mesias.
(bdk. Yoh 7:3-6 yang menunjukkan bahwa saudara- saudara Yesus mendesak Dia untuk menyatakan diri (sebagai Mesias), tetapi ditolak oleh Yesus karena belum waktunya).

Dalam Yoh 2:4 - Ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari jawaban Yesus ini:
'Mau apakah engkau dari padaKu ibu?'

NASB/KJV: Woman, what have I to do with you / thee? (Perempuan, apa urusanKu denganmu?).

NIV: Dear woman, why do you involve me? (Perempuan, mengapa engkau melibatkan Aku?).

RSV: O woman, what have you to do with Me? (O perempuan, apa urusanmu dengan Aku?).

NKJV: Woman, what does your concern have to do with Me? (Perempuan, apa urusannya perhatianmu itu dengan Aku?).

Lit: What to me and to thee, woman? (Apa bagiKu dan bagimu, perempuan?).

Ungkapan yang sama juga muncul dalam Hakim-hakim 11:12 2Sam 16:10 1Raja-raja 17:18 2Raja-raja 3:13 2Taw 35:21 Ezra 4:3 Mat 8:29 Mark 1:24 Luk 8:28.

Kalau kita membaca ayat-ayat ini maka kita bisa melihat bahwa ungkapan seperti itu selalu diucapkan untuk menunjukkan ketidaksenangan.

Kata 'ibu' dalam Yoh 2:4 [Yunani: GUNAI; Inggris: woman (perempuan)] berbeda dengan kata 'ibu' dalam Yoh 2:3,5,12 [Yunani: METER; Inggris: mother (ibu / mama)].
Dalam Kitab Suci, Yesus tidak pernah menyebut Maria dengan sebutan ibu dalam arti 'mama'!

Sebutan GUNAI memang bukan sebutan yang kasar / tidak hormat (bdk. Mat 15:28 dimana Yesus menggunakan sebutan ini terhadap perempuan Kanaan yang beriman), tetapi bagaimanapun juga dengan tidak menyebut 'mama' Yesus menunjukkan bahwa mulai saat itu Maria tidak mempunyai otoritas untuk memerintah Yesus. Jangan lupa bahwa Yesus bukan sekedar manusia, tetapi juga adalah Allah.

Yesus tidak mau menyatakan diri sebagai Mesias, karena waktunya belum tiba.
Kata-kata Yesus dalam Yoh 2:4 ini jelas menunjukkan penolakan Yesus atas permintaan Maria. Karena itu kalau orang Roma Katolik menyuruh berdoa kepada Maria supaya dikabulkan; ini jelas tidak masuk akal.
Marianya sendiripun ditolak pada waktu meminta sesuatu kepada Yesus.
Lebih dari itu, Yesus menolak dengan kata-kata keras. Mengapa...?
Ada beberapa kemungkinan:
  • Karena Maria melampaui batasan / haknya.
  • Supaya orang tidak menganggap bahwa mujizat itu dilakukan sebagai ketaatan pada Maria.
  • Supaya orang kristen tidak meninggikan Maria lebih dari seharusnya.
Kitab Suci melarang kita yang masih hidup untuk mengadakan kontak dengan orang yang sudah mati.

Sekalipun Maria adalah ibu Yesus, tetapi ia tetap sudah mati, sehingga kita tidak boleh berdoa ataupun mengadakan kontak dengan dia. Ini tidak berbeda dengan orang-orang yang mengadakan kontak dengan orang yang sudah mati dengan menggunakan jailangkung, permainan cucing, Ouija Board dsb.


Maria dianggap lebih kasih daripada Allah / Yesus.

Bahwa orang Roma Katolik memang mengajarkan hal ini, bisa terlihat dari kutipan di bawah ini:

"If God is angry with a sinner, and Mary takes him under her protection, she withholds the avenging arms of her Son, and saves him"
[Kalau Allah murka kepada seorang manusia berdosa, dan Maria meletakkan orang itu di bawah perlindungannya, ia (Maria) menahan lengan yang mau membalas dendam dari Anaknya, dan menyelamatkan orang itu] -
'The Glories of Mary', hal 124.

"O Immaculate Virgin, prevent thy beloved Son, who is irritated by our sins, from abandoning us to the power of the devil"
(Ya Perawan yang tak berdosa, cegahlah Anakmu yang kekasih, yang jengkel karena dosa-dosa kami, untuk tidak meninggalkan kami dalam kuasa setan) -
The Glories of Mary, hal 248.

Penjelasan Kristen:
  1. Dua kutipan di atas ini jelas menunjukkan Yesus sebagai Hakim yang keras, kejam, dan tidak bijaksana, sedangkan Maria sebagai pengantara yang penuh kasih, kelembutan dan kebijaksanaan.
  2. Dua kutipan di atas ini menunjukkan bahwa Allah / Yesus itu tidak maha kasih. Karena kalau Allah / Yesus itu maha kasih, bagaimana Maria bisa lebih kasih dari Allah / Yesus...?
  3. Ini bukan sekedar merupakan suatu ajaran yang salah / sesat, tetapi bahkan merupakan suatu penghujatan dan penghinaan terhadap Allah / Yesus.

Maria dianggap sebagai Co-Redeemer (rekan Penebus).
  1. Ajaran Justin Martyr (yang membandingkan Maria dengan Hawa) dan Ireneaus (yang mengatakan bahwa ketidaktaatan perawan Hawa ditebus oleh ketaatan perawan Maria) dikembangkan lagi, sehingga mereka berkata bahwa sebagaimana dosa pertama masuk ke dalam dunia melalui seorang perempuan (yaitu Hawa), demikian juga keselamatan itu datang melalui seorang perempuan (yaitu Maria).
  2. Selanjutnya, Paus Benedict XV (1914-1922) dan Paus Pius XI (1923) mengatakan bahwa pada waktu Tuhan Yesus menderita dan mati di kayu salib, Maria juga ikut menderita (karena melihat Anaknya menderita begitu hebat), dan dengan penderitaan itu Maria, bersama-sama dengan Kristus, menebus dosa manusia.
Penjelasan Kristen:
  1. Kitab Suci memang membandingkan Adam dan Kristus (Adam merupakan TYPE dari Kristus). Bandingkan dengan Ro 5:15,15-19 dan 1Kor 15:21,22. Dosa masuk ke dalam dunia melalui Adam (karena Adam adalah wakil seluruh umat manusia), dan keselamatan datang melalui Kristus. Tetapi Kitab Suci tidak pernah membandingkan Hawa dan Maria.
  2. Jadi disini lagi-lagi terlihat adanya ajaran yang sama sekali tidak punya dasar Kitab Suci.
  3. Kitab Suci berkata bahwa keselamatan hanya ada di dalam Kristus (Mat 1:21 Kis 4:12). Dialah satu-satunya Juruselamat / Penebus dosa.
  4. Sekalipun Maria memang pasti menderita waktu melihat Anaknya menderita di atas kayu salib, tetapi Kitab Suci tidak pernah berkata bahwa dengan penderitaannya itu, Maria juga menjadi penebus dosa.
Bahwa Maria, yang adalah manusia biasa dan berdosa, bisa menjadi Penebus dosa, merupakan ajaran yang bertentangan dengan Maz 49:8-9. Karena terjemahan Kitab Suci Indonesia dalam hal ini kurang tepat, maka saya memberikan terjemahan dari NIV.

Maz 49:8-9 (NIV - Ps 49:6-7):

"No man can redeem the life of another, or give to God a ransom for him; the ransom for a life is costly, no pay-ment is ever enough"
(Tidak seorang manusiapun bisa menebus nyawa orang lain, atau memberikan kepada Allah tebusan untuk dia; tebusan untuk suatu nyawa sangat mahal, tidak ada pembayaran yang bisa mencukupi).

Kalau saudara berbicara dengan orang Roma Katolik tentang penggeseran kedudukan Yesus oleh Maria, cerita di bawah ini mungkin bisa berguna bagi saudara.

Seorang ex pastor dari Montreal, Kanada, yang menjadi seorang Pendeta Presbyterian, dalam bukunya yang berjudul 'Fifty Years in the Church of Rome' [50 tahun dalam gereja Roma (Katolik)], halaman 262, menceritakan percakapannya dengan uskupnya sebagai berikut:

"My lord, who has saved you and me upon the cross?"

He answered, "Jesus Christ."

"And who paid your debt and mine by shedding His blood; was it Mary or Jesus?"

He said, "Jesus Christ."

"Now, my lord, when Jesus and Mary were on earth, who loved the sinner more; was it Mary or Jesus?"

Again he answered that it was Jesus.

"Did any sinner come to Mary on earth to be saved?"

"No."

"Do you remember that any sinner has gone to Jesus to be saved?"

"Yes, many."

"Have they been rebuked?"

"Never."

"Do you remember that Jesus ever said to poor sinners, 'Come to Mary and she will save you'?"

"No," he said.

"Do you remember that Jesus has said to poor sinners, 'Come to me'?"

"Yes, He has said it."

"Has He ever retracted those words?"

"No."

"And who was, then, the more powerful to save sinners?" I asked.

"O, it was Jesus!"

"Now, my lord, since Jesus and Mary are in heaven, can you show me in the Scriptures that Jesus has lost anything of His desire and power to save sinners, or that He has delegated this power to Mary?"

And the bishop answered, "No."

"Then, my lord," I asked, "why do we not go to Him, and to Him alone? Why do we invite poor sinners to come to Mary, when, by your own confession she is nothing compared with Jesus, in power, in mercy, in love, and in compassion for the sinner?"

To that the bishop could give no answer.

Terjemahannya adalah sebagai berikut:

"Tuanku, siapa yang telah menyelamatkan kamu dan aku di salib?"

Ia menjawab: "Yesus Kristus".

"Dan siapa yang telah membayar hutangmu dan hutangku dengan mencurahkan darahNya; Maria atau Yesus?"

Ia berkata: "Yesus Kristus".

"Sekarang, tuanku, ketika Yesus dan Maria ada di bumi, siapa yang lebih mencintai orang berdosa; Maria atau Yesus?"

Lagi-lagi ia menjawab bahwa itu adalah Yesus.

"Pernahkah ada orang berdosa yang datang kepada Maria di bumi untuk diselamatkan?"

"Tidak".

"Apakah engkau ingat bahwa ada orang berdosa yang telah pergi kepada Yesus untuk diselamatkan?"

"Ya, banyak".

"Apakah mereka dimarahi?"

"Tidak pernah".

"Apakah engkau ingat bahwa Yesus pernah berkata kepada orang- orang berdosa yang malang, 'Datanglah kepada Maria and ia akan menyelamatkanmu'?"

"Tidak", katanya.

"Apakah engkau ingat bahwa Yesus pernah berkata kepada orang- orang berdosa yang malang, 'Datanglah kepadaKu'?"

"Ya, Ia telah mengatakan itu".

"Apakah Ia pernah menarik kembali kata-kata ini?"

"Tidak".

"Dan siapa yang pada saat itu lebih berkuasa untuk menyelamatkan orang berdosa?", aku bertanya.

"O, itu adalah Yesus!".

"Sekarang, tuanku, karena Yesus dan Maria ada di surga, bisakah engkau menunjukkan kepadaku dalam Kitab Suci bahwa Yesus telah kehilangan sedikitpun dari keinginan dan kuasaNya untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, atau bahwa Ia telah menyerahkan kuasa ini kepada Maria?"

Dan uskup itu menjawab, "Tidak".

"Kalau demikian, tuanku", aku bertanya, "mengapa kita tidak pergi kepada Dia, dan hanya kepada Dia saja? Mengapa kita mengundang orang-orang berdosa yang malang untuk datang kepada Maria, sedangkan menurut pengakuanmu sendiri ia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Yesus, dalam kuasa, dalam belas kasihan, dalam kasih, dan dalam perasaan kasihan untuk orang berdosa?"

Terhadap pertanyaan ini uskup itu tidak bisa memberi jawaban.

Maria dianggap sebagai perawan yang abadi:

Orang Roma Katolik bukan hanya mengakui bahwa Maria adalah seorang perawan pada waktu mengandung dan melahirkan Kristus, tetapi juga bahwa keperawanan Maria bersifat abadi. Dengan kata lain, setelah kelahiran Yesuspun Yusuf, suami Maria, tetap tidak pernah berhubungan sex dengan Maria.

Loraine Boettner berkata:

"Says one Roman Catholic writer concerning the Virgin Mary: 'It cannot with decency be imagined that the most holy vessel which was once consecrated to be a receptacle of the Deity should be afterwards desecrated and profaned by human usage'"

(Kata seorang penulis Roma Katolik tentang Perawan Maria: 'Tidak bisa dibayangkan dengan sopan bahwa tempat yang paling kudus / suci yang sekali pernah dikuduskan menjadi suatu wadah dari Allah lalu setelah itu dinajiskan / dinodai dan dicemarkan oleh penggunaan manusia) - 'Roman Catholicism', hal 158.

Penjelasan Kristen:

1. Kitab Suci, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru berbicara tentang saudara-saudara Yesus.

Perjanjian Lama, dalam Maz 69:9 menubuatkan tentang Mesias / Yesus dengan kata-kata sebagai berikut:

"Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku".

Perjanjian Baru juga berkata bahwa Yesus mempunyai saudara-saudara (Mat 13:54-56 Kis 1:14). Dan Luk 2:7 menyebut Yesus sebagai anak sulung.

Kata 'saudara' dalam ayat-ayat ini tidak bisa diartikan 'saudara sepupu' seperti yang ditafsirkan oleh gereja Roma Katolik, karena dalam bahasa Yunani, 'saudara sepupu' mempunyai istilahnya sendiri, yaitu yang digunakan dalam Kolose 4:10

[Catatan: kata 'kemenakan' dalam Kol 4:10 versi Kitab Suci Indonesia kurang tepat, karena seharusnya adalah 'saudara sepupu', bandingkan dengan NIV yang menterjemahkan 'cousin' (Saudara sepupu)].
Tidak cocok dengan nubuat tentang Mesias / Yesus dalam Maz 69:9 di atas karena disana saudara-saudara Yesus itu disamakan dengan 'anak-anak ibuku'.

2. Dalam Mat 1:24-25 dikatakan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sampai Yesus lahir. Sekarang pikirkan sendiri bagaimana saudara menggunakan kata 'sampai'. Kalau misalnya dikatakan bahwa kita libur sampai tanggal 1 Januari, maka bukankah itu berarti bahwa setelah itu kita tidak lagi libur...?
Jadi, kalau dikatakan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sampai Yesus lahir, ini berarti bahwa sesudah kelahiran Yesus mereka hidup sebagai suami istri biasa / bersetubuh.

3. Dalam 1 Korintus 7:5 Allah justru melarang suami istri untuk melakukan 'puasa sex' terlalu lama. Karena itu tidak mungkin Allah lalu melarang Yusuf dan Maria melakukan puasa sex abadi.

4. Tidak ada perlunya / gunanya mempertahankan keperawanan Maria setelah Yesus lahir. Kristus memang harus lahir dari seorang perawan untuk menggenapi Yes 7:14 dan supaya Yesus bisa lahir tanpa dosa. Tetapi setelah Yesus lahir, keperawanan Maria itu tidak lagi perlu dipertahankan.

5. Doktrin tentang keperawanan abadi dari Maria lagi-lagi merupakan ajaran yang sama sekali tidak punya dasar Kitab Suci. Kata-kata dari penulis Roma Katolik yang dikutip oleh Loraine Boettner di atas, hanya muncul dari logika orang yang sentimentil, dan bukan saja tidak punya dasar Kitab Suci sama sekali, tetapi bahkan bertentangan dengan Kitab Suci.

Immaculate Conception / Lahir dan hidup tanpa dosa (1854)

Doktrin Immaculate Conception ini artinya:

Maria dikandung dan lahir tanpa dosa asal.
Maria juga tidak berbuat dosa dalam sepanjang hidupnya.
Maria bahkan dianggap sebagai 'tidak bisa berbuat dosa' (NON POSSE PECCARE (= not possible to sin).
Doktrin ini dikeluarkan oleh Paus Pius IX (8 Des 1854).

Penjelasan Kristen:

1. Alkitab berkata bahwa sejak kejatuhan Adam ke dalam dosa semua manusia dikandung dan lahir dalam dosa dan bahkan berbuat dosa (Ayub 25:4 Maz 51:7 Maz 58:4 Pengkhotbah 7:20 Ro 3:10-12,23 Ro 5:12,19). Yang dikecualikan hanyalah Tuhan Yesus sendiri (2 Kor 5:21 Ibr 4:15). Karena itu haruslah disimpulkan bahwa Maria adalah manusia berdosa seperti kita.

2. Dalam Luk 1:46-47, Maria menyebut Allah sebagai Juruselamatnya. Mengapa Maria membutuhkan Juruselamat kalau ia memang sama sekali tidak berdosa...?

3. Dalam Luk 2:22-24, Maria mempersembahkan korban penghapus dosa (bdk. Im 12:1-8). Sekalipun kenajisan / ketidaktahiran karena melahirkan anak itu bukanlah suatu dosa moral, tetapi bagaimanapun tidak tahir / najis sangat kontras dengan suci / tidak berdosa.

4. Mengapa Maria harus mati (Catatan: orang Roma Katolik pun percaya bahwa Maria mengalami kematian) kalau ia tidak berdosa...?
Kematian adalah upah dosa (Kej 2:16-17 Kej 3:19 Ro 5:12 Ro 6:23). Kristus memang juga mati meskipun Ia tidak berdosa, tetapi Ia mati untuk menebus dosa umat manusia.
Bagaimana dengan Maria...?
Yesus suci karena Maria mengandung dari Roh Kudus, tetapi Maria dikandung oleh seorang perempuan yang mengandung dari laki-laki biasa. Bagaimana mungkin ia dikandung tanpa dosa dan dilahirkan tanpa dosa pula...?

Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini:

Ayub 25:4
"Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?".

Roma 3:23
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah".

Roma 5:12
"Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu ju-ga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah ber(buat) dosa".

Roma 5:19a
"Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, ...".

Kalau Maria dikandung dan lahir tanpa dosa, maka semua ayat-ayat di atas ini adalah salah.

5. Orang Roma Katolik menekankan kesucian Maria karena mereka berpendapat bahwa kalau Yesus itu suci, maka Maria, yang melahirkan-Nya, juga harus suci. Tetapi doktrin ini mempunyai konsekwensi logis sebagai berikut: kalau karena Yesus itu suci maka Maria harus suci, maka karena Maria suci kedua orang tua Maria harus suci. Dan kalau kedua orang tua Maria suci, maka keempat kakek nenek Maria harus suci. Kalau ini diteruskan maka akan menunjukkan bahwa Adam dan Hawapun harus suci.
Ini adalah konsekwensi logis yang orang Roma Katolikpun tidak akan mau menerimanya.

6.  Doktrin Immaculate Conception ini baru muncul pada tanggal 8 Desember 1854.
Mengapa dibutuhkan 18 abad untuk menemukan doktrin ini...?
Jelas karena memang tidak pernah ada dalam Kitab Suci.

7. Doktrin ini ditentang oleh banyak orang, seperti:
  • Bapa-bapa gereja dan ahli-ahli theologia seperti Agustinus, Chrysostom, Eusebius, Ambrose, Anselm, Thomas Aquinas, Bonaventure, Cardinal Cajetan, dll.
  • Juga ditentang oleh beberapa Paus seperti Gregory the Great dan Paus Innocent III.
Padahal Roma Katolik menganggap tulisan dari bapa-bapa gereja sebagai tradisi yang setingkat dengan Firman Allah. Juga Roma Katolik percaya bahwa kata-kata Paus itu infallible (tidak bisa salah). Lalu mengapa dalam hal ini mereka tidak mau menggubris pandangan / kata-kata dari bapa-bapa gereja maupun Paus...?

Assumption of Mary (1950)

Doktrin tentang The Assumption of Mary ( Kenaikan Maria ke surga secara jasmani) dikeluarkan oleh Paus Pius XII dengan embel-embel 'EX CATHEDRA' (Dari kursinya) pada tanggal 1 Nopember 1950.

Kepercayaan mereka tentang hal ini:

1. Tubuh Maria dibangkitkan sesaat setelah kematiannya, jiwa dan tubuhnya dipersatukan kembali dan ia diangkat ke surga, dan menjadi Ratu Surga.

Doktrin tentang kebangkitan Maria ini merupakan kesimpulan logis: karena Maria tidak berdosa, maka ia tidak dapat tetap ada dalam kebinasaan.

Tradisi mereka dalam hal ini berkata:

"On the third day after Mary's death, when the apostles gathered together around her tomb, they found it empty. The sacred body had been carried up to the celestial paradise. Jesus himself came to conduct her hither; the whole court of heaven came to welcome with songs of triumph the mother of the divine Lord. What a chorus of exaltation. Hark how they cry. Lift up your gates, o ye princes, and be ye lifted up, o eternal gates, and the Queen of glory shall enter in"

(Pada hari yang ketiga setelah kematian Maria, ketika rasul-rasul berkumpul di sekitar kuburannya, mereka mendapati kubur itu kosong. Tubuh yang suci itu telah diangkat ke surga. Yesus sendiri datang untuk memimpin Maria kesana; seluruh surga datang untuk menyambut dengan nyanyian kemenangan ibu dari Tuhan yang ilahi. Alangkah indahnya pujian pemuliaan itu. Dengarlah bagaimana mereka berseru. Angkatlah pintu-pintu gerbangmu, ya kamu pangeran-pangeran, dan terangkatlah, ya pintu-pintu gerbang yang kekal, dan Ratu Kemuliaan akan masuk) - Loraine Boettner, 'Roman Catholicism', hal 162.

Catatan:

Bandingkan kemiripan bagian terakhir dari kutipan ini dengan Maz 24:7-10!
Hanya, Raja Kemuliaan, yang menunjuk kepada Tuhan, diganti dengan Ratu Kemuliaan, yang menunjuk kepada Maria!

Seorang yang bernama Gregory of Tours (Perancis) menulis buku yang berjudul 'In Gloriam Martyrum'. Dalam buku itu ada cerita sebagai berikut:

"As Mary lay dying with the apostles gathered around her bed, Jesus appeared with His angels, committed her soul to the care of Gabriel, and her body was taken away in a cloud"

(Ketika Maria terbaring dalam keadaan sekarat / hampir mati dengan rasul-rasul berkumpul di sekeliling tempat tidurnya, Yesus menampakkan diri dengan malaikat-malaikatNya, menyerahkan jiwanya pada pemeliharaan / penjagaan Gabriel, dan tubuhnya diangkat ke awan-awan) - Loraine Boettner, 'Roman Catholicism', hal 163.

Catatan:

Perhatikan bahwa cerita ini tidak sama dengan tradisi di atas. Lalu yang mana yang benar...?
Seorang kristen yang bernama Edwards J. Tanis berkata:
"There is no more evidence for the truth of this legend than for the ghost stories told by our grandfathers" (Tak ada lebih banyak bukti untuk kebenaran dari dongeng ini dari pada untuk dongeng-dongeng tentang hantu yang diceritakan oleh kakek-kakek kita) - Loraine Boettner, 'Roman Catholicism', hal 163.

2. Di surga Maria menduduki tempat yang lebih tinggi dari para orang suci atau penghulu malaikat. Ia dinobatkan sebagai Ratu Surga oleh Allah Bapa sendiri dan ia diberi tahta di sebelah kanan Anaknya.

Penjelasan Kristen:
  1. Memang kalau Maria tidak berdosa ia tidak mungkin tetap ada dalam kebinasaan. Tetapi perlu dipertanyakan: mengapa ia harus / perlu mati...? Mengapa tidak langsung naik ke surga tanpa mengalami kematian seperti Elia dan Henokh...?
  2. Doktrin ini baru muncul tanggal 1 Nopember 1950. Mengapa dibutuhkan waktu 19 abad untuk menemukan doktrin ini...?. Jelas karena tidak pernah ada dalam Kitab Suci.
  3. Perlu dipertanyakan pertanyaan ini: dengan tubuh apa Maria bangkit dan masuk ke surga...? Sampai saat ini hanya Kristus yang mempunyai tubuh kebangkitan. Semua manusia baru menggunakan tubuh kebangkitan pada saat Kristus datang keduakalinya (Yoh 5:28-29 1Kor 15:20-23,50-55 1Tes 4:13-17).
Saya ingin menutup pembahasan tentang Maria ini dengan memberikan 2 hal tambahan / pesan di bawah ini:

Kalau Roma Katolik mengambil pandangan extrim kiri dengan memuliakan Maria lebih dari seharusnya, janganlah orang Kristen Protestan lalu mengambil pandangan yang extrim kanan dengan menghina atau merendahkan Maria. Maria tetap adalah orang beriman yang saleh, yang rela dipakai Tuhan sebagai alatNya untuk melahirkan Kristus.
Kalau ada mujizat-mujizat yang berhubungan dengan Maria dan mendukung pandangan Roma Katolik tentang Maria (misalnya: bahwa Maria menampakkan diri dan mengaku sebagai Perawan tanpa dosa), maka sadarilah bahwa mujizat yang bertentangan dengan Kitab Suci itu pasti datang dari setan. Kitab Suci mengatakan bahwa Iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang (2 Korintus 11:14), dan karena itu tidak terlalu mengherankan kalau ia bisa menyamar sebagai Maria atau bahkan Yesus sendiri.



Disadur dr tulisan Pdt Budi Asali

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar