Minggu, 05 Juni 2011

THE ARAB JESUS : Citra ‘Isa menurut Orang Arab Awam

Oleh : Bambang Noorsena


*) Disajikan dalam Pengajian Injil yang diselenggarakan oleh Yayasan Kanisah Orthodox Syria (YKOS), di Gedung Keuskupan Katolik - Surabaya, 3 Agustus 2001. 


Setelah wafatnya Muhammad terjadilah keajaiban di dunia, bahwa Islam hanya dalam waktu 8 tahun saja sudah menguasai wilayah yang amat luas, dari Mesir sampai Persia Tengah. "Laksana gunung berapi yang tiba-tiba meletus, menimbulkan gempa di sekelilingnya dengan batu-batu besar yang menghancurkan segala yang ditimpanya", demikian Hendrick Kreamer menggambarkan penaklukan Islam yang begitu cepat tersebut.

Apakah faktor-faktor yang menyebabkan perkembangan cepat itu? Sekurang-kurangnya ada 3 alasan sebagai berikut :


  1. Alasan Politik dan Militer. Adanya pertentangan 2 imperium besar habis-habisan antara Romawi/Byzantium dan Sasanid Persia selama hampir 24 tahun (606-630), sehingga keduanya kehilangan tenaga sama sekali, dan serangan Islam dirasakan begitu tiba-tiba. Mula-mula Persia merebut Syria, Mesopotamia, Antiokhia, Yerusalem dan Mesir dari tangan Romawi tahun 606-622. Lalu tahun 622-630, Kaisar Romawi Heraklitos membalas merebut wilayah di atas. Dalam konflik politik itu, umat Kristen terdesak di antara 2 pengaruh besar itu.
  2. Alasan Pertikaian teologis yang berlarut-larut. Gagalnya konsili Kalsedon tahun 451, minimal telah melahirkan kelompok-kelompok Kristen: (a) Kelompok Nestorian di Mesopotamia dan Persia; (b) Pihak Kalsedon, Gereja Ortodoks Yunani dan kelompok-kelompok kecil yang ditaklukkan Kaisar Byzantium, yaitu kaum Melkit di Siria, Palestina dan Mesir; (c) Kelompok non-Kalsedonia, yaitu Gereja Ortodoks Siria dan Gereja Ortodoks Koptik di Mesir; (d) Kelompok Monofisit pengikut Julian Halicarnasus yang diikuti beberapa orang Koptik di Mesir.
  3. Penindasan Politik Kaisar Byzantium atas orang-orang Kristen Syria dan Mesir. Kaisar Heraklitos, misalnya, menuntut pajak yang sangat berat dirasakan orang Kristen pribumi di Syria dan Mesir yang umumnya menolak konsili Kalsedon. Penindasan itu menyebabkan timbulnya nasionalisme di kalangan orang Kristen tertindas yang kemudian bergabung dengan Islam


Penilaian Kristen terhadap Penaklukan Islam 
Ironisnya, ketiga (bahkan keempat) kelompok Kristen yang bertikai memandang bahwa kedatangan Islam dianggap sebagai "pembalasan Tuhan" atas kelompok yang tidak disukainya :

  • Kelompok Melkit. Diwakili oleh Uskup Sofronius di Yerusalem (tahun 634). Ia menganggap bahwa Islam datang sebagai wujud penghukuman Tuhan karena dosa-dosa orang Kristen sendiri. Karena itu, ia berseru agar orang Kristen bertobat agar ia menang atas tentara Arab Islam, agar dapat merayakan Natal di kota suci dengan sukacita.
  • Dari kelompok non-Kalsedonia, antara lain dapat dibaca komentar Patriarkh Mikhail al-Kabir yang meyakini bahwa Allah telah membangkitkan kaum Ismail dari selatan untuk membalaskan penindasan orang Kristen Byzantium "karena mereka telah merampok gereja-gereja dan biara-biara kita". Bahkan tokoh Uskup Yakobus pada bulan Juli 634 melandaskan komentar atas alasan teologis, bahwa karena ajaran bidat kaum Kalsedon yang menyebabkan hukuman Allah itu melalui tangan orang-orang Islam.
  • Kelompok Nestorian diwakili oleh ucapan rahib Yahya dari Panek, yang menetap di tepi sungai Tigris, dekat Jazirah Mesopotamia/Syria, bahwa karena dosa-dosa "orang monofisit" yang mengatakan Allah dapat menderita dan mati di kayu salib, murka Allah itu turun atas orang-orang Kristen. Tentu saja, komentarnya ini merupakan kesalahfahaman terhadap kristologi non-Kalsedonia yang dianut Gereja Ortodoks Syria dan Gereja Ortodoks Koptik.

Inilah factor yang melatarbelakangi kejayaan Islam, salah satunya justru karena sokongan orang-orang Kristen sendiri. Padahal, pada masa-masa kemudian pemerintahan Islam juga membatasi kebebasan orang-orang Kristen. Mereka hanya menjamin kebebasan bagi orang-orang Kristen yang sudah ada, tetapi tidak memperbolehkannya secara leluasa untuk berkembang. Kebijakan ini telah menyebabkan orang-orang awam Islam, yang mempunyai simpati kepada Yesus menjadi tertekan. Di satu pihak mereka tidak puas dengan gambaran Yesus versi al-Qur’an, tetapi pada pihak lain mereka dilarang secara leluasa membaca Injil. Akibatnya, pandangan-pandangan mereka berkembang menjadi apa yang disebutThe Arab Jesus (Yesus menurut orang awam Arab). 


Citra Diri Mesiah dalam The Arab Jesus
Salah satu gambaran yang menarik dari citra Yesus yang dikembangkan di atas, antara lain sebagai berikut :

  • Citra seorang Pengelana fakir. Gambaran sebagai seorang petapa kelana peziarah di dunia, tanpa memiliki apa-apa, bahkan tidak sebongkah batu pun di dunia ini yang dimilikinya. Ia tampil sebagai seorang yang ber-belarasa atas penderitaan sesama, malah digambarkan sampai pingsan karena solidaritasnya atas sesama manusia. Gambaran ini juga dijumpai dalam hadits, bahkan dikembangkan menjadi legenda tersendiri dalam sekte Ahmadiyah. Disebutkan dalam sebuah riwayat Abdullah bin Umar dalam Kanzul Ummal, seperti dikutip oleh Mirza Ghulam Ahmad: Qala Ahannu syai’in ilallahi al-ghuraba’u. Qila Ayyu syai’in al-ghuraba’u? Qala Alladzina yafiruna bidinihin wa yajtami’una ila ‘Isa bnu Maryam (Sabda Muhammad: "yang paling dicintai Allah adalah orang yang miskin (gharib)". Ditanyakan kepada Rasulullah, "Apakah yang dimaksudkan dengan katagharib? Apakah ia adalah ‘Isa anak Maryam yang selalu mengembara dari negerinya dengan membawa agama?. Juga, dalam Hadits Abu Hurairah:Uuhayillahu ta’ala ‘Isa ‘an Ya ‘Isa, antaqil min makanin ila makanin, li alla tu’rafa faatuuda (Allah ta’ala mewahyukan kepada ‘Isa: Ya ‘Isa, pergilah dari satu tempat ke tempat lain, agar orang tidak mengenali engkau untuk menyiksamu).
  • Citra orang Suci terbebas dari Setan. Gambaran bahwa’Isa terbebas dari godaan Setan pada saat kelahirannya (The Arab Jesus, wacana 12). Mungkin ini pengaruh dari al-Qur’an, surah Ali Imran 36 dan kitab –kitab apokrifa sebelum al-Qur’an. Dalam Hadits Riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah disebutkan: Maa min nabi Adam min mauludin ila nakhasahusy syaithanu laa sharikhan min nakhsihi ayyahu ila Maryam wabnaha (Tidak ada seorang bayi dari keturunan Adam kecuali ia pasti mendapat tusukan dari Setan sehingga bayi itu menangis kecuali Maryam dan putranya). Juga, dalam Hadits Riwayat Bukhari: Kullu bani Adama yuth’inusy syaithanu fi ainaihi bishbu’ihi hina yuladu ila ‘Isa bnu Maryam (Semua anak Adam kedua matanya ketika lahir pasti ditusuk Setan dengan ujung jarinya, kecuali ‘Isa anak Maryam). Karena itu, Abu Hurairah juga berkata bahwa apabila seorang anak lahir hendaknya dibacakan ayat 36 surat Ali Imran yang berbunyi: Wa inni u’idzuhabika wa dzurriyataha minasy syaithanirajim (Dan aku mohon perlindunganmu agar dia dan keturunannya terpelihara dari Setan yang terkutuk).
  • Citra Yesus dan Misteri Salib. Bahwa penyangkalan historisitas penyaliban Yesus merupakan problem tersendiri dalam tafsir al-Qur’an. Versi penggantian di kayu salib juga tidak memuaskan para mutafsir sejak awal, seperti tampak pada Ibn Jarir ath-Thabari, dalam Jami’ al-Bayan fi at-Tafsir al-Qur’an. Ketidakpuasan atas penyangkalan penyaliban ‘Isa ini juga tampak pada wacana ke-16. Dikisahkan seseorang bermimpi bertemu ‘Isa, lalu ia bertanya kepada ‘Isa: "Apakah engkau disalibkan?" Jawab Yesus, "Ya". Lalu orang yang bermimpi itu bertanya kepada seorang penafsir al-Qur’an, yang dijawab bahwa mimpi itu tidak benar. Alasannya, surah an-Nisa’ 157: Maa qataluhu wa ma shalabuhu wa lakin syubiha lahum (Padahal mereka tidak membunuh atau menyalibkan ‘Isa, melainkan yang disamarkan bagi mereka). Tetapi ucapannya yang terakhir kembali menyiratkan keragu-raguan bagi penafsir itu sendiri: "Mimpi itu tidak ada gunanya, kecuali bagi orang yang melihatnya".


The Arab Jesus" dalam Near East School of Theology Theological Review, 10 (1989) oleh Dr. Tarif Khalidi. 


Judul asli "THE ARAB JESUS" dalam Near East School of Theology Theological Review, 10 (1989) oleh Dr. Tarif Khalidi. Sebuah ceramah yang disampaikan pada The Near East School of Theology, di Beirut, Libanon pada tanggal 9 Juni 1988. Dr. Tarif Khalidi adalah seorang Kristen yang berkebangsaan Arab. 

Apa yang saya maksudkan dengan "Yesus dipandang oleh masyarakat awam Arab" adalah pepatah-pepatah dan cerita-cerita tentang Yesus dalam kesusasteraan Arab pada masa klasik; lebih kurang dari abad ke 7 sampai abad ke 16 AD. Tulisan ini tidak mencakup pepatah-pepatah dan cerita-cerita Yesus dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad. Ia tidak mencakup pula kesusasteraan Kristen Arab pada masa itu. Apa yang ditulis merupakan sebuah penggabungan dari perkataan-perkataan dan cerita-cerita dalam kesusasteraan Islam Arab yang tersiar dari Spanyol sampai ke Cina, yang sebagian besar dari pepatah dan cerita tersebut masih belum kita ketahui secara tepat.

Darimanakah pepatah dan cerita ini berasal? Apakah tujuannya? Apakah artinya dari semuanya itu untuk kita sekarang ini? Hal ini merupakan beberapa pertanyaan yang akan saya coba untuk hadapi dalam ceramah ini. Ijinkanlah saya membuat beberapa penjelasan pendahuluan tentang kumpulan cerita ini. Dalam beberapa terjemahan saya, bahasa Inggris saya tidak seindah bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab. Ada beberapa cerita dari kumpulan karangan itu yang panjangnya mencapai sampai pada 2 halaman. Tetapi cerita-cerita yang panjang itu tidak dimuat di bawah ini.

Kebanyakan pepatah dan cerita ini ditemukan dalam bentuk-bentuk kesusasteraan, hasil karya dari aliran Sufi atau mistik Islam, hasil karya dari Etika dan keagamaan populer, bunga rampai dari pepatah hikmat, dan sejarah para Nabi dan orang-orang suci. Jumlahnya mereka merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk ditentukan karena kesusasteraan Arab klasik begitu luas skopnya dan jumlah naskah Arab kuno yang belum dibaca atau belum ditemukan juga amat banyak. Oleh karena itu banyak tahun akan dilalui sebelum kita dapat menentukan jumlahnya pepatah dan cerita dari "Arab Jesus" ini secara pasti. Pada hemat saya, jumlah pepatah dan cerita dari kumpulan-kumpulan ini antara 500 sampai 1000.

Cukup penjelasan statistik saya itu. Sekarang ijinkanlah saya menjelaskan sedikit mengenai asal dan cirri-ciri dari pepatah-pepatah dan cerita-cerita tersebut. Keseluruhan dari cerita-cerita yang telah saya sebutkan, "Yesus dipandang oleh masyarakat awam Arab" (Arab Jesus), menempati suatu tempat khusus. "Arab Jesus" ini tidak mengacu kepada Qur’an dan Hadits dalam satu sisi, dan tidak kepada keempat Injil pada sisi lainnya. Hal ini akan menjadi jelas ketika seseorang membaca sedikit dari pepatah dan cerita di bawah nanti.

Tentang "Arab Jesus" dan Yesus dari keempat Injil, tidak begitu banyak yang perlu dijelaskan di sini. Dalam "Yesus versi Arab" tersebut, terdapat pepatah-pepatah tertentu yang merupakan terjemahan langsung dari Injil ke dalam bahasa Arab dari masa sebelum Islam. Jika seandainya kaum Muslim ingin mengetahui tentang Yesus dalam Injil, mereka secara mudah dapat menemukannya -- dan tentu saja beberapa dari mereka yang menemukannya dalam keempat Injil. Tetapi pertanyaan yang masih tertinggal, mengapa kita menjumpai suatu "Arab Jesus" atau "Yesus versi Arab" yang bukan merupakan pandangan Qur’an/Hadits dan juga bukan merupakan pandangan Yesus dari Injil? Di sini penjelasan saya menjadi sedikit rumit.

Seringkali kita cenderung mendewakan tokoh-tokoh agama dari masa lampau. Akibatnya, tokoh-tokoh itu diselimuti oleh tradisi-tradisi dan cerita-cerita, sehingga bukanlah tokoh sejarah yang nyata yang kita baca, melainkan suatu karikatur saja yang jauh berbeda dari kehidupan kita. Dengan demikian tokoh itu menjadi obyek kekaguman kita, tetapi akhirnya kita merasa terasing dari tokoh rohani itu, yaitu tokoh yang menjadi karikatur atau mitos, akibat dari ideologi atau theologi yang sah yang "menciptakannya".

Usaha untuk menentang karikatur dari tokoh rohani masa lampau itu, yakni Nabi ‘Isa, merupakan suatu perjuangan oleh beberapa aliran dalam agama Islam. Perjuangan ini dapat disebut sebagai "pietisme populer". Aliran ini ingin menyatakan dan melihat Nabi ‘Isa sebagaimana ia berada dan siapa dia sebenarnya (tentu saja menurut ukur persepsinya sendiri). Dalam sejarah kebudayaan Islam, perjuangan ini mencapai klimaksnya kira-kira 150 tahun sesudah wafatnya Muhammad, pada akhir abad ke 8 AD. Dan tepat pada masa inilah, saya kira, "Arab Jesus" ini telah muncul, yaitu persepsi akan Yesus oleh masyarakat awam dari agama Islam.

Bagi banyak orang Islam di waktu itu, Yesus dalam Qur’an dan Hadits tidak sepenuhnya memuaskan. Tetapi Yesus yang ditulis dalam Injil dilarang bagi orang Muslim untuk dibaca. Oleh karena itu timbullah "Arab Jesus", yaitu Yesus yang dipandang oleh masyarakat awam Arab. Yesus seperti ini dapat memenuhi kebutuhan keagamaannya tertentu, yaitu suatu versi Yesus yang bukan merupakan gambaran theologi secara abstrak tetapi suatu kekuasaan moral yang hidup. Sejenis Yesus seperti ini dapat memelihara suatu keseimbangan yang dicarikan masyarakat Arab di waktu itu, yaitu keseimbangan antara hukum dan roh.

Tetapi darimanakah sebenarnya pepatah-pepatah dari "Arab Jesus" itu berasal? Ini merupakan suatu pertanyaan yang menarik tetapi saya tidak bermaksud untuk menjelaskannya secara rinci. Saya pikir, beberapa di antaranya dapat dikatakan mirip dengan yang di Injil, sekalipun sebenarnya tidak terdapat dalam Injil. Masing-masing kita dapat menentukan sendiri hal ini, bergantung kepada pengetahuan kita tentang Injil. Beberapa di antaranya sebagian berasal dari Injil dan sebagian lagi tidak. Beberapa mungkin berasal dari karangan-karangan palsu dari kalangan Gereja kuno yang disebut Injil Apokrifa, sebagai contoh Injil Thomas, Kisah Yohanes, Protevangelium Yakobus dan tulisan lain semacam itu. Pepatah-pepatah yang lain diambil dari cerita dan pepatah Bapa-bapa Gereja terdahulu. Pada hemat saya banyak lain lagi, diambil dari perbendaharaan hikmat kuno yang dimiliki oleh kekayaan tradisi dari kebudayaan Timur Tengah.

Sekarang kita akan menganalisa secara singkat cerita dan pepatah ini. Pertama-tama, beberapa di antaranya menggambarkan Yesus sebagai pembangkit orang-orang mati. Ciri yang lain dari "Arab Jesus" adalah sejenis Yesus yang hidup sebagai seorang pertapa yang tidak memiliki apa-apa bahkan tidak sebongkah batupun dari dunia ini dimilikinya. Namun Yesus sang pertapa ini, bisa juga menunjukkan belas kasihan, bahkan dia menangis sampai ia pingsan atas mereka yang mengalami kemalangan seperti misalnya dalam nomor 15 di bawah ini. Ada juga Yesus sang peziarah, seorang tokoh yang menempuh jalan sengsara, yaitu dunia ini di mana saja ia berada.

Tentu saja gambaran dari "Arab Jesus" tersebut, merupakan suatu gambaran yang dibuat-buat. Namun ia merupakan suatu contoh di mana satu agama memperalat tokoh-tokoh rohani dari agama lain dan menggunakannya untuk tujuannya sendiri.


Pepatah-pepatah dan cerita Yesus menurut pandangan masyarakat Arab awam dari abad pertengahan : 

  1. "Dunia ini adalah jembatan. Seberangilah jembatan ini, tetapi jangan membangun di atasnya". 
  2. "Berdamai dengan orang-orang lain, tetapi jangan berdamai dengan dirinya sendiri".
    "Berhati-hatilah dia yang berpikir bahwa Allah itu lambat menyampaikan kelimpahannya! Karena mungkin Allah akan marah terhadapnya dan memberikan kepadanya kelimpahan duniawi" 
  3. "Sesungguhnya aku berkata kepadamu, mereka di antara kamu yang paling banyak berduka jika menghadapi nasib buruk, termasuk golongan yang paling mencintai dunia ini" 
  4. "Dosa yang paling besar adalah orang yang mengatakan ‘Allah tahu aku menyatakan apa yang benar’, dan Allah tahu bahwa orang itu berdusta". 
  5. Yesus berkata: "Berbicaralah banyak dengan Allah, berbicaralah sedikit kepada manusia". Dia ditanya: "Bagaimana kita berbicara banyak kepada Allah?" Yesus menjawab: "Bercakap-cakaplah dengan Dia dalam kesunyian, berdoalah kepada Dia dalam kesunyian". 
  6. "Seseorang yang memperoleh pengetahuan tetapi tidak bertindak sesuai dengan pengetahuan itu, bagaikan seorang wanita yang berzinah secara rahasia, kemudian menjadi hamil dan rasa malunya diketahui semua orang. Demikian juga dia yang tidak bertindak sesuai dengan pengetahuannya akan dipermalukan oleh Allah di hadapan semua manusia pada hari kebangkitan". 
  7. Yesus berkata pada murid-muridnya, "Apa yang akan kamu lakukan jika kamu menemukan saudaramu dalam keadaan tidur, kemudian tiupan angin menyingkapkan ketelanjangannya?" Mereka menjawab, "Kami akan menutupi ketelanjangannya". Yesus berkata, "Tidak, tetapi sebaliknya kamu membukakan ketelanjangannya". "Sekali-kali tidak", mereka menjawab, "Siapa yang akan melakukan hal semacam itu?" "Kamu", jawab Yesus, "Ketika salah seorang dari antaramu mendengar perkataan jelek tentang saudaranya dan kemudian menambahkan atau membesar-besarkan perkataan itu dan menyebarkannya ke segala tempat". 
  8. "Jika kamu sungguh-sungguh saudara dan temanku, jauhkanlah dirimu dari permusuhan dan kebencian manusia. Karena kamu tidak akan memperoleh apa yang kamu cari kecuali dengan meninggalkan hawa nafsumu". 
  9. "Aku menyembuhkan orang yang sakit lepra dan orang buta keduanya. Aku memperlakukan orang bebal dan dia membuat aku putus asa. Diam adalah cara yang terbaik untuk menjawab orang bebal". 
  10. Yesus ditanya, "Mengapa kamu tidak menikah?" Dia menjawab, "Hanya dalam Firdaus merupakan hal yang terpuji untuk beranak cucu". 
  11. Ketika Yesus lahir, setan-setan datang kepada Iblis dan berkata, "Berhala-berhala sekarang telah menundukkan kepalanya". Iblis berkata, "Sesuatu telah terjadi dalam duniamu". Iblis kemudian melayang ke seluruh dunia tetapi tidak menemukan apa-apa. Akhirnya dia menemukan bayi Yesus dikelilingi oleh para malaikat. Dia kembali kepada setan-setan dan berkata, "Seorang Nabi telah lahir kemarin. Tidak pernah seorangpun wanita hamil atau melahirkan tanpa kehadiranku kecuali yang ini. Oleh karena itu, untuk menyesatkan manusia kita menggunakan kesibukan dan kedangkalan mereka".
    Yesus berdoa untuk bani Israel. Mereka menangis dan mulai mengoyakkan pakaian mereka. Yesus berkata, "Dosa apa yang telah diperbuat oleh bajumu? Lihatlah ke dalam hatimu dan meremukkan dia". 
  12. Seekor babi melewati Yesus. Yesus berkata, "Lewatlah dengan damai". Dia ditanya, "Roh Allah, bagaimana kamu dapat mengatakan hal seperti itu pada seekor babi?" Yesus menjawab, "Aku tidak senang mengutarakan perkataan kasar". 
  13. Ketika dalam perjalanannya, Yesus melewati sebuah tengkorak manusia. Dia meminta kepada Allah untuk membuat tengkorak itu berbicara. Allah melakukannya dan tengkorak itu berkata: "Nabi Allah, nama saya Balwan ibn Hafs, raja dari Yaman. Saya hidup seribu tahun, memperoleh seribu anak, merayu seribu anak dara, mengalahkan seribu tentara, dan mengalahkan seribu kota. Dan kesemuanya ini hanyalah mimpi orang yang tidur. Biarlah dia yang mendengar ceritaku tidak dicobai oleh dunia". Yesus menangis sedemikian keras sehingga dia jatuh pingsan. 
  14. Dilaporkan bahwa ada seorang laki-laki melihat Yesus dalam mimpinya. "Nabi Allah" dia berkata, "Apakah benar engkau disalibkan?" "Ya", jawab Yesus. Laki-laki itu menceritakan mimpinya kepada seorang penafsir yang berkata, "Mimpimu itu salah karena Allah berkata: ‘Mereka tidak membunuh dia dan tidak menyalibkannya, tetapi hal itu nampak kepada mereka’. Mimpi ini tidak ada maknaya kecuali bagi dia yang melihatnya". 
  15. "Kamu tidak akan memperoleh kelimpahan Allah kecuali kamu dengan sukacita bersedia berpakaian dari wool yang kasar, memakan gandum dan menjadikan tanah untuk tempat tidurmu". 
  16. "Kamu murid-murid adalah takut akan dosa. Tetapi kami dari golongan Nabi adalah takut akan ketidakpercayaan (kufr)". 
  17. "Yesus bertemu dengan seseorang dan bertanya kepadanya, "Apa yang kau lakukan?", orang itu menjawab, "Saya mengabdikan diri kepada Allah". Kemudian Yesus bertanya, "Siapa yang memelihara kamu?", "Saudara saya", jawab orang itu. Yesus berkata, "Saudaramu lebih mengabdi kepada Allah daripadamu". 
  18. "Sesungguhnya aku berkata kepadamu, sama seperti seorang sakit memandang makanan dan tidak dapat menikmatinya oleh karena kesakitannya, demikian juga seorang pecinta dunia ini tidak dapat menikmati penyembahan atau menghargai kebahagiaan di dalamnya oleh karena cintanya pada dunia ini.
  19. Sesungguhnya aku berkata kepadamu, jika seekor kuda beban tidak ditunggangi, ia menjadi keras kepala, dan wataknya berubah. Demikian juga hati manusia akan menjadi keras dan tidak peka, jika tidak dilunakkan oleh percakapan tentang kematian dan melakukan penyembahan yang tetap. 
  20. Sesungguhnya aku berkata kepadamu, jika suatu kantung air tidak bocor atau usang, ia bisa menampung madu. Demikian juga jika hati manusia bisa menjadi bejana hikmat jika tidak dirusak oleh hawa nafsu, dicemarkan oleh keinginan atau didegilkan oleh kemewahan". 

Referensi Silang




http://archangeldemaskus.blogspot.com/2011/05/isa-almasih-yesus-kristus-didalam.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar