Kamis, 02 Juni 2011

Beberapa Cerita Pornografi Dalam Alkitab

Selalu ada pertanyaan demikian.
Mengapa didalam Alkitab ada cerita porno...?
Karena Alkitab tidak pernah menyembunyikan dosa meskipun itu dilakukan oleh orang-orang pilihan-Nya.
Inilah kejujuran Alkitab.

Disadur dari :
The Choice Islam and Christianity
BAB 2-1-5PORNOGRAFI
by Ahmaed Deedat

Semua Referensi ini Berasal dari Kitab Suci Injil  

1. Hubungan Seks Antara Ayah dan Dua Orang Anak Perempuannya: Malam-malam kedua anak perempuan Nabi Lot menggoda ayah mereka yang mabuk dan mendapatkan anak darinya. (Injil - Kejadian 19: 30-36).
>>>
Lot bukanlah NABI seperti yang disebut diatas
Nabi adalah utusan Tuhan yang menyampaikan pesanNya kepada umat manusia.
Contohnya Musa, yang menyampaikan pesan kepada Bangsa Israel.

Apa yang dikisahkan Alkitab adalah apa yang terjadi, dan tidak ada perintah untuk mengikuti tindakan ke 2 anak Lot tersebut dalam seluruh Alkitab.

Kemudian bacalah Alkitab secara lengkap Kisah ini; jangan Cuma “mencuplik” beberapa Ayat untuk menyerang saja :

Apakah Allah tidak memberikan hukuman DOSA tersebut?

Keturunan Lot dari ke 2 anak perempuannya adalah :

Kej 19:36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
Kej 19:37 Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.
Kej 19:38 Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.

   
Bangsa Moab dan Bangsa Amon tertulis dalam Alkitab adalah Bangsa-bangsa yang melawan Tuhan.

Kita lihat nasib dari bangsa Amon dan Moab berikut ini.

Kutipan berikut diambil dari :

Ensiklopedi Alkitab Masa Kini jilid 1 dan 2
Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1992


Bagaimana nasib bani Amon (Jilid 1 halaman 42 ) :
Orang-orang Amon hidup terus hingga abad ke 2 SM...Keluarga Tobia hidup terus hingga abad ke 2 SM seperti ditunjukkan oleh bukti arkeologis dari Transyordania dan Mesir...

Bagaimana nasib bani Moab (Jilid 2 halaman 93) :
...akhirnya Moab ditundukkan Nebukadnezar dan berturut-turut diperintah oleh orang Persia dan berapa kelompok bangsa Arab. Orang Moab tidak ada lagi sebagai bangsa merdeka...Alexander Yaneus menundukkan mereka abad 2 SM.

Jadi bangsa Amon dan Moab lenyap dari panggung sejarah sekitar abad ke 2 SM.

Mungkin karena bangsa ini dihasilkan dari hubungan sedarah sehingga mereka relative lebih lemah sehingga tidak dapat bersaing dengan bangsa disekitarnya.

 
2. Anak laki laki Berhubungan Dengan Ibunya: Ruben anak laki-laki tertua dari Yakub, pada saat ayahnya tidak ada, berhubungan seksual dengan istri ayahnya dan Israel (nama lain Yakub) mendengarnya. Adegan ini dilaporkan kepadanya, tetapi dia tidak memarahi atau memukul anaknya atas kelakuan tersebut. Tuhan juga tidak memberikan sebuah kata celaan pun kepadanya. (Injil-Kejadian 35: 22).

>>>

Pertama :

Kutipan Ayat tersebut tidak benar (atau salah copy-paste)

Kejadian 35:22,
"Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel. Adapun anak-anak lelaki Yakub dua belas orang jumlahnya."

Menurut tradisi Talmud, sesudah kematian Rahel, Yakub memindahkan tempat tidurnya ke kemah budak perempuan Rahel yang bernama Bilha. Rubenlah yang mengangkat dan memindahkan tempat tidur itu dan meletakkannya di sana. Kata Ibrani yang digunakan dalam ayat ini 'syakav' secara harfiah bermakna "berbaring" atau "mempersiapkan tempat tidur", namun seringkali digunakan sebagai eufemisme untuk berhubungan seksual. Benar atau tidak, karena kebejatan seksual Ruben, hak kesulungannya diambil darinya. Ia kehilangan warisannya dan tempat sebagai pemimpin untuk selama-lamanya.

Di sinilah letak "kejujuran" Alkitab, menceritakan secara gamblang perbuatan tokoh-tokoh di dalamnya, entah itu tindakan positif atau negatif.Kedua : Harus diteliti dengan cermat bahwa Ruben MENDAPAT HUKUMAN dari Yakub, : Kej 49 : 4
“Engkau yang membual sebagai air, tidak lagi engkau yang terutama sebab engkau telah menaiki tempat tidur ayahmu ; waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku.

1 Taw 5 : 1 

“Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf.” Adakah dalam Alkitab menyatakan bahwa perbuatan Ruben itu benar?


Alkitab justru memberikan pengajaran bahwa perbuatan ini tidak untuk diikuti sebab itu adalah perbuatan dosa

3. Yehuda Melakukan Perzinahan Dengan Menantu Perempuannya: Dia dengan segera menjadi hamil dan memberi-kan anak haram yang kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ini berarti Tuhan memberi penghargaan kepada Yehuda dan keturunannya. (Injil -Kejadian 38: 15-30).

>>>

Menurut hukum Taurat (Ulangan 25 : 5 – 10), jika suami meninggal tanpa memiliki anak maka jandanya harus dikawinkan dengan saudara laki-laki almarhum suami untuk memberikan keturunan kapada almarhum suami.

Namun Yehuda tidak menikahkan Tamar (janda Er - anak ke 1 Yehuda) dengan Syela (anak laki ke 3) setelah Er dan Onan (anak ke 2 Yehuda – suami kedua Tamar) meninggal tanpa memiliki anak dengan Tamar. Setelah beberapa tahun kemudian, Yehuda bertemu dengan Tamar yang menggunakan tutup muka. Yehuda tidak mengenal bahwa wanita yang dia hampiri adalah Tamar.

Kej 38 : 16 
Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang dipinggir jalan itu serta berkata, “Marilah aku mau menghampiri engkau” sebab ia tidak tahu perempuan itu menantunya.

Keduanya melakukan penipuan, tapi Tamar melakukan hal itu untuk mendapatkan kepastian atas hak-haknya yang sah, sedangkan Yehuda memutarbalikkan tugas-tugasnya yang sah sebagai bapa leluhur.

Pelajaran yang dipetik

Pertama
Kisah ini mengungkapkan standar-standar moral yang longgar masa itu yang sangat kontras dengan kemurnian Yusuf.

Kedua
Peristiwa ini menunjukkan mengapa keluarga Israel (Yakub) harus meninggalkan Kanaan dan pergi ke Mesir. Jikalau Yakub tetap tinggal di antara orang Kanaan, keturunannya akan kehilangan identitas mereka karena kawin campur. Di Mesir keturunan Yakub dipencilkan dari orang Mesir dan oleh karenanya dapat menjadi umat terpisah yang hanya beribadah kepada Allah.

Ketiga
Kisah ini melukiskan bahwa dosa semua orang, bahkan tokoh-tokoh terkemuka dalam rencana penebusan Allah, akan disingkapkan. Terakhir, kisah ini menunjukkan bahwa kepemimpinan umat Allah diserahkan kepada orang yang murni moralnya. Yusuf setia kepada Allah dan hukum-hukum-Nya, sedangkan Yehuda gagal. Standar yang sama berlaku dalam Perjanjian Baru bagi mereka yang ditugaskan menjadi pemimpin rohani

4. Amnon, Salah Seorang Putra Nabi Daud Memperkosa Saudara Perempuannya: "Seorang anak laki-laki yang mulia dari seorang ayah yang mulia" berdasarkan Injil yang "Suci", Amnon dengan sebuah tipu daya yang hebat memperkosa saudara perempuannya Tamar dan Tuhan tidak menghukum atau menegurnya. (Injil - 2 Samuel 13: 5-14) 

>>>

2 Samuel 13:1-18:33 menceritakan kisah Daud dan putera-puteranya. Amnon, putera Daud yang sulung dibunuh oleh Absalom, sedangkan pasal 13:1-22 bercerita tentang Amnon memperkosa adik tirinya. Di sini pembaca mengikuti lanjutan kemalangan Daud, akibat kelakuannya yang tidak senonoh dengan Batsyeba. Perlu diperhatikan, bahwa seluruh peristiwa pemberontakan Absalom yang mulai dengan dosa yang sama yang dilakukan oleh Daud; persundalan yang menyebabkan pembunuhan.

Tamar adalah adik tiri Amnon dan adik kandung Absalom. Amnon jatuh cinta kepada Tamar namun menganggap "mustahil" untuk melakukan sesuatu terhadap Tamar. "Mustahil" sebab hal itu dilarang. Tapi Tamar menyarankan agar dapat dibebaskan dari larangan tersebut (bagaimanapun juga, sama halnya dengan Abraham yang beristerikan saudara tirinya). Tapi dalam bagian ini kata "mustahil" rupanya ada sangkut-pautnya dengan kenyataan bahwa Tamar dengan cermatnya diasingkan. Bagaimana pun juga, Amnon hanya hendak memperkosanya, bukan untuk memperisterikan dia.

Segala daya upaya yang dilakukan oleh Amnon membuktikan bahwa perbuatannya bukan main-main. Jawaban Tamar supaya jangan memperkosanya karena orang tidak berlaku seperti itu di Israel memberi kesan bahwa kesusilaan bangsa Israel lebih tinggi daripada bangsa-bangsa sekelilingnya. Kelakuan Amnon yang tidak senonoh akan menjatuhkan nama Tamar untuk selama-lamanya. Amnon bukanlah seorang laki-laki yang mulia dan hukuman Tuhan atasnya adalah dibunuh oleh Absalom.

Dalam ruang lingkup yang lebih luas, rangkaian peristiwa dalam 2 Samuel 13:1-22:51 terutama merupakan kisah penggenapan maksud Allah untuk mendatangkan malapetaka atas Daud.

2 Samuel 13:1-39 mencatat akibat pertama dari dosa nafsu, zina, dan pembunuhan yang dilakukan Daud. Perzinaan dengan sesama saudara dan pembunuhan terjadi di kalangan keluarganya sendiri ketika nafsu Daud pertama-tama diulang dalam putranya Amnon.

Karena Daud menghancurkan kebahagiaan keluarga Uria, Allah menghancurkan kebahagiaan keluarga Daud. Banyak kali Allah mendatangkan penderitaan dan kesusahan besar atas orang berdosa agar baik dia maupun orang lain, bisa takut akan Allah dan berbalik dari dosa.

Kita ambil kesimpulan disini, lagi-lagi mereka tidak meneliti dengan cermat, bahwa :

Amnon mendapat hukuman dimana dia terbunuh oleh perintah Absalom.

2 Samuel 13 : 28 – 32 : Absalom memerintahkan orang-orangnya, “ …… Paranglah Amnon, maka haruslah kamu membunuh dia ……..” …… Hanya Amnon yang mati, sebab hal itu telah terlihat pada air muka Absalom, sejak Amnon memperkosa Tamar, adiknya


5. Putra Daud Yang Lain Memperkosa Ibunya (10 kali berurutan). Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, 'di depan mata seluruh Bani Israel.' (Injil - 2 Samuel 16: 21-23). 

>>>

2 Samuel 12:11-12, "Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."

Ayat-ayat ini adalah teguran yang disampaikan lewat nabi Natan. Perbuatan, yang kemudian akan mengubah seluruh kehidupan Daud, telah terjadi, tapi beberapa bulan berlalu sebelum akibatnya menjadi nyata. Nubuat nabi Natan yang terdahulu disampaikan kepada Daud, berisikan berkat Allah yang berkelimpahan. Dalam hal ini jelaslah, bahwa Daud tidak menduga bahwa kunjungan nabi Natan kepadanya pada kali ini, adalah untuk menyampaikan sesuatu yang tidak diinginkannya. Perumpamaan yang disampaikan oleh nabi Natan menyatakan kecerdikannya dalam dua hal, sebab bukan hanya mengajak Daud untuk menyalahkan dirinya sendiri -- tanpa disadarinya --, tapi juga merupakan tuntutan kepada raja selaku kepala hakim.

Ayat-ayat di atas digenapi dengan kematian akibat kekerasan yang menimpa Amnon dan Absalon pada masa Daud masih hidup, dan di kemudian hari hal pertumpahan darah seperti umpamanya pembersihan Atalya (2 Raja-raya 11:1), demikian pula dalam peristiwa Absalom yang secara terang-terangan mengambil gundik-gundik raja (2 Samuel 16:22).

Hukuman dahsyat atas Daud, yang dinubuatkan Natan, bukan sekedar merupakan akibat yang wajar dari dosanya, bukan pula Allah yang secara pasif membiarkan hal-hal terjadi begitu saja kepada Daud; sebaliknya, hukuman yang diterima Daud adalah hasil tindakan Allah secara langsung.

Tiga kali Allah memakai frasa yang menunjuk kepada maksud, "Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu"; "Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu"; dan, "Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel." Daud akan mengalami perlakuan kejam dari anak-anaknya sendiri, seperti pemerkosaan Tamar putrinya oleh Amnon (2 Samuel 13:7-14); dan pemerkosaan istri-istrinya oleh Absalom.

Hukuman yang dikenakan kepada orang berzina dan pembunuh di Israel adalah hukuman mati (Imamat 20:10; 24:17). Akan tetapi, Allah mengesampingkan hukuman tersebut kali ini, bukan semata-mata karena Daud bertobat, tetapi karena Allah harus mempertahankan diri-Nya dan kebenaran-Nya secara terbuka di depan seluruh Israel dan bangsa-bangsa lainnya. Selama sisa hidupnya Daud menjadi contoh dari hukuman Allah yang adil atas seorang pemimpin rohani yang telah berbuat dosa besar.

Akibat dosa pun dialami oleh Absalom :

Absalom pun mendapat hukuman ALLAH. Dia tewas dengan cara yang unik :

2 Sam 18 : 9 – 15 : …. Adapun Absalom menunggangi bagal. Ketika bagal itu lewat dibawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar, tersangkutlah kepalanya pada dahan tarbantin yang besar itu ……. Pada saat tergantung itulah Absalom dibunuh oleh Yoab : ….. Lalu diambilnyalah tiga lembing dalam tanganya dan ditikamkannya ke dada Absalom …… lalu memukul dia dan membunuh dia (Absalom).


6. Yerusalem (Orang Yahudi) Pelacur Yang Tidak Pernah Puas Tidak bangsa Asyur, Babylonia atau Mesir pernah dapat memuaskan pelacur Yahudi tersebut. Pelacur-pelacur lain dibayar oleh klien mereka atas pelayanan yang diberikan tetapi pelacur ini membayar klien mereka agar dilayani. "Dia membentangkan kakinya untuk setiap orang yang lewat!" (Injil - Yehezkiel 16: 23-24). 

>>>

Persundalan yang dimaksud Kitab Yehezkiel adalah Firman terhadap penduduk Yerusalem karena telah berpaling dari ALLAH dan menyembah kepada illah-illah lain.
Lagi-lagi Muslim tidak dapat membedakan cerita perlambangan dengan kejadian biasa.   

Yehezkiel 16:1-63 di bawah judul "Yerusalem Yang Tidak Setia" hendak menunjukkan, dengan cara alegoris, bahwa sejarah Israel merupakan suatu 'catatan yang tak putus-putusnya dari kemurtadan yang jahat sekali'.
Perikop ini terbagi dalam empat bagian:
  1. Suatu cerita populer mengenai seorang anak yang baru lahir, yang dijumpai, dan yang akhirnya menjadi ratu.
  2. Kakak-kakak perempuan Yerusalem, yaitu Samaria dan Sodom yang sangat jahat, masih lebih baik dibandingkan dengan dia. 
  3. Yerusalem dapat dikembalikan lagi ke tempatnya semula hanya dalam rangkaian dengan kelompok saudarinya, yang terhina dulu.
  4. Yerusalem yang bertobat akan menerima perjanjian baru dari Allah. 
Untuk memahami kitab Yehezkiel haruslah dimengerti bahwa seperti Kitab-kitab Nabi-nabi lainnya, Kitab ini bukanlah buku pegangan teologis; Kitab ini adalah firman Allah kepada sisa bangsa dalam pembuangan yang sudah dihajar oleh-Nya, suatu pengalaman yang menurut pendapat para teolog pada zaman itu adalah tidak mungkin. Bila Yehezkiel melalui perlambangannya menekankan transendensi Allah, maksudnya ialah untuk menjelaskan bahwa kemahakuasaan Allah tidak bisa dibatasi oleh kegagalan umat-Nya. Hal ini bermuara pada pembongkaran sejarah dan agama Israel yang paling tajam dalam Perjanjian Lama sebagaimana dituangkan dalam pasal 16, 20, dan 23.

Kalimat yang digunakan oleh nabi Yehezkiel memang sangat keras dan satiris yang mengumpamakan perilaku penduduk kota Yerusalem seperti perempuan sundal.

Dan akibat dari persundalan orang Yerusalem tersebut ALLAH MENGHUKUM mereka sebagaimana digambarkan dalam :

Yeh 16 : 35 – 43 : “…. 38 AKU akan menghakimi engkau … 42 Demikianlah AKU melampiaskan murkaKu kepadamu …43 … tetapi dengan semuanya ini membuat AKU gemetar kemarahan ….

Alkitab dengan jelas mengatakan : PERSUNDALAN AKAN DIHUKUM ALLAH.

NB :
Persundalan yang dimaksud dalam KITAB YEHEZKIEL adalah dalam konteks ISRAEL sebagai BANGSA PILIHAN berpaling dari ALLAH dan menyembah illah-illah lain.


7. Dua Orang Perempuan Bersaudara Berkompetisi Satu Sama Lain Dalam Prostitusi. "Bagi kegemarannya terhadap kekasih-kekasihnya yang auratnya seperti aurat keledai dan emisinya seperti emisi kuda." (Injil - Yehezkiel 23: 1-35)

>>>

Sepertinya Ahmad Deedad tidak dapat membedakan ungkapan alegoris dengan kenyataan.

Padahal di saudara kita di tanah minang sana, jago-jago berpantun, berperibahasa, menggambarkan kejadian nyata dengan metafora dan personifikasi

Yehezkiel 23:1-49 berbicara tentang Ohola dan Oholiba. Pasal ini terbagi dua. Ayat 1-35 memberikan kiasan dari kedua kakak adik itu, Samaria dan Yerusalem, dengan memakai gambaran-gambaran alegoris.

Sedang syair pertama memikirkan pengaruh-pengaruh jahat dari agama-agama Kanaan, tapi di sini yang dikutuk ialah persekutuan-persekutuan dengan negeri-negeri asing. Ayat 36-49 ialah suatu tambahan, yang menguraikan kiasan itu dengan cara yang lain, mungkin dengan mengingat keadaan yang berbeda. Di sini kedua kakak-adik itu ditinjau bersama-sama dan dituduh melakukan penyembahan kepada Molokh, menajiskan tempat kudus dan hari Sabat; persekutuan-persekutuan dengan negeri asing itu agaknya lebih tertuju kepada negeri-negeri tetangga daripada kepada kerajaan-kerajaan yang jauh-jauh.

Yehezkiel 23:20,
"Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda."

"Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal" maksudnya ialah permohonan Yehuda meminta bantuan Mesir melawan bangsa Babel. Yeremia 37:7-8, "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel. Kepada raja Yehuda, yang menyuruh kamu kepada-Ku untuk meminta petunjuk, harus kamu katakan begini: Lihat, tentara Firaun yang telah berangkat keluar membantu kamu akan kembali ke negerinya, ke Mesir. Tetapi orang-orang Kasdim akan datang kembali memerangi kota ini, merebutnya dan menghanguskannya dengan api."

Nama Ohola dan Oholiba bukan nama sebenarnya, nama-nama ini adalah kiasan untuk Samaria (Kerajaan Utara) dan Yudea atau Yerusalem, masing-masing berarti "kemahnya" ('ohel' adalah "kemah") dan "kemah saya berada di dalamnya" ('ohel', "kemah" + 'i', "-ku" + 'bo', "datang"). Dalam nama pertama terkandung kritik terhadap upacara keagamaan kerajaan di bagian Utara. Kedua kerajaan itu digambarkan kakak-beradik, dua-duanya dikawinkan dengan YHWH; dalam suatu alegori pertentangan dengan larangan dalam Imamat 18:18. Kedua-duanya dituduh berzinah mengkhianati YHWH, suami mereka, yaitu dengan sukarela terlibat dan bersekutu secara politis dengan bangsa-bangsa lain -- dalam pengertian waktu itu bahwa persekutuan antara dua bangsa melibatkan kedua pihak terikat kepada dewa-dewa mereka. Oholiba telah diperingatkan, bila tidak mau belajar dari nasib kakaknya, nasibnya akan serupa juga.

Dengan demikian ayat-ayat diatas adalah kiasan saja, maksud sebenarnya adalah kecaman terhadap penduduk kota Samaria dan Yerusalem yang memiliki perilaku tidak setia, sering berpaling dari ALLAH.

Ayat 4 : …Ohola adalah Samaria dan Oholiba adalah Yerusalem.

Itulah sebabnya nabi Yehezkiel menggunakan kalimat yang sangat tajam dan satiris dalam kecamannya tersebut :

Disebutkan juga hukuman yang diberikan akibat persundalan tersebut. Ayat 10 : … Ia sendiri (Ohola - Samaria) dibunuh dengan pedang.
Ayat 25 : ….. hidung dan telingamu (Oholiba – Yerusalem) akan dikerat dan sisamu akan mati rebah oleh pedang.

Jelas, bahwa perilaku persundalan akan dihukum ALLAH dengan kebinasaan.

Alkitab dengan jelas mengatakan : PERSUNDALAN AKAN DIHUKUM ALLAH.

NB :
Persundalan yang dimaksud dalam KITAB YEHEZKIEL adalah dalam konteks ISRAEL sebagai BANGSA PILIHAN berpaling dari ALLAH dan menyembah illah-illah lain.


Konon, Ahmad Deedat diakui sebagai 'kristolog' terkemuka, ternyata 'nggak bisa membedakan antara Injil dengan kitab Kejadian...^_^...
Untuk kita ketahui, Alkitab tidak pernah menyembunyikan "kebejatan" tokoh yang ada di dalamnya.
Semua sisi baik positif maupun negatif ditulis dengan gamblang.
Jika hanya sisi positif saja yang ditampilkan, 'ntar Abraham alias Nabi Ibrahim plus tokoh-tokoh laen bakal dijadikan "monumen" di Israel, alias bisa dikultuskan!
 ALKITAB menulis tentang kejadian akibat dosa seksual. Karena itulah yang terjadi

Tetapi harus dimengerti bahwa ALKITAB tidak pernah menganjurkan manusia melakukan dosa tersebut; Malahan ALKITAB menuliskan akibat-akibat dari dosa tersebut.

MENGAPA KISAH ITU DITULIS DALAM KITAB SUCI...?

Kalau kita perhatikan dengan benar-benar isi Kitab Suci, memang isinya sering bercerita secara terus terang mengenai keadaan manusia, tidak dibuat-buat atau direkayasa dan dari keadaan manusiawi demikian itulah diberitakan Kebenaran Allah kepada umat manusia!

Alkitab adalah KITAB yang jujur; bahwa tidak ada manusia yang luput dari dosa. Nabi-nabi-pun tidak terhindar dari dosa.

Disini kita mempunyai perbedaan pandangan; dimana mereka selalu menganggap bahwa seorang NABI adalah manusia sempurna/ tidak tersentuh dosa; sedangkan dalam pengertian Kristiani "tidak ada manusia yang luput dari dosa".

Hanya Yesus yang tidak pernah berbuat dosa ; disini kita melihat betapa pentingnya Yesus datang ke dunia; supaya manusia diselamatkan; terbebas dari kutuk dosa dan beroleh hidup yang kekal.

TUHAN Yesus memberkati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar