02 Juni 2011

Benarkah Alkitab Telah Dipalsukan, Penuh Kesalahan dan Kontradiksi...?

"In the Family of Abraham", Anne Cooper menggambarkan dilemma Islam sebagai berikut:

‘Alasan utama para pengkritik dari kalangan Muslim men-cap bahwa Alkitab telah dikorupsikan teks-nya adalah karena mereka betul-betul tidak mempunyai pilihan lain lagi. Karena Al-Qur'an disatu pihak membenarkan Alkitab, tetapi ternyata isi keduanya saling tidak cocok, sehingga tidaklah mungkin keduanya turun dari Allah yang sama. Dan karena Qur'an dianggap wahyu terakhir dari Allah, maka cara yang paling gampang untuk menghindari kesulitan-kesulitan ini adalah meletakkan tuduhan bahwa isi Alkitab telah dikorupsikan oleh si pemalsu.’

Di dunia ini, Islam adalah satu-satunya agama yang menempatkan Kitab Suci mereka sebagai pengkoreksi terhadap Kitab Suci agama orang lain (Alkitab). Itu adalah dilema sekaligus survival Al-Qur'an. Tetapi dengan posisi pengkoreksi yang berpotensi menyalah-nyalahi pihak lain ini, para Muslim yang cenderung merasa "agamanya dizalimi" itu seharusnya menyadari bahwa justru pada Kristiani-lah yang pertama-tama pantas merasakan hal tersebut.

Pengadilan rakyat yang paling primitive sekalipun tahu bahwa seseorang tidak bisa menuduh adanya suatu pemalsuan bilamana orang tersebut tidak dapat menunjukkan beberapa dari 4 hal berikut, yaitu:

  1. Sipelaku pemalsuan
    Siapakah orang-orangnya...?
    Sipenulis palsu dan otoritas manakah yang menghancurkan habis-habisan sejati...?
    Tindak penghancuran itu mustahil bisa diam-diam disilumankan, karena salinan kitab Perjanjian Baru telah berskala begitu luas hingga 24.000 salinan.

  2. Barang bukti aslinya
    Seperti apa "Injil Sejati" yang dimaksudkan para penuduh...?
    Seperti Injil palsu Barnabas kah...?
    Ataukah seperti Al-Qur'an...?
    Bila seperti Al-Qur'an, tentu tidak cocok karena ajaran-ajaran Yesus berisi banyak narasi perumpamaan-perumpamaan yang indah dan orisinil yang tidak dimiliki oleh Al-Qur'an. Juga ajaran-ajaran Yesus yang khusus kepada orang-orang miskin, dan berisi begitu banyak pesan-pesan Kasih, bahkan merangkumkan Hukum Kasih yang paling menggetarkan hati, semuanya ini absent dalam Al-Qur'an.

  3. Tempat terjadinya pemalsuan yang berarti juga harus bisa ditemukan tempat pemusnahan Injil-Injil asli yang pasti tidak bisa disembunyikan.

  4. Waktu terjadinya pemalsuan
    Apakah sebelum turunnya Al-Qur'an ataukah sesudahnya...?
    Bila sebelum Al-Qur'an, tentu Al-Qur'an tidak akan membenarkan Alkitab seperti telah dilakukannya. Bila pemalsuan dianggap terjadi sesudah turunnya Al-Qur'an, museum dan perpustakaan dunia sudah terlanjur terisi duluan dengan "Alkitab yang dituduh palsu" (abad ke-4 ke bawah).

Dari dulu hingga kini, walau ke 4 unsur bukti tersebut tidak tercari satupun secara sains dan histories tetapi tuduhan-tuduhan primitive harus tetap dikenakan kepada Alkitab dan tidak bisa dibuang.

Tidakkah itu lucu?
TIDAK!
Sebab bila itu dibuang maka seluruh ajaran mereka akan goyah, sejauh yang berbeda dengan Alkitab historis.

Apakah Paulus Memalsukan Alkitab?
Banyak prasangka bahwa Injil Asli dari Yesus telah digantikan/dipalsukan oleh tulisan-tulisan Rasul Paulus. Doktrin dan ajaran Kristen yang ada adalah ajaran palsu dari Rasul Paulus. Tulisan di bawah ini memberikan alasan/jawaban yang rasional atas tuduhan-tuduhan itu:

Apakah Paulus Memalsukan Injil - Perjanjian Baru?
Atas prasangka keliru itu, saya cukup menjawab dengan fakta sederhana saja. Bahwa penulisan-penulisan Injil dan bagian-bagian Perjanjian Baru mulai muncul tahun 45 M hingga 100 M. Kita tahu bahwa rasul Petrus dan rasul Paulus dieksekusi mati tahun 64 M dibawah pemerintahan Romawi (Kaisar Nero). Ketika mana Injil Markus, Matius dan Lukas telah tertulis seperti sekarang ini isinya. Sementara Injil Yohanes dan Wahyu dan Surat Yohanes 1,2 dan 3 adalah naskah-naskah Kitab Suci yang ke semuanya dengan doktrin yang sama. Yang paling akhir (Kitab Wahyu) ditulis setelah kematian Paulus, yaitu dipenghujung abad pertama Masehi.

Maka, dengan bukti kematian Paulus yang lebih dini, maka tulisan-tulisan Paulus tidak akan mungkin memalsukan kitab-kitab Injil, Wahyu, dan surat-surat dalam Perjanjian Baru yang ditulis berdekatan dan sesudah kematiannya. Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa kitab-kitab yang terhimpun dalam perjanjian Baru berasal dari salinan-salinan naskah-naskah aslinya.

Perjanjian Baru, kesemuanya menuliskan teks 'Injil-Salib' yang sama, yaitu bahwa Yesus Kristus itu Allah yang datang ke bumi, mendapat sebutan 'Anak Allah', dan Ia disalibkan demi menebus dosa manusia. Tidak ada naskah-naskah tandingannya shahih yang menunjukkan 'Injil-non-Salib' (Yesus tidak disalib), dan tak ada urusannya sama sekali dengan 'ayat-ayat pemalsuan' Paulus!

Apakah Paulus Memalsukan Perjanjian Lama (Tanakh Ibrani)?

Jika Perjanjian Baru itu dipalsukan maka Perjanjian Lama-pun juga harus dipalsukan. Tetapi, apabila Paulus memalsukan Perjanjian Lama (Kejadian sampai dengan Maleakhi). Maka tentu saja golongan Kristiani ini tidak berhadapan dengan agama lain, tetapi akan berhadapan langsung dengan pengikut Yudaisme.

Mengubah Perjanjian Lama akan berhadapan langsung dengan orang-orang Yahudi yang terkenal amat fanatik terhadap Kitab Suci mereka itu. Para ahli Taurat bahkan tahu persis berapa jumlah kata dan huruf yang dimiliki oleh masing-masing Kitab sehingga tak terpalsukan. Sementara orang-orang Yahudi dan umat Kristen bermusuhan (ingat bahwa kehidupan Para Rasul dan Jemaat mula-mula mendapat ancaman dari golongan Farisi dan Saduki), maka mustahil ada peluang persekongkolan antara kedua kubu ini untuk memalsukan teks Alkitab.

Sebaliknya mereka saling memata-matai, demi menjaga kemurnian kitab-kitab mereka masing-masing. Lewat perseteruan ini, tangan Tuhan bekerja untuk mengamankan firman-Nya sendiri sehingga sejarah tidak pernah menemukan Kitab-Kitab Taurat yang berbeda teks karena pemalsuan. Kitab-Kitab Tanakh Ibrani yang dimiliki oleh kalangan Yudaisme sama-persis dengan Kitab-Kitab dalam Perjanjian Lama yang dimiliki kalangan Kristiani. Tidak ada perbedaan teks dalam kitab-Kitab Perjanjian Lama karena pemalsuan.

Benarkah doktrin Yesus adalah ALLAH adalah doktrin buatan rasul Paulus?

Pernyataan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya tentang Dia.

Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." (Yohanes 8:58) 

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yohanes 13:13-15)

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. (Wahyu 1:1)

Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa. (Wahyu 1:8)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang dikatakan oleh Yesus, yang menunjukkan bahwa Ia adalah Allah.

Pernyataan para rasul tentang Yesus Kristus

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:1-14)

Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28)

Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (2 Petrus 1:7)

Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (1 Yohanes 1:1)

Dari ayat-ayat diatas jelas bahwa para rasul-Nya menyatakan bahwa Yesus adalah Allah serta Yesus sendiri di dalam perkataan dan perbuatan-Nya menunjukkan bahwa Diri-Nya adalah Allah. Dalam hal ini saya dapat melihat bahwa doktrin yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah tidak pernah dimanipulasi oleh seseorang, baik itu nabi-nabi, rasul-rasul (termasuk rasul Paulus), maupun para pengikut Yesus. Justru jika ada ajaran yang berlainan dengan ajaran inilah yang merupakan ajaran palsu.

Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima. (2 Korintus 11:3-4)

Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil lain yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu Injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu Injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah Injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. (Galatia 1: 6-9,11-12)

Dan ini salah satu bukti surat dari Rasul Petrus yang menerima Rasul Paulus,

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. (2 Petrus 3:15)

Dan dibawah ini adalah salah satu pengikut Tuhan Yesus yang menolong Rasul Paulus.

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"

Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.

Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." (Kisah Para Rasul 9-10,13,17)

Dan berikut ini pernyataan umat Kristiani pada Gereja paska Kerasulan.

Benarkah Gereja Awal tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan...?

Irenaeus (AD 120-190) adalah murid dari Polikarpus (AD 69-155) dan Polikarpus adalah murid dari Rasul Yohanes (murid Yesus). Irenaus memberitahukan kepada kita bahwa dia adalah pendamping Polikarpus dan juga mendengar ajaran rasul Yohanes secara pribadi Irenaeus mengkonfirmasi hanya ada 4 Injil yang digunakan oleh umat Kristian diluar itu adalah bukan Injil (ajaran bidat gnostik).

Dibawah ini adalah salah satu pernyataan Irenaus mengenai Yesus sebagai Allah,

Irenaus in approximately 177 C.E. in speaking against heresies said, "For with Him (God) were always present the Word and Wisdom, the Son and the Spirit, by whom and in whom, freely and spontaneously, He made all things, to whom also He speaks, saying, "Let Us make man after Our image and likeness" (Irenaus Against Heresies, Book IV, ch. 20, section 1).

Dan dibawah ini beberapa pernyataan golongan Kristen awal yang menyatakan Yesus adalah Allah,

  1. Clement who died in 100 C.E. said this, "My brethren we must look on Christ as God" (An Ancient Homily of Clement 1:1).

  2. Ignatius in the early 2nd Century said, "By the will of the Father and of Jesus Christ our God" (The Epistle of Ignatius to the Ephesians, 1:1, Apostolic Fathers, Part II, 2:544).
    Ignatius also said, "The blood of God" in the same writing.

  3. Novatian in 250 C.E supported the Trinity in his writings, as so did Hippolytus in 200 C.E.

  4. Origen also spoke in favor of the Trinity in the early 3rd Century. There are many writings by the early church fathers that back this doctrine because they saw through the scriptures that this is true. Our first approach to the subject will begin with the Old Covenant. If God is the same today, yesterday, and tomorrow, then, we should see evidence of the Trinity in the Old Covenant as well as in the New Covenant. There should be ample evidence to show that God exists in three persons in both covenants

Jadi sekarang sudah terlihat bukan, siapa yang sebenarnya telah merubah doktrin-doktrin yang ada di dalam Alkitab (yang artinya berusaha untuk mengubah Firman Allah)?

Yang jelas jawabannya bukan para nabi, bukan para rasul (termasuk rasul Paulus) dan juga bukan umat Kristiani. Karena mereka semua mengimani bahwa Yesus adalah Tuhan.
Kita sebagai orang percaya tidak mengimani dan meyakini Firman Tuhan yang telah diubah-ubah secara doktrin oleh seseorang atau sekelompok orang, maka orang percaya tidak mengimani ajaran diluar Injil maupun ajaran-ajaran yang bertentangan dengan doktrin yang ada di dalam Alkitab.

Jadi jelas rasul Paulus tidak pernah mengubah doktrin seperti yang dituduhkan. dan ia betul-betul seorang rasul yang dipanggil oleh Yesus Kristus.

** Apakah Alkitab Penuh Kesalahan Dan Kontradiksi **

Oleh: Dr. W. A. Criswell

** Interlude **

Dapatkah saya percaya Alkitab secara literal benar ketika dikatakan bahwa Alkitab dipenuhi dengan kesalahan dan kontradiksi?

Saya akan memulai dengan memprotes keras menentang kesan palsu yang ditinggalkan oleh para pengritik modern yang menyebabkan kesan bahwa Alkitab sarat dengan kesalahan. Pada tahun-tahun belakangan ini ada salah satu majalah popular di Amerika yang berisi artikel yang cukup panjang dan luas dengan judul 'Twenty Thousand Errors in the Bible.' Jika para pengritik destruktif menggunakan kata-kata ini, maka mereka akan berkata bahwa Alkitab penuh dengan kesalahan-kesalahan besar. Nubuatan-nubuatan di dalamnya tidak digenapi, catatan sejarah di dalamnya bukanlah sejarah, kandungan sains di dalamnya bukanlah sains, kisah-kisah di dalamnya adalah mitos, fakta-fakta di dalamnya hanyalah dongeng, dan secara praktikal tidak ada yang dapat dipercaya di dalamnya. Bagi banyak orang, bahkan bagi banyak orang Kristen, infallibilitas nampak mati di hadapan sejumlah besar kesalahan yang dituduhkan ada di dalam Kitab Suci.

Kita harus ingat bahwa bila ada sedikit saja bagian yang disebut sebagai kesalahan yang belakangan ini diajukan untuk menentang infalibilitas Firman Allah, itu adalah hasil buatan para pengritik hari ini. Banyak pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh orang-orang tidak beriman di masa lampau. Tentu saja, semua itu pernah dihadapi oleh para ahli tafsir klasik berhubungan dengan Kitab Suci di masa lampau, yaitu orang-orang yang menawarkan untuk memberikan banyak solusi yang memuaskan untuk berbagai kesulitan-kesulitan. Pada kenyataannya, saya telah sembrono bila mengakui bahwa hingga kini para pengritik destruktif belum dapat menunjukkan satu kesalahan atau pertentangan yang tidak dapat dijelaskan secara rasional. Ketika hasil dari fakta-fakta kebenaran ditemukan berhubungan dengan Kitab ini, para pengritik yang memberikan penilaian yang tidak obyektif dengan mengumumkan kesalahan yang tidak dapat diragukan di dalam Firman Allah, mereka dipaksa untuk mundur. Lebih baik ia mau tetap mempertahankan dirinya sendiri atau menghadapi penghinaan tertentu atau dipermalukan.

Apa yang disebut kesalahan-kesalahan Alkitab adalah bagian yang terabaikan?

Apa yang disebut kesalahan-kesalahan dari Alkitab adalah bagian yang sangat licin. Ketika anda berpikir anda memiliki satu kesalahan di tangan anda itu akan lepas lagi dari sana dan tidak kelihatan lagi. Secara esensi, ini bukanlah kesalahan-kesalahan, namun ini adalah kesulitan-kesulitan yang dapat diselesaikan atau dijelaskan. Saya pernah membaca bahwa pada tahun 1800, French Institute di Paris memberikan daftar 82 kesalahan yang ditemukan di dalam Alkitab yang mereka percaya akan menghancurkan Kekristenan. Pada hari ini apa yang disebut kesalahan ini, dengan adanya penemuan-penemuan baru kesulitan-kesulitan tersebut telah lenyap. Ini adalah hal yang sangat mendesak untuk membedakan antara kesulitan yang belum diselesaikan dengan kesalahan. Kesalahan-kesalahan bertentangan dengan infalibilitas Alkitab, namun tidak demikian halnya dengan kesulitan-kesulitan.

Salah satu dari berbagai hal yang paling unik yang pernah saya baca adalah kesaksian dari dua sarjana, hamba Tuhan, berhubungan dengan kesalahan-kesalahan di dalam Alkitab. Yang pertama datang dari B. H. Carroll dan yang kedua dari R. A. Torrey. Dr. Carroll berkata bahwa ia pernah melihat begitu banyak kontradiksi dan kesalahan di dalam Alkitab sehingga ia kehilangan seluruh keyakinannya terhadap keberadaan itu. Pada waktu masih kecil ia telah berpikir bahwa ia telah menemukan lebih dari seribu kontradiksi sama seperti yang masih ia lihat ketika ia sudah dewasa. Dr. Carroll mengakui bahwa mungkin ada setengah lusin kesulitan di dalam Alkitab yang ia tidak dapat jelaskan untuk dirinya sendiri dengan memuaskan, namun sejak ia melihat 944 dari 1,000 harmonis dengan kebenaran Allah, ia cenderung berpikir bahwa jika ia memiliki pemahaman yang lebih baik tentang fakta-fakta yang ada dalam Alkitab, ia dapat mengharmoniskan 6 sisanya.

Perkataan R. A. Torrey kurang lebih sama. Dr. Torrey berkata bahwa ia menyadari bahwa semua kesulitannya hilang ketika ia mempelajari Alkitab lebih mendalam atau lebih intim. Pertama, ia mengakui bahwa kesulitan-kesulitan itu lenyap satu persatu dan kemudian semuanya tidak nampak lagi. Oleh sebab itu sebenarnya apa yang mereka sebut sebagai kesalahan (errors) sebenarnya adalah kesulitan-kesulitan (difficulties) yang nampak ada. Semakin kita menelitinya, kesulitan-kesulitan itu semakin sirna. Ketika kita lebih mendekatkan diri kepada Allah, Alkitab menjadi lebih tak dapat diacuhkan sebagai kebenaran sorgawi yang dijamin kebenarannya.

Kesulitan-kesulitan di dalam Alkitab pada umunya berhubungan dengan sainstifik, sejarah, atau etika. Kesulitan-kesulitan berhubungan dengan sainstifik, sebagian besar disebabkan oleh karena masalah interpretasi. Tidak begitu banyak perbedaan antara apa yang Alkitab katakan dan apa yang sains katakan sama seperti antara pandangan manusia tentang Alkitab dan pandangan manusia tentang apa yang disebut dengan sains. Kedua pandangan ini mungkin salah; interpretasi-interpretasi kita mungkin juga tidak benar. Kesulitan-kesulitan berhubungan dengan sejarah telah kita uji satu per satu. Sampai saat ini kita belum menemukan pernyataan di dalam Alkitab berhubungan dengan sejarah yang terbukti bahwa itu tidak sesuai dengan sejarah. Mengenai kesulitan-kesulitan berhubungan dengan moral dan etika, kita harus ingat bahwa bahkan Musa, karena kekerasan hati umatnya mengijinkan mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan (Matius 19:3-8).

Kita tidak menjadi takut dengan banyaknya kritik terhadap Alkitab. Kita tidak menjadi takut ketika menemukan kesulitan, tidak peduli walaupun semula nampaknya itu tidak dapat dijawab atau tidak dapat diselesaikan. Ribuan orang telah melihat kesulitan-kesulitan yang sama sebelum kita dilahirkan. Alkitab telah menjadi batu karang Allah di mana umatnya dapat berdiri di sepanjang abad pengujian yang berat. Bagi orang yang familiar dengan semua sejarah kritik yang menyerang Alkitab, keyakinan para pengritik destruktif modern yang berpikir bahwa ia akan menghilangkan Gibraltar ini nampaknya hanya sekedar lelucon.

Kesulitan-kesulitan di dalam Kitab Suci merobohkan natur infalibelnya atau kesempurnaanya. Kesulitan-kesulitan itu hanyalah gunung-gunung yang belum didaki dan dataran-dataran yang belum ditaklukkan. Sebagai contoh dalam 2 Petrus 3:16 berbicara tentang beberapa hal yang sulit untuk dimengerti. Secara khusus ini benar di zaman modern kita ini. Ketika pikiran terbatas kita mencoba untuk memahami pikiran yang tidak terbatas, maka muncullah kesulitan. Sepertinya tidak pernah terjadi ada rasionalis yang mengakui bahwa Allah dapat memiliki alasan yang baik untuk mengatakan atau melakukan sesuatu bahkan walaupun ia, atau rasionalis itu, tidak dapat melihat alasannya. Salah satu penemuan terbesar yang manusia pernah dapat buat adalah menemukan bahwa Allah mengetahui lebih dari apa yang ia, orang itu lakukan, bahwa Allah benar dan ia, orang itu, salah.

Ketika kita menghadapi kesulitan-kesulitan dalam Alkitab, kita harus ingat bahwa janganlah kita menerapkan standar yang tidak sesuai untuk memahami Alkitab. Kitab Suci tidak ditulis untuk memberikan pelajaran matematika atau biologi kepada kita; Kitab Suci juga tidak ditulis untuk menjelaskan secara penuh sejarah umat pilihan Allah atau menceritakan secara penuh biografi tentang Kristus. Allah berbicara kepada kita melalui Kitab Suci, bukan untuk membuat kita menjadi ahli matematika atau ahli biologi atau sejarahwan, namun untuk menjadikan kita anak-anak Bapa Sorgawi.

Kita juga ingat bahwa kesulitan-kesulitan kadang-kadang muncul dalam pemahaman kita tentang Alkitab karena peristiwa-peristiwa yang dicatat tidak ada kaitannya atau tidak sama dengan zaman kita sekarang ini. Ini khususnya benar ketika kita berusaha mengharmoniskan deskripsi yang berbeda dari peristiwa sejarah. Jika pengetahuan kita lebih besar, semua kesulitan yang nampak pada kita akan tersapu semua. Sehingga kita dapat membaca kitab 1 dan 2 Samuel, 1 dan 2 Raja-Raja, 1 dan 2 Tawarikh, dan empat Injil dengan jaminan sempurna bahwa para penulis memiliki pembimbing yang infalibel berhubungan dengan apa yang mereka tuliskan, bahkan walaupun peristiwa-peristiwa yang mereka tuliskan begitu jauh dan ada begitu banyak detail yang tidak diberikan sehingga kadang-kadang kita tidak dapat mencocokannya dengan sempurna.

Kita harus mengingat bahwa ada banyak mode atau cara di dunia kesarjanaan seperti hal-hal yang berhubungan dengan seks, pakaian, olah raga, pemikiran filsafat, fiksi, puisi, dan literatur pada umumnya. Bila mode atau cara itu berubah, maka pendekatannya juga berubah. Namun kebenaran Allah tetap kokoh selama-lamanya.

** Dua Bentuk Kritikisme **

Yang pertama adalah ‘lower criticism’ yang adalah suatu istilah/term teknis untuk mendeskripsikan suatu studi untuk menemukan teks salinan [apographa] yang paling dekat dengan teks aslinya [authographa]. Dan yang kedua adalah ‘higher criticism’ yang mengacu kepada usaha untuk memastikan penulis, tanggal penulisan, dan karakter dari setiap Kitab dalam Alkitab. Higher criticism sering diubah menjadi sarana untuk menghujat dan merendahkan Firman Tuhan karena presuposisi manusia yang digunakan untuk mempelajari Firman Allah.

** Kesulitan Itu Karena Kita Belum Mengerti **

Ketika kita masuk ke dalam studi tentang kesulitan-kesulitan yang terdapat dalam Alkitab, kita pasti sepenuhnya benar ketika kita berkata bahwa tidak sedikit bagian dari kesulitan-kesulitan kita ini disebabkan oleh karena kebodohan kita. Salah satu kesulitan pertama yang akan dimunculkan oleh sekelompok orang adalah pertanyaan tentang, ‘Darimana Kain memperoleh istri bagi dirinya?’

Jawabannya sebenarnya sangat sederhana.

Dalam Kejadian 5:3-4 kita telah mempelajarinya bahwa Adam dalam hidupnya yang lama, yaitu 930 tahun, telah memiliki banyak anak laki-laki dan anak-anak perempuan. Tidak perlu diragukan bahwa Kain menikah dengan salah satu dari anak-anak perempuan Adam dan Hawa. Pada permulaan ras ini, tentu saja, satu anak laki-laki Adam menikah dengan saudara perempuannya sendiri. Jika seluruh manusia adalah keturunan Adam maka pasangan pertama adalah anak laki-laki Adam menikah dengan anak perempuan Adam juga, atau mengawini sanak saudaranya. Sehingga dengan demikian ras ini terus berkembang biak dan menjadi banyak. Suatu kali saya pernah membaca tentang suatu cerita bergambar tentang masa kehidupan Adam, yang mana ketika Adam memperoleh anak-anak laki-laki dan perempuan, kain dapat memilih salah satu dari lebih dari 35,000 keturunan Adam yang kemudian ia nikahi menjadi istrinya.

Meskipun demikian, saya pribadi memiliki pendapat yang sedikit berbeda yakni ada masa dimana Allah telah menciptakan manusia lain selain Adam dan Hawa yang diletakkan di Taman Eden.

Hal ini didasarkan pada ayat Alkitab dibawah ini:

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

Kejadian 1:27-30

Berdasarkan ayat diatas, ada masa dimana Allah, sebelum menciptakan Adam telah menciptakan manusia lain sebelum dia. Lantas mengapa Adam disebut manusia yang pertama diciptakan?

Hal ini karena Adam (secara etimologis berarti manusia) adalah manusia pertama yang memiliki nama, kemudian Hawa (secara etimologis berarti perempuan) adalah manusia kedua yang memiliki nama dan inilah sebabnya Hawa disebut sebagai ibu dari semua manusia yang hidup.

Kita dapat menyusun kesulitan yang luar biasa lainnya untuk diri kita sendiri berhubungan dengan kronologi yang kita saling hubungkan dari beberapa bagian di dalam Alkitab kita. Kita membaca tanggal-tanggal ini di halaman atas Kitab Suci kita yang seakan itu dicetak di sana oleh yang Maha Kuasa. Selanjutnya, di antara banyak kronologis kita memikirkan bahwa Allah menciptakan dunia ini pada tahun 4.000 SM. dan bahwa kisah Adam baru mulai setelah itu. Namun ketika kita tahu dari banyak orang, banyak penemuan arkeologi mengatakan bahwa manusia telah ada lebih dari 6.000 tahun dan masyarakat telah ada berabad-abad sebelum tahun 4.000 SM. Oleh sebab itu, sebenarnya kesulitan kita tidak terletak dalam Alkitab namun di dalam apa yang telah orang lakukan terhadap Alkitab.

Zaman dimulainya ras manusia yang dibuat oleh beberapa ahli kronologis dirunut dari nama-nama yang diberikan di dalam daftar riwayat keturunan Adam atau geneologi dalam Kitab Kejadian. Namun dalam daftar geneologi ini kadang-kadang tidak semua nama dimasukkan dalam garis keturunan tersebut. Sebagai contoh, dalam Perjanjian Baru riwayat atau silsilah Yesus Tuhan kita disebut sebagai 'Anak Daud', 'Anak Abraham'. Kata ‘Anak’ di sini secara literal berarti 'keturunan'. Dalam daftar geneologikal tersebut bisa saja ada berabad-abad lamanya antara satu nama dengan nama berikutnya dalam daftar nama tersebut. Daftar nama geneologi tesebut hanya sekedar menghitung garis keturunan dan itu hanya kita belum mengerti.

Contoh lain kisah tentang peperangan di Gibeon dalam Yosua 10:12-14.

Di sini dikatakan bahwa matahari berhenti dan berlambat-lambat terbenam. Yang menjadi pertanyaan adalah bukankah menurut sains memang matahari tidak bergerak, namun bumilah yang bergerak mengelilingi matahari. Sehingga dengan demikian menunjukkan Alkitab bertentangan dengan sains. Namun ini justru salah satu kesempuranaan Alkitab yang tidak menulis menurut terminologi bidang sains. Jika ini ditulis dalam terminologi sains maka orang pada zaman itu tidak akan memahaminya, atau bahkan mungkin itu juga tidak akan mungkin dipahami oleh orang pada zaman sekarang ini. Sains dan terminologinya secara terus menerus berubah dan jika Alkitab ditulis menurut terminologi sains kemarin, itu akan berada di luar mode hari ini dan jika itu ditulis menurut terminologi sains hari ini, itu akan menjadi ketinggalan zaman untuk beberapa tahun ke depan. Namun penulisan dalam bahasa non teknikal ini justru membuat beritanya akan dapat difahami oleh semua orang dan selalu bersifat kontemporer.

Dan ternyata....

Ada fakta science dan sejarah yang menyatakan hal ini, berikut Saya kutip:

Bapak Harold Hill adalah Presiden Direktur dari perusahaan Curtis Engine, di Baltimore Maryland. Perusahaan beliau bergerak di bidang pendidikan ke-antariksaan dan percobaan-percobaan yang berhubungan dengan semua masalah tata surya dan alam semesta.

Salah satu penemuan mereka yang dapat saya katakan menakjubkan adalah ketika mereka melakukan percobaan di Green Belt, Maryland. Percobaan mereka adalah men-cek kebenaran perhitungan manusia dalam sistem penanggalan yang dipakai sekarang ini, mencek keabsahan dari posisi matahari, bulan, dan planet-planet di tata surya untuk jangka waktu 100 dan 1000 tahun ke belakang dari sekarang.

Sebenarnya inti utama dari percobaan mereka adalah agar mengetahui semua pergerakan alam semesta untuk masa yang akan datang, sehingga jika mereka akan mengorbitkan satelit, maka satelit tersebut akan diletakkan / diorbitkan pada posisi yang hampir tidak mungkin bertabrakkan dengan benda asing di alam semesta. Karena mereka berpikir bahwa sebuah satelit yang memakan biaya jutaan dollar amerika, alangkah sayangnya jika sewaktu-waktu ditabrak misalnya oleh meteor atau komet.

Mereka menjalankan komputer untuk menghitung mundur untuk beberapa abad, tetapi hasil yang didapat adalah komputer selalu berhenti berproses. Mereka lakukan berkali-kali tetapi hasil yang didapat adalah sama, komputer mereka mengalami masalah penghitungan. Perlu anda ketahui, jika komputer tidak dapat melakukan suatu perhitungan, maka hasil yang di dapat adalah aksi diamnya komputer, seperti tidak melakukan apa-apa.

Mereka lalu memanggil ahli mekanik komputer, karena para ahli ini berpikir bahwa ini adalah kesalahan yang dibuat oleh komputer mereka. Ketika para teknisi komputer memeriksa mesin komputer tersebut mereka tidak menemukan sedikit kesalahan pun pada mesin tersebut. Tetapi ketika para ilmuwan itu menunjukkan kesalahan yang dibuat oleh komputer, teknisi komputer juga bingung, 'Apa masalahnya ya?'

Mereka terus mencari kesalahan yang dibuat oleh komputer mereka, akhirnya mereka menemukan sesuatu yang membuat komputer itu tidak bekerja. Mereka menemukan adanya hari yang hilang dalam jangka waktu tertentu. Mengapa bisa demikian? Mereka tidak dapat menemukan jawabannya.

Akhirnya, salah seorang pekerja di perusahaan itu tetapi dari divisi yang berbeda dan seorang Kristen berkata kepada mereka, "Saya ingat ketika saya dulu sekolah minggu, guru sekolah minggu bercerita tentang matahari yang diam tidak bergerak satu hari penuh." Orang-orang di sekitarnya tidak percaya apa yang dikatakan oleh orang Kristen tadi, kata mereka, "tolong buktikan dan tunjukkan kepada kami." Lalu orang tersebut membuka Alkitab dan menunjukkan pada mereka kitab Yosua. Alkitab menceritakan ketika pasukan Yosua dikelilingi oleh musuh-musuhnya, ia meminta kepada Tuhan agar tidak terjadi malam. Dan Alkitab mengatakan bahwa matahari, bulan, bintang dan semua tata surya diam tidak bergerak selama satu hari penuh. Setelah pembuktian tersebut, para ilmuwan berkata, "Inilah hari yang hilang itu!"

Mereka kemudian melanjutkan penghitungan hari yang hilang itu agar komputer tidak lagi berhenti berproses. Tetapi setelah program selesai diperbaiki, komputer tersebut tetap mengalami masalah, dan mereka menemukan kembali perhitungan yang baru bahwa hari yang hilang itu adalah 23 jam lebih 20 menit! Tidak 24 Jam / satu hari penuh seperti yang dikatakan dalam Alkitab.

Berselang beberapa jam, pegawai Kristen tadi berkata kembali, "Saya ingat kejadian yang lain dalam Alkitab dimana matahari bergerak mundur." Ia membuka kitab II Raja-Raja dimana Yesaya meminta kepada Tuhan agar matahari bergerak mundur sebanyak 10 derajat. Mereka terperanjat kaget, karena para ilmuwan tersebut tahu persis bahwa 10 derajat dari pergerakan matahari adalah tepat 40 menit. 24 jam permintaan Yosua kepada Tuhan dan 40 menit permintaan Yesaya kepada Tuhan adalah 24 jam dikurangi 40 menit = 23 jam lebih 20 menit. Hampir satu hari penuh alam semesta kehilangan harinya. Tepat seperti apa yang para ilmuwan hitung dengan komputernya.

Dan berikut adalah fakta historisnya

Fakta yang sangat mengherankan ialah kita juga mendapatkan keterangan yang sama di dalam sejarah di luar Alkitab. Herodotus, ahli sejarah Yunani yang terkenal, mengatakan bahwa imam-imam Mesir menunjukkan kepadanya sebuah catatan mengenai suatu hari yang panjang. Dari tulisan-tulisan Cina kuno kita mengetahui bahwa ada hari yang panjang yang pernah terjadi dalam masa pemerintahan Kaisar Yeo, yang diperkirakan hidup sezaman dengan Yosua. Orang-orang Meksiko juga mempunyai catatan yang mengatakan bahwa matahari tetap bersinar sehari penuh dalam tahun yang diperkirakan sama dengan tahun ketika Yosua berperang di Palestina. Tidak ada alasan yang benar-benar kuat untuk membuktikan bahwa tidak ada hari seperti itu. Jadi berdasarkan penyelidikan yang teliti, anggapan bahwa peristiwa itu merupakan "peristiwa dalam Alkitab yang paling bertentangan dengan ilmu pengetahuan" ternyata sama sekali tidak benar. Alkitab ternyata tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan maupun dengan sejarah.

Bahasa yang digunakan dalam Alkitab untuk menjelaskan dunia natural adalah bahasa observasi yang sederhana, dan bukan bahasa sainstifik empirisme. Ungkapan yang diberikan adalah bahasa populer yang tidak pernah berubah melampaui abad-abad. Sebagai contoh, kita masih berbicara tentang matahari terbit; kita masih berbicara tentang empat sudut dunia; Kutub Utara di bagian 'atas' bumi dan Australia di bagian 'bawah' bumi.

Tidak ada kontradiksi di dalam Alkitab untuk banyak fakta sains. Dunia fisik, misteri planet-planet dan pergerakannya, konstitusi manusia, dunia tumbuh-tumbuhan dan kehidupan binatang, misteri kehidupan itu sendiri, dan konstitusi tentang dunia baik menyangkut bentuk maupun daya atau kekuatannya – semua hal yang kita ketahui ini dalam sains secara sempurna harmonis dengan apa yang dipresentasikan di dalam Alkitab. Ada topographical, geographical, kronologikal, dan historical yang layak untuk dipercaya di dalam Firman Allah menurut pengetahuan-Nya yang infalibel.

** Kesalahan-Kesalahan dan Kontradiksi Meleleh Habis **

Ketika kita membahas apa yang disebut kesalahan-kesalahan di dalam Kitab Suci, saya tidak memiliki waktu banyak untuk mulai menjawab semua tuduhan. Hanya untuk sebagai contoh, saya harus memutuskan untuk membahas salah satu dari Perjanjian Lama dan salah satu dari Perjanjian Baru.

Selama bertahun-tahun ada pertanyaan besar mengenai keakuratan 2 Raja-Raja 18:14, di mana Roh Kudus mencatat bahwa raja Asyur membebankan kepada Hizkia, raja Yehuda, untuk membayar upeti 300 talenta perak dan 30 talenta emas. Ketika para arkeolog menemukan catatan bangsa Asyur tentang transaksi ini, yang mana keakuratannya tidak perlu dipertanyakan karena catatan ini merupakan catatan Sanherib sendiri, yang mana dalam catatan itu dikatakan bahwa jumlah beban yang harus diberikan adalah 800 talenta perak, bukan 300 talenta perak seperti yang tercatat dalam 2 Raja-Raja 18:14. Jumlah talenta emas dalam inskripsi Sanherib sama dengan catatan Alkitab, yaitu 30. Untuk waktu yang lama tidak ada cara untuk menyelesaikan atau untuk mengharmoniskan perbedaan ini; oleh sebab itu, salah satu dari kedua catatan itu pastilah ada yang salah, dan tentu saja dan seperti biasanya, catatan Alkitab yang dinyatakan salah.

Pada kenyataannya, hanya perlu waktu sedikit saja untuk menemukan jawaban ini. Belakangan ini kita telah menemukan dari kesaksian arkeologi bahwa perbedaan jumlah ini, jauh dari bukti adanya kesalahan pada kedua catatan itu, dan yang luar biasa adalah bahwa kesaksian itu justru membuktikan keakuratan kedua catatan tersebut. Standard penghitungan talenta emas di Yehuda dan Asyur sama, namun standard penghitungan talenta perak di antara kedua bangsa itu berbeda. Pada kenyataannya, tepat sekali bahwa 800 talenta perak bagi orang Asyur sama dengan 300 talenta perak bagi orang Ibrani. Jadi apa yang sebelumnya diduga kesalahan, kemudian justru menunjukkan keakuratan Firman Allah dan sekali lagi kebenaran ini didemonstrasikan.

Bukalah Perjanjian Baru, dan kita akan menemukan kritik yang menyerang Kisah Para Rasul 5:36. Menurut catatan Lukas dalam ayat ini yang pertama adalah Teudas dan kemudian Yudas. Namun Yosefus memberikan penanggalan pada zaman Teudas adalah 65 AD, jelas dekade ini setelah Gamaliel berbicara di dalam Kitab Kisah Rasul ini. Kritik yang ditegaskan adalah bahwa Lukas membuat dua kesalahan di sini: ia salah telak dalam menempatkan urutan ini dan ia bersalah karena sejarah yang ditulisnya palsu. Bagaimanapun juga, sebagai kesimpulan tidak ada kesamaan antara pengetahuan kita dengan catatan sejarah yang dicatat Lukas dalam dua volume kitabnya yaitu Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Jauh lebih mungkin bahwa mungkin Lukas mengacu kepada pemberontak lain yang bernama Teudas yang tidak kita kenal dan yang hidup sebelum Yudas. Maka apa yang ditulisnya menjadi benar; pertama Teudas, pribadi yang tidak kita kenal, dan kemudian Yudas. Masalah yang dicari-cari oleh para pengritik ini nampak kecil dan tidak penting ketika dibandingkan dengan kemuliaan pewahyuan Allah yang ajaib tak terbatas.

Selanjutnya kita dapat mendiskusikan apa yang disebut sebagai kontradiksi-kontradiksi di dalam Alkitab. Lagi-lagi, di sini kita tidak memiliki ruang waktu yang cukup untuk mendiskusikan semua yang para musuh Firman Allah katakan untuk melemahkan iman. Kami memilih beberapa saja untuk dibahas.

Seringkali saya mendengar perkataan ini yaitu bahwa Alkitab saling berkontradiksi di dalam dirinya sendiri misalnya berhubungan dengan jumlah binatang yang dibawa masuk ke dalam bahtera, yang mana katanya di satu tempat dikatakan ada dua pasang dan di tempat lain ada tujuh pasang. Semua ini karena kita tidak teliti membaca apa yang Alkitab katakan. Ketika kita membuka Kejadian 7:2 ini adalah pemecahan yang sangat jelas dan nyata. “Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya.”

Kontradiksi yang lain yang ditunjukkan oleh para pengritik adalah dugaan adanya kesalahan yang ditemukan dalam penulisan kata-kata yang dipakukan di atas salib Kristus. Matius mencatat bunyi kata-kata ini, namun Markus juga mencatat bunyi kata-kata itu dengan kata-kata yang berbeda, dan Lukas mencatat dengan kata-kata yang berbeda lagi dan demikian juga dengan Yohanes yang mencatat dengan kata-kata yang berbeda lagi. Sejak tidak ada dua dari antaranya yang mencatat kata-kata itu multak sama, para pengritik bertanya bagaimana mungkin keempat-empatnya mencatat dengan benar? Ia berkata bahwa paling tidak ada tiga penulis Injil yang salah dalam penulisannya.

Bagaimanapun juga, jawaban untuk ini sangatlah sederhana. Yohanes menjelaskan kepada kita di dalam Yohanes 19:20 bahwa agar semua orang dari berbagai bangsa yang berbeda bisa membaca tulisan itu, maka tulisan itu ditulis dalam bahasa Ibrani, Latin dan Yunani. Tulisan dalam bahasa Ibrani untuk orang Yahudi pada umumnya; tulisan dalam bahasa Latin untuk masyarakat Romawi; yang ditulis dalam bahasa Yunani, bahasa universal, untuk semua orang asing yang datang ke sana. Inskripsi kata-kata yang ditulis dalam tiga bahasa itu dikutip dengan cara yang berbeda oleh masing-masing penulis Injil degan memilih salah satu bahasa tertentu yang ada di sana atau sebagain dari bahasa. Salah satu dari mereka tidak perlu diragukan termasuk keseluruhan inskripsi itu. Tidak ada kontradiksi dalam kesaksian semua penulis Injil itu.

Perikop lain yang digunakan sebagai kontradiksi yang sangat menyolok dalam Alkitab adalah apa yang ditemukan dalam diskusi Yakobus tentang iman dan perbuatan. Yakobus, di dalam suratnya (Yakobus 2:21), mengacu kepada Abrtaham sebagai orang yang dibenarkan oleh perbuatannya sementara itu Paulus di dalam Roma 4 berbicara tentang Abraham sebagai orang yang dibenarkan oleh iman. Begitu dalam kontradiksi yang nampak tentang doktrin ini sehingga bahkan Luther pernah menyebut Surat Yakobus ini sebagai 'surat jerami'.

Ketika kita memperhatikan dengan hati-hati kedua penulis ini, kita akan menemukan alasan yang sempurna berhubungan dengan pengajaran mereka tentang doktrin pembenaran ini. Ketika Paulus menulis, ia mengacu kepada Kejadian pasal lima belas di mana di sini dicatat bahwa Abraham, oleh iman, percaya kepada Allah dan imannya itu diperhitungkan sebagai kebenaran. Bagaimanapun juga, ilustrasi yang digunakan di dalam Yakobus, mengacu kepada Kejadian 22 di mana di sini dijelaskan bagaimana Abraham mempersembahkan Ishak sebagai korban di gunung Moria. Ilustrasi yang digunakan oleh Yakobus dalam Kejadian 22 adalah konfirmasi atau penegasan bukti dari apa yang Paulus bicarakan dalam Kejadian 15.

Tidak ada kontradiksi di antara keduanya, justru keduanya saling melengkapi, dan memperkaya kehidupan Kristen. Dalam keselamatan kita, kita dibenarkan oleh iman, melalui percaya di dalam Tuhan Yesus, dan dalam perbuatan kita, kita memberikan bukti komitmen iman yang kita telah buat kepada Kristus. Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Itu benar. Jika saya sudah dilahirkan kembali, saya memiliki hati yang baru dan saya akan menginginkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik bagi Yesus karena kasih dan syukur saya kepada Dia.

** Mujizat-Mujizat Dalam Alkitab **

Ada banyak orang yang mengaku tidak percaya Alkitab oleh karena banyaknya mujizat yang dicatat dalam Alkitab. Secara mutlak tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa Kitab Suci mengajarkan dan mempresentasikan banyak fakta tentang mujizat. Mujizat-mujizat itu dirangkai di dalam seluruh Alkitab yang terdiri dari 66 kitab itu. Mujizat diakui sebagai bukti keunggulan yang luar biasa. Namun apa yang salah dengan mujizat jika memang ada Allah yang hidup?

Mujizat dalam Alkitab adalah tanda atau peristiwa yang ajaib. Ini digunakan untuk Allah memberikan verifikasi yang luar biasa terhadap Firman-Nya dan agar realitas-Nya di dunia dapat dilihat oleh manusia. Mujizat adalah tanda tangan Allah. Di manapun ada Allah, di sana ada mujizat. Tentunya Alkitab yang adalah wahyu Allah akan kehilangan keunikannya bila di dalamnya tidak ada elemen mujizat. Tidak perlu diragukan bahwa ketika Allah berbicara sebagai Tuhan dari alam semesta, tanda-tanda yang akan menyertai berita dari Allah adalah tanda-tanda supranatural. Alkitab tanpa mujizat akan menjadi Alkitab tanpa Allah.

Salah satu mujizat yang tadi telah kita bahas ditemukan dalam Kitab Yosua dan ini menceriterakan tentang penerangan dari Allah sepanjang peperangan di Gibea. Para pengritik langsung mengkritik bahwa bila hal ini terjadi, perputaran bumi dan alam semesta akan hancur. Tidak perlu diragukan bahwa kuasa Allah bisa saja mengendalikan seluruh sistem solar yang begitu luas. Namun bagaimanapun juga kita harus hati-hati dalam mengobservasi ini bahwa kisah dalam Kitab Yosua ini tidak semata-mata meceritakan kepada kita bahwa matahari berhenti total di horizon (langit) yang nampak. Ini nampaknya pada hari itu di Lembah Ayalon terjadi suatu peristiwa sepertu yang biasa terjadi di Kutub Utara, yang mana selama beberapa hari setiap tahunnya, matahari dapat dilihat terus selama dua puluh empat jam penuh.

Sementara metode yang Allah terapkan untuk menghentikan matahari di atas horizon itu tidak dijelaskan kepada kita. Mungkin ujung poros bumi menurun sedikit atau mungkin ada refraksi sinar terang atau dengan cara lain yang tidak dapat diduga. Yang pasti mujizat ini tidak perlu menyebabkan tabrakan di dalam alam semesta yang dibayangkan oleh para pengkritik Alkitab.

Fakta yang sangat mengherankan ialah kita juga mendapat keterangan yang sama di dalam sejarah di luar Alkitab. Herodotus, ahli sejarah Yunani yang terkenal, mengatakan bahwa imam-imam Mesir menunjukkan kepadanya sebuah catatan mengenai suatu hari yang panjang. Dari tulisan Cina Kuno kita mengetahui bahwa ada hari yang panjang yang pernah terjadi pada masa pemerintahan kaisar Yeo, yang diperkirakan hidup sezaman dengan Yosua. Orang-orang Meksiko juga mempunyai catatan yang mengatakan bahwa matahari tetap bersinar sehari penuh dalam tahun yang diperkirakan sama dengan tahun ketika Yosua berperang di Palestina. Tidak ada alasan yang benar-benar kuat untuk membuktikan bahwa tidak ada hari seperti itu di dalam sejarah dunia.

Satu lagi, ada orang yang memandang kisah Yunus dan ikan Paus itu adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Pengritik mentertawakan kisah ini hampir melampaui batas. Salah satu hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan hati-hati menggunakan argumentasi kita. Dalam Matius 12:40 Yunus dikatakan berada di dalam perut 'ikan paus,' namun ini adalah terjemahan yang kurang tepat. Kata yang digunakan di dalam Alkitab Bahasa Yunani mengacu kepada 'monster laut,' sama seperti kisah ini dalam bahasa Ibraninya menjelaskan bahwa “atas penentuan Tuhan datanglah seekor 'ikan besar.' Kata 'ikan paus' tidak juga tidak ditemukan dalam kisah Alkitab bahasa Yunani Perjanjian Baru ataupun dalam kisah Alkitab bahasa Ibrani Perjanjian Lama. Allah telah mempersiapkan ikan untuk menelan Yunus, dan jika kita percaya kepada Allah, kita harus percaya bahwa Allah dapat mempersiapkan suatu ruangan yang indah dalam 'monster samudera' yang memelihara Yunus ketika Allah memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada dia.

** Dimana Sebenarnya Kesulitan itu Berada? **

Bagaimanapun, masih ada sesuatu yang lebih dari pada kisah tentang Yunus dan apa yang disebut dengan ikan paus ini, yaitu bahwa kemampuan Allahlah yang telah melakukan mujizat itu. Suatu kali ada seorang anak kecil pulang dari Sekolah Minggu dan berkata kepada ayahnya bahwa ia tidak percaya tentang cerita di Sekolah Minggu hari itu.

Ketika bapaknya bertanya cerita tentang apa, anak itu menjawab bahwa itu adalah cerita tentang Yunus dan ikan Paus dan bahwa ia tidak percaya tentang kisah itu. Sang ayah mengangkat anaknya itu ke pangkuannya dan berkata: “Nak, saya juga memiliki kesulitan yang sama tentang cerita itu. Coba jelaskan apa kesulitanmu dan saya akan menjelaskan kesulitan saya.” Anak itu menjawab: “Ya, ayah, kesulitan saya adalah saya hanya tidak percaya kalau hal semacam itu benar-benar terjadi. Saya tidak percaya bahwa orang itu dapat hidup dalam perut ikan Paus selama tiga hari dan kemudian keluar dengan masih tetap hidup.”

Kemudian sang ayah berkata, “Nak, kesulitan saya dengan kisah ini tidak sama dengan kesulitan kamu. Kesulitan saya adalah ini: saya tidak dapat memahami bagaimana Allah dapat menciptakan orang itu dan saya tidak dapat memahami bagaimana Allah dapat menciptakan ikan Paus. Jika saya dapat memahami dua hal ini, itu akan sangat mudah bagi saya untuk memahami bagaimana Allah dapat mempertemukan keduanya.”

Seperti itulah yang ada dalam hati saya sendiri. Masalah saya bukan mujizat namun masalah saya adalah realisasi di dalam kehidupan pribadi dari Allah (YHWH) yang agung yang tak terhingga kuasanya dari sorga. Kita tidak membatasi Allah. Kita percaya pekerjaan-Nya yang tiada yang dapat menandinginya dan kebenaran-Nya bagi anak-anak manusia.

Sumber:
Sarapan Pagi
Bab VI buku Dr. W.A. Criswell, Why I Preach That the Bible Is Literally True, Nashville: Tennessee, 1965. Diterjemahkan oleh Dr. Edy Purwanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar