Jumat, 07 September 2012

Kajian Kritis Terhadap Pengajaran Yg Salah Tentang Bunda Maria Adalah Tabut Perjanjian Baru


Katholik Roma seakan tidak pernah berhenti untuk memberikan pengajaran2 baru tentang bunda Maria demi menaikan status Maria menjadi “luar biasa”.
Dalam link dibawah ini, Katholik Roma menggambarkan Tabut Perjanjian sebagai bentuk typology bunda Maria dalam Perjanjian Lama.
Pernyataan berikut dibawah ini adalah hasil copy-paste Sy dari link http://katolisitas.org/7243/mengapa-bunda-maria-disebut-sebagai-tabut-perjanjian dan Sy akan membahasnya satu persatu.


Katholik Roma  wrote :
Gereja Katolik, berdasarkan prinsip ajaran Kristus, para Rasul dan para Bapa Gereja mengajarkan agar dalam membaca Kitab Suci, kita membaca kitab Perjanjian Lama dengan terang Perjanjian Baru dan sebaliknya (lih. KGK 129). Kristus mengajarkan demikian saat penampakan-Nya di jalan ke Emaus (lih. Luk 24:13-35), juga Rasul Paulus ketika membandingkan Adam dengan Yesus (lih. Rom 5:12-21), demikian pula Rasul Petrus, ketika membandingkan Baptisan dengan air bah Nabi Nuh (lih.1 Pet 3:20-21). Dengan prinsip yang sama, para Bapa Gereja mengajarkan bahwa Bunda Maria adalah Sang Tabut Perjanjian Baru yang dikuduskan oleh Allah.
<<< Tanggapan Kristen >>>
Para rasul Kristus dengan otoritas ilahi menggambarkan Kristus dalam Perjanjian Lama yg Qt kenal sebagai Typologi Kristus dalam Perjanjian Lama.
Tipologi atau typology, kadang ditulis dengan typologi dari kata Yunani, "τυπος - tupos" (kadang ditrasliterasikan "typos" kata darimana kata Inggris "type" berasal) dan "λογος - logos".
Istilah tipologi atau typology dalam kekristenan adalah studi tentang tipe-tipe atau prafigur dalam Kitab Suci. Yaitu suatu penelaahan Perjanjian Lama yang cermat menyatakan unsur-unsur (disebut "tipe" atau "lambang", Yunani, "τυπος - tupos") yang digenapi di dalam kedatangan Mesias (yang merupakan "antitype"-nya);
Tipologi adalah studi tentang peristiwa pada perjanjian Lama yang mempunyai arti rohani, dengan kata lain, terdapat persesuaian di antara berbagai oknum, peristiwa, atau hal dalam Perjanjian Lama dan Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru.
Mungkin banyak orang menganggap bahwa nubuat itu harus merupakan "tulisan", "perkataan", sehingga identik dengan "ramalan", padahal nubuat tentang Yesus Kristus juga mencakup "peristiwa", dan lain-lain. Tipologi biasanya memiliki seseorang atau karya Mesias sebagai tujuannya. Jadi terdapat pola jelas dari paralel motif, tapi type dan anti-type memiliki realitas dan arti yang independen.
Perjanjian Baru, adalah pemenuhan dari hal-hal di Perjanjian Lama. Nah, banyak hal-hal dalam Perjanjian Lama tersebut yang merupakan type / prafigur dari hal-hal dalam Perjanjian Baru. Orang Perjanjian Lama yang terlibat dalam kisah itu mungkin tidak melihat bahwa apa yang mereka alami itu menubuatkan kedatangan Yesus Kristus.
Dasar dari pengajaran Typologi Kristus dalam Perjanjian Lama dimulai dari pengajaran Yesus sendiri yang bisa Qt baca dalam
Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
Matius 12:40
Dalam pengajaran diatas, Yesus mengatakan bahwa sama seperti Yunus yg berada 3 hari 3 malam di dalam perut ikan, demikian juga Kristus akan berada 3 hari 3 malam di dalam kubur.
Lebih lanjut tentang Typologi Kristus Dalam Perjanjian Lama bisa dibaca disini :
  1. http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?t=503
  2. http://www.sarapanpagi.org/tipologi-vt1235.html
  3. http://archangeldemaskus.blogspot.com/2011/05/kristus-dalam-typologi-perjanjian-lama.html
Demikianlah sehingga ketika Katholik Roma mengajarkan "…Dengan prinsip yang sama, para Bapa Gereja mengajarkan bahwa Bunda Maria adalah Sang Tabut Perjanjian Baru yang dikuduskan oleh Allah…”
Maka Qt harus mengetahui dengan jelas apa makna dari Tabut Perjanjian dan fungsinya berkaitan dengan type dan anty-type yg diklaim Katholik Roma adalah bunda Maria.
Tabut Perjanjian digunakan untuk menyimpan 2 Loh Batu yang berisi 10 Perintah ALLAH. Namun ini bukanlah Loh batu yang merupakan "tulisan" Allah, yang ditulis "dengan jari Allah". Karena Loh Batu yang asli sudah dicampakkan dan dipecahkan oleh Musa.
Tabut Perjanjian sebagai Perkakas Tabernakel / Bait Allah :
  1. Tabut adalah tempat menyimpan kedua Loh Hukum – 10 Perintah ALLAH (Keluaran 25:16, 21; 40:20; Ulangan 10:1-5); buli-buli berisi manna dan tongkat Harun (Ibrani 9:4-5)
  2. Tabut adalah sarana pertemuan di dalam tempat kudus dari mana Tuhan menyatakan kehendak Nya kepada pelayan-Nya (Musa, Keluaran 25:22; 30:35; Harun, Imamat 16:2; Yosua, Yosua 7:6). Jadi tabut melambangkan kehadiran Tuhan yang menuntun umatNya.
Berdasarkan penjelasan singkat diatas, apakah ada kaitan antara Maria dengan Tabut Perjanjian dalam Perjanjian Lama…?
TIDAK ADA
Fungsi dari Tabut Perjanjian dalam Perjanjian Lama sama sekali tidak ada relevansinya dengan pernyataan Maria adalah Tabut Perjanjian Baru.
Ketika Tabut Perjanjian digunakan untuk menyimpan 10 Perintah ALLAH yg DITULIS SENDIRI oleh Musa, rahim Maria justru “menyimpan bayi yg dikandung dari Roh Kudus yg berasal dari ALLAH, BUKAN HASIL KERJA manusia.
Menyamakan Maria dengan Tabut Perjanjian dlm Perjanjian Lama sama halnya dengan MERENDAHKAN karya Roh Kudus sendiri yg masuk dalam rahim Maria karena ketika dikandung, Yesus Kristus BUKAN HASIL PERBUATAN manusia melainkan HASIL KARYA ALLAH sendiri.
Selain itu, TIDAK ADA satupun pengajaran dari para rasul Kristus bahwa bunda Maria adalah tabut Perjanjian Baru.


Katholik Roma wrote :
Di dalam Kitab Perjanjian Lama, yaitu di Kitab Keluaran bab 25 sampai dengan 31, kita melihat bagaimana ’spesifik-nya’ Allah saat Ia memerintahkan Nabi Musa untuk membangun Kemah suci dan Tabut Perjanjian. Ukurannya, bentuknya, bahannya, warnanya, pakaian imamnya, sampai seniman yang membuat-nya (lih. Kel 31:1-6), semua ditunjuk oleh Tuhan. Hanya imam (Harun dan keturunannya) yang boleh memasuki tempat Maha Kudus itu dan ia pun harus disucikan sebelum mempersembahkan korban di Kemah suci (Kel 40:12-15). Jika ia berdosa, maka ia akan meninggal seketika pada saat ia menjalankan tugasnya di Kemah itu (Im 22:9). Hal ini menunjukkan bagaimana Allah sangat mementingkan kekudusan Tabut suci itu, yang di dalamnya diletakkan roti manna (Kel 25:30), dan dua loh batu kesepuluh perintah Allah (Kel 25:16), dan tongkat imam Harun (Bil 17:10; Ibr 9:4). Betapa lebih istimewanya perhatian Allah pada kekudusan Bunda Maria, Sang Tabut Perjanjian Baru, karena di dalamnya terkandung PuteraNya sendiri, Sang Roti Hidup (Yoh 6:35), Sang Sabda yang menjadi manusia (Yoh 1:14), Sang Imam Besar yang Tertinggi (Ibr 8:1).

<<< Tanggapan Kristen >>>
ALLAH dalam Perjanjian Lama jelas sangat mementingkan kekudusan dari Tabut Perjanjian karena merupakan sarana pertemuan di dalam tempat kudus dari mana Tuhan menyatakan kehendak Nya kepada pelayan-Nyadidalamnya  melambangkan kehadiran ALLAH yang menuntun umatNya.
Bagaimana dengan bunda Maria…?
Apakah dia layak mendapat gelar tabut Perjanjian Baru…?
“…Betapa lebih istimewanya perhatian Allah pada kekudusan Bunda Maria, Sang Tabut Perjanjian Baru, karena di dalamnya terkandung PuteraNya sendiri, Sang Roti Hidup (Yoh 6:35), Sang Sabda yang menjadi manusia (Yoh 1:14), Sang Imam Besar yang Tertinggi (Ibr 8:1)….”
Maria dalam hal ketika mengandung Yesus, dia dalam keadaan perawan (menjaga kekudusan) tapi ketika disesuaikan dengan fungsi dari Tabut Perjanjian yg Sy uraikan di atas, bisa disimpulkan bahwa Maria tidak layak disebut Tabut Perjanjian Baru.
Terlebih lagi karena mengandungnya Maria karena campur tangan ALLAH dengan kata lain Kristus berada di dalam kandungan Maria karena Karya Roh Kudus sementara Tabut Perjanjian berisikan Loh Batu yg berisikan 10 Perintah Allah yg dibuat oleh Musa, bukan dari “Tulisan Tangan ALLAH.”


Katholik Roma wrote :
Selanjutnya tipologi Bunda Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru, terlihat melalui perbandingan kisah antara saat Raja Daud menjemput Tabut Perjanjian Lama (2 Sam 6:6-7,9,11; 1 Taw 13:9-10), dan kisah Bunda Maria yang sedang mengandung Kristus mengunjungi Elisabet saudaranya (Luk 1:43, 56).

<<< Tanggapan Kristen >>>
Cocokologi dimulai, Sy akan bedah satu persatu cocokologi ini.


Katholik Roma wrote :
Kotak emas: Tabut Perjanjian Lama
Maria: Tabut Perjanjian Baru
Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru dinyatakan dalam kunjungannya kepada Elisabet
Tabut perjanjian menempuh perjalanan ke rumah Obed- edom di pegunungan Yudea (2 Sam 6:1-11)
Maria menempuh perjalanan ke rumah Elisabet dan Zakaria di pegunungan Yudea ( Luk 1:39)

Katholik Roma wrote :
Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya.
Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim.
Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu.
Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu.
Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.
Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.
Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.
Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang.
Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: "Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?"
Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu.
Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.
2 Sam 6:1-11

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
Lukas 1:39
Tabut Perjanjian diangkut dari Kiriat Yearim (Baale-Yehuda) yg kemudian dalam perjalanannya  karena kecerobohan Uza tergelincir dan hampir jatuh kemudian mati disitu, nama tempat itu kemudian diberi nama Perez – Uzzah. (http://bibleatlas.org/perez-uzzah.htm)
Karena kejadian itu, Daud menjadi takut kemudian bertanya, "Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?", maksud Daud adalah, setelah kejadian itu yg menimpa Uza, dia menjadi takut kalau2 Tabut Perjanjian tidak bisa sampai ke Yerusalem.
Oleh karena itu, Daud menyimpan Tabut Perjanjian dirumah Obet-Edom yg lokasinya tidak jauh dari Yerusalem. Kemungkinan besar diantara Perez-Uzzah dan Yerusalem.
Berdasarkan http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=Kiryat-Yearim , lokasi Kiryat Yearim terletak di perbatasan Yehuda dan Benyamin. Kota ini identik dengan Kiryat, diberikan kepada suku Benyamin. Kota ini disebut juga Kiryat-Baal yg memberi kesan bahwa di lokasi itu pernah didirikan bukit pengorbanan orang Kanaan, Baalah, Baale Yehuda dan Kiryat-Arim.
Lokasi dari pegunungan Yudea yg dimaksud Katholik Roma sendiri tidak jelas, karena dalam dunia Perjanjian Baru, lokasi Yudea sendiri bukan seperti yg digambarkan dalam Perjanjian Lama seperti yg Sy jelaskan di atas, Yudea dikontraskan dengan ibukota Yerusalem. Negara yang berbatasan di tepi Laut Mati untuk beberapa kilometer ke daratan yang dikenal sebagai padang gurun Yudea.(http://bibleatlas.org/regional/judea.htm)

Cocokologi yg dilakukan Katholik Roma sangat tidak masuk akal, karena Elisabeth tinggal di Yudea. Sementara Tabut Perjanjian, diangkut dari wilayah yg dalam dunia Perjanjian Lama, merupakan lokasi antara Yehuda dan Dan.


Katholik Roma wrote :
Berpakaian sebagai imam, Raja Daud menari dan melonjak di depan Tabut perjanjian (2 Sam 6:14)
Yohanes Pembaptis – yang berada dalam garis turunan imam- melonjak di dalam rahim ibunya saat Maria datang (Luk 1:41)

<<< Tanggapan Kristen >>>
Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
2 Samuel 6:14

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
Lukas 1:41

Memang betul, raja Daud berpakaian layaknya seorang imam tapi tetap saja dia bukan imam, karena pada masa itu, seorang raja tidak boleh menjadi imam. Dalam masa pemerintahan Daud, sudah ada imam yg terpilih yakni nabi Samuel dan nabi Natan, atau imam Abyatar dan imam Zadok.
Dalam ayat selanjutnya, memang dikatakan raja Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan kepada ALLAH, tapi itu bukan sebuah masalah, kemungkinan besar pada saat kejadian itu, belum ada nabi atau imam yg terpilih sehingga raja Daud mengambil alih tugas imam untuk sementara.
Lagipula, Daud memang seorang raja yg diurapi ALLAh sehingga dia layak untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan kepada ALLAH
Implikasinya adalah, tidak ada hubungan antara Daud menari dihadapan TUHAN dengan sekuat tenaga dengan bayi Yohanes Pembabtis yg melonjak kegirangan karena keduanya sama2 merasakan hadirat ALLAH hadir diantara mereka dan itu sesuatu yg wajar.

Katholik Roma wrote :
Daud bertanya, “Bagaimana Tabut Tuhan dapat sampai kepadaku?” (2 Sam. 6:9).
Elisabet bertanya, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhan-ku datang mengunjungi aku?” (Luk 1: 43)

<<< Tanggapan Kristen >>>

Seperti yg sudah Sy jabarkan sebelumnya diatas, Daud bertanya demikian karena Dia menjadi takut setelah kejadian yg menimpa Uzza, oleh karena itu dia bertanya, “Bagaimana Tabut Tuhan dapat sampai kepadaku…?”.
Satu2nya cara yg dilakukan Daud supaya Tabut TUHAN sampai di Yerusalem adalah “Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.”
Sementara dalam kasus Elisabeth, dia merasa tidak layak menyambut kedatangan Maria karena bayi yg dikandung Maria berasal dari Roh Kudus, bukan hasil perbuatan manusia.
Demikianlah terlihat besar perbedaan diantara keduanya.

Katholik Roma wrote :
Daud bersorak di hadapan Tabut Perjanjian (2 Sam. 6:15).
Elisabet pun “berseru dengan suara nyaring” di hadapan Maria (Luk 1:42).

<<< Tanggapan Kristen >>>
Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
2 Samuel 6:15
lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
Luk 1:42

So…
Perbedaannya terlihat jelas diatas.

Katholik Roma wrote :
Tabut Perjanjian tinggal di rumah Obed- edom selama tiga bulan  (2 Sam. 6:11).                
Maria tinggal di rumah Elisabet saudaranya selama tiga bulan  (Luk 1:56).

<<< Tanggapan Kristen >>>
Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.
2 Sam. 6:11
Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.
Luk 1:56
Khoq malah jadi flashback…?
Seharusnya Maria tinggal dulu selama 3 bulan entah dirumah siapa baru akhirnya kerumah Elisabeth dan mendapat sambutan disitu, bukan malah terbalik begitu dan tidak mengikuti alur dalam cerita Tabut Perjanjian TUHAN yg dipindahkan dari Baale Yehuda ke Yerusalem.

Katholik Roma wrote :
Tabut Perjanjian kembali ke rumahnya dan akhirnya menetap di Yerusalem, di mana Hadirat Tuhan dan kemuliaan-Nya dinyatakan di bait Allah. (2 Sam. 6:12; 1 Raj 8:9-11).
Maria kembali ke rumahnya dan akhirnya ke Yerusalem, ketika ia mempersembahkan  Yesus, Tuhan yang menjelma menjadi manusia, di bait Allah. (Luk 1:56; 2:21-22).

<<< Tanggapan Kristen >>>
Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan TUHAN dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir.
Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN, sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.
2 Sam. 6:12; 1 Raj 8:9-11

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
Luk 1:56; 2:21-22

Hmmmm….
Entah apa lagi cocokologi yg dilakukan Katholik Roma, apa mereka lupa kalau Yusuf dan Maria menetap di Nazaret, bukan di Yerusalem. Sementara Tabut Perjanjian tetap berada di Yerusalem.
Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Matius 2:23
Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
Markus 1:9
Demikianlah cocokologi Katholik Roma diatas yg sudah Sy bahas satu persatu berkaitan dengan klaim bahwa peristiwa Daud memindahkan Tabut Perjanjian dari Baale-Yehuda ke Yerusalem yg menurut mereka merupakan Typologi dari Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru.

Katholik Roma wrote :
Maka, persyaratan kekudusan Bunda Maria -Sang Tabut Perjanjian Baru- pastilah jauh lebih tinggi daripada kekudusan Tabut Perjanjian Lama yang tercatat dalam Kitab Keluaran, Samuel dan Tawarikh itu. Bunda Maria, Sang Tabut Perjanjian Baru, harus kudus, dan tidak mungkin berdosa, karena Allah sendiri masuk dan tinggal di dalam rahimnya. Sang Tabut inilah yang kemudian nampak dalam kemuliaan surga, seperti yang ditulis dalam Kitab Wahyu (lih. Why 11:19-12:1).

<<< Tanggapan Kristen >>>
Sebuah klaim yg berlebihan karena berkaitan dengan Maria, ALLAH sendiri yg menubuatkan bahwa Yesus Kristus akan dikandung oleh seorang perawan dan itulah persyaratan kekudusan yg ALLAH berikan. Mengapa harus perawan…?
Karena keperawananan merupakan lambang kekudusan yang sangat dihargai oleh Tuhan.
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Yesaya 7:14
Itulah makna kekudusan yg ALLAH maksud, seorang perawan yg belum pernah bersentuhan (baca menikah) dengan laki2 yg akan menjadi ibu Sang Mesias.
Dan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan “…Bunda Maria, Sang Tabut Perjanjian Baru, harus kudus, dan tidak mungkin berdosa, karena Allah sendiri masuk dan tinggal di dalam rahimnya…” karena kalau Maria tidak mungkin berdosa, maka itu sama saja dengan ALLAH yg dating kedunia melalui Pribadi Yesus dan tidak berdosa.
Pembahasan lebih lanjut tentang ini bisa dibaca disini :


Katholik Roma wrote :
Dasar Kitab Suci
Wahyu 11:19- 12:1-2: Bunda Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru
Kel 25:30, Kel 25:16, Bil 17:10, Ibr 9:4: Isi Tabut Perjanjian Lama: roti manna, dua loh batu kesepuluh perintah Allah, dan tongkat imam Harun.
Luk 1: 35, Yoh 6:35, Yoh 1:14, Ibr 8:1: Isi Tabut Perjanjian Baru (Bunda Maria): Sang Roti Hidup, Sang Firman yang menjadi manusia, Sang Imam Agung yang duduk di sisi kanan tahta Yang Maha Besar di surga.

<<< Tanggapan Kristen >>>
Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
Wahyu 1:1
Ayat diatas sudah meneguhkan bahwa kitab Wahyu berbicara tentang apa yg harus segera terjadi, apakah ada Maria yg baru lagi sehingga dikatakan “…Wahyu 11:19- 12:1-2: Bunda Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru…”…?

 “….Kel 25:30, Kel 25:16, Bil 17:10, Ibr 9:4: Isi Tabut Perjanjian Lama: roti manna, dua loh batu kesepuluh perintah Allah, dan tongkat imam Harun.
Luk 1: 35, Yoh 6:35, Yoh 1:14, Ibr 8:1: Isi Tabut Perjanjian Baru (Bunda Maria): Sang Roti Hidup, Sang Firman yang menjadi manusia, Sang Imam Agung yang duduk di sisi kanan tahta Yang Maha Besar di surga….”
Tentang ini sudah Sy bahas diatas berkaitan dengan makna dan fungsi Tabut perjanjian sehingga tidak ada kecocokan secara theologies bahwa Maria adalah Tabut Perjanjian Baru.

Katholik Roma wrote :
Dasar Tradisi Suci
  1. St. Hippolytus (235):  “Ia (Maria) adalah Tabut yang dibentuk dari kayu yang tidak lapuk. Sebab dengan ini dinyatakan bahwa tabernakel-Nya dilepasakan dari kelapukan dan kerusakan.” (St. Hippolytus, Orations Inillud, Dominus pascit me )
  2. St. Athanasius dari Alexandria (296-373):  “O Perawan yang terhormat, sungguh engkau lebih mulia daripada semua yang mulia. Sebab siapakah yang sama mulianya, O tempat kediaman Sang Sabda Tuhan? Dengan siapakah dari antara mahluk ciptaan akan kubandingkan engkau, O Perawan? Engkau lebih mulia dari mereka semua, O Tabut Perjanjian, yang diliputi oleh kemurnian bukan oleh emas! Engkau adalah tabut di mana ditemukan bejana emas yang mengandung roti manna yang sesungguhnya, yaitu, daging di mana ke-ilahian tinggal menetap.” (St. Athanasius dari Alexandria Homily of the Papyrus of Turin, 71:216).
  3. St. Gregorius sang pembuat mukjizat (213-270): “Mari menyanyikan melodi yang diajarkan kepada kita oleh harpa Raja Daud dan mengatakan, “Bangunlah, O Tuhan, ke tempat perhentian-Mu, Engkau dan tabut tempat kudus-Mu.” Sebab sesungguhnya Perawan Maria adalah sebuah tabut yang dilapisi dengan emas baik di sisi dalam maupun luar, bahwa ia telah menerima seluruh kekayaan tempat kudus itu.” (St. Gregorius, Homily on the Annunciation to the Holy Virgin Mary).

Katekismus Gereja Katolik
KGK 2676     …..Maria, yang di dalamnya Tuhan sendiri tinggal, adalah puteri Sion secara pribadi, Tabut Perjanjian dan tempat di mana kemuliaan Tuhan bertakhta. Ia adalah “kemah Allah di tengah-tengah manusia” (Why 21:3). “Penuh rahmat”, Maria menyerahkan diri sepenuhnya kepada Dia yang mengambil tempat tinggal di dalamnya dan hendak ia berikan kepada dunia.

<<< Tanggapan Kristen >>>
Tidak ada satupun pengajaran para rasul yg mengatakan Maria adalah Tabut Perjanjian Baru.
Sebenarnya, tidak ada yg salah ketika Maria dianggap sebagai bunda ALLAH sejauh itu kaitannya dengan masalah sejarah, namun ketika melalui gelar tersebut maka status Maria menjadi “istimewa’ bahkan ada pengajaran2 khusus tentang Maria seperti yg dilakukan oleh Katholik Roma, maka sebagai sesama pengikut Kristus, Qt wajib menegur pengajaran yg menyimpang demikian.
TUHAN Yesus memberkati

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
2 Timotius 4:2


Source :
  1. http://archangeldemaskus.blogspot.com/2012/09/kajian-kritis-terhadap-pengajaran-yg.html
  2. http://archangeldemaskus.blogspot.com/2012/09/kajian-kritis-doktrin-maria-immaculata.html
  3. http://archangeldemaskus.blogspot.com/2012/08/false-doctrine-of-mary-pengajaran-yg.html
  4. http://bibleatlas.org/full/perez-uzzah.htm
  5. http://bibleatlas.org/regional/judea.htm
  6. http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=Kiryat-Yearim
  7. http://alkitab.sabda.org/map.php?map=indo3&block=B4
  8. Google

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar