Rabu, 05 September 2012

Kajian Kritis Terhadap Pengajaran Yg Salah Tentang Bunda Maria Dikandung Tanpa Dosa

Bunda Maria Dikandung Tanpa Dosa
Sy akan menulis tanggapan Sy berkaitan dengan tulisan tersebut.

<<< Tanggapan Kristen >>>

Memang Qt tidak bisa memungkiri bahwa Maria adalah sosok wanita “yg paling beruntung” karena dia mengandung dan melahirkan Yesus Kristus yg semula adalah FIRMAN.
Dari sekian banyak wanita, ALLAH memilih Maria untuk mengandung Kristus.
Apakah hal ini berarti bahwa sejak semula ALLAH telah menetapkan Maria sebagai bunda Kristus…?
Dalam sejarah Alkitab, ALLAH sudah menetapkan seseorang untuk menjadi pelayan-Nya yg memberitakan Kabar Baik tentang Dia. Tapi, ada pertimbangan2 khusus yg harus dilakukan ALLAH sebelum dia memilih seseorang untuk mengemban “misi khusus”.
Sy akan mengambil 3 contoh dalam Perjanjian Lama dimana kehidupan pribadi mereka menjadikan mereka dipilih ALLAH.
Dimulai dari sejak ALLAH menetapkan Nuh sebagai orang yg layak diselamatkan karena pada zamannya, hanya Nuh yg dikatakan hidup benar.
Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. (Kejadian 6:9)
Abraham dipilih ALLAH karena Abraham memiliki iman dan ketaatan yg luar biasa kepada ALLAH.
Begitu juga dengan raja Daud, ALLAH memilih dia karena memilik hati yg tulus kepada ALLAH.
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Dari 3 contoh diatas, Qt bisa melihat bahwa ALLAH memilih seseorang karena ALLAH melihat iman, hati dan ketaatan seseorang, terlebih lagi ketika seseorang tersebut dipilih ALLAH untuk mengemban misi khusus dari ALLAH seperti Nuh, Abraham, raja Daud dan tentu saja, Maria.
Ketika Maria dipilih ALLAH untuk mengemban misi khusus itu, Maria tidak menolak ataupun bertanya mengapa tapi menerima semua itu dengan ketaatan penuh kepada ALLAH.
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Lukas 1:38)
Perkataan iman yg luar biasa itu tentu saja sangat menyenangkan hati ALLAH, dan jika Sy diizinkan untuk menggunakan gaya penulisan Musa maka Sy akan mengatakan demikian “Lalu percayalah Maria kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran”.
Jadi, pemilihan Maria ini bukan karena telah ditetapkan semula oleh ALLAH sejak semula tapi karena ALLAH melihat kehidupan pribadi Maria.

Selanjutnya Sy akan mulai kepada beberapa doktrin yg Sy kategorikan sebagai cocokologi ala katholik Roma untuk meninggikan status bunda Maria berkaitan dengan pemilihannya sebagai bunda Kristus.

1. Benarkah bunda Maria adalah “Hawa” baru…?
Berdasarkan “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." (Kej 3:15), Katholik Roma mengajarkan bunda Maria adalah Hawa baru.
Sebenarnya, setiap Qt mengetahui bahwa Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan dimana ketika dirunut secara silsilah maka Qt akan menemukan nama “Hawa” sebagai leluhur Yesus Kristus. Lantas apa kaitannya antara Hawa dengan bunda Maria ketika dikatakan Maria adalah ”Hawa baru”…?
Tidak ada sama sekali karena nubuat dalam Kej 3:15 bercerita tentang Yesus Kristus, bukan Hawa.
Keturunan Hawa sangat banyak tapi yg secara daging akan “meremukan kepala ular” adalah Yesus Kristus dimana dalam kajian Kristologis secara sederhana menjelaskan bahwa makna “meremukan kepala ular disini berarti Kristus akan menang atas pencobaan iblis dimana Dia taat sampai mati dan sedikitpun tidak melanggar ketetapan ALLAH dalam hidup-Nya. “Ular HANYA BISA meremukan tumit Kristus” yg terlihat dalam peristiwa kematian-Nya di kayu salib tapi Yesus melakukan hal yg lebih dari itu yakni “meremukan kepala ular”.
Dalam pengajaran para rasul Kristus, tidak ada satupun diantara mereka yg mengatakan “Maria adalah Hawa baru” apalagi mengaitkan Maria dengan Hawa.

 
2. Benarkah bunda Maria adalah Tabut Perjanjian Baru…?
Untuk membahas ini, Qt akan mencoba menelusuri sedikit apa itu Tabut Perjanjian.
Tabut Perjanjian digunakan untuk menyimpan 2 Loh Batu yang berisi 10 Perintah ALLAH. Namun ini bukanlah Loh batu yang merupakan "tulisan" Allah, yang ditulis "dengan jari Allah". Karena Loh Batu yang asli sudah dicampakkan dan dipecahkan oleh Musa.
Tabut Perjanjian sebagai Perkakas Tabernakel / Bait Allah :
  1. Tabut adalah tempat menyimpan kedua Loh Hukum – 10 Perintah ALLAH (Keluaran 25:16, 21; 40:20; Ulangan 10:1-5); buli-buli berisi manna dan tongkat Harun (Ibrani 9:4-5)
  2. Tabut adalah sarana pertemuan di dalam tempat kudus dari mana Tuhan menyatakan kehendak Nya kepada pelayan-Nya (Musa, Keluaran 25:22; 30:35; Harun, Imamat 16:2; Yosua, Yosua 7:6). Jadi tabut melambangkan kehadiran Tuhan yang menuntun umatNya.
Berdasarkan penjelasan singkat diatas, apakah ada kaitan antara Maria dengan Tabut Perjanjian dalam Perjanjian Lama…?
Katholik Roma menuliskan demikian : “…Persyaratan kekudusan Bunda Maria -Sang Tabut Perjanjian Baru- pastilah jauh lebih tinggi daripada kekudusan Tabut Perjanjian Lama yang tercatat dalam Kitab Keluaran itu. Bunda Maria, Sang Tabut Perjanjian Baru, harus kudus, dan tidak mungkin berdosa, karena Allah sendiri masuk dan tinggal di dalam rahimnya. Itulah sebabnya Bunda Maria dibebaskan dari noda dosa oleh Allah…”
Fungsi dari Tabut Perjanjian dalam Perjanjian Lama sama sekali tidak ada relevansinya dengan pernyataan Maria adalah Tabut Perjanjian Baru.
Ketika Tabut Perjanjian digunakan untuk menyimpan 10 Perintah ALLAH yg DITULIS SENDIRI oleh Musa, rahim Maria justru “menyimpan bayi yg dikandung dari Roh Kudus yg berasal dari ALLAH, BUKAN HASIL KERJA manusia.
Menyamakan Maria dengan Tabut Perjanjian dlm Perjanjian Lama sama halnya dengan MERENDAHKAN karya Roh Kudus sendiri yg masuk dalam rahim Maria karena ketika dikandung, Yesus Kristus BUKAN HASIL PERBUATAN manusia melainkan HASIL KARYA ALLAH sendiri.
Selain itu, TIDAK ADA satupun pengajaran dari para rasul Kristus bahwa bunda Maria adalah tabut Perjanjian Baru.

Selanjutnya adalah tentang "Full of grace" / "charitoo"

Kata yg dipakai utk "Full of Grace" adalah "charitoo".
Kata yg sama "charitoo" juga dipakai di Efesus 1:6, dimana kata "charitoo"(kata yg diucapkan malaikat utk Maria tsb) tersebut juga ditujukan buat orang2 percaya (JADI BUKAN HANYA BUAT MARIA SAJA).

Lukas 1:28          
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

Efesus 1:6
supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Makna kata Charitoo
  • To make graceful
  • Charming, lovely, agreeable
  • To peruse with grace, compass with favour
  • To honour with blessings 
Jika ditujukan untuk satu orang seperti yg ditujukan kepada Maria, kecaritwmenh (Lukas 1:28), maka menggunakan kata dan jika kepada lebih dari satu orang menggunakan ecaritwsen ( Efesus 1:6 ).

Katholik Roma menulis :"...Kepada Abraham yang akan menjadi Bapa para bangsa, ataupun kepada Musa salah satu nabi terbesar, Allah tidak pernah menyapa mereka dengan salam. Kepada Maria, Allah bukan saja hanya memberi salam, tetapi juga memenuhinya dengan rahmat (grace), yang adalah lawan dari dosa (sin)..."

Memang diakui kepada keduanya, ALLAH tidak pernah mengucapkan salam tersebut lantas apakah hal itu menjadikan Maria sebagai pribadi yg berbeda dengan wanita lain...?
Pada saat kejadian itu, mungkin Qt bisa mengatakan "Iya" karena hanya Maria, wanita yg dipilih untuk mengandung Yesus Kristus.
Tapi, pemilihan Maria sendiri seperti yg sudah Sy bahas diatas berkaitan dengan kehidupan pribadi Maria yg bisa disimpulkan dipilih ALLAH berdasarkan kehidupan pribadinya. 

Selanjutnya ditulis demikian "....maka para Bapa Gereja mengartikannya bahwa seluruh keberadaan Maria dipenuhi dengan rahmat Allah dan semua karunia Roh Kudus, sehingga dengan demikian tidak ada tempat lagi bagi dosa, yang terkecil sekalipun, sebab hadirat Allah tidak berkompromi dengan dosa. Artinya, Bunda Maria dibebaskan dari noda dosa asal...."
 
Terlalu berlebihan sepertinya mengatakan Maria dipenuhi dengan semua karunia Roh Kudus karena semasa Perjanjian Baru terutama dalam Kisah Para Rasul, tidak ada tanda2 dalam Kitab tersebut kalau Maria memiliki karunia Roh Kudus.
Lagipula, hanya 2x bunda Maria tercatat dalam Perjanjian Baru selebihnya tidak ada sama sekali.

Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Kisah Para Rasul 1:14

Selanjutnya Sy akan membahas :

......Kita mengetahui dari Kitab Wahyu, bahwa Bunda Maria-lah yang disebut sebagai perempuan yang melahirkan seorang Anak laki-laki, yang menggembalakan semua bangsa… yang akhirnya mengalahkan naga yang adalah Iblis (Why 12: 1-6). Kemenangan atas Iblis ini dimungkinkan karena dalam diri Maria tidak pernah ada setitik dosa pun yang menjadi ‘daerah kekuasaan Iblis’....

Sebuah asumsi yg betul2 meninggikan Maria.
 "....Kemenangan atas Iblis ini dimungkinkan karena dalam diri Maria tidak pernah ada setitik dosa pun yang menjadi ‘daerah kekuasaan Iblis..."
Apakah ini berarti iblis dikalahkan oleh Maria...?
Tidak ada pernyataan dalam Alkitab bahwa ada pertolongan / campur tangan Maria dalam peristiwa kemenangan atas iblis.
Dalam Kej 3:15, yang akan menginjak kepala ular itu adalah KETURUNAN perempuan itu (Hawa) dan Yesus Kristus secara daging adalah keturunan Hawa.
Maria, meskipun juga keturunan Hawa tapi bukan sosok yg akan "menginjak kepala ular" dan bukan sosok yg "digigit tumitnya oleh ular".
Demikian juga dalam Wahyu 12: 1-6 dikatakan demikian :

Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanyDan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.a.
Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Kitab Wahyu memang diakui sebagai kitab yg penuh misteri dan simbol2 yg berbicara tentang  masa yg akan datang.

Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. 
Wahyu 1:1
Jadi tidak ada hubungannya antara perempuan dalam Wahyu 12:1-6 dengan bunda Maria.
Terlebih lagi karena wahyu itu diberikan ketika rasul Yohanes berada di pulau Patmos.

Selanjutnya adalah kajian kritis tentang Tradisi Suci.
Disitu menuliskan pendapat para bapa gereja dimana sepertinya mereka mengajarkan bahwa bunda Maria tidak berdosa, tidak bercacat dsb dst dll.
Sepertinya tidak mungkin seorang Irenaeus (180) mengajarkan demikian :“Hawa, dengan ketidaktaatannya [karena berdosa] mendatangkan kematian bagi dirinya dan seluruh umat manusia, … Maria dengan ketaatannya [tanpa dosa] mendatangkan keselamatan bagi dirinya dan seluruh umat manusia…. Oleh karena itu, ikatan ketidaktaatan Hawa dilepaskan oleh ketaatan Maria. Apa yang terikat oleh ketidakpercayaan Hawa dilepaskan oleh iman Maria.”[11]"
Mengapa Sy katakan tidak mungkin, karena dia adalah murid dari Polikarpus dan Polikarpus sendiri murid dari rasul Yohanes. Polikarpus tidak pernah mengajarkan Maria tidak berdosa karena rasul Yohanes tidak pernah mengajarkan demikian.
Berikut beberapa mengenai apa yg diajarkan rasul Yohanes tentang Yesus Kristus :

Yesus Kristus adalah Pengantara ALLAH dengan manusia

Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
1 Yohanes 2:1

Pengajaran ini sama dengan yg diajarkan oleh rasul Paulus dimana :

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.
1 Timotius 2:5-6

Dan oleh penulis kitab Ibrani
Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.
Ibrani 7:25

Selain itu, pengajaran rasul Yohanes tentang dosa adalah sebagai berikut :

Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
1 Yohanes 1:8

Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.
1 Yohanes 1:10

Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
1 Yohanes 2:2

Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.
1 Yohanes 3:5

Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
1 Yohanes 3:9

Begitu banyak pengajaran rasul Yohanes bahwa setiap manusia berdosa dan membutuhkan Kristus sebagai Pribadi yg mendamaikan hubungan manusia dengan ALLAH sehingga sangat tidak masuk akal jika Iraneus mengajarkan demikian karena jika benar, maka dia sendiri telah menyimpang dari pengajaran Polikarpus, rasul Yohanes dan tentu saja Yesus Kristus sendiri ketika dia mengajarkan bunda Maria tidak berdosa.

Selanjutnya adalah pembahasan mengenai dosa asal.
Katholik Roma mengajarkan demikian : "...Keistimewaan rahmat yang membuat Maria dibebaskan dari noda dosa asal adalah bentuk penghormatan Yesus kepada Maria ibu-Nya, sesuatu yang menjadi hak-Nya sebagai Tuhan."

Apakah Maria terbebas dari dosa asal atau dosa warisan...?
TIDAK...!!!...
Dosa waris adalah kecenderungan manusia untuk berbuat dosa, itu sebabnya Maria dalam doanya mengatakan demikian :

dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
Lukas 1:47

Seorang yg terbebas dari dosa asal atau dosa waris tidak mungkin mengucapkan doa yg demikian.
Seseorang yg membutuhkan Juruselamat akan merasa dirinya berdosa sehingga dia membutuhkan seorang Juruselamat yg akan mengampuni dan membebaskan dirinya dari dosa.
Bisakah seorang Katholik Roma menjamin bahwa seumur hidupnya, bunda Maria tidak pernah melakukan dosa...?

Pernyataan kontradiksi seperti ini "...Malah Maria, melebihi siapapun membutuhkan Kristus sebagai Penyelamatnya, sebab ia dapat tercemar oleh noda dosa asal seandainya rahmat dari Sang Penyelamat tidak mencegah hal ini..." justru menggambarkan bahwa sang pengajar memiliki kesalahan berfikir karena pernyataannya bertentangan dengan pengajaran Alkitab.
Pemazmur mengatakan demikian : Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. (Mazmur 51:5).
Hal ini mengindikasikan bahwa sejak dalam kandungan Qt sudah menanggung yg namanya dosa waris atau dosa asal dan untuk itulah dibutuhkan pengorbanan Kristus.
Apakah Maria pernah mengakui bahwa dia tidak berdosa...?
TIDAK PERNAH !!!
Dan karena Maria mengakui dan menyadari dia wanita berdosa makanya dia membutuhkan ALLAH sebagai Juruselamatnya.

Dogma "...Bunda Maria yang tidak bernoda, tubuh dan jiwanya, tidak dimaksudkan ‘hanya’ untuk melukiskan keistimewaan Maria, tetapi untuk memberi gambaran bagi Gereja..." tentu saja sesuatu yg salah karena terlihat bahwa pengajaran ini terlalu melebih-lebihkan status Maria sementara Maria sendiri tidak pernah merasa dirinya istimewa.
Elisabeth ketika membalas salam Maria "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
Dengan segala kerendahan hatinya Maria menyambut salam ini : "Jiwaku memuliakan Tuhan,dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Dari perkataan Maria, tidak ada satupun indikasi berkaitan dengan status Maria yg diajarkan oleh Katholik Roma, justru Maria mengajarkan kepada setiap manusia bahwa ketika Qt dipilih untuk menjadi atau membawa "misi khusus" yg ALLAH percayakan kepada Qt, dengan segala kerendahan hati dan ketaatan yg tulus Qt harus menjalankannya.

Yang terakhir Sy akan membahas mengenai kesimpulan tulisan dari link Katholik Roma diatas.

Dogma Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa Asal (Ineffabilis Deus/ The Immaculate Conception) adalah pengajaran yang berdasarkan atas kebijaksanaan Allah yang tak terselami, yang membebaskan Bunda Maria dari dosa asal, sebab ia telah dipilih Allah sejak semula untuk menjadi Ibu PuteraNya Yesus Kristus.

<<<<<Tanggapan Saya >>>>>

Dogma ini tidak lebih dari pengajaran buatan manusia dan tidak ada pengajaran ilahi didalamnya karena Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa semua manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan ALLAH sehingga manusia membutuhkan Perantara yg akan mendamaikan hubungan antara ALLAH dan manusia yg rusak oleh dosa itu sendiri.
Disinilah letak pemahaman sederhana mengapa setiap manusia membutuhkan Yesus sebagai Juruselamat.
Terlebih lagi, jika Katholik Roma boleh jujur, pengajaran ini, jika memang betul2 merupakan pengajaran dari para rasul Kristus, mengapa membutuhkan ratusan tahun untuk meneguhkan pengajaran ini sampai ketika bunda Maria "melakukan penampakan diri" di Lourdess.
Mengapa para rasul Kristus sama sekali tidak pernah mengajarkan hal ini...?
Mengapa Yesus Kristus sendiri tidak pernah mengajarkan hal ini...?


".......Pada tanggal 8 Desember 1854, Paus Pius IX mengumumkan Dogma Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Ineffabilis Deus), yang bunyinya antara lain sebagai berikut: Dengan inspirasi Roh Kudus, untuk kemuliaan Allah Tritunggal, untuk penghormatan kepada Bunda Perawan Maria, untuk meninggikan iman Katolik dan kelanjutan agama Katolik, dengan kuasa dari Yesus Kristus Tuhan kita, dan Rasul Petrus dan Paulus, dan dengan kuasa kami sendiri: “Kami menyatakan, mengumumkan dan mendefinisikan bahwa doktrin yang mengajarkan bahwa Bunda Maria yang terberkati, seketika pada saat pertama ia terbentuk sebagai janin, oleh rahmat yang istimewa dan satu-satunya yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Besar, oleh karena jasa-jasa Kristus Penyelamat manusia, dibebaskan dari semua noda dosa asal, adalah doktrin yang dinyatakan oleh Tuhan dan karenanya harus diimani dengan teguh dan terus-menerus oleh semua umat beriman......”

Inilah yg Sy maksud dengan mengapa dibutuhkan ratusan tahun untuk menegakan pengajaran ini dari dimulai sejak zaman bapa gereja...?
Dan sekali lagi, TIDAK ADA SATUPUN pernyataan ALLAH bahwa Maria terbebas dari dosa asal atau dosa waris.

Selanjutnya dalam article itu ditulis demikian "....Pengajaran yang telah berakar lama dalam Gereja ini mengajak kita untuk melihat Bunda Maria sebagai teladan kekudusan, agar kitapun dapat berjuang hidup kudus setiap hari dengan mengandalkan rahmat Tuhan. Jadi fokus utama dogma ini bukan semata- mata untuk meninggikan Maria, tetapi untuk menyatakan kerahiman Tuhan yang tiada terbatas untuk menguduskan Maria sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan Tuhan Yesus di dunia ini. Karena itu, Maria adalah model bagi Gereja dan teladan bagi kita masing-masing dalam hal kekudusan...."

<<<< Tanggapan Saya >>>>

Lebih tepatnya adalah pengajaran yg menyimpang dari Gereja karena sejak semula tidak pernah ada pengajaran yg demikian.
Lagipula, yg berhak menyatakan seseorang itu kudus adalah ALLAH, bukan manusia.
Qt hanya diajarkan untuk hidup kudus tapi yg berhak menentukan kekudusan seseorang itu adalah ALLAH.
Menjadi rendah hati seperti Maria itu memang pengajaran yg baik tapi ketika meninggikan Maria sampai mengatakan dia terbebas dari dosa asal tentu saja sebuah pengajaran yg menyimpang.
Semoga setelah ini, Katholik Roma bisa lebih kritis lagi dalam mengkaji ajarannya lebih dalam dan membiarkan hikmat dari ALLAH turun kepada mereka supaya mereka bisa menyadari bahwa keimanan seseorang kepada Kristus tidak bergantung kepada pengajarn orang lain melainkan dari hubungan pribadi seseorang dengan ALLAH.

Tidak ada yg salah ketika Qt memberikan penghormatan kepada bunda Maria asalkan itu masih dalam tahap yg wajar, tapi akan menjadi salah ketika berusaha menaikan derajad Maria menjadi "ilah" seperti apa yg dilakukan oleh Katholik Roma.
Pernyataan-pernyataan mereka tentang bunda Maria layak diperdebatkan karena baik tersirat maupun tersurat, mereka berusaha menyamakan atau menyetarakan bunda Maria dengan Yesus Kristus.

Tidak ada pengajaran yg sempurna yg dilakukan oleh manusia, manusia hanya bisa memahami pengajaran ALLAH sejauh seberapa besar ALLAH menyatakannya kepada manusia dan seberapa dalam kerinduan manusia untuk datang kepada DIA dan merendahkan hati dihadapan-NYA untuk menerima DIA.

Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Galatia 1:6-9

Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
2 Petrus 2:1

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
1 Yohanes 4:1

2 komentar:

  1. Dari kitab 2 Yohanes kita bisa mendapat beberapa perincian tambahan mengenai Maria.

    2 Yoh 1:1 Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,

    Ayat pertama dari kitab ini memberitahu kita bahwa kitab ini adalah surat yang ditujukan kepada Maria ibu Yesus. Dari ayat ini kita mengetahui bahwa Maria mempunyai anak-anak selain Yesus. Ini sesuai dengan catatan kitab Lukas bahwa Yesus adalah anak sulung Maria. Ayat ini sekaligus mematahkan teori bahwa Maria adalah perawan kekal.

    Luk 2:7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung,

    Berikutnya dalam ayat 4 ada perincian tambahan mengenai keadaan anak-anak Maria yang lain.

    2 Yoh 1:4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.

    Dari ayat di atas kita ketahui bahwa tidak semua anak Maria hidup dalam kebenaran. Hal ini juga mematahkan teori bahwa Maria tidak berdosa. Mendidik anak-anak adalah kewajiban manusia dan perintah Allah. Mereka yang gagal mendidik anak-anaknya akan bersalah kepada Allah. Kita dapat melihat catatan Alkitab mengenai imam Eli yang gagal mendidik anak-anaknya sehingga Tuhan murka kepadanya dan bagaimana kematiannya dengan leher patah. Kita juga mempunyai catatan mengenai Ayub, yang mula-mula mengaku tidak bersalah di hadapan Tuhan, tetapi pada akhirnya dia menyesal. Mungkin satu-satunya kesalahan Ayub yang adalah tidak mendidik anak-aaknya dengan baik, sehingga ia selalu mempersembahkan korban untuk dosa anak-anaknya.

    Selanjutnya kita lihat perincian tambahan dalam ayat 5.

    2 Yoh 1:5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu--bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya--supaya kita saling mengasihi.

    Dalam ayat ini ada permintaan dari Yohanes kepada Maria, suatu bentuk perintah yang diucapkan secara halus (karena Yesus dalam pesan terakhir-Nya telah mempercayakan Maria sebagai ibu Yohanes), agar Maria memelihara kasih. Apabila Maria ada dalam keadaan sempurna, tanpa noda dosa, maka tidak mungkin Yohanes menyampaikan permintaan (perintah) itu kepadanya. Perintah itu juga menyatakan bahwa Maria tidak lebih tinggi dari para rasul Yesus, bahkan terlihat bahwa Maria tunduk kepada otoritas Yohanes sebagai penatua gereja mula-mula (Ay 1).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks bro untuk tanggapan 'n tambahan positivenya ...

      Hapus