Rabu, 18 Mei 2011

Bintang Betlehem

Kota Betlehem berada di selatan Yerusalem dan berjarak kurang lebih 10 kilometer. Agaknya Dalam Matius 2: 1-12, kita dapat mengetahui bahwa para majus datang ke Yerusalem 2 tahun atau kurang setelah mereka melihat bintang-Nya di Timur. Mereka datang ke Israel tanpa mengetahui tempat dimana Anak itu berada. Para majus pergi ke Betlehem dari Yerusalem (setelah menghadap Herodes) oleh karena keterangan yang diberikan oleh imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi yang mengatakan bahwa Mesias dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, berdasarkan nubuatan kitab Mikha.

Bintang apakah yang dilihat para majus di Timur sehingga mereka pergi ke arah barat yaitu ke Yerusalem...?

Pertanyaan selanjutnya adalah, bintang apakah yang dilihat mereka ditengah-tengah perjalanan ke Betlehem dari Yerusalem...?

Catatan sejarah astronomi menyatakan bahwa triple konjungsi planet Jupiter dan Saturnus terjadi di tahun 7 SM.
Apakah fenomena ini yang dilihat oleh para majus…?

Berdasarkan keterangan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa, bintang yang dilihat oleh para majus di Timur kemungkinannya adalah konjungsi planet Jupiter dan Saturnus yang terjadi pada tahun 7 SM yang bertepatan saat kelahiran Yesus di Betlehem namun tampaknya para majus itu baru sampai ke Yerusalem 2 tahun berikutnya, yaitu pada tahun 5 SM. Bintang yang dilihat para majus di Yerusalem itu juga kemungkinannya adalah penampakan bintang Nova yang akhirnya menuntun mereka ke Betlehem.

Konjungsi Jupiter dan Saturnus

Apakah bintang yang dilihat oleh para majus ketika dalam perjalanan malam dari Yerusalem ke Betlehem adalah konjungsi planet Jupiter dan Saturnus, komet, supernova, meteor?
Ada 5 faktor yang harus kita perhatikan sebelum kita mengambil kesimpulan mengenai apa yang dilihat oleh para majus yang disebut sebagai bintang:
  1. Bintang yang dilihat mereka dalam perjalanan ke Betlehem adalah sama seperti yang telah mereka lihat sebelumnya di Timur.
  2. Para majus melihat bintang. Bintang yang dimaksud disini ternyata bersifat tunggal.
  3. Para majus pergi ke arah barat ke Yerusalem tanpa dituntun oleh bintang itu.
  4. Para majus tiba di Yerusalem kira-kira 2 tahun (atau setahun lebih) setelah hari kelahiran Yesus yang bertepatan dengan penampakan bintang itu.
  5. Bintang itu kembali muncul ketika mereka dalam perjalanan menuju Betlehem dari Yerusalem.

Asumsinya adalah sebagai berikut:

Apabila bintang yang dilihat mereka di Timur itu adalah sebuah konjungsi planet Jupiter dan Saturnus, maka hal ini agak kurang meyakinkan sebab meraka melihat bintang dalam artian tunggal. 
Jadi, bintang yang dimaksud para majus itu, Jupiter atau Saturnus atau Mars atau Venus...?

Pada bulan Maret 7 sM, Jupiter dan Saturnus bersama-sama muncul berdekatan di langit. Ini adalah peristiwa yang langka untuk dua planet ini, karena hanya terjadi setiap 20 tahun sekali. (Dalam tradisi Yahudi, lambang bulan Adar adalah Pisces, dan Adar (bulan keenam) adalah saat dimana malaikat Gabriel datang menemui Maria). Jupiter dan Saturnus semakin mendekati satu sama lain setiap harinya sampai akhirnya pada tanggal 29 Mei mereka sedekat dua kali diameter bulan. Hal ini terjadi di konstalasi Pisces. Selanjutnya, selama musim panas tahun itu Jupiter dan Saturnus mulai saling berjauhan, tapi seringkali terjadi ketika kedua planet itu dapat mulai kembali berdekatan. Akhirnya, pada 29 September tahun yang sama, mereka berkonjungsi kembali. Saat memasuki musim dingin, mereka kembali berjauhan, tetapi kemudian ajaibnya mereka kembali berdekatan untuk ketiga kalinya pada 6 Desember. Pada tanggal 26 Februari 6 SM, Mars bergabung meskipun Jupiter dan Saturnus terpisah agak jauh. Ketiga planet ini hilang di dalam sinar matahari yang terbit pada akhir 6 Maret.

Konjungsi yang pertama (Mei 7 SM) disebabkan oleh suatu persinggungan sederhana antar planet; Jupiter yang semakin cepat mendekati Saturnus. Konjungsi kedua (September 7 SM) disebabkan oleh gerak revolusi bumi. Tetapi pergerakan yang terbalik ini hanya berlangsung sementara saja dan kedua planet itu pada akhirnya melanjutkan pergerakannya yang nyata. Jupiter dan Saturnus kembali berdekatan sehingga kembali bekonjungsi untuk yang ketiga kalinya (Desember 7 SM).

Tenggat waktu antara triple konjungsi pada tahun 7 SM itu adalah kurang dari 7 bulan. Konjungsi pertama dan kedua berjarak 4 bulan sedangkan konjungsi kedua dan ketiga berjarak kurang dari 3 bulan. Tetapi Matius mencatat bahwa Herodes membunuh para bayi di Betlehem yang berumur 2 tahun ke bawah sesuai dengan keterangan yang ia dengar dari para majus mengenai Anak itu.

Normalnya konjungsi hanya terjadi setiap 20 tahun sekali, tetapi triple konjungsi terjadi pada tahun 7 sM, 452, 967, 1007, 1306 and 1683. Apabila Jupiter dan Saturnus yang dimungkinkan sebagai bintang yang dilihat para majus di Timur, yang menjadi kesulitan utamanya adalah fenomena ini bukanlah sebuah bintang tetapi dua buah bintang (Jupiter dan Saturnus). Kisah dalam Matius menyatakan bahwa para majus melihat sebuah bintang.

Supernova
Johannes Kepler, yang disebut sebagai bapa astronom Barat yang hidup pada abad ke 17, menerangkan Bintang Natal (The Christmas Star) atau Bintang Betlehem (The Betlehem's Star) itu secara astronomik, sebagai konjungsi planet Jupiter dan Saturnus pada konstalasi Pisces. Seorang Bapa Gereja zaman permulaan, Klemens dari Iskandariya (hidup sekitar tahun 120), menulis bahwa bintang yang dilihat orang saleh di sebelah timur itu adalah bintang Nova. Bintang ini muncul pada waktu-waktu tertentu, kadang-kadang samar-samar, lalu sangat terang dan berangsur-angsur menghilang. Bintang ini juga disebut oleh ahli perbintangan Cina, bernama Ma Tuan Lien, yang dikumpulkan dalam sebuah ensiklopedia Cina kuno berjudul: Wen Hien Thung Kao. Jack Finegan, mengutip buku Montifiore, Novum Testamentum, vol 4 / 1960, menuliskan bahwa kedua bintang itu memang dijadikan acuan oleh orang-orang Majus.

Nova (jamak: Novae) adalah sebuah bintang yang kecil yang mendekati akhir masa hidupnya dan kemudian ia meledak. Ledakan bintang ini akan meningkatkan cahaya terang dari bintang itu sendiri seribu bahkan jutaan kali lipat. Novae diklasifikasikan berdasarkan kecepatan perkembangan dari pancaran cahayanya. Fast Novae (NA) memiliki peningkatan terang yang cepat dan berlangsung selama 100 hari. Slow Novae (NB) memiliki cahaya terang yang belangsung selama 150 hari. Very slow Novae (NC) memiliki terang yang dapat bertahan maksimalnya satu decade bahkan lebih kemudia akhirnya lenyap dengan sangat lambat. Hal ini mungkin sebab tipe ini adalah obyek yang berbeda secara fisik dibandingkan dengan novae pada umumnya.

Ketika mereka dalam perjalanan malam hari menuju Betlehem, mereka kembali melihat bintang yang sama seperti mereka lihat sebelumnya. Dalam Matius 2: 9, kita membaca “Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada”, apabila kita perhatikan ayat 9 ini, maka kita dapat tahu bahwa ayat 9 ini adalah keterangan tambahan yang diberikan oleh penulis kitab Injil Matius itu sendiri. Matius mengatakan bahwa “bintang itu mendahului para majus”, kata “mendahului” dalam teks aslinya (Yunani) memiliki arti “memimpin (to lead)”. Jadi, dalam ayat 9 ini tampaknya Matius ingin menyiratkan suatu makna bahwa bintang itu berfungsi sebagai penunjuk arah bagi para majus yang sedang menuju Betlehem. Kalimat “bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka..” menurut saya merupakan suatu gaya bahasa personifikasi yang digunakan oleh Matius, hal ini bukan berarti bintang itu benar-benar bergerak saat para majus melihatnya (seperti meteor atau komet).

Ingat, jarak dari Yerusalem ke Betlehem kurang lebih 10 kilometer, jadi para majus dapat tiba di Betlehem kira-kira 4 jam saja dari Yerusalem dan akan lebih cepat apabila mereka menunggangi unta ataupun hewan sejenisnya jadi agaknya juga kurang tepat apabila kita menafsirkan kalimat “bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka..” sebagai gerakan planet Jupiter yang bergerak ke posisi tertentu, karena fenomena ini memerlukan waktu beberapa minggu. Bukankah jarak dari Yerusalem dan Betlehem dapat ditempuh hanya beberapa jam saja?

Apabila bintang yang pertama kali dilihat oleh para majus itu adalah konjungsi planet Jupiter dan Saturnus yang terlihat seperti menyatu [tunggal] di tahun 7 SM sehingga mereka berangkat pergi ke arah barat, maka tidaklah mustahil bahwa bintang kedua yang dilihat ketika mereka dalam perjalanan menuju Betlehem dari Yerusalem adalah bintang Nova di tahun 5 SM. Kita harus menyadari bahwa kemungkinan besar pengklasifikasian suatu penomena langit pada zaman itu belum sedetail seperti zaman modern ini. Pada zaman itu setiap fenomena langit seperti yang sekarang kita kenal seperti meteor, komet, konjungsi, supernova dll pasti saat itu akan selalu dikatakan sebagai bintang. Jadi akhir dari kesimpulan saya adalah para majus melihat dua jenis fenomena langit yang berbeda tetapi Matius menganggap bahwa kedua fenomena itu (konjungsi dan Nova) dengan satu sebutan yang sederhana, yaitu “bintang”.

Matius ingin menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas segala bangsa, bukan hanya diperuntukan bagi bangsa Yahudi. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Yesus sendiri dalam Mat. 28: 19, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus”.
Pendapat Bambang Noorsena :
Bintang manakah yang dapat disamakan dengan bintang Timur yang dilihat orang Majus itu...? 
Dalam bahasa aslinya, kata yang diterjemahkan "di Timur", en te anatole. Artinya, bisa diterjemahkan juga: "yang terbit sangat terang". In its rising. Barangkali ini mencerminkan pengalaman dahsyat orang Majus karena sangat terang benderangnya bintang itu. Sangat pantaslah, bahwa sekian trilyun kali cahaya matahari harus dipancarkan untuk menandai kelahiran "Sang Terang Dunia". 
Orang-orang Majus itu mesti mencari makna astrologisnya. Kalau diterima bahwa bintang itu adalah konjungsi planet Jupiter dan Saturnus pada tahun 7 SM, maka ini cocok dengan lempengan batu ditemukan di Menara kuno Zippar, di tepi sungai Efrat. Jadi tempatnya juga sekaligus cocok dengan asal orang-orang Majus tadi. Bunyi lempengan batu itu, dalam bahasa Babel kuno: MULLU-BABA U KAIWANU INA ZIPPATI. Artinya: "Jupiter dan Saturnus dalam konstelasi Pisces." Perhitungan tanggalnya juga cocok, Desember 7 SM. Bukti-bukti arkeologi lain juga dijumpai dalam sebuah papyrus dari tahun 42 Masehi, yang juga mencatat konjungsi 2 planet itu. Sekarang papyrus ini disimpan di Berlin. Kembali ke lempengan Zippar dan hubungannya dengan orang Majus. Perlu saya tambahkan, bahwa lempengan Zippar ini pertama kali ditemukan oleh seorang sarjana Jerman bernama P.Scanable pada tahun 1925, menurut Scanable, di kota Zippar terdapat sekolah Astrologi yang terkenal pada zaman Babel kuno.
Tadi saya kutip dari keterangan Aziz A. Atiya, bahwa orang-orang Majus berbicara dalam bahasa Arami. Lempengan Zippar menyebut dalam bahasa Babel KAIWANU, istilah Aramnya: KAWBAH. Jadi mungkin ucapan orang Majus itu mendekati dialeknya dengan terjemahan Peshitta: Hazin Geir Kawbah be Madintah. "Kami telah melihat bintangnya yang terbit di Timur". 
Dalam proses pertukaran bunyi, the phonetic corespondence, itu lazim terjadi dalam kajian bahasa serumpun. Kaiwanu, menjadi: Kawbah, dalam bahasa Aram. Dan paralel istilah bahasa Arabnya, barangkali: Kawakib, Kawkabat. Artinya sama, bintang atau sebuah bintang. Nah, lebih menarik lagi kalu kita coba melacak kira-kira adakah makna tertentu dalam "simbols of Babylonian Astrology". 
Ternyata ada. 
Bintang-bintang itu, dalam astrologi Babel kadang-kadang diidentikkan denagn bangsa-bangsa tetangga mereka, selain dikaitkan dengan makna lain. Dari hasil penelitian naskah-naskah kuno agama Babel, Pisces itu lambang the End Times, "zaman akhir". Jupiter sebagai planet terbesar, the royal planet in Babylonian astrology, melambangkan The Ruler, Raja atau Penguasa. Sedangkan Saturnus melambangkan Negara Palestina.Jadi, berdasarkan cara berfikir orang Babel, fenomena perbintangan itu dapat diartikan: "Seorang Raja, Penguasa telah datang pada zaman akhir ini, di Palestina". 
Nah, apakah kira-kira saja orang-orang Majus itu mencari lahirnya Raja Yahudi itu, berdasarkan makna simbol tersebut...? 
Wallahu a’lam
Tapi kalau dikait-kaitkan begitu, akhirnya semakin jelas apakah latar belakang kisah-kisah Natal yang dicatat dalam Injil.
Banyak sekali tafsiran dan pendapat yang cukup bervariasi yang membahas topik ini, dan menurut saya semuanya itu mengarah kepada satu FAKTA: 

Bahwa sesungguhnya Yesus telah datang ke dalam dunia untuk menebus dosa-dosa manusia. Kelahiran-Nya yang ajaib, ajaran-Nya yang penuh dengan cinta kasih, kematian-Nya yang diabaikan dan penuh penderitaan, kebangkitan-Nya yang telah membungkam kerajaan maut, dan kenaikan-Nya ke surga adalah sederetan fakta yang tidak dapat kita sangkal. 

Dan sekarang apakah anda siap untuk menyambut kedatangan-Nya kelak...?

Dan apakah yang akan anda persembahkan bagi-Nya...?

TUHAN Yesus memberkati



Beautiful star of Bethlehem, shine
Over the hills of Palestine;
There the child Jesus slumbereth sweet,
And we would bow at His holy feet.

Beautiful star of Bethlehem, shine
Over the hills of Palestine;
Beautiful star of Bethlehem, shine
Over the hills of Palestine.

Beautiful star of Bethlehem, shine,
Shedding thy beauteous rays divine;
Light the dark places held in sin’s thrall,
Bringing thy peace and good-will to all.

Beautiful star of Bethlehem, shine
Into the hearts that faint and pine;
Show the child Jesus, humble, but king,
Born to compassion and comfort bring.

Beautiful star of Bethlehem, shine
Over this earthly home of mine,
How the child Jesus dwelling with me,
Keepeth me pure and from sinning free.

Words: Mat­tie P. Smith, in Voic­es of Praise, by Will­iam B. Olm­stead et al. (Chi­ca­go, Il­li­nois: W. B. Rose, 1909), num­ber 136.
Music: Mau­na Loa, Jar­i­us M. Still­man

Source :
studycycle.net
Bambang Noorsena

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar