21 Mei 2011

Bukti-Bukti Penyaliban, Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus Menurut Sumber Dari Luar Alkitab

Hanya sedikit karya tulisan apa pun dari periode tahun 30-60 AC yang masih ada yang bisa dikatakan hanya cukup untuk membuat 2 (dua) penahan buku berjarak satu kaki jauhnya antara satu dengan lainnya. Pembunuhan orang-orang Kristen atas perintah Nero pada tahun 64 AC. membuat orang-orang non-Kristen menulis tentang Yesus.

** Cornelius Tacetus **

Seorang sejarawan Romawi yang lahir sekitar 52–54 AC dan meninggal sekitar 120 AC. Ditahun 112 AC menjadi Gubernur Asia. Mengarang buku Annals yang berisi sejarah kekaisaran Romawi periode 14-68 AC. Dalam bukunya Annals, volume XV tentang Kaisr Nero, Tacitus menuliskan:

Sumber:

Apologetika. Josh McDowell - Gandum Mas, 2002, jilid 1, halaman 44:

Kaisar Nero adalah aib oleh karena (dituduh) telah sengaja menimbulkan kebakaran besar di Roma. Jadi untuk menghentikan desas desus itu dia mengalihkan tuduhan dengan memfitnah dan menghukum dengan siksaan paling keji terhadap orang-orang yang disebut Kristen, yang dibenci karena kejahatannya. Kristus pendiri kepercayaan itu telah dihukum Pontius Pilatus, wali negeri Yudea dibawah pemerintahan Tiberius.

** Lucianus Dari Samosata **

Seorang filsuf dan sejarawan Yunani yang lahir di Samosata tahun 120 AC dan meninggal sekitar 180 AC di Athena. Dalam salah satu bukunya ‘The Passing Perregrinus’, Lucianus menuliskan sebagai berikut:

Sumber:

Ibid, halaman 139:

… orang yang disalibkan di Palestina karena memperkenalkan aliran kepercayaan baru ini kepada dunia. Selanjutnya pemimpin mereka yang pertama-tama meyakinkan bahwa mereka semua adalah saling bersaudara. Dengan menyangkal dewa-dewa Yunani dan menyembah pecundang yang disalibkan itu sendiri serta mentaati hukum-hukumnya.

** Flavius Josephus **

Nama aslinya adalah Joseph bin Matthias, seorang sejarawan Yahudi yang lahir tahun 37 AC di Yerusalem dan meninggal tahun 100 AC di Roma. Di tahun 93 AC menuliskan buku ‘Antiquitates Judaicae’ yang terdiri dari 20 buku yang menuliskan sejarah Yahudi dari penciptaan hingga pecahnya pemberontakan tahun 66-70 AC. Dalam buku ke 18 menuliskan sebagai berikut:

Sumber:

Ibid, halaman 139

Pada masa inilah Yesus, seorang manusia bijaksana, kalau boleh disebut manusia. Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus atas desakan orang-orang penting diantara kita, telah menghukum-Nya di kayu salib, mereka yang mengasihi-Nya sejak semula tidak melupakan Dia karena Dia telah menampakan diri lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari ketiga.

Beberapa kritikus menganggap bahwa tulisan ini tidak asli dari Josephus karena berisi indikasi akan sifat ketuhanan Yesus, namun tetap saja penolakan itu masih merupakan hipotesa yang belum dapat dibuktikan.

** Talmud Yahudi **

Talmud Babilonnia memberikan informasi sebagai berikut:

Sumber:

Ibid, halaman 144

Pada hari sebelum paskah mereka menggantung Yeshua (dari Nazaret) dan selama 40 hari sebelumnya telah beredar pengumuman yang mengatakan bahwa Yeshua (dari Nazaret) akan dilontari batu. Tetapi karena tidak ada yang datang untuk membela Dia, mereka menyalibkan-Nya pada hari menjelang Paskah

Jadi sumber sejarawan sekuler Romawi, Yunani dan Yahudi yang saat itu memusuhi agama Kristen pun menuliskan tentang penyaliban Yesus dan penampakan-Nya kepada murid-murid-Nya.

**) Penyaliban Menurut Kitab Apokripa

Keberadaan Injil-Injil Apokripa ini menjadi salah satu gunjingan Muslim untuk menuduh bahwa adanya pemusnahan kitab Apokripa karena mendukung ajaran Islam.

Salah satu komentar kalangan Muslim adalah sebagai berikut:

Bukan hanya tulisan-tulisan Arius yang dibakar tetapi juga Injil-Injil yang sepaham dengan Arius pun dilenyapkan bahkan bagi siapa saja yang menyimpannya dianggap sebuah kejahatan negara.

Lalu kemana Injil-Injil Apokripa itu sekarang…?

Kebanyakan Injil Apokripa masih terpelihara sampai sekarang. Dan yang sangat menarik adalah sekalipun dinyatakan Apokripa oleh gereja, ternyata pernyataan Injil-Injil Apokripa juga menguatkan bahwa Yesus disalibkan seperti beberapa informasi dibawah ini.

** The Gospel of Peter (Injil Petrus) **

Kemungkinan ditulis di Syria sekitar tahun 100-130 AC. Injil ini memiliki banyak kesamaan dengan 4 Injil Kanonik. Sebelum 1884 hanya dikenal dari informasi Origen dalam bukunya ‘Commentary on Matthew’ (Tafsir Injil Matius). Keberadaan Injil Petrus ini juga disinggung oleh Eusebius. Fragmen Injil Petrus baru ditemukan tahun 1884 dalam sebuah makam di Akhmimin, Mesir.

Sumber:

The Apocryphal New Testament. M.R. James -Translation and Notes - Oxford: Clarendon Press, 1924

Fragmen II

II. 3 Now there stood there was Joseph the friend of Pilate and of the Lord, and he, knowing that they were about to crucify him, came unto Pilate and begged the body of Jesus for burial. And Pilate sending unto Herod, begged his body. (5) And Herod said: brother Pilate, even if none had begged for him, we should have buried him, since also the Sabbath dawn; for it is written in the law that the sun should not set upon one that hath been slain (murdered).

IV. 10 And they brought two malefactors, and crucified the (11) Lord between them (19) and the Lord cried out aloud saying: My power, my power, thou hast forsaken me. And when he had so said, he was taken up.

Terjemahan:

Fragmen II

II.3 Dan sekarang berdirilah Yosef teman Pilatus dan teman Yesus, dan dia mengetahui bahwa Yesus akan disalibkan, datang menemui Pilatus dan memohon Tubuh Yesus untuk dimakamkan, dan Pilatus mengirimnya kepada Herodes untuk meminta tubuh Yesus. (5) Dan Herodes berkata, “Saudaraku Pilatus, sekalipun tidak ada yang yang meminta tubuh-Nya, kami tetap harus menguburkan-Nya karena hari Sabat akan tiba, karena telah ditulis dalam hukum bahwa matahari tidak boleh terbenam diatas tubuh yang baru dibunuh.

IV.10. Dan mereka membawa 2 laki-laki, dan menyalibkan (11) Tuhan diantara mereka. (19) Dan Tuhan berseru: “Kekuatan-Ku, kekuatan-Ku, engkau telah meninggalkan-Ku”. Dan setelah itu Dia meninggal.

** The Gospel of The Holy Twelve (Injil Ebionit) **

Buku ini disebutkan oleh beberapa bapa gereja diantaranya Origen, Ambrose dan Jerome. Kemungkinan besar ditulis antara 100-150 AC disekitar Yordania. Para pakar menyamakan Injil ini dengan Injil Ebionit yang dikutip oleh Epiphanius. Dari kutipan Epiphanius terlihat kesamaan Injil ini dengan Injil Sinoptik. Fragmen kitab ini dalam bahasa Aram ditemukan disebuah biara Budha di Tibet tahun 1870.

Sumber:

The Gospel of The Holy Twelve. Terjemahan oleh Rev. G.J.R. Ouseley. Edisi tahun 1956

Lextion 82: Crucifixion

9. And there were also two other malefactors led with him to be put to death. And when they were come unto a place called Calvary, and Golgotha, that is to say a place of a skull, there they crucified him; and the malefactors, one on the right hand, and other on the left.

10. And it was the third hour when they crucified him, and they gave him vinegar to drink mingled with gall, and when he had tasted thereof, he would not drink. And Jesus said, Abba Amma, forgive them, for they know not what they do.

25. And Iesus cried with a loud voice, saying, Abba Amma, into Thy hand I commend my spirit.

26. When Iesus had therefore received the vinegar, he cried aloud, it is finished; and he bowed his head and gave up the ghost. And it was the ninth hour.

Terjemahan:

Lextion 82: Penyaliban

9. Dan disana ada juga 2 laki-laki yang juga dihukum mati. Dan saat mereka sampai di wilayah Kalvari dan Golgota, tempat tengkorak, mereka menyalibkan-Nya, bersama dengan 2 laki-laki, satu dikanan-Nya dan satu dikiri-Nya.

10. Dan waktu adalah jam ke tiga saat mereka menyalibkan-Nya…

25. Dan Yesus berseru dengan suara nyaring, berkata, Abba Amma, ke dalam Tangan-Mu Ku serahkan Roh-Ku.

26. Dan ketika Yesus telah mendapat minuman asam, dia berseru dengan keras, “Sudah selesai”. Dan Dia menundukan Kepala-Nya dan menyerahkan Roh-Nya. Waktu adalah jam kesembilan.

** The Gospel of Phillip (Injil Filipus) **

Berisi banyak kutipan dari pengajaran Gnostik dari Valentinus yang mengajar di Roma sekitar 138-158 AC.

Sumber:

New Testament Apocrypha. Hans-Martin Schenke - Volume 1, page 182-183

… versi Koptik dari Injil Filipus yang sudah ditemukan merupakan terjemahan dari bahasa Yunani. Hal ini merujuk pada keberadaan aktivitas pemimpin aliran Gnostik yaitu Valentinus di Roma sekitar 138-158 AC karena Injil ini jelas mengandung pengajaran Valentinus. Isenberg menyatakan Injil ini ditulis sekitar paruh kedua abad ke 3. Pandangan yang lebih kuno menyatakan Injil ini ditulis sekitar abad ke 2 yang tampaknya lebih mungkin.

Berikut kutipan yang diambil dari:

The Nag Hammadi Library, edisi revisi.

James M. Robinson and Harper Collins, San Francisco, 1990

"My God, my God, why, O Lord, have you forsaken me?" (Mark 15:34). It was on the cross that he said these words, for he had departed from that place.

Philip the apostle said, "Joseph the carpenter planted a garden because he needed wood for his trade. It was he who made the cross from the trees which he planted. His own offspring hung on that which he planted. His offspring was Jesus, and the planting was the cross.

Terjemahan:

“Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”. Itulah kalimat yang diucapkan-Nya saat di kayu salib. Filipus sang rasul berkata, “Yosef sang tukang kayu berkebun karena dia membutuhkan kayu untuk dijual. Dari kayu yang dia jualah dibuat salib tersebut. Keturunannya sendiri yang kemudian disalibkan dikayu yang dia tanam. Keturunannya itu adalah Yesus, dan kayunya adalah tiang salib.”

** The Gospel of Truth (Injil Kebenaran) **

Irenaeus melaporkan bahwa murid-murid Valentinus menggunakan Injil ini sebagai Kitab Suci mereka. Injil ini diperkirakan ditulis sekitar 140-180 AC. Dengan mendasarkan dari banyaknya persamaan antara teks Injil ini dengan tulisan-tulisan Valentinus, maka banyak pakar yang meyakini bahwa Injil ini ditulis oleh Valentinus sendiri.

Sumber:

The Other Bible - Willis Barnstone, Harper and Row, San Francisco, 1984

He was nailed to a cross. He became a fruit of the knowledge of the Father. He did not, however, destroy them because they ate of it. He rather caused those who ate of it to be joyful because of this discovery.

Oh, such great teaching! He abases himself even unto death, though he is clothed in eternal life.

Terjemahan:

Dia dipaku di kayu salib. Dia menjadi buah pengetahun sang Bapa. Dia tidak membinasakan mereka karena mereka memakan-Nya. Namun lebih dari itu, Dia memberikan kebahagiaan kepada yang memakan-Nya.

Oh, betapa pengajaran yang mulia. Dia telah merendahkan diri-Nya bahkan hingga meninggal, kemudian Dia dibungkus dengan kehidupan abadi.

** Gospel of Nicodemus (Injil Nikodemus) **

Berasal dari abad ke 4. Disebut juga Kisah Pilatus (Acts of Pilate), karena memuat suatu laporan mengenai pengadilan Yesus yang disampaikan kepada Kaisar Tiberias yang bersifat khayalan.
Sumber:

The Apocryphal New Testament. M.R. James -Translation and Notes - Oxford: Clarendon Press, 1924

X
1 And Jesus went forth of the judgement hall and the two malefactors with him. And when they were come to that place they stripped him of his garments and girt him with a linen cloth and put a crown of thorns about his head: likewise also they hanged up the two malefactors. But Jesus said: Father forgive them, for they know not what they do. And the soldiers divided his garments among them…

XI
1 And it was about the sixth hour, and there was darkness over the land until the ninth hour, for the sun was darkened: and the veil of the temple was rent asunder in the midst. And Jesus called with a loud voice and said: Father, baddach ephkid rouel, which is interpreted: Into thy hands I commend my spirit. And having thus said he gave up the ghost…

Terjemahan:

X
1. Dan Yesus memasuki ruang pengadilan dan 2 laki-laki bersama-Nya. Saat mereka masuk, pengawal melepas baju-Nya dan memakaikan kain linen dan mahkota di kepala-Nya; mereka juga menggantung ke 2 laki-laki tersebut. Namun Yesus berkata, “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Dan para pengawal membagi-bagi baju-Nya diantara mereka. ……

XI
1. Waktu kira-kira jam ke enam, dan kegelapan menyelimuti bumi hingga jam kesembilan, matahari gelap, dan tirai bait suci terbelah ditengah. Dan Yesus berseru dengan nyaring, “Bapa, baddach ephkid rouel, yang berarti: ke dalam tangan-Mu Ku serahkan roh-Ku.” Dan setelah itu Dia menyerahkan roh-Nya…

** Injil Tentang Masa Kecil Yesus **

Injil ini diterjemahkan kedalam bahasa Inggris tahun 1697 oleh Henry Sike seorang professor dalam bahasa-bahasa asing di Universitas Cambridge. Tahun 1599 dalam sinode Angamala, buku ini dinyatakan tidak layak dibaca. Diperkirakan dari Injil ini dan versi Arabnya, Muhammad SAW mendapatkan materi tentang Yesus Kristus.

Di Injil ini, Yesus kanak-kanak sudah menubuatkan bahwa dia akan disalibkan di Yerusalem bersama dengan 2 orang penjahat.

Sumber:

The Apocryphal Books of the New Testament, 1901

Chapter VIII

6. Then the Lord Jesus answered, and said to his mother, when thirty years are expired, O mother, the Jews will crucify me at Jerusalem. 

7. And these two thieves shall be with me at the same time upon the cross, Titus on my right hand, and Dumachus on my left.

Terjemahan:

Pasal VIII

6. Kemudian Tuhan Yesus menjawab, dan berkata kepada ibunya, “Ketika tiga puluh tahun telah berlalu, oh ibu, orang-orang Yahudi akan menyalibkan-Ku di Yerusalem.

7. Dan dua pencuri akan bersamaku saat dikayu salib, Titus disebelah kananku, dan Dumachus disebelah kiriku.

** The Arabic Gospel of The Infancy of Jesus **

Berasal dari sekitar akhir abad ke 6 atau awal abad ke 7. Sejaman dengan kehidupan Muhammad SAW. Dalam Injil ini dikisahkan Yusuf, Maria dan Yesus kanak-kanak bertemu dengan 2 orang perampok dan Yesus menubuatkan bahwa ke 2 perampok tersebut kelak akan disalibkan Bersama-Nya.

23. And turning away from this place, they came to a desert; and hearing that it was infested by robbers, Joseph and the Lady Mary resolved to cross this region by night. But as they go along, behold, they see two robbers lying in the way, and along with them a great number of robbers, who were their associates, sleeping.

Now those two robbers, into whose hands they had fallen, were Titus and Dumachus. Titus therefore said to Dumachus: I beseech thee to let these persons go freely, and so that our comrades may not see them. And as Dumachus refused, Titus said to him again: Take to thyself forty drachmas from me, and hold this as a pledge.

At the same time he held out to him the belt which he had about his waist, to keep him from opening his mouth or speaking. And the Lady Mary, seeing that the robber had done them a kindness, said to him: The Lord God will sustain thee by His right hand, and will grant thee remission of thy sins. And the Lord Jesus answered, and said to His mother: Thirty years hence, O my mother, the Jews will crucify me at Jerusalem, and these two robbers will be raised upon the cross along with me, Titus on my right hand and Dumachus on my left.

Terjemahan:

23. Dan mereka berlalu dari tempat tersebut, sampai disebuah gurun pasir, dan mendengar bahwa daerah itu dikuasai kawanan perampok. Yusuf dan Maria memutuskan untuk melintas di malam hari. Namun saat mereka berjalan, mereka bertemu dengan 2 perampok yang sedang berbaring. Bersama keduanya ada sekawanan perampok sedang tidur. Kedua perampok itu adalah Titus dan Dumachus. Titus berkata kepada temanya, “Aku mohon agar mereka dilepaskan agar teman-teman kita tidak melihat mereka.” Namun Dumachus menolak, sehingga Titus berkata lagi, “ambil dariku 40 drachma, dan anggap ini sebagai jaminanku.” Dan Titus menyerahkan sabuk yang melingkar di pinggangnya, agar Dumachus menutup mulutnya.

Bunda Maria melihat bahwa Titus telah berbuat kebaikan dan berkata kepadanya, “Tuhan akan menjagamu dengan tangan kanan-Nya dan akan mengampuni dosa-dosamu.” Dan Yesus berkata kepada Maria, “Tiga puluh tahun kemudian, orang-orang Yahudi akan menyalibkan-Ku, dan dua perampok ini akan disalibkan juga Bersama-Ku, Titus disebelah kanan-Ku dan Dumachus disebelah kiri-Ku.”

** Epistle of Barnabas (Surat Barnabas) **

Ditulis di Alexandria dimana pendapat ini didasarkan karena banyaknya ungkapan alegoris dalam narasinya, sesuatu yang paling banyak dipakai di Alexandria. Waktu penulisannya tampaknya setelah Yerusalem dihancurkan tahun 70 AC, namun sebelum dibangun kembali oleh Hadrianus di tahun 135 AC. Surat Barnabas karena memang berupa surat kiriman, maka tidak mengisahkan tentang peristiwa penyaliban. Namun sangat mementingkan salib sebagai harapan bagi hidup kekal karena disalib itulah dosa-dosa manusia ditanggung oleh Yesus.

Sumber:

Apostolic Fathers - J.B. Lightfoot

8:13 This means that the kingdom of Jesus is on the cross, and that they who set their hope on Him shall live forever.

Terjemahan:

8:13 Ini berarti bahwa Kerajaan Yesus terletak di salib dan mereka yang menaruh harapan pada-Nya akan hidup kekal.

** Act of Andreas (Kisah Andreas) **

Dalam Kisah Andreas ini juga tidak dituliskan tentang peristiwa penyaliban, namun sangat ditekankan tentang kuasa salib yang menjadi berarti dengan penyaliban Yesus. Tulisan ini berasal dari sekitar tahun 150-200 AC.

Sumber:

The Anchor Bible Dictionary. Jean-Marc Prieur, volume 1, page 246:

…but the Acts had to have originated earlier, between 150 and 200, closer to 150 than to 200...

Terjemahan:

…Namun Kisah ini pasti berasal lebih awal, antara 150 dan 200 AC, lebih dekat ke 150 daripada 200 AC.

Terjemahan berikut dikutip dari:

The Apocryphal New Testament. M.R. James-Translation and Notes - Oxford: Clarendon Press, 1924

O cross, device (contrivance) of the salvation of The Most High. O cross, trophy of the victory [of Christ] over the enemies! O cross, planted upon the earth and having thy fruit in the heavens! O name of the cross, filled with all things (lit. a thing filled with all).

Terjemahan:

Salib, sarana penyelamatan dari Yang Maha Tinggi. Salib, mahkota kemenangan Kristus terhadap musuh-musuh-Nya. Salib, ditanam di bumi dan berbuah di surga. nama salib, dipenuhi segala sesuatu.

** Act of John (Kisah Yohanes **

Buku ini diperkirakan pertama kali muncul di di Efesus sekitar tahun 150-200 AC. Kemungkinan ditulis oleh Leucius yang dilaporkan adalah seorang teman perjalanan rasul Yohanes. Karena sifatnya sebagai kisah Yohanes, maka tidak ada laporan tentang penyaliban, namun jelas ada indikasi kisah penyaliban tersebut.

Sumber:

The Apocryphal New Testament. M.R. James-Translation and Notes - Oxford: Clarendon Press, 1924

101. Perceive thou therefore in me the praising (al. slaying al. rest) of the (or a) Word (Logos), the piercing of the Word, the blood of the Word, the wound of the Word, the hanging up of the Word, the suffering of the Word, the nailing (fixing) of the Word, the death of the Word. And so speak I, separating off the manhood. Perceive thou therefore in the first place of the Word; then shalt thou perceive the Lord, and in the third place the man, and what he hath suffered.

Terjemahan:

101. Maka pahamilah engkau dalam diriku memuji sang Firman, penusukan sang Firman, Darah sang Firman, luka sang Firman, penyaliban sang Firman, penderitaan sang Firman, pemakuan sang Firman kematian sang Firman…

** Apocalypse of Peter (Wahyu Petrus) **

Asal dari Wahyu Petrus tidak diketahui. Salinan kuno dalam bahasa Yunani dan Ethiopia terlihat banyak berbeda. Diperkirakan oleh H. Weinel ditulis sekitar 135 AC. (C. Detlef G. Müller, New Testament Apocrypha, vol. 2, halaman 622).

Karena sifatnya sebagai tulisan Wahyu, maka memang tidak ada kisah penyaliban. Namun ada referensi tentang keutamaan salib yang jelas menjadi berarti dengan penyaliban Yesus.

Sumber:

The Apocryphal New Testament. M.R. James-Translation and Notes - Oxford: Clarendon Press, 1924

And our Lord answered us, saying: …For the coming of the Son of God shall not be plain (ie. foreseen); but as the lightning that shineth from the east unto the west, so will I come upon the clouds of heaven with a great host in my majesty; with my cross going before my face will I come in my majesty, shining sevenfold more than the sun will I come in my majesty with all my saints, mine angels (mine holy angels).

Terjemahan:

Dan Tuhan kami menjawab,berkata,“…Karena kedatangan Anak Allah tidak akan terlihat, tetapi akan seperti kilat yang bersinar dari timur hingga ke barat, maka Aku akan datang dalam awan surgawi dengan diiringi keagungan-Ku, dengan salib berada didepan wajah-Ku. Aku akan datang dengan penuh keagungan, bersinar tujuh kali dari matahari Aku akan datang dengan keagungan-Ku dengan seluruh orang-orang suci, malaikat-malaikat.

Ternyata kitab-kitab Apokripa justru mendukung pendapat bahwa Yesus disalibkan. Setelah semua sumber-sumber diatas yaitu Injil Kanonik, sejarawan sekuler dan kitab Apokripa semuanya menyatakan Yesus dsalibkan, tidak ada keraguan didalamnya.

**) Kebangkitan Yesus Kristus

Beberapa bukti historis yang penting mengenai Yesus antara lain:

  1. Tacitus dari abad pertama, seorang sejarahwan Roma yang dianggap akurat, mencatat tentang “orang-orang Kristen” (berasal dari kata Christus yang adalah kata bahasa Latin untuk Kristus) yang tahayul, yang menderita di bawah Pontius Pilatus pada zaman pemerintahan Tiberius. Suetonius, sekretaris utama dari Kaisar Hadrian, menulis bahwa ada seseorang yang bernama Chrestus (atau Kristus) yang hidup pada abad pertama (Annals 15.44).

  2. Flavious Yosephus adalah sejarahwan Yahudi yang paling terkenal. Dalam Antiquities dia menunjuk pada Yakobus, “saudara Yesus yang disebut Kristus”. Ada sebuah bagian yang kontroversial (18:3) yang mengatakan, “Pada waktu itu Yesus, seorang yang bijak, kalau secara hukum Dia bisa disebut manusia. Dia adalah seorang yang melakukan hal-hal yang luar biasa …. Dia adalah [Sang] Kristus .... Dia menampakkan diri kepada mereka, hidup kembali pada hari ketiga, sebagaimana telah dinubuatkan oleh para nabi, yang juga berbicara mengenai puluhan ribu hal-hal yang luar biasa mengenai Dia.” Salah satu versi mengatakan, “Pada waktu itu ada seorang bijak bernama Yesus. Dia hidup dengan baik dan dikenal sebagai orang yang berbudi luhur. Dan banyak orang-orang Yahudi dan dari bangsa-bangsa lain yang menjadi murid-Nya. Pilatus menyalibkan Dia dan menghukum mati Dia. Namun murid-murid-Nya tidak meninggalkan Dia. Mereka mengatakan bahwa Dia memperlihatkan diri kepada mereka tiga hari setelah penyaliban-Nya, dan bahwa Dia hidup; karena itu mungkin Dia adalah Mesias yang diberitakan oleh para nabi” (Extant Writings, 18).

  3. Yulius Afrikanus mengutip sejarahwan Thalus dalam diskusi mengenai kegelapan yang terjadi pada saat penyaliban Yesus Plinius Muda, dalam Letters 10:96, mencatat tentang kebiasaan ibadah dari orang-orang Kristen mula-mula termasuk fakta bahwa orang-orang Kristen menyembah Yesus sebagai Tuhan dan bersikap sangat sopan santun, dan juga merujuk pada Perjamuan Kasih dan Perjamuan Kudus.

  4. Talmud Babilon (Sanhedrin 43a) mengkonfirmasikan penyaliban Yesus menjelang hari Paskah, dan tuduhan bahwa Kristus mempraktekkan sihir dan mendorong orang-orang Yahudi untuk murtad.

  5. Lucian dari Samosata adalah seorang penulis Yunani dari abad kedua yang mengakui bahwa Yesus disembah oleh orang-orang Kristen, Dia memperkenalkan ajaran-ajaran yang baru dan disalibkan bagi orang-orang Yahudi. Dia mengatakan bahwa pengajaran Yesus mencakup persaudaraan dari orang-orang percaya, pentingnya pertobatan dan pentingnya menyangkali allah-allah lain. Orang-orang Kristen hidup menurut peraturan-peraturan Yesus, percaya bahwa mereka tidak akan mati dan tidak takut mati, penyerahan diri dan penolakan terhadap hal-hal yang bersifat materi.

  6. Mara Bar-Serapion mengkonfirmasikan bahwa Yesus dianggap bijak dan berbudi luhur dan dipandang sebagai raja Israel oleh banyak orang, dihukum mati oleh orang-orang Yahudi, dan hidup terus dalam pengajaran murid-murid-Nya.

Bahkan kita hampir bisa merekonstruksikan Injil hanya dari sumber-sumber non-Kristen di abad mula-mula: Yesus disebut Kristus (Yosephus), melakukan perbuatan magis, menuntun Israel kepada pengajaran baru, dan digantung pada hari Paskah bagi mereka (Talmud Babilon) di Yudea (Tacitus), tapi diakui sebagai Tuhan dan akan datang kembali (Eliezar), hal ini dipercaya oleh murid-murid-Nya dan mereka menyembah Dia sebagai Tuhan (Plinius Muda).

**) Bukti Arkeologis Kebangkitan Yesus Kristus

Para arkeolog telah menemukan dukungan kuat untuk banyak detail dari kehidupan Yesus.
Beberapa contohnya adalah:

** Bukti Tidak Langsung Akan Kebangkitan **

Bukti bahwa orang-orang pada masa Yesus mempercayai kebangkitan terdapat pada peti-peti tulang (ossuary - wadah serupa jambangan untuk tulang-belulang) yang ditemukan dalam sebuah kuburan terkunci di luar Yerusalem pada tahun 1945. Koin-koin yang dicetak sekitar tahun 50 AC, ditemukan dalam peti-peti itu, menunjukkan bahwa penguburan tersebut dilakukan dalam kira-kira 20 tahun setelah penyaliban Yesus.

Tanda-tanda pada peti-peti mati tersebut mudah dibaca dan mencakup kata-kata (dalam bahasa Yunani): "Yesus, tolong" dan "Yesus, bangkitkanlah dia." Pada peti-peti mati itu juga terdapat beberapa salib, ditandai dengan jelas dengan menggunakan arang. Ini membuktikan bahwa orang-orang Kristen mula-mula percaya pada kemampuan Yesus untuk menang atas kematian. Ini juga terkait dengan pemikiran tentang kemenangan atas kematian di salib.

Sebelum kebangkitan, "perampokan kuburan" tidak dianggap sebagai pelanggaran serius. Kebangkitan mengubah hal tersebut. Suatu inkripsi yang ditemukan di sebuah kuburan di Nazaret memperingatkan bahwa siapapun yang kedapatan mencuri dari kuburan akan menerima hukuman mati. Para sarjana percaya bahwa inkripsi itu ditulis seawal-awalnya pada pemerintahan Tiberius (berakhir tahun 37 AC) atau selambat-lambatnya pada pemerintahan Claudius (41-45 AC). Yang manapun kasusnya, itu pasti sesaat sesudah penyaliban. Secara wajar, Nazaret yang adalah kampung halaman Yesus pasti "menarik" bagi para pejabat.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka kesimpulan yang dapat diambil antara lain:

  1. Orang Kristen mula-mula mengakui bahwa mereka telah melihat Yesus hidup kembali dari kematian-Nya, berbicara dengan Dia, dan menghabiskan sejumlah waktu bersama-Nya. Mereka menyatakan bahwa lebih dari 500 orang telah melihat Yesus. Kebanyakan dari mereka yang menyatakan dirinya sempat melihat Yesus dalam keadaaan hidup setelah kematian-Nya adalah orang-orang yang tinggal di kota Yerusalem atau di daerah-daerah kawasan sekitarnya.

  2. Kuburan di mana Yesus telah dimakamkan hanya terletak kurang lebih setengah jam perjalanan kaki dari pusat kota Yerusalem pada abad pertama itu. Dengan demikian setiap orang di kota Yerusalem dapat dengan mudah untuk berjalan kaki pergi menengok kuburan itu setiap saat mereka menghendakinya. Pada masa Yesus hidup, jumlah orang yang percaya kepada-Nya masih sangat sedikit, tetapi setelah terdapat penemuan sejumlah besar kuburan orang Kristen dari abad pertama, maka terdapat bukti-bukti bahwa dalam waktu singkat setelah kematian dan kebangkitan Yesus, sudah terdapat pertumbuhan jumlah orang Kristen yang pesat di Yerusalem.

  3. Setiap argumen yang dikemukakan oleh para pemimpin Yahudi terhadap umat Kristen selalu berkisar pada soal mengapa kuburan itu kosong. Mereka mengemukakan bahwa benar kuburan itu memang kosong. Mereka mengakuinya, namun mereka tidak pernah berusaha untuk menghentikan keyakinan orang Kristen akan kebangkitan Kristus dengan cara memperlihatkan mayat Yesus kepada mereka. Kalau saja mereka dapat menemukan mayat Yesus dalam kuburan itu, maka ini akan menjadi alasan yang kuat bagi mereka untuk bertindak. Sayang, mereka tidak berhasil. Memang mereka tidak akan pernah berhasil.

  4. Para pengikut Yesus yang telah menulis kitab-kitab Perjanjian Baru, semuanya menderita penganiayaan yang berat. Petrus, Paulus, dan sejumlah rasul lainnya, menjalani penganiayaan yang sangat mengerikan sebelum dibunuh. Walaupun demikian, tidak ada seorang pun di antara mereka yang pernah mengubah pendiriannya untuk menyangkal kesaksian mereka. tidak ada seorang manusia pun di dunia ini yang rela menjalani penyiksaan yang tidak terbayangkan sengsaranya hingga mati hanya untuk mempertahankan sesuatu yang dianggap kebohongan. Kenyataannya bahwa mereka tidak pernah mau mengubah apa yang mereka yakini benar, membawa kita pada kesimpulan bahwa sesungguhnya mereka telah menyatakan sesuatu yang mengandung kebenaran.

  5. Pada abad pertama, kaum wanita di wilayah Palestina, tidak diperkenankan memberikan kesaksian di depan sidang pengadilan. Sikap umum kaum pria pada waktu itu terhadap kaum wanita adalah bahwa kaum wanita tidak dapat dipercaya. Namun semua cerita tentang apa yang terjadi pada hari pertama Paskah dalam kitab-kitab Injil, yang ditulis semuanya oleh kaum pria, sepakat bahwa para saksi yang pertama menyaksikan kebangkitan Yesus adalah kaum wanita. Jika para rasul yang menulis Perjanjian Baru itu hanya sekedar menciptakan cerita rekaan, maka tidak mungkin akan mereka memasukkan nama-nama wanita yang terlibat dalam peristiwa kebangkitan Yesus sebagai saksi. Hal itu tidak mungkin.

** Kubur Yang Kosong **

Beberapa versi cerita tentang kuburan kosong disebarkan oleh orang-orang yang tidak mau percaya pada Yesus.

Beberapa di antaranya adalah:

  1. Cerita yang disebar luaskan oleh para pemimpin agama Yahudi untuk menjelaskan kubur yang kosong adalah bahwa mayat Yesus telah dicuri oleh murid-murid-Nya pada waktu malam, namun cerita tipuan ini tidak dapat meyakinkan orang. Setiap orang tahu betul betapa ketatnya penjagaan yang dilakukan oleh para tentara pengawal Romawi, sehingga cerita itu sulit dipercaya. Jumlah yang lazim pada pasukan jaga Romawi adalah empat orang dalam satu unitnya. Salah seorang di antara mereka akan siap siaga berjaga-jaga penuh sementara yang lainnya duduk santai di sekelilingnya, sehingga sungguh tidaklah mungkin bagi si serdadu jaga untuk membaringkan diri dan jatuh tertidur.

  2. Menurut seorang ahli sejarah Romawi, Polybus (Buku VI, 37-8), jika sekiranya ada seorang serdadu jaga yang jatuh tertidur waktu giliran tugasnya, maka berakhirlah nyawanya. Bahkan keempat orang serdadu jaga itu akan langsung dihukum dengan hukuman mati.

  3. Serdadu Romawi selalu membawa sebuah tombak, berbentuk sebatang besi yang pada ujungnya terdapat mata tombak yang runcing. Dengan tangkas ia dapat menikam musuh dengan tombak itu, atau ia dapat melemparkannya kepada musuh dari jarak jauh. Begitu ia tidak lagi memegang tombak, maka tangan kanannya akan dengan sangat cepat mencabut pedang dari sarungnya. Dalam pertempuran jarak dekat, senjata terakhir yang dia cabut dari sisi pinggangnya sebelah kiri adalah sangkur. Para pengawal itu akan bekerja sama dalam suatu pertarungan melawan musuh, mereka bertempur bagaikan satu kesatuan. Dengan menyandarkan punggung mereka pada tembok dan saling melindungi secara berdampingan satu dengan yang lainnya, mereka bahkan mampu membendung suatu kekuatan musuh yang besar jumlahnya.

  4. Sangat tidak mungkin para murid Yesus dapat mengalahkan serdadu-serdadu Romawi dan mengambil mayat Yesus, karena mereka sedang dalam ketakutan. Sejak Yesus ditangkap di Taman Getsemani, hampir mereka semua lari tunggang langgang meninggalkan Yesus kecuali Petrus yang berani mengikuti dari jauh tetapi kemudian juga menyangkal Yesus dalam ketakutannya.

  5. Alasan lain yang paling kuat ialah pada waktu Yesus menampakan diri kepada mereka, mereka semua sedang bersembunyi dalam ruangan tertutup karena ketakutan (Yohanes 20:19). Bagaimana mungkin para murid yang ketakutan ini bertekad pergi mengalahkan para serdadu Romawi dan mengambil mayat Yesus. Jika fakta menunjukkan bahwa para serdadu Romawi itu telah kehilangan satu nyawanya saja pada hari itu, maka para pastilah para murid Yesus akan dikejar tanpa ampun dan dibunuh bagaikan anjing kampung. Akan tetapi, kenyataan menunjukkan bahwa mereka tidak diapa-apakan, bahkan dibiarkan memberitakan Injil secara terbuka, tanpa melancarkan tuduhan apapun terhadap mereka, bahkan berlangsung bertahun-tahun lamanya setelah peristiwa itu. Nampaknya mereka tidak bodoh untuk menyerang begitu saja kepada para serdadu jaga Romawi.

  6. Suatu dugaan lain yang banyak disebarkan orang ialah bahwa Yesus tidak pernah mati di kayu salib. Ia hanya sekedar pingsan, kemudian waktu berada di dalam kubur-Nya, Ia berhasil hidup kembali setelah siuman, menggulingkan batu penutup pintu kubur, melangkah ke luar lalu kabur. Dugaan semacam ini tidaklah masuk akal, oleh karena orang haruslah memahami, betapa kejamnya aniaya serta perlakuan ganas yang telah menimpa Yesus, sehingga seluruh tubuh-Nya ambruk binasa karenanya.

Marilah kita melihat beberapa faktanya:

Yesus dicambuk dengan cemeti Romawi

Cemeti yang dipakai itu adalah cambuk Romawi, terbuat dari rantai besi, dengan tiga utas ekornya yang memanjang diikat dengan tulang atau logam yang ujungnya tajam. Benda tajam itu akan tertancap masuk ke dalam daging dan otot, bahkan sampai daging dan otot terbuka menganga dan tulang korban pun kelihatan. Ekor-ekor cemeti yang panjang itu mendera punggung-Nya, kemudian diayunkan berputar sehingga membuat luka yang menganga di dada-Nya. Mereka dera lagi paha sampai ke kaki-Nya, menimbulkan luka-luka yang menganga.

Hukuman cambuk bagi umat Yahudi hanya dibatasi sampai tiga puluh sembilan pukulan, akan tetapi yang mencambuk Yesus adalah serdadu-serdadu Romawi yang tidak mengenal batas. Penderitaan dan sengsara-Nya jauh lebih parah. Pada saat pelaksanaan dera dengan cemeti itu berakhir, Yesus pasti telah kehilangan banyak darah.

Mahkota duri telah dipasangkan di kepala-Nya

Menurut analisis seorang dokter, 'Adegan pemasangan mahkota duri itu dimaksudkan agar menimbulkan sentakan-sentakan syaraf yang nyeri, dengan demikian sang korban dapat berada dalam keadaan yang sangat resah dan gawat sebelum menjalani penggantungan di kayu salib itu’ (skeptics, 120).

Para serdadu juga menghujamkan pukulan kepada-Nya

Wajah-Nya dapat saja babak belur atau terluka pecah, mungkin pula sejumlah gigi-Nya rontok. Kemudian Dia diperintahkan untuk memikul kayu salib yang berat itu, seberat kurang lebih empat puluh lima kilogram, sampai mencapai puncak tempat tiang salib penggantungan itu.

Setibanya di Golgota, mereka mengoyakkan pakaian-Nya, mencabut mahkota duri itu dari kepala-Nya, sementara darah mengucur dari punggung-Nya membasahi balok kayu salib, yang mereka lintangkan untuk memaku kedua belah tangan dan kaki-Nya.

Paku tajam yang bentuk batangnya bersegi empat dengan panjang tujuh inci, ditancapkan melalui kedua belah kaki-Nya yang dirapatkan secara berdampingan sehingga tidak dapat berkutik sedikit pun. Seseorang yang dipaku pada kayu salib dengan cara demikian tidaklah mungkin dapat bernafas, kalau dirinya tidak berupaya untuk mengangkat tubuhnya pada setiap kali ia menarik nafas. Setiap kali ia berusaha untuk mengangkat tubuhnya, ia akan merintih kesakitan. Luka-lukanya sangat nyeri, pada bagian-bagian tubuh tertentu mengalami kematian bertahap. Akhirnya, setelah mengalami satu hari penderitaan yang terasa bagai 1000 tahun lamanya, orang itu akan mati lemas tiada berdaya, karena ia tidak mampu lagi mengangkat badannya untuk menarik nafas. Kematian merupakan suatu proses yang berjalan lamban tapi pasti dan sangat menyengsarakan. tidak pernah ada seorang manusia pun dapat bertahan hidup di tiang gantungan (kayu salib). Menyebutkan perkataan kayu salib saja bangsa Romawi sangat takut.

Para serdadu Romawi itu ingin beroleh kepastian apakah Yesus benar sudah mati atau belum, dengan cara menikam lambung-Nya dengan tombak.

Mata tombak itu cukup tajam dan ukurannya sebesar tinju manusia. Kemudian, (Markus 15:44-45) tatkala kepala pasukan yang bertugas di sana ditanyai apakah Yesus sudah mati, penghulu laskar itu pun membenarkannya. Yohanes sedang menyaksikan adegan ketika para serdadu itu menikam sisi lambung Yesus dengan tombak (Yohanes 19:34- 35). Ia melaporkan,"... maka segera mengalir keluar darah dan air". Rasul Yohanes sangat terkesima melihat hal ini dan nampaknya dia seolah menyaksikan sebuah tanda ajaib. Padahal, apa yang ia saksikan sebenarnya adalah:

"Segumpal darah merah pekat yang mengalir keluar, yang sama sekali terpisah jelas dari air tubuh yang menyertainya bersamaan. Ini membuktikan telah terjadi pembekuan darah di dalam urat nadi utama, dan ini menjadi bukti gamblang tentang terjadinya kematian ditilik dari sudut pandang ilmu kedokteran. Hal ini sangat berkesan bagi seorang penulis Injil karena ia sama sekali tidak menyadari betapa pentingnya arti gejala ini bagi seorang dokter ahli patologi. "Darah dan air" yang mengalir keluar lewat lubang tusukan tombak itu merupakan bukti yang positif bahwa Yesus sudah mati (Green, Euidence, 225).

Akhirnya, sebelum dimakamkan dalam kubur, jenazah itu dibungkus dengan cara melilitkan kain kafan di sekujur tubuhnya, terbebat erat dengan hamparan sejumlah rempah-rempah yang baunya harumnya serba tajam menusuk hidung.

Minyak rempah-rempah yang bertugas bagaikan bahan cair perekat ini mengubah bungkusan kain kafan itu menjadi semacam peti mayat yang ketat membeku, yang tidak mungkin memberi ruang bagi mayat itu untuk dapat bergerak lagi berat bungkusan kain kafan ini yang sekaligus berfungsi sebagai peti mayat baginya adalah sekitar tujuh puluh lima pon (Yohanes 19:39).

Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati (tiga puluh kilogram / a hundred [Roman] pounds) beratnya. (Yohanes 19:39 – LAI TB)

**) Teori Seputar Penolakan Yesus Mati Disalibkan

** Teori Kuburan Yang Keliru **

Lalu ada pula orang yang mengemukakan teori bahwa kuburan Yesus keliru. Mereka menyatakan bahwa mereka hanya menyangka bahwa kuburan itu kosong, oleh karena mereka salah masuk ke dalam kuburan orang lain, akan tetapi rasul Yohanes menyatakan, dalam Yohanes 20:3-9, sebagai satu kesaksian yang tidak mungkin salah bahwa mereka benar melihat bungkusan kain kafan yang sudah kosong itu.

Lembaran kain kafan yang masih kaku oleh hamburan rempah-rempah minyak harum mengikat ketat kain kafan itu menjadi satu, masih mereka temukan di sana, termasuk juga lingkaran kain kafan pembungkus kepala-Nya, akan tetapi ada sebuah ruang lowong di antaranya, di mana leher Yesus pernah berada.

Seolah-olah nampaknya bungkusan kain kafan itu tidak pernah tersentuh tangan siapapun sama sekali, melainkan kosong tanpa berisi mayat, seakan-akan Yesus telah berhasil keluar dari dalam kepompong bungkusan mayat itu tatkala Ia bangkit dari kematian-Nya. Yohanes berkata, sambil mengacu kepada dirinya sendiri, bahwa "Ia melihat semuanya itu dan percaya" (Yohanes 20:8). Saya tidak yakin bahwa ada kuburan lain di sekitar itu, yang mengandung seperangkat lengkap kain kafan mayat yang masih segar di dalamnya.

** Teori Halusinasi Yang Dialami Murid Yesus **

Ada lagi beberapa ahli kritik yang mengatakan bahwa para pengikut Yesus sedang dihinggapi penyakit halusinasi, melihat bayangan-bayangan hanya di dalam angan-angan mereka saja. Menurut penuturan keempat kitab Injil itu, para murid Yesus justru sangat terkejut, seperti halnya juga anda dan saya, ketika tiba-tiba mereka melihat Dia berdiri tegak di hadapan mata mereka secara nyata, sehingga mereka pun tidak percaya bahwa itulah Yesus yang sebenarnya.

Pada saat Dia sudah duduk bersama dengan mereka di satu meja dan makan bersama dengan mereka, barulah mereka percaya. Dia telah menampakan diri kepada sejumlah orang dalam satu ruangan yang sama pada waktu yang sama. Ia berjalan bersama mereka, menghabiskan waktu-Nya bersama mereka bahkan memberikan pelajaran kepada mereka selama empat puluh hari lamanya. Suatu ilusi atau khayalan tidaklah mungkin dapat melakukan hal-hal nyata semacam ini (Kisah Para Rasul 13:31).

** Teori Subtitusi **

Menurut pandangan umat Islam, Tuhan telah membuat Yudas atau Simon memiliki wajah mirip Yesus, sehingga salah satu dari mereka yang sebenarnya telah menjalani kematian di kayu salib.
Berikut tafsirannya:

Ibnu Katsir menerangkan hal itu dalam ayat "... padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka … ", sebagai berikut:

Orang-orang Yahudi berusaha keras ingin membunuh Isa dengan mempengaruhi raja pada masa itu. Kemudian sang raja mengirim prajurit untuk menangkap Isa. Ketika nabi Isa merasa ia akan diculik, bertanyalah ia kepada pengikutnya, "Barang siapa yang bersedia diserupakan wajahnya mirip denganku, nanti ia menjadi teman akrabku di surga." Maka majulah seorang anak muda menyatakan diri bersedia. Nabi Isa. berkata "Engkaulah orangnya." Kemudian Allah menyerupakan wajah pemuda itu dengan wajah nabi Isa hingga terlihat persis dengan nabi Isa, lalu nabi Isa diangkat ke langit. Setelah nabi Isa diangkat ke langit, datanglah rombongan yang mau mencari nabi Isa. Dan ketika mereka melihat anak muda tadi, mereka mengiranya nabi Isa, terus mereka bawa dan mereka salib.

Tafsir Ibnu Katsir, surat an-Nisa' (1/493)

Kemudian Ibnu Katsir menerangkan riwayat itu dari Ibnu Abbas, dari Ibnu Abu Hatim, kemudian ia sebutkan dari Wahab bin Munabbih dari Ibnu Jarir, bahwa yang diserupakan itu adalah Simon, salah satu anggota Hawariyyun.

Orang Yahudi berhasil menangkapnya, lalu mereka berkata, "Dia ini salah seorang sahabat Isa", tapi Simon melawan, kemudian kelompok lain menangkapnya kembali, dan ia tetap melawan, kemudian Simon menawarkan sesuatu kepada orang yang menangkapnya, "Apa imbalan yang kalian berikan kepadaku jika aku menunjukkan tempat persembunyian Isa?

Lalu mereka memberinya 30 Dirham dan Simon menunjukkan tempat Isa setelah menerima uang itu. Sebelumnya wajah Simon sudah diserupakan dengan nabi Isa, lalu mereka mengikatnya pakai tali, menyeretnya dan mereka meludahi serta memakaikan mahkota dari duri di kepalanya, sampai akhirnya mereka menyiapkan kayu tempat penyaliban.

Maka Allah mengangkat Isa dan mereka menyalib orang yang diserupakan. Kemudian ada keterangan dari sebagian Nasrani yang mengatakan bahwa yang disalib itu Yudas, dan dialah orang yang diserupakan dengan nabi Isa yang disalib. Ketika itu ia mengatakan, "Aku bukan yang kalian maksud. Aku yang menunjukkan Isa kepada kalian.

Wallahu'alam mana di antara dua riwayat itu yang benar.

Dalam buku Muhadharat fi an-Nashraniyah karya Muhammad Abu Zahrah, halaman 24 tentang penyerupaan Isa, ditulis sebagai berikut:

Sebagian atsar menyebutkan, sesungguhnya Allah menjadikan kemiripan kepada Yudas, yaitu Yudas Eskariyot yang juga dikisahkan Injil, bahwa dialah yang berkhianat dari nabi Isa, sehingga mau menunjukkan prajurit yang hendak melakukan penangkapan, ketika itu prajurit-prajurit ini tidak mengenal Isa.

Jadilah salah seorang murid pilihan nabi Isa jatuh dalam sangkaan mereka. Kisah ini sama persis dengan yang diceritakan dalam Injil Bamabas.

Dalam Injil Barnabas dituliskan begini:

Ketika prajurit-prajurit sudah menangkap Yudas di lokasi yang berdekatan dengan tempat kediaman Isa Al Masih, tiba-tiba Isa mendengar keramaian dari jarak dekat, maka karena itu Isa masuk ke dalam rumah karena ketakutan, waktu itu sebelas orang muridnya dalam keadaan tidur.

Maka, Allah menyaksikan marabahaya yang mengancam hambanya, Ia memerintahkan Jibril, Mikhail, Rufail, dan Idril sebagai perwakilan-Nya untuk membawa pergi Isa dari bumi.

Datanglah para malaikat suci itu dan langsung membawa Isa lewat jendela rumah sebelah selatan (belakang).

Malaikat-malaikat suci ini membawanya sampai ke langit ke tiga dan di sana nabi Isa ditemani oleh malaikat-malaikat yang senantiasa bertasbih selama-lamanya (hingga hari kiamat).

Lalu, dengan sangat tergesa-gesa Yudas masuk ke ruangan tempat nabi Isa yang naik dibawa malaikat.Sementara murid-murid yang lain dalam keadaan tidur. Maka Allah membuat sebuah keajaiban, berubahlah suara dan muka Yudas persis dengan nabi Isa, hingga terlihat seratus ­persen nabi Isa.

Yudas, setelah membangunkan murid-murid yang sedang tidur, kemudian bertanya di mana sang Guru (nabi isa), oleh sebab itu murid-murid heran, dan menjawab: Engkaulah Guru kami, apakah kini engkau sudah lupa pada kami?

Hal ini merupakan satu dusta besar bagi Yesus, sebab jika demikian halnya, mana mungkin Yesus meyakinkan murid-murid-Nya bahwa yang mati di salib adalah diri-Nya dan yang telah bangkit dari kematian itu adalah Dia juga. (Padahal agama Islam sendiri pun mengakui bahwa Yesus atau Isa Almasih adalah seorang Nabi).

Jika Yudas atau Simon yang mati di salib dan Yesus langsung diangkat oleh Allah Bapa yang Maha Kuasa ke surga.

Maka dalam hal ini yang menjadi pertanyaan, siapakah yang muncul di tengah-tengah para murid Yesus dan mengajar mereka sesudah peristiwa itu?

Apakah Yudas atau Simon?

Selain itu, jika benar-benar salah satu dari keduanya, maka seluruh nubuatan dalam kitab Taurat, Zabur dan nabi-nabi adalah kebohongan belaka dan Tuhan yang memberi nubuatan itu juga membohongi para nabi-Nya.

Tentu saja Tuhan dan para nabi tidak berbohong, kalau begitu siapa yang berbohong?

Maka hanya ada satu pilihan terakhir yang terbuka kemungkinannya, yaitu Yesuslah yang benar-benar telah mati disalib dan bangkit dari kematianNya, sebagaimana halnya ditulis dan disaksikan oleh para muridNya menurut Perjanjian Baru, atau keempat kitab Injil: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

** Kesimpulan **

Manusia biasa memang tidak dapat bangkit dari kematiannya, akan tetapi bagaimana pula jika sekiranya manusia itu benar-benar adalah inkarnasi Tuhan, seperti yang dinyatakan oleh Yesus tentang diri-Nya?

Menurut kitab Injil, Yesus telah menjadi serupa dengan manusia untuk satu maksud dan tujuan, yakni mati sebagai kurban yang sempurna bagi penebusan dosa-dosa kita. Dosa-dosa kita telah memisahkan kita dari Tuhan. Kita tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mengangkat diri kita sendiri sehingga dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga, betapapun baiknya perbuatan kita. tidak ada seorang manusia pun mampu melakukan hal itu. Itulah sebabnya maka Tuhan sendirilah yang membayar lunas tebusan segala dosa kita. Tuhan telah melakukan hal itu oleh karena Ia mengasihi setiap orang di antara kita.

Sementara Islam, dilain pihak menyatakan bahwa Yesus tidak disalibkan, yang berarti tidak bangkit dari antara orang mati dan tidak ada kuasa penebusan dosa. Menurut Al-Qur’an, Yesus diselamatkan dengan cara ajaib yang hingga kini tidak jelas dan kemudian diangkat ke surga. Namun Al-Qur’an sama sekali tidak menjelaskan tentang proses penyaliban dilakukan dan bagaimana pengangkatan Yesus ke surga.

Saya tidak akan membahas lebih jauh dari sisi Quran karena Saya menghargai pendapat-pendapat dan keyakinan mereka, selain itu biarlah mereka menemukan sendiri kebenaran tentang ini didalam Al Quran dan Hadis beserta tafsirannya dan dibandingkan dengan kebenaran didalam Injil.

Dan pada akhirnya, ahli dan bukti-bukti sejarah serta kitab-kitab Apokripa akan membuktikan apa yang sesungguhnya terjadi.

Selanjutnya, sangat menarik untuk melihat catatan sejarah bahwa ternyata pengajaran Kristus tidak disalibkan dan teori penggantian ini sudah ada dalam khasanah bidat-bidat Kristen.

Berikut ini beberapa penjelasannya.

** Docetisme **

Sumber:

Encyclopedia Britannica, edisi 2003

Docetisme (from Greek: dokein, ‘to seem’), Christian heresy and one of the earliest Christian sectarian doctrines, affirming that Christ did not have a real or natural body during his life on earth but only an apparent or phantom one…. More thorough going Docetist asserted that Christ was born without any participation of matter and that all the acts and sufferings of his life, including the Crucifixion, were mere appearances. They consequently denied Christ's Resurrection and Ascension into heaven.

Terjemahan:

Berasal dari bahasa Yunani dokein, “menyerupai”, bidat Kristen dan salah satu doktrin sectarian yang paling awal, menyatakan bahwa Yessu tidak memiliki tubuh jasmani selama di dunia melainkan Cuma penampakan saja… Lebih dari itu, Doketisme menyatakan bahwa Kristus dilahirkan tanpa bantuan hal duniawi apapun dan perbuatan dan penderitaannya termasuk penyaliban-Nya hanyalah penampakan belaka. Mereka menolak kebangkitan dan kenaikan Kristus ke surga.

Penolakan Doketisme terhadap penyaliban adalah karena menurut mereka Yesus tidak memiliki tubuh jasmani sehingga tentu saja tidak dapat disalibkan. Dan ini jelas bertentangan dengan Al Qur’an yang menyatakan Yesus adalah manusia biasa.

** Basilides **

Basilides adalah seorang pakar Gnostik yang mengajar di Alexandria selama masa pemerintahan kaisar Hadrian (117-138 AC). Tidak ada salinan Injil Basilides yang dapat ditemukan saat ini. Buku Injil Basilides ini disebutkan oleh tokoh-tokoh Kristen awal Origen (185-254 AC), Jerome (347-419/420 AC). Selain Injil Basilides, dia juga mengarang buku Exegetica, sekitar tahun 130an.

Beberapa bapa gereja mengutip dari bukunya diantaranya adalah Irenaeus. Tentang penyaliban Yesus, Irenaeus dalam bukunya Against Heresies dengan mengutip Basilides.

Sumber:

Against Heresies - Irenaeus, Book I, Chapter 24,4.

Those angels who occupy the lowest heaven, that, namely, which is visible to us, formed all the things which are in the world,…The chief of them is he who is thought to be the God of the Jews; and inasmuch as he desired to render the other nations subject to his own people, that is, the Jews, all the other princes resisted and opposed him…But the father without birth and without name, perceiving that they would be destroyed, sent his own first-begotten Nous (he it is who is called Christ)… He appeared, then, on earth as a man.

Wherefore he did not himself suffer death, but Simon, a certain man of Cyrene, being compelled, bore the cross in his stead; so that this latter being transfigured by him, that he might be thought to be Jesus, was crucified, through ignorance and error, while Jesus himself received the form of Simon, and, standing by, laughed at them. For since he was an incorporeal power, and the Nous (mind) of the unborn father, he transfigured himself as he pleased, and thus ascended to him who had sent him, deriding them, inasmuch as he could not be laid hold of, and was invisible to all…

Terjemahan:

Malaikat-malaikat yang mendiami surga paling rendah, yang bisa kita lihat, membentuk segala sesuatu didunia…Sang pemimpin adalah Dia yang dianggap sebagai Tuhannya orang Yahudi yang berkeinginan agar semua bangsa akan menjadi bagian dari bangsa Yahudi, semua pangeran lainnya menentang-Nya…Namun Sang Bapa yang tidak dilahirkan dan tidak memiliki nama, merasa bahwa mereka harus dimusnahkan, mengutus Nous (Kristus) pertama yang diperanakkan…Dia kemudian tampak, sebagai seorang laki-laki didunia …

Itulah sebabnya mengapa dia tidak mengalami kematian, namun Simon, seorang dari Kirene, yang dipaksa memanggul salib, maka Simon inilah yang diserupakan dengan Yesus sehingga dia disangka sebagai Yesus yang disalibkan melalui ketidaktahuan dan kesalahan, sementara Yesus sendiri menjadi serupa seperti Simon dan berdiri, menertawakan mereka. Karena Dia (Yesus) tidak berbadan jasmani melainkan Nous (fikiran) dari Sang Bapa yang tidak dilahirkan, Dia merubah diri-Nya sekehendak hati-Nya, dan kemudian naik kepada Dia yang telah mengutus-Nya, mencemooh mereka, sebab Dia tidak dapat dipegang dan tidak dapat dilihat siapapun……

Jadi sama seperti Doketisme, Basilides menolak tubuh jasmani Yesus sehingga tidak dapat disalibkan. Bahkan lebih parah lagi, Basilides membagi-bagi Tuhan menjadi beberapa tingkatan dimana Sang Bapa adalah Tuhan tertinggi, sementara YHVH adalah pemimpin dari malaikat-malaikat yang berada di surga terendah.

Irenaeus (120-203 AC) adalah uskup dari Lyon dan seorang teolog Kristen abad ke 2 M. Hasil karyanya yang berjudul Adversus Haereses (Against Heresies) adalah bantahan terhadap ajaran Gnostik. Irenaeus adalah anak seorang Yunani yang hidup di Asia Kecil. Hasil karyanya menginformasikan kehidupannya, termasuk saat anak-anak dia mendengar dan melihat langsung Polikarpus di Smirna, orang terakhir yang adalah saksi mata kehidupan rasul, sebelum Polikarpus meninggal sebagai martir di tahun 150 M.

** Manicheisme **

Bidat ini didirikan oleh Mani seorang yang dilahirkan di Babilon (Irak), dan meninggal sekitar tahun 274 – 277 AC. Mani menganggap dirinya sebagai ‘Parakletos’.

Sumber:

Gereja Mula Mula - Dr. Dietrich Kuhl - Pekabaran Injil Indonesia, 1992, halaman 81

Berdasar penglihatan-penglihatan ia menganggap dirinya Parakletos yang dijanjikan Allah. Ia juga menyebut dirinya Rasul Tuhan Yesus …

Karena terpengaruh aliran Gnostik, makanya Mani juga menolak penyaliban Yesus sekalipun dengan versi yang berbeda.

Sumber:

Was Christ Really Crucified?

Faris al-Qayrawani - Chapter: Our Response to Al-Razi

Among those who preached the theory of the Shabih is the Persian self-proclaimed prophet Mani (A.D. 276). He said that Jesus was the son of a widow, and the one who was crucified was the son of the widow of Nain whom Jesus raised from the dead. In another Manichaean tradition we read that Satan was the one who sought to crucify Jesus but he failed and was crucified in His place.

Terjemahan:

Diantara mereka yang mengajarkan teori Shabih (red: nama orang yang diserupakan bagi Yesus) adalah Mani yang memproklamasikan dirinya sebagai nabi. Dia berkata bahwa Yesus adalah anak seorang janda, dan orang yang disalibkan adalah anak janda Nain yang dibangkitkan Yesus dari kematian. Dalam tradisi Manicheisme lainnya, kami membaca bahwa setan yang berusaha menyalibkan Yesus justru pada akhirnya dia sendiri yang disalibkan menggantikan Yesus.

Pengajaran Mani pun bertentangan dengan Al-Qur’an karena mengajarkan Yesus dilahirkan dari seorang janda.

Terlihat dari sumber-sumber diatas bahwa mereka yang menolak penyaliban adalah karena beranggapan bahwa Yesus tidaklah memiliki tubuh jasmani atau dengan kata lain sepenuhnya bersifat Ilahi sehingga tidak dapat disalibkan. Sementara Mani jelas adalah sesat karena menganggap dialah sang Parakletos. Uniknya pendapat sang Parakletos Mani tentang bukan Yesus yang disalib diulang lagi oleh pengklaim Parakletos yang kemudian yaitu Muhammad SAW.

** Sekilas tentang Roh Kudus (Parakletos) **

Parakletos berarti pembela atau penolong. Dalam ajaran Kristen, istilah "parakletos" lazimnya digunakan sebagai sebutan bagi Roh Kudus. Dalam Alkitab Perjanjian Baru Yunani, kata ini sangat menonjol dalam karya-karya tulis Yohanes. Parakletos muncul dalam Injil Yohanes, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Pendamping, Penolong, Pembela, atau Penghibur.

Jemaat mula-mula mengenali Parakletos sebagai Roh Kudus. Menurut pemahaman umat Yahudi dan umat Kristen abad pertama, Roh Kudus hadir guna memunculkan kembali nubuat.

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yohanes 14:16-17 – LAI TB)

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Yohanes 14:26 – LAI TB)

Kata Yunani yang diterjemahkan ‘yang lain’ dalam Yohanes 14:16 bukanlah HETEROS, tetapi ALLOS. Andaikata yang digunakan adalah HETEROS, maka itu akan menunjukkan adanya perbedaan sifat antara Yesus dan Roh Kudus, sehingga bisa saja Yesusnya sabar sedangkan Roh Kudus-nya tidak, atau Yesus adalah Allah dan seorang yang berpribadi, sedangkan Roh Kudus bukan. Tetapi karena kata Yunani yang digunakan adalah ALLOS, ini menunjukkan bahwa Roh Kudus, sekalipun adalah PARAKLETOS yang lain dari pada Yesus, tetapi mempunyai sifat-sifat yang sama dengan Yesus.

Karena itu dalam komentarnya tentang ayat ini William Hendriksen mengatakan tentang Roh Kudus sebagai berikut:

"He is another Helper, not a different Helper. The word another indicates one like myself, who will take my place, do my work. Hence, if Jesus is a person, the Holy Spirit must also be a person" (Ia adalah Penolong yang lain, bukan Penolong yang berbeda. Kata yang lain menunjukkan seseorang seperti aku sendiri, yang akan mengambil tempatku, melakukan pekerjaanku. Jadi, jika Yesus adalah seorang pribadi, Roh Kudus harus juga adalah seorang pribadi).

William Hendriksen melanjutkan dengan berkata:

For the same reason, if Jesus is divine, the Spirit, too, must be divine (dengan alasan yang sama, jika Yesus bersifat ilahi / adalah Allah, Roh juga harus bersifat ilahi / adalah Allah).

Tuhan Yesus menyebut Roh Kudus sebagai Penolong yang tidak akan pernah meninggalkan kita (Yohanes 16:7) yang dalam terjemahan lain berarti Penasihat atau Penghibur. Ini merupakan salah satu bagian Alkitab yang tersulit dalam penerjemahannya karena tidak dapat mewakili keseluruhan makna yang dimaksud kata aslinya.

The Amplified Bible memakai tujuh kata untuk menterjemahkan salah satu frasa Yunani ini yakni, Penasihat, Penghibur, Penolong, Pembela, Pendoa Syafaat, Pemberi Kekuatan dan Pendamping. Bersama-sama, ketujuh kata itu mencerminkan Siapa Roh Kudus.

But when the Helper (Comforter, Advocate, Intercessor, Counselor, Strengthener, Standby) comes, whom I will send to you from the Father, that is the Spirit of Truth who comes from the Father, He will testify and bear witness about Me. (John 16:7 – The Amplified Bible)

Dengan demikian sama seperti Yesus, Roh Kudus adalah Allah, dan Roh Kudus adalah seorang pribadi. Ini penting untuk saudara camkan khusus-nya pada waktu menghadapi orang Saksi Yehuwa, yang menganggap Roh Kudus hanya sebagai ‘kuasa Allah’, dan dengan demikian tidak mempercayai keilahian maupun kepribadian Roh Kudus.

Tuhan Yesus memberkati

Daftar Pustaka:

  • Sarapan Pagi
  • Sang Putera dan Sang Bulan
  • Golgothministry
  • Gotquestion.org

2 komentar: