Selasa, 24 Mei 2011

Karya Keselamatan Yesus Dalam Sejarah Hindu


Dalam kitab Bhavisya Purana, menurut para ahli disusun pada sekitar tahun 115 M oleh Rsi Suta. 
Dalam kitab Bhavisya Purana itu, dalam bagian Pratisarga Parva, Khanda 3, ayat 16-33 disebutkan tentang pertemuan antara Maharaja Shalivahana dengan Issa di Srinagar, India.

Selengkapnya, uraian tersebut adalah sebagai berikut :

“Shalivahan, cucu Vikrama Jit akhirnya mengambil alih pemerintahan.

Beliau mengalahkan gerombolan penyerang dari Cina, Parthian, Scythians dan Bactrians.

Raja Shalivahan membangun tembok pembatas antara para Arya dengan para mleccha (non-Hindu), dan memerintahkan orang-orang mleccha itu untuk berdiam di pinggiran wilayah India.
Suatu hari, raja Shalivahana, pemimpin kaum Sakhya, pergi ke Himalaya.

Di sana, di wilayah bernama Hun (= Ladakh, bagian dari kerajaan Kushan) raja yang perkasa itu bertemu seseorang yang duduk di atas sebuah bukit, yang tampak sangat saleh.
Kulitnya cerah, dan mengenakan pakaian putih-putih.

Raja Shalivahan bertanya kepada orang suci itu, dan yang ditanya menjawab :
“Saya dikenal sebagai Anak Tuhan , lahir dari seorang perawan, aku adalah pemimpin orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan yang berusaha keras mencari kebenaran sejati.”

Sang Raja bertanya lagi : Apa agama Anda?

Orang itu menjawab : “Wahai Raja, saya berasal dari negeri asing, dimana tidak ada lagi kebenaran di sana dan kejahatan merajalela. Di tanah orang-orang yang tidak beriman, aku muncul sebagai Al-Masih. Namun raksasa Ishamasi menjelmakan dirinya dalam bentuk orang-orang biadab yang mengerikan; saya dibuang oleh orang-orang biadab itu

Wahai Raja, dengarlah olehmu, agama yang aku bawa kepada orang-orang yang tidak percaya itu : setelah menyucikan hati dan pembersihan badan yang tidak suci, dan setelah mencari perlindungan dalam doa kepada Naigama, manusia akan berdoa kepada Dia Yang Kekal

Melalui jalan keadilan, kebenaran, meditasi, dan penyatuan jiwa, manusia akan menemukan jalan untuk mencapai Isa ditengah-tengah cahaya. Tuhan, seteguh matahari, pada akhirnya akan menyatukan seluruh jiwa yang mengembara dalam diri Beliau.

Wahai Raja, dengan demikian, Ishamasi akan dihancurkan, dan wujud Isa yang penuh kebahagiaan, pemberi kebahagiaan, akan bersemayam selamanya di dalam hati; dan saya disebut Masehi (Imam Mahdi) …

Perhatikan bahwa dalam percakapan itu, Yesus memperkenalkan diri dengan sebutan Isa.

Hal yang mengagumkan dari uraian di atas adalah bahwa Jesus disebut dengan nama Isa, yaitu sama dengan penyebutan nabi itu dalam Al-Quran.

Namun, Bhavisya Purana ditulis jauh beratus-ratus tahun sebelum Al-Quran diwahyukan.

Yesus tetap berkarya walau Dia telah naik ke Surga, kejadian ini terjadi abad ke dua masehi. 
Dan Yesus tidak hanya berkarya untuk orang Israel, tapi juga memebrikan keselamatan untuk semua manusia di dunia, tanpe melihat apa agamanya.

Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan  dengan satu gembala.


1 komentar:

  1. Wujudnya 1 kepercayaan yg menyembah " sapi " yg persis hindu adalah dizaman moses yg memimpin israelites keluar egypt dan hindu pula tidak ada tarikh awal ke wujudan mereka menjadikan " Hindus " tidak bisa dibilang lebih awal dari " old testement " dan ayat diatas juga di tulis pada tahun 115 ( masihi ) iaitu selepas 115 kedatangan Jesus Christ, so ( yesus dalam Hindu itu ) adalah ( Tidak Benar ) kerana penulis ayat diatas melihat isa versi hindu adlh selepas kelahiran isa almasih..lain ceritanya jikalau ayat diatas ujud ....sebelum lahir nya Yesus yg dikatakan isa almasih itu..

    BalasHapus